Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (19)


__ADS_3

Sudah tiga bulan berlalu keadaan Arjuna sudah semakin baik bahkan dia sudah bisa membantu Sahara untuk memasak, rutinitasnya yang dulu dan beberapa kali dia serta keluarga kecilnya pergi keluar, tapi diantar dengan supir pribadi mereka karena Arjuna belum dibolehkan untuk berkendara. Semakin hari suasana hati Sahara sangat bagus dan dia juga sudah makan dengan lahap karena ada suaminya yang menemani juga mengingatkan waktu makannya.


Semua kembali seperti biasa dan kandungan Sahara sudah menginjak usia kedelapan bulan, perutnya juga sudah membesar dia sering check up ke dokter bersama suaminya. Kehidupan Sahara benar-benar sudah kembali seperti semula, tidak ada kecemasan akan keadaan suaminya lagi dan semua orang ikut berbahagia untuknya.


Saat ke butik tidak ada lagi wajah datar Sahara karena dia telah kembali menjadi wanita ramah dan tidak ada lagi Diandra yang menghandle pekerjaan atau pertemuan penting karena Sahara bisa melakukannya sendiri sekarang.


Pagi ini Arjuna terbangun lebih dulu dia sadar bahwa ada tangan yang melingkar di pinggangnya, tentu saja Sahara selalu memeluknya kalau mau tidur. Sejenak dia kembali membayangkan keadaan istrinya ketika dia tidak ada, bagaimana Sahara bisa tidur dengan nyenyak saat tidak ada di sampingnya?


Senyum Arjuna terbentuk bersamaan dengan tangannya yang terulur untuk menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. Di usapnya dengan lembut pipi Sahara dia akan sangat jahat kalau meninggalkan istri dan anak-anaknya begitu saja.


"Maaf Ra"


Arjuna sering menggumamkan kata itu setiap bangun dan akan tertidur karena dia benar-benar merasa bersalah telah membuat istrinya terluka hingga menangis tanpa henti.


Menundukkan kepalanya Arjuna mencium keningnya lama membuat Sahara menggeliat, merasa terganggu dari tidur nyenyaknya.


"Hmm tidur saja"


Sambil mengatakan itu Arjuna mengusap pipi Sahara dengan sangat lembut, tapi mata indah istrinya malah terbuka lebar dan menatapnya dengan sayu.


Tapi, Arjuna dia buat tertawa kecil karena sesaat setelahnya Sahara kembali memejamkan mata lalu mengeratkan pelukannya.


Belakangan ini Sahara sangat manja, mungkin karena bayi nya yang merindukan dia.


'Sahara selalu menangis kalau malam, Mami sangat sedih melihatnya, apalagi ketika hari kecelakaan itu tangisnya begitu pilu dan dia memeluk Airlangga sambil terisak hebat'


Mengingat perkataan Mami nya seketika Arjuna merasa sesak, dia sudah melukai istrinya dengan begitu dalam.


'Mas Juna jangan pergi lagi ya? Ara tidak mau sendirian lagi'


Suara lembut Sahara yang tiba-tiba terngiang membuat Arjuna tersenyum, dia tidak akan pernah pergi lagi.


"Masih ngantuk?" Tanya Arjuna


"Emm"


Mengusap rambut istrinya dengan sayang sesekali Arjuna mencium puncak kepalanya dan membuat Sahara menyunggingkan senyum manisnya.


Saat mendongak Sahara menatap Arjuna dengan dalam lalu tersenyum dan membuat Arjuna perlahan mendekatkan wajahnya untuk mencium bibi mungil istrinya.


Cup


Cukup lama Arjuna menempelkan bibirnya disana sampai akhirnya suara tangis Airlangga membuat dia menjauhkan wajahnya dengan tidak rela.


Setelah kesadarannya terkumpul Sahara berlali ke kamar anaknya lalu menggendongnya dan membuat tangisan si kecil yang tampan itu terhenti. Seperti biasa Airlangga bersandar manja di bahu Mami nya lalu memasukkan tangannya ke dalam mulut dan ketika melihat wajah Arjuna dia berseru senang.


