Sahara In Love

Sahara In Love
18 : Bertemu Calon Menantu


__ADS_3

Katanya cinta dan obsesi itu memiliki perbedaan yang sangat tipis hingga membuat banyak orang sulit untuk memedakan keduanya dan Kevin merasakan hal itu sekarang. Kepalanya dipenuhi pertanyaan tentang perasaan yang kini dia rasakan, obsesi atau cinta dia tidak tau karena baginya ini adalah cinta, tapi bagi orang lain ini adalah obsesinya belaka.


Saat di Belanda dia pernah menjalin hubungan dengan beberapa wanita dan dia senang, tapi ketika tengah sendirian lagi dan lagi ingatan tentang Sahara kembali menghantuinya. Dulu dia tidak memberikan sebuah kepastian karena baginya Sahara hanya mainan, dia tidak terlalu menyukai wanita itu hanya sekedar tertarik.


Sikap manjanya yang membuat Kevin jengah dan akhirnya mulai dekat dengan wanita lain, dia tau Sahara terluka, tapi sayangnya dia tidak perduli.


Namun, anehnya ketika melihat wanita itu dekat dengan pria lain Kevin tidak terima dia ingin Sahara hanya untuknya hanya saja dia tidak ingin sikap manja wanita itu yang menurutnya sangat berlebihan.


Dia tidak suka wanita yang manja.


Malam ini Kevin menghabiskan waktunya di club malam tempat yang sudah sangat sering ia datangi baik di Belanda ataupun di Indonesia. Beberapa gelas alkohol sudah ia tenggak dan kini Kevin sedang menikmati rokok sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, menatap banyak orang yang sedang melakukan apapun yang mereka inginkan.


"Vin"


Menolehkan wajahnya Farrel datang bersama wanita dengan pakaian minim dan duduk disebelahnya, bisa dikatakan Farrel yang mengajari Kevin untuk masuk kedalam dunia sini.


"Kenapa muka lo?" Tanya Farrel sambil memesan minuman beralkohol


"Kena tonjok abang lo." Kata Kevin asal


"Perasaan gue gak punya abang, siapa memang?" Tanya Farrel lagi


"Arjuna"


"Hah? Kok bisa?" Tanya Farrel penasaran


"Gue bilang bakal gangguin hubungan dia sama Sahara dan dia tonjok gue." Kata Kevin seadanya


Mengangguk faham Kevin dapat melihat teman baiknya yang kini sedang bermain dengan seorang wanita, pria brengsek memang.


"Nanti babe aku mau ngobrol sama dia dulu." Kata Farrel sambil mencium sekilas bibir wanita disebelahnya


Berdecih pelan teman wanita Farrel itu kini menatap ke arahnya lalu mengedipkan sebelah matanya.


"Lo masih suka sama tuh cewek?" Tanya Farrel sambil memainkan gelas berisi alkohol yang telah dipesannya


Mengangkat bahunya acuh sampai sekarang Kevin juga masih mempertanyakan hal yang sama.


"Gak suka aja lihat dia sama Arjuna." Kata Kevin


"Artinya lo suka sama dia kan?" Kata Farrel gemas dengan jawaban yang diberikan oleh temannya


Terkadang dia bingung sendiri dengan apa yang diinginkan Kevin karena pria itu terlalu sering berubah-ubah, kadang dia begitu menginginkan Sahara, tapi kadang dia juga tidak memperdulikan Sahara.


"Kadang suka kadang enggak dan sekarang lagi suka." Kata Kevin dengan tidak tau dirinya


"Jangan main-main Vin orang tuanya itu berpengaruh lo bisa hancur." Kata Farrel mengingatkan


Memang benar orang tua Sahara terutama Daffa memiliki banyak koneksi bukan hal yang sulit untuk menghancurkan seseorang seperti Kevin.


"I don't care about that"


Mematikan rokoknya yang sudah tinggal setengah Kevin kembali meminta sebotol minuman beralkohol, dia perlu banyak minuman.


