
Hari ini merupakan hari pertama Airlangga di sekolah dasar dan anak tampan itu terlihat sangat bersemangat juga tidak sabar untuk berangkat ke sekolah. Sama halnya dengan Airlangga karena adiknya sering merengek dan minta untuk sekolah akhirnya Arjuna mendaftarkannya di salah satu Tk yang letaknya tidak terlalu jauh dari area perumahan.
Sekarang kedua anak-anaknya sudah siap untuk pergi ke sekolah mereka dan keduanya sama-sama antusias untuk pergi ke sekolah. Terutama Alana yang sudah menggendong tas di punggung kecilnya hingga dia terlihat begitu menggemaskan.
"Ana nanti Mami jemput ya? Kalau sudah pulang kamu tunggu sama Ibu guru sampai Mami datang, oke?" Kata Sahara sambil mengusap puncak kepala anaknya dengan sayang
Alana mengangguk dengan semangat.
"Iya Mami"
"Sudah siap anak-anak Papi?" Tanya Arjuna
Keduanya mengangguk dengan semangat membuat Arjuna merasa gemas juga senang melihatnya, tidak terasa anak-anaknya sudah mulai tumbuh besar sekarang.
Apalagi jagoan kecilnya, Airlangga.
Bersama dengan Sahara mereka semua masuk ke dalam mobil dan Arjuna langsung melajukan mobilnya, pertama mereka pergi ke sekolah Airlangga karena jam masuk anaknya itu lebih cepat berbeda dengan Alana yang memulai sekolah pada jam delapan.
"Angga sudah siapkan semuanya kan?" Tanya Sahara sambil menoleh ke belakang dimana kedua anaknya duduk berdampingan
"Sudah Mami aku sudah bawa buku, kotak pensil, dan bekalnya juga." Kata Airlangga
"Ingat kan kata Mami?" Tanya Sahara lagi
"Ingat, Angga tidak boleh nakal dan kalau sudah pulang tunggu di dalam sekolah sampai Mamu jemput." Kata Airlangga
"Pintar sekali"
Senyum manis Airlangga mengembang dengan sempurna dan dia langsung merangkul adik kecilnya yang duduk tepat disampingnya
"Ana mau sekolah ya?" Tanya Airlangga
"Iya Ana mau cekolah." Kata Alana dengan wajah lucunya
"Nanti Ana bakal punya teman baru disana." Kata Airlangga membuat adik kecilnya itu tersenyum senang
Dia suka teman baru.
Mengingat Alana lebih sering menghabiskan waktunya di rumah dia tidak terlalu banyak memiliki teman kecuali Airlangga dan adik-adik dari teman Kakaknya.
Setelah sampai di sekolah tempat Airlangga akan belajar Arjuna langsung menghentikan mobilnya lalu turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk anaknya.
"Yess sampai!" Seru Airlangga senang
"Jangan nakal ya Angga." Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya
Mereka mengantarkan Airlangga hingga ke dalam, tapi tidak sampai masuk ke dalam kelas.
Airlangga mencium punggung tangan kedua orang tuanya lalu memeluk Alana dan mencium kedua pipinya sebelum melangkahkan kakinya ke dalam. Tangannya terangkat dan melambai ke arah mereka membuat Alana tersenyum senang dan ikut melambaikan tangannya.
"Dadah Kakak"
Setelah Airlangga menghilang dari pandangan mereka Arjuna langsung menggendong anak perempuannya dan membuatnya berseru senang.
"Nah sekarang ayo kita antar si cantik ke sekolah." Kata Arjuna dengan penuh kebahagiaan
Dalam diam Sahara memperhatikan keduanya dengan senyuman manis, lucu sekali mereka berdua.
Kembali memasuki mobil Alana duduk dipangkuan Sahara sekarang dan Arjuna memutar balik mobilnya ke area perumahan karena sekolah Alana memang tidak terlalu jauh dari sana.
Sepanjang perjalanan Alana terus berceloteh dengan riang menceritakan banyak hal kepada orang tuanya.
