
Hari ini merupakan ulang tahun Arjuna dan Sahara sudah menyiapkan kejutan untuk suaminya meskipun tadi malam dia dikerjai habis-habisan oleh Arjuna, tapi hari ini Sahara akan tetap menjalankan rencananya. Perbuatan Arjuna tadi malam akan menjadi alasan bagi Sahara untuk ngambek dan menolak untuk bicara pada suaminya.
Tadi pagi Sahara benar-benar merasa kesal karena ketika menghadap ke arah cermin lehernya dipenuhi bercak merah, Arjuna sangat menyeramkan kalau sudah cemburu. Mereka melakukannya hingga menjelang pagi bahkan Arjuna tidak mau berhenti ketika dia meminta pria itu untuk istirahat karena tubuhnya sangat lelah.
Arjuna baru berhenti ketika dia benar-benar ingin berhenti dan merasa puas.
Seusai membuat sarapan dan menemani anak-anaknya sarapan Sahara kembali ke kamar dan bergelung dengan selimutnya. Saat suaminya datang dia berpura-pura memejamkan matanya hingga dia merasakan tangan hangat Arjuna ada di dahinya.
"Ada yang sakit Ra?" Tanya Arjuna
Nada bicaranya terdengar cemas, tapi Sahara enggan untuk mengatakan apapun bahkan membukanya matanya juga tidak.
"Kamu belum sarapan sayang." Kata Arjuna lagi
"Tidak lapar." Kata Sahara singkat
Menghela nafasnya pelan Arjuna mengusap sayang rambut hitam istrinya.
"Marah ya? Maafin aku karena tadi malam gak biarin kamu istirahat." Kata Arjuna pelan
"Ngantukk"
"Ngantuk? Yaudah tidur dulu nanti kalau udah bangun langsung makan ya?" Kata Arjuna dengan lembut
Sahara hanya bergumam pelan membuat Arjuna menghela nafasnya lalu mencium kening istrinya dengan lembut.
"Aku berangkat dulu ya?" Kata Arjuna yang sekali lagi hanya dibalas dengan gumaman oleh istrinya
Saat langkah kaki Arjuna terdengar dia langsung tersenyum dan melancarkan aksinya dengan membuat suara ringisan sambil memegang perutnya. Berhasil dalam waktu singkat Arjuna langsung berbalik dan menghampirinya.
"Aghh"
"Kenapa Ra? Kamu sakit? Apa yang sakit?" Tanya Arjuna panik
Sahara berusaha menahan senyumnya karena berhasil membuat suaminya itu merasa cemas dan dia kembali melanjutkan aksinya dengan tidak memberikan jawaban.
"Agh sakittt"
"Ya ampun Ra kamu kenapa? Kita pergi ke rumah sakit saja ya? Apa yang sakit?" Kata Arjuna cemas
Dia berniat menarik selimut Sahara, tapi istrinya itu lebih dulu menahannya dan mengglengkan kepala dengan wajah sedihnya.
"Kalau gitu aku telpon dokter saja ya?" Kata Arjuna
Lagi Sahara menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Mas Juna kerja saja nanti terlambat." Kata Sahara
"Kerja apasih Ra?! Mana bisa aku kerja kalau kamu sakit kayak gini." Kata Arjuna kesal
Menggigit bibir bawahnya untuk menahan tawa karena melihat wajah kesal suaminya Sahara mulai merengek dan membuat Arjuna kebingungan.
"Sakit perutnya terus kepalanya pusing." Kata Sahara
"Kalau gitu kita ke rumah sakit saja." Kata Arjuna
"Gak mauuu"
"Terus gimana Ra?" Tanya Arjuna bingung
"Mau makan aja." Kata Sahara pelan
"Makan? Baiklah aku ambilkan dulu." Kata Arjuna
Baru saja ingin pergi Sahara sudah kembali menahannya dan mengatakan sesuatu yang membuat Arjuna terdiam.
