
"Papi besok ulang tahun ya Mami?"
Mendengar pertanyaan dari anaknya Sahara mengangguk singkat lalu membantu keduanya untuk bersiap karena mereka akan pergi ke mall dan membeli hadiah untuk Arjuna. Besok Sahara ingin memberikan sedikit kejutan untuk suaminya dan juga hadiah yang akan dia beli hari ini, mungkin jas atau jam tangan baru.
Kedua anaknya terlihat begitu bersemangat ketika Sahara mengatakan bahwa mereka akan pergi ke mall bahkan sejak tadi Alana terus mengatakan kalau dia ingin main timezone. Selesai bersiap Sahara langsung menggandeng kedua anaknya dan mengajak mereka untuk segera berangkat sebelum Arjuna pulang dari kantor.
Untuk besok hanya Sahara juga kedua anaknya yang akan memberikan kejutan, tapi untuk bersama keluarga yang lainnya akan dilakukan di lain hari kali ini Sahara ingin merayakannya bersama suami dan anak-anaknya.
"Mami nanti main timezone ya?" Pinta Airlangga
"Iya Mami Ana juga Ana juga mau." Kata Alana dengan penuh semangat
"Iya sayang, tapi nanti setelah kita nyari kado buat Papi, oke?" Kata Sahara
"Oke Mami." Kata mereka secara bersamaan membuat Sahara tersenyum senang
Seperti biasa anak-anaknya akan selalu mengajak Sahara mengobrol di perjalanan hingga tidak terasa kalau mobil mereka sudah berhenti di area mall. Dengan penuh semangat Alana menarik-narik tangan Sahara dan mengajaknya untuk segera masuk ke dalam mall.
Tertawa kecil Sahara segera turun lalu menggenggam tangan kedua anaknya dan membawa mereka masuk ke dalam. Ada beberapa barang yang ingin dia beli dan rencananya hari ini sampai besok Sahara akan sebisa mungkin bersikap cuek dengan suaminya.
"Mamii nanti beli esklim." Kata Alana
"Iya Ana"
"Mamii nanti beli sepatu ya?" Kata Airlanga
"Iya Angga"
Ada banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, tapi Sahara tidak peduli dan tetap melangkahkan kakinya ke dalam. Toko pertama yang dia masuki adalah toko pakaian, dia ingin membeli kemeja dan juga jas untuk suaminya.
"Ana sama Angga jangan nakal ya?" Kata Sahara ketika dia ingin memilih pakaian
Kedua anaknya mengangguk patuh dan mengikuti Sahara yang sedang sibuk dengan berbagai kemeja yang tergantung. Sebenarnya Sahara ingin mengajak Anjani atau Diandra, tapi dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk pergi sendiri.
Awalnya Sahara ingin mengantar anak-anaknya ke rumah orang tua atau mertuanya, tapi dia ingin merasakan pergi jalan-jalan bersama kedua anaknya. Ternyata tidak terlalu ribet atau repot karena kedua anaknya sangat penurut dan diam serta tidak banyak protes.
Kalau dulu Sahara ikut Oma atau Daddy nya belanja dia pasti akan banyak protes seperti minta untuk pulang, mengeluh pegal, dan meminta banyak mainan.
"Mami nanti kita bikin kue untuk Papi gak?" Tanya Airlangga sambil menarik-narik ujung dress Sahara
"Bikin ya Mami nanti Ana bantuin." Kata Alana dengan penuh semangat
Tersenyum manis Sahara hanya menganggukkan kepalanya dan membuat kedua anaknya itu berseru senang.
Setelah memilih beberapa kemeja dan juga jas serta dasi baru untuk suaminya Sahara mengajak anak-anaknya untuk pergi ke kasir dan membayar. Saat selesai membayar seseorang menepuk bahunya dan membuat Sahara menoleh lalu mengerutkan dahinya bingung sambil menatap orang disampingnya.
"Lupa?" Tanya orang itu
Sahara terlihat berfikir sebelum akhirnya tersenyum manis dan menepuk bahu orang itu pelan.
"Ehh Fandi maaf aku lupa." Kata Sahara sambil tertawa kecil
Pria bernama Fandi itu tertawa lalu mengangguk maklum.
"It's okay, kamu ngapain disini Ra?" Tanya Fandi
"Apalagi? Aku lagi beli kemeja sama jas untuk suami aku." Kata Sahara sambil tersenyum
Fandi mengangguk faham lalu melirik dua anak kecil yang tengah menatapnya dan tersenyum penuh arti.