"Kenapa baby boy? Kamu kangen Papi hmm?" Tanya Arjuna


Sesesaat setelah Airlangga meminta untuk turun dia berjalan dengan cepat ke arah Arjuna membuat Arjuna merasa gemas dan langsung mengangkat tubuh anaknya.


"Beratnya anak Papi." Kata Arjuna sambil mencium pipinya


"Papa"


"Papi sayang"


"Papa"


"Papi"


"Papa!"


Arjuna tertawa dan memeluknya sebentar lalu membiarkan apa yang ingin Airlangga lakukan, tapi dia sedikit meringis ketika anaknya yang ada dipangkuannya berdiri dan menginjak kakinya.

__ADS_1


"Akhh"


Sahara membulatkan matanya dan langsung mengangkat tubuh Airlangga lalu menurunkannya dari ranjang.


"Sakit ya?" Tanya Sahara cemas


Arjuna tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Setelah kejadian itu Sahara jadi sangat memperhatikan dia bahkan ringisan sedikit saja membuat istrinya itu sangat cemas.


"Mama cucu"


Suara lucu Airlangga membuat Sahara tersenyum dan menunduk untuk melihat anaknya yang memeluk kakinya sambil menatap dengan wajah sedihnya.


"Mandi dulu oke?" Kata Sahara


"Cucu"


Wajahnya semakin sedih membuat Sahara tersenyum melihatnya, dasar anaknya raja drama.


"Baiklah minum cucu dulu." Kata Sahara sambil melangkahkan kakinya ke meja dimana susu serta dot bayi ada disana


Airlangga mengikuti langkah kaki Sahara membuat Arjuna tertawa melihatnya apalagi anaknya memakai pempers yang sepertinya sudah sangat penuh, menggemaskan sekali.


"Cucu"


Sahara tersenyum ketika sudah selesai membuat susu lalu memberikan dot bayinya kepada Airlangga.


"Ini dia anak pintar susunya cepat habiskan dan kita mandi." Kata Sahara sambil menggendong anaknya


"Ya ampun dia sekarang gendut sekali aku jadi gemas." Kata Arjuna ketika Sahara membaringkan anaknya di ranjang mereka


"Memang, dia juga tidak mau diam sekarang." Kata Sahara


"Kenapa sayang?" Tanya Arjuna khawatir


Sahara tidak menjawab, tapi membawa tangan sang suami ke perut buncitnya dan tak lama tendangan itu datang lagi membuat Arjuna tersenyum senang.


"Dia juga mau disapa rupanya." Kata Arjuna sambil mengusap sayang perut buncit istrinya


"Besok jadwal check up kan?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara


"Bagaimana kalau kali ini kita tanyakan jenis kelaminnya?" Kata Arjuna


"Hmm terserah Mas Juna saja." Kata Sahara sambil tersenyum


"Habis ini kamu mau buat sarapan? Biar aku bantu ya?" Kata Arjuna


"Mau mandikan Angga dulu baru bikin sarapan." Kata Sahara


Arjuna mengangguk faham lalu memeluk Sahara dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher istrinya, tempat yang selalu memberikan Arjuna kenyamanan.


Seandainya Arjuna tidak membuka matanya lagi dia pasti akan sangat menyesal karena pergi tanpa mengatakan sepatah katapun dan membuat orang-orang terluka karenanya.


Beruntung Tuhan masih memberinya kesempatan untuk kembali membuka matanya.


"Ara senang bisa peluk Mas Juna lagi." Kata Sahara sambil mengeratkan pelukannya


"Aku juga senang bisa memeluk kamu lagi Ra"


Mereka sama-sama senang karena telah kembali bersama.