"Aku mau makan mie." Kata Sahara
"Astaga Ra yang benar saja katanya perut kamu sakit." Kata Arjuna hampir frustasi dengan permintaan istrinya
"Mau makan mie pokoknya!" Kekeh Sahara
Ayolah dia kan sedang tidak sakit beneran hanya pura-pura saja, tapi Arjuna percaya ternyata.
Melihat wajah panik suaminya menyenangkan juga Sahara jadi ingin tertawa hanya saja ini baru permulaan masih banyak rencana yang sudah dia buat bersama anak-anaknya.
"Yang lain aja ya?" Kata Arjuna dengan lembut
Sahara menggelengkan kepala dengan wajah sedihnya.
"Kalau gak boleh yaudah gak usah makan, Mas Juna berangkat kerja aja." Kata Sahara
Menghela nafasnya pelan kalau sudah begini Arjuna harus apa?
"Bagaimana kalau roti dengan selai atau keju?" Tanya Arjuna berusaha menawarkan makanan lain
__ADS_1
Sahara menggelengkan kepalanya.
"Yang lain ya sayang?" Pinta Arjuna
Memasang wajah sedihnya Sahara kembali menggelengkan kepalanya lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh wajahnya dan membuat suaminya menghela nafas panjang. Dengan penuh kelembutan Arjuna mencoba untuk memanggil istrinya, tapi Sahara enggan untuk menyahut membuat Arjuna merasa sedih padahal di dalam selimut istrinya malah tersenyum geli.
"Ara"
Karena istrinya tak kunjung memberikan sahutan dan hari juga sudah semakin siang akhirnya dengan terpaksa Arjuna akan menuruti keinginan istrinya, tidak ada pilihan lain.
"Baiklah aku masakkin mau mie goreng atau rebus?" Tanya Arjuna
Selimut Sahara terbuka dan dia langsung mengatakan keinginannya sambil tersenyum membuat Arjuna juga ikut tersenyum ketika melihatnya.
"Mau mie goreng pakai telur ya?" Kata Sahara
Tersenyum manis Arjuna menganggukkan kepalanya lalu mengusap puncak kepala istrinya dengan sayang.
"Yaudah tunggu ya?"
Setelah suaminya keluar dari kamar Sahara langsung membuka selimutnya karena merasa panas lalu mengambil ponselnya di nakas untuk menghubungi seseorang. Setelah ini Sahara akan memaksa Arjuna untuk pergi berangkat ke kantor dan dia bersama anak-anaknya akan menyiapkan kejutan untuk suaminya.
"Halo Ra nanti kamu antarkan kue nya agak sore ya?" Kata Sahara kepada Diandra
Awalnya dia berniat membuat kue sendiri, tapi dia tidak cukup pintar dan lagi tubuhnya lelah sekali karena tadi malam. Beruntung anak-anaknya tidak protes dan mengangguk patuh apalagi Alana yang malah mengatakan hal yang membuatnya tertawa.
'Tidak papa mami acal ada kuenya kalna Ana mau makan kue'
"Tidak nanti nunggu aku kabarin dulu ya? Takutnya tiba-tiba Mas Juna pulang." Kata Sahara setengah berbisik
Setelah mendapat jawaban Sahara langsung mematikan panggilan telponnya bersamaan dengan Arjuna yang masuk bersama anak-anaknya. Secara refleks Sahara langsung meletakkan ponselnya di nakas lalu menarik kembali selimutnya.
"Habis telpon siapa?" Tanya Arjuna
"Diandra"
"Mami lagi cakit yaaa?" Tanya Alana sambil naik ke atas ranjang
"Tidak sayang"
"Kata Papi lagi cakit." Kata Alana dengan wajah polosnya
Sahara hanya tersenyum menanggapinya lalu mengatakan kalau dia ingin makan di sofa saja. Mengangguk faham Arjuna langsung membawa nampan yang dia bawa dan meletakkannya di atas meja disusul dengan Sahara yang duduk di sofa.
