
Dua hari telah berlalu dan sekarang Arjuna beserta istrinya akan pergi ke Lombok selama satu minggu ke depan, semua persiapan sudah selesai disiapkan keduanya hanya tinggal berangkat saja. Selama dua hari kemarin Arjuna sibuk mengurus tiket pesawat, penginapan, dan beberapa hal yang lainnya. Sedangkan Sahara sibuk mempersiapkan barang-barang serta pakaian yang akan mereka bawa selama satu minggu ke depan.
Saat ini keduanya sudah berangkat menuju bandara dengan di antar oleh supir pribadi keluarga Dirgantara, sebelumnya mereka sudah berpamitan kepada orang tua Arjuna dan Sahara. Di perjalanan layaknya pasangan yang sedang kasmaran Sahara menyandarkan kepalanya di bahu Arjuna dan memeluk pria itu dari samping, seolah mereka hanya berdua saja tanpa ada orang lain disana.
"Kalau mengantuk tidur saja Ra nanti aku bangunkan." Kata Arjuna mengingat jika jarak rumah mereka dan bandara cukup jauh
Sahara hanya bergumam pelan, dia memang mengantuk karena tadi malam Arjuna tidak membiarkannya tidur, lagi. Setiap malam dia tidur cukup larut karena Arjuna selalu mengajaknya bermain lagi dan lagi.
Dalam diam Arjuna tersenyum dan mengusap lembut pipi tembam Sahara, dia masih tidak menyangka kalau akhirnya hati Sahara berhasil dia dapatkan. Wanita dalam dekapannya itu sangat sulit untuk di dapatkan, tapi entah kenapa Arjuna malah sulit untuk berpaling dan terus menerus mengejar Sahara.
Dulu Sahara sering menginap di rumahnya dan menghabiskan waktu bersama dengan Anjani, kedua wanita itu bernyanyi dengan suara keras dan menonton film lalu merecokinya untuk membeli makanan. Setiap kali mengingat itu Arjuna tersenyum dia sangat ingat ketika wajah imut Sahara menatapnya, hanya karena Sahara dia mau pergi seandainya Anjani yang meminta dia akan berfikir panjang untuk pergi.
Ada satu percakapan yang sempat dia dengar dan membuatnya cukup patah hati.
'Janii besok Kevin mau ajakin aku jalan'
Dua hal yang membuatnya patah hati, pertama Kevin adalah orang yang pernah mendekati adiknya dan kedua pria itu juga ingin mendekati wanita yang dia sukai.
Beruntung sekarang Sahara telah menjadi miliknya dan pria bernama Kevin itu tak bisa lagi mengganggu mereka.
Saat ini hanya ada Sahara dan Arjuna yang akan membangun keluarga bahagia bersama-sama.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam keduanya telah sampai di bandara dan dengan penuh kelembutan membangunkan istrinya. Kali ini tidak sulit karena Sahara sendiri tidak tidur terlalu nyenyak dan setelah benar-benar mengumpulkan kesadarannya barulah mereka berdua keluar dari dalam mobil.
Mengeluarkan koper dari dalam bagasi keduanya memasuki area bandaradan mencari tempat untuk duduk karena waktu penerbangan masih empat puluh lima menit lagi.
"Kamu lapar Ra?" Tanya Arjuna ketika keduanya sudah duduk bersebelahan
Menggelengkan kepalanya pelan Sahara tersenyum singkat lalu meraih tangan Arjuna dan menggenggamnya.
"Tangan Kak Juna besar sekali lihat bedanya jauh." Kata Sahara membandingkan besar telapak tangan mereka
"Tangan kamu yang kecil Ra." Kekeh Arjuna
Sahara hanya tersenyum, dia memang kecil bahkan tubuhnya hanya sebatas bahu Arjuna kalau tidak memakai highheels.
"Aku malas buka handphone apalagi kalau buka pesan dari Anjani, dia menyebalkan godaiin Ara terus." Kata Sahara mengadu pada suaminya
"Biarkan saja Ra dan jangan mainkan handphone selama kita disana, oke?" Kata Arjuna yang langsung disetujui oleh Sahara
Dia juga sangat malas membuka ponsel karena Anjani dan teman-temannya terus menggodanya dengan kata-kata ambigu yang membuatnya kesal juga malu. Selain itu bukan hanya teman-temannya, tapi kedua orang tua dan adik-adiknya juga melakukan hal yang sama.
Ara cepat berikan Mommy dan Daddy cucu ya sayang😚
Kak Ara berikan Vina keponakan yang lucuuu😄
Kak berikan Vano keponakan laki-laki
Jangan lupakan pesan dari mertuanya yang dikirimkan tadi pagi sebelum mereka berangkat.
Sayangnya Mami semangat ya bulan madunya semoga pas pulang membawa kabar gembira😚
Memang dia sangat bahagia ketika membacanya, tapi Sahara juga malu setiap membaca pesan-pesan itu. Sekarang dia tau kenapa Fahisa selalu merona ketika dia meminta seorang aduk dulu.
