Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (10)


__ADS_3

Selama satu hari penuh Sahara hanya diam dan berbaring di ranjang karena tubuhnya yang terasa sangat lemas bahkan untuk ke kamar mandi saja dia harus dibantu dengan suaminya. Si kecil Airlangga dibawa oleh Clara ke rumahnya agar Sahara tidak cemas kalau mendengar suara tangisan anaknya, tadi siang ketika Airlangga menangis Sahara terbangun dan meminta Arjuna untuk membawa anak mereka kepadanya.


Meskipun sedang dalam keadaan tidak sehat Sahara tetap keras kepala dan susah untuk diomongi. Malam sudah menjelang dan Arjuna baru saja selesai menyiapkan makan malam, dia sedang membawa makanan untuk Sahara ke kamar mereka.


Keadaannya sudah membaik, tapi Sahara masih merasa sedikit pusing dan lemas sehingga Arjuna memutuskan untuk membawanya periksa besok saja. Beruntung demamnya sudah turun dan perutnya juga sudah tidak sakit lagi, dia sangat lega.


Saat masuk ke dalam kamar ternyata Sahara masih tertidur membuat senyum Arjuna terbentuk dengan sangat tipis, dia meletakkan nampannya di nakas lalu duduk ditepi ranjang.


"Ra makan dulu yuk." Kata Arjuna dengan lembut


Mengusap sayang rambut istrinya Arjuna dapat melihat Sahara yang perlahan membuka matanya dan menatap Arjuna dengan sayu.


"Hmm tidak mau makan." Rengeknya


"Makan dulu Ra, sedikit saja." Bujuk Arjuna


"Tidak mau Mas." Kata Sahara lagi


"Kalau gitu mau ke rumah sakit?" Tanya Arjuna sedikit kesal


Sahara memasang wajah sedihnya, tapi itu sama sekali tidak membuat suaminya luluh.


"Mas Junaaa"


"Makan Ra! Pilihan kamu hanya dua makan atau ke rumah sakit? Kamu sakit Ra coba lihat wajah kamu pucat sekali, jangan buat aku cemas." Kata Arjuna membuat Sahara menundukkan kepala dan enggan untuk menatapnya


Arjuna menghela nafasnya pelan lalu menarik dagu Sahara dan membuat sang istri menatap matanya.


"Setidaknya ingat bahwa ada anak kita di dalam kandungan kamu Ra, dia mungkin merasakan sakit juga sekarang." Kata Arjuna


Sahara terdiam dan perlahan matanya berkabut lalu meneteskan air mata juga disertai isakan kecil membuat Arjuna membawanya ke dalam pelukan hangat.


"Maaf"


"Makan dulu baru aku maafkan." Kata Arjuna


"Suapin"


Melepaskan pelukannya Arjuna tersenyum lalu menghapus air mata Sahara dan mencium keningnya lama.


Mengambil nampan di atas nakas Arjuna menyuapi Sahara dengan telaten sambil tersenyum tipis, susah sekali meminta Sahara untuk makan kalau sedang sakit.


"Angga mana?" Tanya Sahara


"Sama Mami." Kata Arjuna sambil menyuapi Sahara lagi


"Ara pasti merepotkan ya?" Kata Sahara dengan wajah sedihnya


"Tidak sayang, Mami bilang dia juga memang sesang merindukan Angga." Kata Arjuna


Sahara hanya mengangguk singkat dan kembali memakan suapan demi suapan yang diberikan suaminya.


"Besok kita periksa ke dokter kandungan." Kata Arjuna membuat Sahara mendongak dan menatapnya dengan takut


"Kenapa? Apa aku telah menyakiti anak kita?" Tanya Sahara


Arjuna menggelengkan kepalanya pelan dan mengatakan bahwa Dokter Alexa hanya menyarankan mereka untuk periksa.


"Tidak papa Ra." Kata Arjuna ketika melihat istrinya itu menjadi diam setelah mendengar perkataannya


"Ara takut." Kata Sahara sambil menatap Arjuna dengan penuh ketakutan


"Jangan difikirkan ya? Nanti malah tidak baik untuk kesehatan kamu dan bayi kita." Kata Arjuna


Arjuna mengecup singkat bibir istrinya lalu tersenyum manis dan kembali menyuapi sang istri.


"Sudah"


"Sekali lagi hmm?" Kata Arjuna yang membuat Sahara kembali membuka mulutnya


Setelah memakan makan malamnya Sahara kembali meminum obatnya lalu sang suami menyuruhnya untuk kembali tidur dan istirahat.

__ADS_1


"Mas Juna sini aja jangan kemana-mana." Kata Sahara ketika melihat suaminya ingin pergi


"Mau naruh ini dulu ke dapur Ra." Kata Arjuna


"Jangan lama-lama ya?" Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan singkat oleh suaminya


Saat Arjuna menghilang dari pandangannya Sahara kembali melamun sambil memegang perutnya dimana anak mereka berada lalu berkata di dalam hatinya.


'Baby maafkan Mami ya? Kamu harus baik-baik saja disana setelah ini Mami janji tidak akan menyakiti kamu'


Sesaat setelahnya Arjuna kembali memasuki kamar dan bergabung dengan Sahara di atas ranjang. Saat melihat kehadiran suaminya Sahara langsung memeluknya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Arjuna.


"Kemarin Ara makan seblak yang pedas." Kata Sahara mengaku


"Banyak?" Tanya Arjuna


Sahara terdiam sebentar.


"Dua"


"Sendok?"


"Piring"


"Piring? Dua piring?" Tanya Arjuna tidak percaya


Pantas saja Sahara sampai sakit.