Mata Sahara berbinar ketika melihat makanan yang memang sangat ingin dia makan sejak kemarin, tapi tidak berani meminta karena yakin Arjuna malah akan memarahinya.
"Papi kerjanya libur dulu sayang." Kata Arjuna
"Mas Juna kerja saja Ara sudah tidak papa mungkin tadi perutnya sakit karena belum makan." Kata Sahara sambil menyantap makanannya
"Gak papa aku libur aja." Kata Arjuna
"Ihh kerja aja gak papa nanti kalau ada apa-apa Ara telpon." Kata Sahara lagi
Baru akan bicara ponsel Arjuna sudah kembali berdering dan membuat pria itu menghela nafasnya pelan lalu mengangkat panggilan dari Ayahnya yang sejak tadi meminta dia untuk buru-buru ke kantor.
"Iya Pi sebentar lagi Juna sampai." Kata Arjuna membuat Sahara langsung tersenyum
Tapi, ketika suaminya itu menghadap ke arahnya Sahara langsung mengubah ekspresinya.
"Kalau ada apa-apa hubungi aku Ra." Kata Arjuna
Sahara mengangguk patuh dan kembali sibuk dengan makanannya.
"Anak-anak Papi jangan nakal ya?" Kata Arjuna sambil mencium kedua pipi mereka bergantian
Alana dan Airlangga hanya mengangguk patuh lalu melambaikan tangannya pada Arjuna yang berjalan keluar dari kamar. Setelah suaminya keluar Sahara langsung tersenyum senang, sekarang saatnya menyiapkan kejutan untuk suami tercintanya.
Beranjak dari tempat duduknya Sahara mengintip dari jendela untuk memastikan mobil suaminya sudah menjauh dari rumah.
"Mami cekalang kita ngapain?" Tanya Alana membuat Sahara menunduk dan menatap anaknya dengan senyuman
"Hmm kita siapin kado untuk Papi." Kata Sahara
Melangkahkan kakinya keluar kamar bersama anak-anaknya Sahara pergi ke ruang keluarga lalu membuka salah satu laci yang sebelumnya sudah Sahara kunci. Di dalam sana ada barang belanjaan Sahara kemarin dan dia langsung meminta anaknya untuk menaruhnya di atas meja.
Setelah itu Sahara mengambil juga kotak kado yang sudah dia beli kemarin lalu menghampiri anak-anaknya. Kedua anaknya sangat bersemangat menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Arjuna bahkan mereka sangat tidak sabar menunggu sore.
"Mami ada foto kita." Kata Airlangga sambil menunjuk beberapa foto yang sudah Sahara cetak
"Iya dong sayang kan kita kasih kadonya sama-sama." Kata Sahara dengan senyum manisnya
"Mami Ana macih kecil." Kata Alana membuat Sahara tertawa mendengarnya apalagi anak itu memasang wajah yang sangat menggemaskan
Foto yang tadi ditunjuk Airlangga memang ketika Alana baru berumur beberapa bulan, tapi Sahara tidak hanya mencetak satu ada juga foto ketika mereka sedang liburan.
__ADS_1
"Sekarang juga masih kecil." Kata Airlangga
Alana semakin cemberut mendengarnya.
"Cekalang cudah becal kan cudah cekolah." Kata Alana membuat Sahara tertawa kecil mendengarnya
"Iya sayang sekarang Alana sudah besar, lihat Mami juga cetak foto yang Ana sudah besar." Kata Sahara sambil menunjukkan foto yang lainnya
Melihat hal itu senyum Alana langsung mengembang dengan lebar, dia suka kalau ada yang mengatakan bahwa dia sudh besar.
"Habis ini kita ngapain Mami?" Tanya Airlangga yang sibuk memperhatikan Sahara menyusun semua hadiahnya di dalam kotak
"Mami kapan kita makan kue?" Tanya Alana dengan semangat
"Nanti masih lama Ana kita tunggu Papi pulang dulu." Kata Airlangga
"Ana gak cabal mau makan kue." Kata Alana
Sahara tertawa kecil melihat tingkah kedua anaknya yang begitu menggemaskan.