"Ana cudah bisa tulis." Kata Alana
"Benarkah sayang?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan antusias oleh anaknya
"Mami kacih tau Ana calanya." Kata Alana
Arjuna tertawa mendengar cara anaknya bicara, lucu sekali dia jadi gemas dan tidak bisa menahan diri untuk tidak mencubit pipi tembamnya.
"Pintar sekali anak Papi"
__ADS_1
"Nanti Ana kacih hadiah ya Papi?" Kata Alana dengan wajah polosnya
Sahara tertawa melihatnya lalu berkali-kali dia mencium puncak kepala anaknya.
"Mau hadiah apa hmm?" Tanya Arjuna dengan lembut
"Mau pelmen yang banyak." Kata Alana sambil tersenyum lebar
"Jangan banyak nanti sakit gigi." Kata Sahara membuat bibir Alana mengerucut sebal
"Banyak!" Kata Alana galak
Sahara tertawa dan memeluk Alana dengan erat.
"Iya nanti dibelikan." Kata Sahara membuat Alana berseru senang
"Ana juga mau adik balu kayak Fania." Kata Alana dengan polosnya
Kedua orang tuanya terdiam sesaat ketika mendengarnya, Sahara langsung mengalihkan pandangannya dari Arjuna yang menyeringai sambil melirik ke arahnya.
Sial, dia akan digoda habis-habisan kalau sudah begini.
"Tentu saja Ana akan punya adik baru, Ana mau adik berapa?" Tanya Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan tajam
"Ana mau segini." Kata Ana sambil mengangkat ketiga jarinya
Sahara menghela nafasnya pelan sedangkan Arjuna tertawa kecil lalu mengatakan bahwa dia akan segera memberikan adik untuknya.
"Benalkan Papi?" Tanya Alana penuh harap
"Benar, coba tanya Mami." Kata Arjuna dengan senyum penuh kemenangan
Menghela nafasnya pelan Sahara tidak bisa menolak ketika anaknya menatap penuh harap sambil tersenyum lebar.
"Benalkan Mami? Ana akan punya adik balu kan?" Tanya Alana
Hanya anggukan singkat yang dapat Sahara berikan, tapi hal itu sukses membuat anaknya berseru senang dan memeluknya erat.
Sesaat setelahnya mobil Arjuna berhenti di salah satu Tk yang cukup besar dan sudah cukup ramai. Saat melihat jika mereka sudah sampai Alana terlihat begitu bersemangat dan langsung turun dari mobilnya sambil menarik tangan Sahara.
Ketika masuk Sahara langsung menemui salah satu guru yang ada di sana lalu mengajaknya bicara sebentar.
"Tolong jaga Alana ya?" Pinta Sahara sambil tersenyum manis
Zahra, nama wanita yang diajaknya bicara itu mengangguk lalu menunduk dan mensejajarkan tubuhnya dengan Alana sambil tersenyum ramah.
"Siapa namanya cantik?" Tanya Zahra
"Nama aku Alana Ibu gulu." Kata Alana dengan senang
"Saat pulang nanti tolong jaga Ana sampai saya jemput ya Bu." Kata Sahara
Zahra tersenyum manis lalu mengangguk faham.
Sebelum pergi Alana memeluk kedua orang tuanya dan mencium mereka berkali-kali lalu melambaikan tangannya.
Setelah itu keduanya kembali ke mobil dan perasaan Sahara tidak enak ketika suaminya membukakan pintu mobil untuknya, pasti akan terjadi sesuatu yang menguntungkan suaminya.
Benar saja, setelah masuk ke mobilnya Arjuna menatap istrinya dengan tatapan yang sangat-sangat menyebalkan.
Karena perkataan Alana tadi pasti Arjuna akan mengajaknya bermain dengan alasan, menuruti permintaan anak mereka.
Dasar Arjuna mesum!
"Baiklah, bagaimana kalau hari ini aku libur bekerja? Lagi pula tidak ada pekerjaan penting untuk hari ini." Kata Arjuna
Habislah aku, batin Sahara berteriak
Kedua anaknya sekolah dan pasti tidak akan ada yang mengganggu mereka, lagi Bi Yuni sedang izin untuk dua hari ke depan.