Sekarang Sahara merasakannya.
Tapi, sama seperti yang lainnya dia juga ingin memiliki buah hati bersama dengan Arjuna.
Sahara juga ingin menjadi seorang Ibu.
¤¤¤¤
Satu jam telah berlalu sejak pasangan suami istri itu sampai di Lombok dan sekarang keduanya sedang beristirahat di salah satu penginapan yang sudah Arjuna pesan sebelumnya. Koper mereka masih belum di tata karena keduanya benar-benar langsung berbaring di ranjang karena terlalu lelah, selain itu Arjuna ingin berjalan-jalan ketika sore hari jadi mereka harus istirahat sekarang.
Seperti biasanya mereka berbaring sembari berpelukan di atas ranjang, benar-benar pasangan yang sangat bahagia. Rasa bahagia itu semakin hari semakin besar mereka rasakan dan setiap detik yang Arjuna terasa begitu menyenangkan.
"Kak aku mau cerita ya?" Kata Sahara
__ADS_1
"Hmm akan aku dengarkan." Kata Arjuna sambil tersenyum manis
"Dulu waktu Ara masih kecil dan Mommy sama Daddy baru menikah aku suka gangguin mereka, tapi waktu Daddy masang wajah kesal Ara biasa aja tidak merasa bersalah,"
Mengatakan itu dengan senyuman Sahara jadi ingin tertawa kalau mengingat itu, kalau tidak ada Tania pasti kerjaannya hanya akan mengganggu kedua orang tuanya.
"Waktu itu Ara gangguin mereka pas malam pertama setelah pernikahan, setelah selesai resepsi Ara datang ke kamar Mommy dan Daddy terus bilang mau tidur sama mereka." Kata Sahara
Arjuna tertawa kecil ketika mendengarnya.
"Pasti Daddy kamu kesal sekali." Kata Arjuna yang diangguki dengan Sahara
"Untung ada Oma yang susulin Ara terus ya Kak waktu itu aku juga sering nangis kalau Daddy mau ajakin Mommy pergi dan gak ajakin Ara dan kalau mereka tetap pergi Ara bakal ngambek." Kata Sahara
"Menyebalkan sejak dini." Canda Arjuna membuat istrinya mengerucutkan bibir karena kesal
Tapi, setelahnya dia kembali tersenyum dan mengatakan hal yang membuat Arjuna terdiam.
"Bukan menyebalkan tau Kak, tapi waktu itu Ara kan baru punya Mommy jadi maunya Mommy di rumah aja sama Ara." Kata Sahara
"Pasti bahagia sekali ya Ra?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara
Saat itu dia sangat bahagia karena setelah bertahun-tahun akhirnya Sahara bisa merasakan kasih sayang seorang Ibu yang selalu dia harapkan.
"Waktu mereka mau bulan madu Oma bilang sama Ara kalau Mommy dan Daddy mau kencan biar Ara punya adik, jadi waktu itu Ara gak ngambek." Kata Sahara
Arjuna masih setia mendengarkan sambil mengusap lembut rambut hitam istrinya dan menunggu kalimat selanjutnya yang ingin dia katakan.
"Dan akhirnya kamu mendapatkan Devano dan Devina kan?" Kata Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Sahara
Dia masih sangat ingat ketika pertama kali Fahisa dinyatakan hamil dan enam bulan setelahnya Fahisa harus kehilangan bayi nya, Sahara masih mengingatnya dengan sangat jelas.
"Tidak, sebelumnya Mommy sudah hamil, tapi dia keguguran karena ulah seseorang dan Kak Juna tau? Saat itu kami semua sedih lalu Daddy datang dan meminta Ara supaya tidak menanyakan adik lagi karena itu akan bikin Mommy sedih,"
Sahara tersenyum tipis, dalam bayangannya sekarang ada wajah sedih kedua orang tuanya.
Arjuna masih setia mendengarkan, dia pun turut merasakan kesedihan Sahara ketika istrinya itu bercerita.
"Kak Juna mau tau siapa yang sudah bikin Mommy keguguran?" Tanya Sahara
"Kamu tau?" Tanya Arjuna yang tidak menjawab pertanyaan Sahara
Sahara mengangguk dengan senyum tipis diwajahnya.
"Tau, Daddy yang bilang sama Ara." Kata Sahara
"Siapa? Apa orang yang kamu kenal?" Tanya Arjuna
Sahara kembali mengangguk, bahkan dia sangat mengenal orang itu.
"Namanya Tante Jira dia adik dari Mommy kandungnya Ara, tapi sekarang dia sudah berubah dan berteman baik sama Mommy, dia juga bilang kalau dia sangat menyesal atas perbuatannya," Kata Sahara
Saat Daffa memberitaunya dulu dia sangat marah, tapi Fahisa datang dan mengatakan bahwa itu semua sudah berlalu dan Jira sudah minta maaf serta menyesali semua perbuatannya. Sungguh Sahara sangat salut dengan Fahisa yang begitu mudah memaafkan hanya dengan pemikiran, dia menyesali perbuatannya dan ingin berubah.