"Jangan kebanyakan minum Vin mending cari cewek sana buat senang-senang." Kata Farrel disertai kekehan yang membuat Kevin sebal


"Maunya Sahara"


"Wah gila lo! Dia bukan cewek kayak gitu Vin." Kata Farrel kaget


"Memang bukan, tapi gue cuman mau senang-senang sama dia." Kata Kevin tanpa ada rasa takut sama sekali


"Jadi cuman itu tujuan lo? Jangan gila Vin lo bisa hancurin hidup lo kalau main-main sama Sahara." Kata Farrel yang sama sekali tidak ditanggapi


"Cewek manja sialan, tapi gue gak bisa lupaiin dia dan dia juga harusnya sama." Kata Kevin sambil menenggak kembali minumannya

__ADS_1


"Terserah lo deh, tapi gue ingetin sekali lagi Vin jangan macam-macam sama keluarga Wijaya kalau lo gak mau hancur." Kata Farrel yang hanya ditanggapi dengan gumanan


Dia tidak terlalu peduli lagi pula dia sudah bilang kan kalau dia akan melakukan apapun untuk membuat Sahara berada disininya.


Psycho


Ya, Kevin juga merasa kalau dia seorang psycho karena rela melakukan hal jahat untuk merebut seorang wanita hanya saja dia tidak perduli masalah itu sekarang.


Kembali menoleh sekarang Kevin melihat temannya yang sedang berciuman panas dengan wanita yang tadi dan bersamaan dengan itu wanita lain dengan pakaian yang sama minimnya datang dan duduk disampingnya. Terlihat jika wanita itu ingin menggodanya sebenarnya dia tidak tertarik, tapi wanita itu tidak menyerah dan terus berusaha untuk mendekatinya.


"Kita bisa bersenang-senang mungkin dengan minum bersama dan sedikit bermain." Tawarnya sambil memberikan tatapan menggoda


Tidak ada salahnya kan?


Tersenyum sinis Kevin kembali memesan minuman untuk dia dan wanita disebelahnya membuat wanita itu tersenyum senang.


"Kamu tampan meskipun ada luka disana." Katanya sambil menunjukkan sudut bibir Kevin yang terluka


Tertawa kecil Kevin sama sekali tidak perduli dengan ucapan wanita itu karena yang dia inginkan sekarang hanya minum lalu tertidur.


"Mau aku sembuhkan tuan?" Tanyanya dengan nada menggoda


"Bagaimana caranya?" Tanya Kevin menantang


Tapi, tanpa dia duga wanita itu mendekatkan wajahnya dan menciumnya dengan penuh semangat.


Ciuman panas yang membuat Kevin membentuk sebuah seringaian sebelum akhirnya membalas ciuman itu dengan menggebu-gebu.


Satu yang ada difikirannya Sahara.


Dia jadi penasaran bagaimana jika melakukan ini bersama Sahara?


Kevin memang sangat brengsek hanya saja dia pintar menutupi kenyataan itu hingga membuat orang-orang mengira kalau dia pria baik-baik.


¤¤¤¤


Sejak hal itu terjadi Arjuna sering memata-matai Kevin dan hal mengejutkan yang dia dapat pria itu lebih brengsek dari dugaannya. Makanya sampai saat ini rasa benci yang tumbuh dihatinya semakin besar, dia sangat membenci Kevin.


"KAK"


Seruan itu membuat Arjuna tersadar dari lamunannya dan menatap Anjani dengan penuh tanda tanya.


"Hp nya bunyi dari tadi padahal ada di depan Kakak, memang tidak dengar apa?" Kata Anjani membuat Arjuna mengalihkan pandangannya ke arah ponsel yang tergeletak di atas kasurnya


Nama Sahara tertera disana, tapi Arjuna tidak mengangkatnya dan hal itu membuat Anjani penasaran. Kakaknya tidak pernah mengabaikan panggilan dari Sahara.


Hanya saja belum sempat bertanya Arjuna sudah kembali berbicara.


"Anjani"


Jika sudah memanggilnya seperti itu berarti Arjuna membutuhkan bantuannya.