"Mereka anak kamu?" Tanya Fandi yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Mirip sekali sama kamu Ra." Kata Fandi membuat Sahara tersenyum senang
"Kamu kesini sendirian?" Tanya Sahara
"Iya istri aku lagi hamil besar jadi gak mau diajak pergi." Kata Fandi sambil tersenyum
__ADS_1
Saat ingin pergi Fandi malah mengajak Sahara untuk mengobrol sebentar dan Sahara mengangguk setuju lalu bersama-sama mereka pergi ke tempat makan. Selagi menunggu pesanan Sahara mengenalkan kedua anaknya pada temannya semasa kuliah dulu.
Awalnya Alana dan Airlangga enggan, tapi dengan sedikit paksaan juga sikap ramah Fandi akhirnya mereka mau dan mengulurkan tangannya.
"Namanya Paman Fandi dia teman Mami." Kata Sahara
"Mereka lucu sekali." Kata Fandi
"Terima kasih, istri kamu hamil anak keberapa?" Tanya Sahara
"Masih anak pertama Ra." Kata Fandi membuat Sahara mengangguk faham lalu tersenyum
"Dia teman kita kuliah juga?" Tanya Sahara
"Bukan, dia kuliah di kampus lain dan sekarang dia punya toko kue." Kata Fandi
"Wahh keren sekali." Puji Sahara
"Terima kasih, selamat atas pernikahan kamu dan kelahiran dua anak kamu maaf karena aku tidak datang ke pernikahan." Kata Fandi
"Emm tidak masalah." Kata Sahara sambil tersenyum manis
"Mamii abis ini kita main temjonn ya?" Kata Alana sambil menarik-narik lengan baju Sahara dan membuat wanita itu menunduk
"Iya, makan dulu ya?" Kata Sahara dengan lembut
Alana mengangguk patuh dan beberapa saat setelahnya pesanan mereka datang lalu mereka berbincang satu sama lain.
Sahara dan Fandi memang cukup dekat ketika kuliah dulu bisa dibilang mereka beraahabat baik, tapi di hari pernikahan pria itu tidak bisa datang karena sedang melanjutkan study nya di Perancis.
Tidak ada yang spesial hanya pertemanan biasa.
¤¤¤
Sepulang dari kantor Arjuna merasa kalau istrinya terlihat berbeda karena tidak banyak bicara dan raut wajahnya juga terlihat sangat tidak bersemangat. Saat ditanya Sahara hanya menanggapinya dengan gumaman dan semua itu berlangsung hingga malam hari, tapi Arjuna semakin sadar kalau Sahara hanya bersikap seperti itu kalau dihadapannya karena ketika bersama anak-anak dia terlihat biasa.
Di lain sisi Sahara yang baru saja mengantar anak-anaknya masuk ke dalam kamar langsung mengajak mereka untuk berbaring di ranjang dan tidak lupa berkali-kali dia harus mengingatkan mereka agar tidak memberi tau apapun pada suaminya.
Terutama Alana karena tadi Alana hampir saja keceplosan.
'Tadi kita ke mall mau beli ka...'
Beruntung Sahara langsung memotong ucapan Alana dan lebih beruntung lagi Alana langsung diam tidak mrmbantah.
"Dengar ya sayangnya Mami jangan sampai Papi tau kalau kita besok mau kasih kejutan, oke?" Kata Sahara entah untuk yang keberapa kalinya
Mereka berdua mengangguk patuh membuat Sahara tersenyum dan mengusap puncak kepala mereka dengan sayang.
"Mami memang kalau Papi tau kenapa?" Tanya Alana dengan raut wajah penasaran
"Iya nanti kan Papi bisa bantuin kita Mami." Kata Airlangga
Sahara menghela nafasnya pelan, susah sekali menjelaskan pada mereka.
Anak kecil memang terlalu jujur.
"Nanti kalau Papi tau gak jadi kejutan dong kan kita mau kasih kejutan biar Papi senang, kalian mau kan bikin Papi senang?" Kata Sahara sambil tersenyum manis
Lagi, mereka berdua menganggukkan kepalanya.
"Jadi?"
"Jangan kasih tau Papi"
"Jangan kacih tau Papi"
Tersenyum senang Sahara mencapit hidung keduanya bergantian merasa sangat gemas dengan tingkah anak-anaknya.