"Emm pedes banget, tapi enak." Kata Sahara


Arjuna menghela nafasnya pelan lalu mengeratkan pelukannya.


"Jangan lagi ya?" Kata Arjuna


"Hmm"


"Janji?"


Tersenyum tipis Arjuna menumpukan dagunya di puncak kepala Sahara dan membawa istrinya untuk lebih dekat.


"Bandel banget istri aku kalau ada maunya." Kata Arjuna


"Maafin"


"Aku akan adukan sama Mami mertua"


"Jangann"


"Aku akan bilang kalau istriku sangat sulit untuk diomongi dan bandel hingga jatuh sakit"


"Mas Juna jangann"


"Aku akan bilang kalau istriku makan seblak pedas dua piring"


"Mas Junaaaa"


"Aku akan bilang...."


Perkataan Arjuna terputus ketika Sahara menciumnya sesaat lalu menatapnya dengan tajam.


"Jangannn"


Tertawa kecil Arjuna menundukkan wajahnya dan mengecup berkali-kali bibir mungil Sahara.


"Permintaan diterima"


Kembali memeluk Arjuna dengan erat Sahara benar-benar takut kalau suaminya mengatakan itu semua pada orang tuanya nanti dia akan dimarahi kalau mereka tau.


"Ara ngantuk mau tidur"


Arjuna hanya bergumam pelan dan mengusap sayang rambut istrinya hingga dia tertidur dengan lelap.

__ADS_1


¤¤¤


Senyum manis Sahara mengembang dengan sempurna setelah dia selesai memeriksakan kandungannya dan ternyata semua baik-baik saja tidak ada masalah, tapi Sahara tetap minta untuk menghindari makanan yang tidak bisa diterima lambungnya, makanan pedas contohnya. Keadaan Sahara sudah membaik sekarang dan setelah dari rumah sakit mereka akan pergi ke rumah orang tua Arjuna untuk menjemput si kecil Airlangga.


Sepanjang perjalanan Sahara benar-benar manja dan terus menggenggam tangan suaminya, dia bahagia sekali bisa memiliki suami seperti Arjuna. Meskipun dia keras kepala dan suka membantah, tapi Arjuna selalu sabar menghadapinya mungkin baru kemarin dia sangat kesal dengannya.


"Kenapa sih Ra? Tumben banget." Kata Arjuna sambil tersenyum


Setelah mereka memiliki Airlangga istrinya tidak pernah melakukan hal itu lagi.


"Sayang banget sama Mas Juna." Kata Sahara yang mengabaikan perkataan suaminya


"Iya aku tau"


"Ara sayang banget sama Mas Juna, sayang banget pokoknya." Kata Sahara membuat Arjuna tertawa kecil ketika mendengarnya


"Iya aku juga"


Sepanjang perjalanan Sahara enggan melepaskan genggaman tangannya bahkan sampai mereka sampai di rumah keluarga Dirgantara dan ketika turun dari mobil Sahara bergegas menghampiri Arjuna lalu menggenggam tangannya.


Melihat kelakuan istrinya itu Arjuna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli, menggemaskan sekali.


Saat memasuki rumah keduanya langsung melihat si kecil Airlangga yang tengah berjalan dengan diawasi oleh Clara dan Anjani.


"Baby Anggaa"


Suara Sahara membuat Clara dan Anjani menoleh lalu tersenyum senang karena istri dari Arjuna itu sudah terlihat sangat sehat.


"Ara bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya Clara


"Emm sudah lebih baik terima kasih Mi karena sudah menjaga Angga dan maaf kalau Ara merepotkan." Kata Sahara membuat Clara tersenyum mendengarnya


"Tidak masalah sayang yang penting kamu sudah sehat dan bagaimana kabar cucu Mami disana?" Tanya Clara


"Tidak ada masalah apapun Mi." Kata Sahara membuat semua orang tersenyum


Setelah percakapan singkat itu Sahara berjalan menghampiri anaknya lalu menggendong si kecil yang membuatnya kegirangan.


"Ma ma"


"Iya baby ini Mama." Kata Sahara sambil mencium pipi anaknya berkali-kali


Airlangga terlihat begitu senang dan terus memainkan wajah Sahara membuat mereka yang melihatnya tersenyum senang.


Kemarin Airlangga cukup rewel dan terus memanggil Sahara bahkan menolak untuk minum susu, tapi lihat sekarang ketika Sahara datang anak kecil itu terlihat begitu senang.


"Dia hampir membuat Arjuna pingsan kemarin, tapi sekarang terlihat begitu ceria." Kata Clara sambil menatap menantunya


"Menantu Mami memang sangat pintar dalam hal membuat panik Juna." Kata Arjuna sambil terkekeh


Ya, Sahara memang begitu pintar membuatnya panik setengah mati.


Mulai dari tengah malam menghilang dari kamar dan ternyata sedang asik menonton tv di ruang keluarga.


Sampai membuatnya panik dengan demam dan perutnya yang sakit.


Dia harap Sahara tidak akan melakukannya lagi.


¤¤¤


Kelakuan si Ibu hamill😂


Minggu depan ya cerita si kembar ada tiga part yang lagi aku siapin dan mungkin bisa bertambah waktu hari minggu nanti😂


Cerita si kembar nanti tentang anak sekolahan ya😄


Bakal ada cerita cinta waktu remaja dan masalah-masalah yang biasa dihadapi sama abg abg labil😂


Dan tentunya tentang persaudaraan si kembar yang lengket banget kayak prangko😂


Can't waitt to publishh😂

__ADS_1


__ADS_2