"Hmm"


"Sahara tidak akan kembali dengan Kevin kan?" Kata Arjuna membuat sang adik menatapnya dengan bingung


"Maksudnya?"


"Kakak ketemu Kevin dan dia bilang dia akan ganggu hubungan kami." Kata Arjuna jujur


Mengatakan umpatan dalam hati Anjani benar-benar ingin mematahkan tulang pria itu sekarang.


"Gak akan! Sahara gak akan kembali sama dia dan gak boleh." Kata Anjani tegas


"Iya Kakak juga gak akan biarin pria brengsek itu merebut Sahara." Kata Arjuna dengan penuh keyakinan

__ADS_1


Belum sempat Anjani kembali menanggapi Clara sudah membuka pintu kamar Arjuna dan masuk kedalam sambil tersenyum penuh kasih sayang.


"Anak Mami lagi pada ngumpul." Kata Clara membuat kedua anaknya tersenyum


"Ada apa Mi?" Tanya Arjuna ketika Clara duduk disebelahnya


"Mami bosan di rumah nanti waktu makan siang Mami mau ketemu sama Sahara, kamu bilang ke dia ya Jun?" Kata Clara


"Siang ini? Dimana?" Tanya Arjuna


"Di resto kamu aja nanti kita makan siang sama-sama." Kata Clara dengan semangat


"Oke nanti Juna bilang sama Ara." Kata Arjuna membuat senyuman Clara mengembang dengan sempurna


"Mami mau ketemu calon menantu ya?" Kata Anjani sambil tertawa kecil


"Iya dong sayang Mami ingin ketemu sama calon menantu Mami." Kata Clara membuat Arjuna jadi salah tingkah


Rasa bahagia kembali menghampiri Arjuna karena setidaknya ada Mami nya yang mendukung hubungannya dengan Sahara dan hal itu membuat dia semakin yakin juga semangat untuk meyakinkan Papi nya agar membatalkan perjodohan.


"Kamu jangan khawatir Juna karena Mami akan bantu untuk bicar sama Papi." Kata Clara menenangkan


"Aku juga." Kata Anjani dengan semangat


Sejak dulu dia sangat mendukung hubungan Sahara dengan kakaknya dan dia tidak akan membiarkan penantian panjang itu sia-sia hanya karena sebuah perjodohan yang tidak diinginkan.


Kedua wanita itu saling melempar senyum lalu memeluk Arjuna bersamaan membuat pria itu tertawa karena tingkah keduanya.


"Apaan sih?"


Arjuna memang selalu menjadi kesayangan banyak orang.


¤¤¤¤


Saat makan siang datang Sahara sangat panik karena kekasihnya yang tiba-tiba menelpon dan mengatakan jika Mami nya ingin bertemu, dia jadi panik sendiri. Rasanya campur aduk, dia takut, tapi juga bahagia karena ingin bertemu dengan orang tua sanga kekasih.


Hanya saja timbul banyak tanya dibenaknya.


Kenapa Mami nya Arjuna ingin bertemu?


Apa hubungan mereka tidak akan direstui?


Apa Mami nya Arjuna mengajak bertemu untuk mengatakan bahwa kekasihnya sudah dijodohkan.


"Kak"


Suara Diandra membuat Sahara tersentak.


"Kenapa Ra?" Tanya Sahara


"Aku mau melatakkan dokumen ini dan hp Kakak bunyi." Kata Diandra


Melirik ponselnya Sahara baru sadar kalau kekasihnya sedang menelpon dan dengan segera dia meraih tasnya.


"Letakkan saja di meja Ra aku mau keluar dulu." Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan singkat


Tapi, sebelum benar-benar keluar dari ruang kerjanya Sahara menoleh dan bertanya sesuatu.


"Ra penampilanku sudah bagus? Ada yang berantakan?" Tanya Sahara


"Tidak Kak sudah cantik." Kata Diandra


Mengangguk faham Sahara langsung keluar dari ruang kerjanya dan menuju mobil sambil merapalkan do'an.


'Semoga semua akan baik-baik saja'

__ADS_1


__ADS_2