Sahara In Love

Sahara In Love
46 : Pernikahan


__ADS_3

Menatap pantulan dirinya di cermin Sahara yang kini sudah mengenakan baju pengantinnya merasa begitu gugup untuk melangkahkan kakinya keluar, dia masih menunggu kedua orang tuanya datang dan menyusulnya. Rasanya masih belum percaya bahwa hari ini dia akan menikah dengan Arjuna dan kembali bertemu pria itu setelah beberapa hari yang lalu mereka dilarang untuk bertemu.


Jantung Sahara berdetak tidak karuan, dia takut untuk melihat Arjuna yang pasti terlihat sangat tampan dengan balutan jas di tubuhnya. Tangan Sahara basah karena keringat dingin yang mengalir, dia sangat gugup dan ketika suara pintu terbuka terdengar Sahara langsung menoleh.


Senyumnya mengembang kala Daffa dengan setelan jasnya masuk ke dalam dan ikut tersenyum, senyuman manis juga tulus yang dapat Sahara lihat serta rasakan. Saat pria paruh baya itu memeluknya Sahara ingin menangis, tapi sebisa mungkin dia menahannya tidak mau merusak hari bahagia ini dengan sebuah tangisan.


"Sayangnya Daddy mau di ambil orang." Kata Daffa setengah bercanda


Sahara tertawa kecil dan ketika pelukan itu terlepas Daffa mengusap hati-hati rambut hitam anaknya sambil tersenyum penuh arti.


"Anak Daddy hari ini cantik sekali pasti Arjuna akan terpesona, nanti Ara baik-baik ya? Jadi istri yang baik dan sering-sering main ke rumah supaya Daddy gak kangen." Kata Daffa


Mata Sahara mulai berkabut, tapi perkataan Daffa selanjutnya membuat Sahara tertawa kecil.


Dasar Daddy nya memang sangat pintar merubah suasana.


"Jangan nangis nanti make up nya berantakan dan Ara kelihatan kayak hantu." Kata Daffa


Sahara menanggapinya dengan wajah kesal, tapi setelahnya dia bertanya tentang keberadaan Fahisa.


"Mommy dimana?" Tanya Sahara


"Sebentar lagi datang dia tadi lagi ke kamar." Kata Daffa


Benar saja tidak lama setelah mengatakan itu Fahisa masuk ke dalam dan sama seperti yang Daffa lakukan dia juga memeluk Sahara cukup erat, Fahisa akan sangat merindukan anaknya yang cerewet ini.


"Cantik sekali anak Mommy." Kata Fahisa


"Hmm Ara memang cantik dari kecil juga sudah cantik." Kata Sahara membuat kedua orang tuanya tertawa


Ya, Sahara memang cantik bedanya ketika masih kecil dia lebih terlihat imut dan menggemaskan apalagi ketika menangis.


Dulu Daffa sangat suka kalau Sahara menangis ketika dia jahili karena anaknya itu akan terlihat sangat lucu, tapi ketika sudah dewasa melihat Sahara menangis adalah hal yang paling dia benci.


Sahara diam sambil menatap kedua orang tuanya yang juga sedang menatapnya, dia masih ingat ketika Daffa selalu mengatakan bahwa dia masih kecil dan hal itu membuatnya menangis juga merajuk.


Dan sekarang dia penasaran.


"Daddy"


"Hmm ada apa Ara?" Tanya Daffa


"Sekarang Ara sudah besar kan? Sekarang Ara bukan anak kecil lagi kan?" Tanya Sahara membuat Daffa terdiam


Tatapan mata Daffa sedikit mengabur ketika mendengar pertanyaan itu, sekarang Sahara bukan anak kecil lagi dia akan menikah.


Daffa sudah membesarkannya dengan baik.


Tapi, tetap saja bagi dia Sahara akan selalu menjadi anak kecil yang menggemaskan.


"Tidak, kamu masih kecil Ra sangat kecil dan bagi Daddy kamu tidak pernah tumbuh besar. Kamu masih putri kecil Daddy." Kata Daffa


Sahara dapat melihat jika Daffa ingin menangis, tapi pria itu sebisa mungkin menahannya dan Sahara jadi ikut sedih.


Kali ini dia tidak akan marah karena masih dianggap anak kecil.