Kesimpulannya Sahara hanya berdua saja dengan Arjuna di rumah.
__ADS_1
"Tidak perlu Mas kamu bekerja saja." Kata Sahara
Arjuna menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak, kita harus menuruti permintaan Alana kamu kan tau dia pasti akan selalu menagihnya." Kata Arjuna
Helaan nafas Sahara membuat Arjuna tersenyum penuh kemenangan.
Baiklah ada waktu sekitar tiga jam sampai Alana pulang dari sekolahnya, cukup singkat kalau untuk bermain, tapi tidak masalah.
Kapan lagi mereka bisa bermain di pagi hari seperti sekarang kan?
Baiklah Sahara bersiap untuk masuk kandang singa karena kamu akan diterkam hingga tak berdaya.
¤¤¤
Di atas ranjangnya Sahara bergerak gelisah karena perbuatan suaminya yang terus mempermainkannya dengan menyentuh titik-titik sensitifnya tanpa mau memulai inti permainan. Sesaat setelah sampai Arjuna memang benar-benar langsung membawanya ke kamar lalu menciumnya dengan panas dan mempermainkannya hingga sekarang.
Mata Sahara menatap Arjuna dengan sayu sedangkan sang suami menatapnya dengan penuh gairah lalu ketika Arjuna menciumnya, lagi Sahara hanya bisa memejamkan matanya.
Seperti biasa Sahara hanya bisa menikmati permainan yang suaminya lakukan, tapi terkadang suaminya sangat menyebalkan dan terlalu banyak bermain-main hingga dia kesal bukan main.
Bukan mempercepat permainan Arjuna malah lebih suka membuatnya semakin lama.
"Mas"
"Hmm ada apa sayang?" Tanya Arjuna dengan bibirnya yang bermain di sekitar leher jenjang istrinya
"Pleasee"
Arjuna tersenyum penuh arti ketika Sahara mengatakan kata itu, tapi tidak secepat itu karena dia suka bermain-main.
Sudah lama sekali mereka tidak melakukannya.
"Nanti sayang"
"Mas Junaaa"
Arjuna tertawa mendengarnya, tapi dia enggan untuk melakukannya sekarang dan masih sibuk menyentuh tubuh istrinya.
Percayalah Sahara pasti akan sangat tidak berdaya kalau sudah bersama dengan Arjuna.
¤¤¤
Pukul setengah sebelas Arjuna telah benar-benar selesai dengan permainannya dan di atas ranjang Sahara masih terengah dengan mata terpejam, sial dia lemas sekali sekarang. Dari samping Arjuna memeluk tubuh istrinya dan mencium pipinya lama lalu mengatakan bahwa dia punya waktu setengah jam lagi untuk istirahat.
Hanya gumanan pelan yang bisa Sahara berikan dan dia hanya akan berbaring untuk beberapa menit ke depan, mengembalikan tenaganya yang sudah terkuras habis. Saat suaminya menawarkan minuman Sahara menganggukkan kepalanya karena tenggorokannya sangat kering sekarang dan ketika Arjuna memberikan segelas air untuknya Sahara langsung meminumnya hingga habis tak tersisa.
"Aku mau mandi, kamu mau ikut?" Tanya Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan garang
Ikut berarti akan ada permainan lagi.
"Ikut dan kita akan berjam-jam didalam sana." Kata Sahara galak
Arjuna tertawa lalu mengecup singkat bibri istrinya.
"Lucu banget"
Tersenyum tipis Sahara mencubit kedua pipi Arjuna lalu menyuruh pria itu untuk segera mandi karena sebentar lagi mereka harus menjemput Alana.
"Bersiap juga untuk nanti malam, kita akan melalui malam yang sangat panjang sayang"
Setelah mengatakan hal itu Arjuna pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Sahara yang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
Semakin lama Arjuna memang semakin perhatian, tapi dia juga jadi semakin mesum.
Sangat menyebalkan!
¤¤¤
Semua gara-gara Alana😂 Kasian Mami nya Araa😆
__ADS_1