¤¤¤

__ADS_1


Sama sekali tidak pernah terbayang dibenak Sahara bahwa dia akan melahirkan secara prematur di kehamilannya yang kedua, mungkin karena dikehamilan ini Sahara terlalu banyak fikiran dan tidak memiliki pola makan yang teratur. Saat malam Sahara merasakan perutnya teramat sakit hingga dia menangis dan Arjuna segera membawanya ke rumah sakit lalu sekitar pukul sebelas malam bayi mungil nan cantik telah hadir ke dunia, menambah kebahagiaan yang dirasakan orang tuanya.


Melihat istrinya yang dalam keadaan baik membuat Arjuna merasa lega dan juga bahagia apalagi ketika melihat wajah mungil yang ada di dekat ranjang pasien istrinya. Anak kedua mereka lahir dengan selamat meskipun lebih kecil dari Airlangga ketika lahir dulu, tapi hal itu membuatnya terlihat begitu menggemaskan.


Sahara sedang tertidur lelap karena waktu sudah menunjukkan pukul dua malam, tapi Arjuna masih setia membuka matanya dan menatap anak keduanya yang juga tertidur.


Airlangga ada bersama mertuanya karena tadi mereka datang ke rumah sakit begitu pula dengan orang tua Arjuna dan semua orang terlihat begitu bahagia mendapat kabar jika Sahara sudah mau melahirkan.


Arjuna benar-benar tidak bisa membayangkan jika dia tidak bisa menikmati momen ini bersama istrinya.


Arjuna tidak bisa membayangkan jika dia tidak bisa berada di sisi Sahara ketika dia melahirkan.


Sekarang Arjuna sangat bersyukur karena dia masih diberikan kesempatan itu.


¤¤¤


Mata indah Sahara perlahan terbuka dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah ceria suaminya juga tangannya yang digenggam dengan erat. Senyum Sahara mengembang, dia masih merasa sangat lemas dan dengan suara yang begitu pelan Sahara mengatakan bahwa dia haus.


Dengan sigap Arjuna mengambil air minum dan membantu istrinya untuk menenggak habis minumnya.


Setelah selesai Sahara melirik ke arah box bayi yang ada di dekatnya lalu kembali tersenyum.


"Terima kasih Ra"


Arjuna mengatakan hal itu lalu mencium punggung tangannya lama membuat senyum Sahara semakin mengembang dengan sempurna.


"Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidupku, terima kasih banyak untuk semuanya." Kata Arjuna lagi


Sahara hanya mengangguk singkat lalu mengusap puncak kepala suaminya dengan sayang.


"Kamu benar-benar membuat hidupku sempurna Ra." Kata Arjuna sambil menatap manik mata indah istrinya


Sesaat setelahnya pintu ruang rawat Sahara terbuka dan orang tua Arjuna masuk ke dalam dengan penuh semangat apalagi Clara.


"Terima kasih sayang sudah memberikan Mami cucu lagi." Kata Clara senang


"Iya Mi"


Setelah mengatakan hal itu Clara melihat cucunya yang terlihat tenang dalam tidurnya, cantik sekali.


"Bagaimana keadaan kamu Ra?" Tanya Abian dengan lembut


"Sudah lebih baik Pi." Kata Sahara


Abian ikut melihat cucunya dan tersenyum senang, dia jadi mengingat Anjani kecil.


"Siapa nama cucu Papi yang baru?" Tanya Abian dengan antusias


Sahara menatap suaminya, dia belum menyiapkan nama karena fikirnya masih ada waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkannya.


"Ara belum tau, tapi sepertinya Mas Juna sudah menyiapkan sebuah nama." Kata Sahara


Semua mata menatap Arjuna dan dengan senyum manisnya Arjuna mengucapkan nama yang telah dia siapkan.


"Alana Dirgantara"


Semua tersenyum mendengarnya, nama yang indah.


Selamat datang ke dunia baby Alana.


¤¤¤


Aku cepetin langsung ke lahiran ya😂

__ADS_1


Penasaran enggak sama nasibnya si Kevin😂 Dia kemana ya kira-kiraa?


__ADS_2