Mungkin nanti Sahara juga akan merasakan hal yang sama.


"Daddy memang sangat menyebalkan." Canda Sahara sambil berhambur ke pelukan Daffa


"Hey kenapa malah memeluk Daddy hmm? Calon suami kamu pasti menanti kamu dibawah." Kata Daffa dengan tangan yang mengusap sayang rambut hitam anaknya


Setelah pelukannya terlepas Sahara mengatakan bahwa dia sudah siap untuk turun dan dengan bersama kedua orang tuanya Sahara berlalu meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Hari ini dia akan menikah dan sebentar lagi dia akan pergi meninggalkan rumah ini untuk ikut dengan suaminya ke rumah baru mereka. Cukup berat untuk pergi meninggalkan kedua orang tuanya dan adik-adiknya karena sejak kecil Sahara menghabiskan banyak waktunya di rumah.


Dia terbiasa dengan Fahisa yang menyiapkan sarapan.


Dia terbiasa dengan Fahisa yang menantinya pulang setiap malam.


Dia terbiasa dengan mengganggu kedua adiknya.


Dia terbiasa bersikap manja dengan Daffa.


Sekarang Sahara akan meninggalkan itu semua satu persatu langkah yang dia tapaki sekarang akan membawanya ke kehidupan baru bersama suaminya. Sebentar lagi Sahara akan menata rumahnya sendiri, Sahara akan membangun keluarganya sendiri dan Sahara akan menjadi seorang istri yang baik.


'Saat kamu sudah menikah nanti jadilah wanita yang pengertian, jangan terlalu mengekang dan jangan melawan sama suami kamu selagi perkataannya masih baik'


Itu perkataan Fahisa ketika mereka menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga.


'Saat kamu memiliki keluh kesah bicaralah pada Arjuna jangan memendamnya kalian sudah menikah dan komunikasi serta kepercayaan adalah hal yang paling penting untuk menjaga sebuah hubungan'


Lagi itu masih perkataan Fahisa.


Sahara akan mengingatnya dan Sahara akan menuruti semua perkataan Fahisa, dia akan menjadi istri juga ibu yang baik nantinya.


Dan ketika mereka sampai Sahara dapat melihat Arjuna yang sudah siap dengan setelan jasnya sedang tersenyum ke arahnya.


Senyuman manis yang membuat Sahara benar-benar ingin berhambur ke pelukannya.


Tapi, Sahara hanya bisa diam sambil ikut tersenyum.


Mereka seolah berbicara melalui tatapan mata.


¤¤¤¤


Resepsi pernikahan keduanya bertempat di sebuah gedung mewah, mengusung tema elegant dekorasi dengan nuansa pink yang dipadukan dengan abu-abu terilhat begitu indah ketika dilihat. Resepsi pernikahan ini akan berlangsung hingga malam hari dan di pelaminan Sahara yang sekarang sudah resmi menjadi seorang istri tidak bisa menyembunyikan senyum bahagia dan rona merah di pipinya.


Kisah cinta yang kelak akan mereka ceritakan dengan anak-anak mereka nantinya.


Selain Sahara ada Arjuna yang juga merasa begitu bahagia karena semua anagannya terpenuhi, dia memiliki Sahara seutuhnya. Sejak tadi matanya terus melirik ke arah Sahara menatap istrinya yang terlihat canti dengan gaun pernikahan dan make up tipis di wajahnya.


Dia sangat ingat ketika Daffa menyerahkan Sahara kepadanya mata pria itu memancarkan ketulusan, meminta Arjuna agar menjaga putrinya dengan sangat baik dan tentu saja Arjuna akan melakukannya. Dia akan menjaga Sahara dengan sangat baik karena menyakiti wanita itu adalah hal yang tidak akan pernah dia lakukan.


Bagi Arjuna istrinya adalah seorang wanita yang pantas untuk bahagia.


Setelah pesta ini selesai nantinya mereka akan menginap di rumah orang tua Sahara atas permintaan dari mereka sendiri. Tentu saja Arjuna tidak masalah dengan itu semua karena dia sangat tau betapa Sahara dekat dengan keluarganya.


"Ara"


Panggilan itu terdengar berbeda dan membuat Sahara gugup seketika, tapi dia tetap mendongak dan menatap mata Arjuna.