"Dari Mommy aku belajar jadi orang yang pemaaf dan Ara sangat bersyukur bisa memiliki Mommy yang sangat sayang sama Ara meskipun kami tidak memiliki hubungan darah apapun." Kata Sahara dengan senyuman yang begitu manis dan penuh ketulusan
Arjuna memandang istrinya dengan takjub, memang didikan orang tua itu sangat penting dan dia juga bersyukur karena Sahara mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah.
"Family is not about blood. It's about who's willing to hold your hand when you need it the most. And Mommy Hisa hold your hand, it's mean she is your family, your beloved Mommy." Kata Arjuna sambil mencium kening Sahara cukup lama
Sahara ikut tersenyum, Arjuna benar saat dia membutuhkan kasih sayang seorang Ibu Fahisa datang dan memberikan dia semua hal yang sebelumnya hanya ada di mimpi Sahara.
Tangan lembut Fahisa menggenggamnya dan membantu Sahara melewati banyak hal di hidupnya.
Nanti Sahara juga akan melakukan hal yang sama.
Kelak dia akan menjadi seorang Ibu seperti Fahisa, menyayangi dengan penuh ketulusan dan memberikan kebahagiaan yang berlimpah kepada anak-anaknya.
__ADS_1
Harapan terbesarnya saat ini adalah hidup bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Arjuna.
¤¤¤¤
Sekitar pukul empat sore Arjuna mengajak Sahara untuk keluar dan berjalan-jalan disekitar penginapan, menikmati suasana pantai di Lombok yang memang sangat indah. Air yang begitu jernih dan deburan ombak yang menenangkan membuat Sahara merasa begitu bahagia juga tenang apalagi pria yang paling dicintainya itu menggenggam erat tangannya.
Setelah menghabiskan waktu untuk beristirahat sekarang Sahara sangat bersemangat untuk melakukan banyak hal. Pertama Arjuna mengajak Sahara pergi ke kedai ice cream dan menikmati minuman yang sangat istrinya sukai, benar saja senyum Sahara merekah ketika mereka sampai.
"Yey kita makan ice cream." Kata Sahara dengan wajah antusiasnya
Sahara tidak mengerti kenapa di usia sekarang ini dia seperti anak kecil, sangat antusias setiap kali menikmati ice cream.
Setelah memilih tempat yang kosong dan mendapatkan pesanan yang mereka inginkan kini keduanya duduk berhadapan, menikmati ice cream masing-masing.
"Waktu Mommy lagi hamil Devina sama Devano dia selalu minta dibelikan ice cream sama Daddy sampai kena marah." Kata Sahara mengingat masa kecilnya dulu
"Tapi, Daddy kamu pasti tetap belikan kan?" Kata Arjuna
Sahara mengangguk singkat, tentu saja Daffa akan membelikan karena jika tidak Fahisa akan marah.
"Iya soalnya kalau tidak dituruti Mommy bakal ngambek, tapi kalau Mommy takut dimarahin sama Daddy kita belinya diem-diem di supermarket deket perumahan jalan kaki." Kata Sahara
"Nakal banget." Kata Arjuna disertai tawa kecilnya
Sahara hanya menunjukkan cengirannya dia memang sering melakukannya dengan Fahisa kalau Daffa berada di kantor atau sedang tidur, untung saja Daffa tidak tau.
"Kamu sudah kasih kabar kan kalau kita sudah sampai?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
Dia sudah mengabarkan orang tua dan mertuanya kalau mereka sudah sampai di Lombok.
"Mau lihat sunset?" Tanya Arjuna
Sahara langsung mengangguk semangat dan menatap Arjuna dengan antusias.
Terlihat begitu menggemaskan di mata suaminya.
"Kita akan lihat sunset, tapi ada syaratnya." Kata Arjuna membuat kening Sahara berkerut karena bingung
Kenapa harus ada syarat?
"Apa syaratnya?" Tanya Sahara penasaran
"Syaratnya nanti malam kita main"
Senyum Arjuna mengembang sempurna ketika melihat wajah terkejut Sahara dan pipi yang mulai merona.
Semudah itu memang membuatnya istrinya merona, dia suka.
Berbeda dengan Arjuna yang tersenyum Sahara malah merasa kesal mendengarnya, kenapa harus mengatakan hal itu?
Bahkan tanpa mengatakannya mereka pasti akan bermain dan melalui malam yang panjang, lagi.
Dia kesal karena Arjuna sering membahas hal itu dan membuatnya malu.
Dengan kesal Sahara menyendokkam ice cream ke mulutnya membuat Arjuna tertawa kecil dan mengacak rambut hitamnya.
"Ihh jangan nanti berantakan"
Wajah menggemaskan itu lagi, Arjuna jadi ingin mengurung Sahara seharian di kamar kalau melihat ekspresi itu.
Lihat saja nanti malam dia akan benar-benar mengurung Sahara.
¤¤¤¤
Maaf kemaren gak update :(
Happy reading ya semuanyaa❤
__ADS_1