__ADS_1
"Pintar sekali anak Mami, sekarang tidur ya?"
Mereka kembali mengangguk lalu memeluk sayang tubuh Sahara dan mencium kedua pipinya.
"Selamat malam Mami"
"Malam juga sayang." Kata Sahara
Setelah keduanya berbaring di ranjang Sahara langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya lalu mencium kening mereka sebelum akhirnya pergi ke kamar. Saat ingin memasuki kamar Sahara menghela nafasnya pelan lalu memasang wajah datarnya dan masuk ke dalam, dia melihat Arjuna yang sedang duduk di ranjang.
Mendengar suara pintu terbuka Arjuna mendongak lalu tersenyum dan menghampiri Sahara. Berusaha menghindar Sahara berjalan menuju kamar mandi, tapi belum sempat membuka pintu sebuah tangan sudah melingkar manis dipinggangnya.
Arjuna memeluknya dari belakang dan memainkan hidungnya di ceruk leher Sahara membuat istrinya diam dengan jantung berdetak sangat cepat.
"Kamu kenapa hmm?" Tanya Arjuna
Sahara menggelengkan kepalanya pelan dan dia langsung menahan nafasnya ketika Arjuna mencium lehernya sambil menggerakkan tangannya.
"Aku ada salah?" Tanya Arjuna
"Tidak.. mmhh Mas jangan." Kata Sahara
"Kamu kenapa diam aja?" Tanya Arjuna masih tetap dengan aktifitasnya
"Gak papa.. Mas jangan." Kata Sahara sambil berusaha melepaskan dirinya
Arjuna memang melepaskan pelukannya, tapi dia langsung membalik tubuh istrinya dan menyudutkannya di tembok membuat Sahara langsung mengalihkan pandangannya. Wajah Arjuna mendekat lalu menggigit pelan kupingnya dan berbisik disana hingga membuat Sahara merinding seketika.
"Kenapa hmm?"
"Gak papa Mas aku kan udah..."
Suara Sahara menghilang karena Arjuna malah menciumnya dan melingkarkan tangannya dipinggang sambil menariknya untuk mendekat. Jantung Sahara mulai menggila detakannya dan semua rencananya untuk bersikap cuek pada suaminya berantakan ketika dia malah melingkarkan tangannya di leher sang suami.
Sial, Arjuna terlalu menggoda untuk ditolak.
Merasa hampir kehabisan nafas Arjuna melepaskan ciumannya membuat Sahara merasa lega, tapi dia kembali membulatkan matanya ketika Arjuna mengangkat tubuhnya dan kembali menciumnya.
Perlahan tubuh Sahara dibaringkan di ranjang dan Arjuna memberikan sebuah kecupan di leher sebelum menjauhkan dirinya lalu menatap mata sayu istrinya.
"Siapa Fandi? Kenapa dia bisa punya nomor kamu? Untuk apa dia chat kamu? Apa tujuannya? Kenapa kamu gak bilang sama aku?" Tanya Arjuna tanpa jeda
Sahara terdiam sebentar lalu tertawa kecil ketika sadar maksud ucapan suaminya, tadi dia memang bertukar nomor ponsel hanya untuk sekedar saling memberi kabar lagipula mereka sudah sama-sama memiliki pasangan.
"Teman kuliah Ara"
"Kenapa dia chat kamu? Apa tujuannya?" Tanya Arjuna dengan sorot mata tajam
"Gak ada tujuan apa-apa, kamu tau dari mana?" Tanya Sahara
"Tadi ada chat masuk di ponsel kamu." Kata Arjuna
"Hmm tadi aku ketemu dia pas lagi jalan-jalan sama anak-anak terus kita makan bareng sambil ngobrol...."
Perkataan Sahara kembali terputus karena Arjuna menciumnya, pria itu merasa kesal dan tidak terima Sahara juga anak-anaknya menghabiskan waktu bersama pria lain.
Apa-apaan maksudnya?
"Aku gak suka Ra jangan hubungin dia lagi kalau perlu blokir saja nomornya"
Baru ingin protes Arjuna kembali menciumnya dan menyentuh setiap inci tubuh Sahara hingga membuat wanita itu melenguh sambil menahan suaranya.
Ternyata Arjuna seram juga kalau sedang cemburu.
¤¤¤
Yesss updatee lagiii😂
__ADS_1