"Hmm"


"Kamu lelah?" Tanya Arjuna lembut


Dengan jantung yang berdegup kencang Sahara menggelengkan kepalanya pelan, dia juga tersenyum manis.


"Tidak"


"Kamu cantik sekali Ra." Kata Arjuna lagi


Senyum Sahara mengembang dengan lebar dia sangat bahagia mendenagar pujian itu keluar dari bibir suaminya.


"Terima kasih Kak." Kata Sahara


"Kenapa masih Kak?" Tanya Arjuna membuat Sahara terdiam saat mendengarnya

__ADS_1


"Ara sukanya manggil Kakak." Kata Sahara pelan


Tertawa kecil Arjuna mengatakan bahwa itu semua tidak masalah panggilan apapun itu Arjuna tidak akan marah.


"Nanti Ara bakal ganti panggilannya, tapi jangan sekarang Ara gak biasa." Kata Sahara sambil tersenyum manis


Belum sempat menanggapi seruan seorang wanita terdengar begitu heboh membuat keduanya menoleh dan mendapati Wenda yang menghampiri keduanya dengan semangat.


"Selamat yaa Araa akhirnya jadi juga sama Arjuna padahal waktu itu bilang gak mau." Kata Wenda membuat Sahara memukul pelan lengannya


"Kamu tuh ihh!"


Tertawa kecil Wenda memeluk erat tubuh Sahara dan kembali mengucapkan selamat dengan begitu tulus.


"Selamat ya Ra aku harap pernikahan kalian akan langgeng dan jangan lupa berikan aku keponakan yang lucu." Kata Wenda membuat pipi Sahara merona karena malu


Melepaskan pelukannya Wenda mengucapkan selamat kepada Arjuna juga dan meminta pria itu agar menjaga temannya dengan sangat baik.


"Selamat ya Arjuna jagain teman aku baik-baik dia sangat mencintai kamu sama seperti kamu mencintai dia, langgeng terus dan cepat berikan aku keponakan." Kata Wenda yang diangguki oleh Arjuna


Matanya memancarkan ketegasan dan setelah obrolan singkat itu Wenda turun dari tempat pelaminan dan membiarkan orang lain melakulan hal yang sama dengannya.


Ada sepasang suami istri yang datang dan membuat Sahara berseru senang ketika melihatnya, Keenan dan Hana.


"PAMAN KEENANN"


Sahara terlihat begitu senang apalagi ketika keduanya membawa serta anak mereka yang berusia tujuh tahun.


"Ihh ada Kania juga." Kata Sahara


Sambil merundukkan tubuhnya Sahara mencubit pipi Kania dengan gemas lalu beralih memeluk Hana.


"Tante Hanaa"


Hana tersenyum kala Sahara memeluknya, rasanya waktu begitu cepat berlalu rasanya baru beberapa waktu yang lalu dia masih menjadi guru Sahara.


"Kamu cantik sekali Ra tetap sama seperti dulu, cantik dan menggemaskan." Kata Hana membuat senyum Sahara mengembang lebar


"Terima kasih Tante." Kata Sahara


Mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya turun dari pelaminan dan meninggalkan Sahara juga Arjuna disana. Masih siang dan tamu yang datang juga tak kunjung habis kebanyakan mereka rekan kerja Arjuna juga teman-teman Sahara, rasanya melelahkan, tapi juga menyenangkan.


Ada perasaan yang tidak bisa Sahara gambarkan ketika mengalami ini semua. Dia mendapat begitu banyak cinta entah dari keluarga, teman, dan Arjuna.


Dia sangat beruntung ya?


Semoga Sahara dan Arjuna bisa membangun sebuah keluarga yang sempurna dan bahagia.


Sahara berharap Arjuna adalah cinta terakhirnya.


Cinta sejatinya.


Sahara menolehkan wajahnya dan menatap Arjuna yang juga sedang menatap ke arahnya.


Senyuman yang sama-sama menggambarkan bahwa mereka bahagia bisa memiliki satu sama lain.


¤¤¤¤


*Maaf yaa baru updatee😢


Aku itu mau update rajin sebenernya, tapi ga sempet😭


Makasih yaa yang masih mau nunggu cerita ini update teruss❤*

__ADS_1


__ADS_2