Dia yakin Arjuna akan sangat menyukai kejutan yang telah mereka siapkan.
¤¤¤
Mobil milik Arjuna melaju dengan kencang di jalan raya sesaat setelah dia mendapat panggilan dari istrinya dan mendengar suara ringisan serta suara lirih yang meminta pertolongan. Sontak saja hal itu membuatnya panik bukan main apalagi ketika Sahara mengatakan dia belum makan siang sedangkan sekarang sudah pukul lima sore.
Sering sekali Sahara meninggalkan makan siang terkadang Arjuna sampai lelah menasehatinya apalagi kalau di kasih tau istrinya itu malah merajuk. Namu, setiap kali istrinya sakit tentu saja dia akan panik bukan main apalagi seperti sekarang dimana Sahara sedang mengandung anak mereka.
Memasuki halaman rumah Arjuna bergegas keluar sesaat setelah memarkirkan mobilnya dengan benar lalu berlari memasuki rumah. Beberapa langkah setelah dia memasuki pintu utama Arjuna malah disuguhkan dengan dekorasi indah di ruang tamu lalu istri dan anak-anaknya yang tersenyum senang sambil menatapnya.
"Happy birthday Papii"
Mereka mengatakannya bersama-sama membuat Arjuna tertawa kecil, merasa haru atas kejutan yang mereka berikan tadinya dia fikir Sahara lupa.
"Mengerjai aku lagi?" Tanya Arjuna ketika Sahara berjalan mendekat
"Maaf." Kata Sahara sambil menunjukkan cengirannya
Tersenyum manis Arjuna mengecup kening istrinya lama membuat Sahara memejamkan matanya kemudian dia menunduk dan memeluk kedua anaknya dengan sayang lalu mencium pipi mereka bergantian.
"Papi"
"Ada apa Alana?" Tanya Arjuna dengan begitu lembut
"Tiup lilin Ana mau makan kue." Kata Alana dengan wajah lugunya
Arjuna tertawa mendengarnya lalu dia berdiri dan menatap istrinya yang membawa kue untuknya.
"Selamat ulang tahun Mas Juna terima kasih sudah mau menerima Ara sebagai istri." Kata Sahara sambil tersenyum manis
"Kembali kasih sayang." Kata Arjuna
Menyodorkan kuenya ke arah sang suami Sahara menyuruhnya untuk meniup lilin.
"Harus tiup lilin? Aku bukan anak kecil lagi Ra." Kekeh Arjuna
"Ihh tiup ajaaa." Rengek Sahara
"Baiklah sayang"
Memejamkan matanya sebentar Arjuna meniup lilin itu hingga mati membuat kedua anaknya berseru senang. Terutama Alana yang terlihat begitu semangat dan langsung menarik-narik ujung jas kerja Arjuna.
"Ayo makan kuee"
Senyum Sahara mengembang dengan lebar dia langsung mengajak mereka untuk duduk lalu memotongkan kue untuk anak-anak dan juga suaminya. Anaknya langsung berseru senang dan memakan kue yang diberikan Sahara, sedangkan suaminya masih diam sambil menatapnya.
"Makasih Ra"
"Emm sama-sama"
Mengambil kotak yang cukup besar di atas meja Sahara menyerahkannya pada Arjuna dan mengatakan kalau itu hadiah dari dia juga anak-anak.
"Aku kira kamu lupa Ra." Kata Arjuna
Sahara tersenyum dan mengusap sayang puncak kepala suaminya seraya berkata.
"Mana mungkin aku melupakan hari dimana orang yang telah memberikan aku begitu banyak kebahagiaan dilahirkan"
Bahagia sekali bisa memiliki Arjuna dalam hidupnya.
¤¤¤
Semuanya aku minta maaf banget karena lama gak update😢
__ADS_1
Kenapa sih kuliah online bikin pusinggg😣😣
Masih ada yang nungguin kan ya :)