
Bangun lebih pagi dari biasanya Sahara terlihat begitu semangat untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka menyusuri keindahan Gili Trawangan, bahkan seusai mandi dan berganti pakaian dia terus memaksa agar Arjuna cepat bangun lalu bersiap. Semalam mereka bercerita tentang banyak hal dan tertidur sekitar pukul sepuluh malam, termasuk cepat bagi Sahara karena dia biasa tidur lebih larut dari itu.
Saat ini sang suami baru saja keluar dari kamar mandi, tapi wajahnya masih terlihat lesu sepertinya pria itu masih mengantuk. Menyunggingkan senyuman manisnya Sahara menghampiri Arjuna dan membawa pria itu untuk duduk di tepian ranjang.
"Sini biar Ara keringkan rambutnya." Kata Sahara
Arjuna hanya mengangguk dan membiarkan Sahara melakukan apa yang dia mau, tapi sebelum itu Sahara memberikan kecupan singkat di bibir suaminya hingga membuat pria itu terkejut.
Setelah melakukan hal yang mengejutkan suaminya Sahara melakukan tujuan awalnya, mengeringkan rambut Arjuna dengan handuk.
Sepertinya ini akan menjadi salah satu kegiatan yang dia lakukan setiap hari, Sahara suka melakukannya.
"Hari ini kita harus jalan-jalan sampai sore, oke?" Kata Sahara yang dijawab dengan gumaman oleh suaminya
Arjuna tidak bisa menggambarkan perasaannya, dia begitu bahagia bisa mendapatkan anugrah seperti sekarang.
Dia tidak tau akan seperti apa hidupnya kalau dulu dia menyerah begitu saja dan lebih memilih untuk menerima perjodohan, pasti semua akan berbeda.
Setidaknya keputusannya untuk memperjungkan Sahara sangat tepat.
"Sudah, sekarang biar Ara ambilkan sisir." Kata Sahara
Arjuna masih terus memperhatikan istrinya yang berjalan mengambil sisir dan ketika wanita itu kembali menghampirinya Arjuna menarik lengannya hingga membuat Sahara jatuh kedalam pangkuannya.
"Aku masih ngantuk tau Ra." Bisik Arjuma ditelinga Sahara
"Ihh udah siang! Kita harus jalan-jalan Kak Juna kan sudah janji." Kata Sahara dengan bibir mengerucut
"Iya kita jalan-jalan, sekarang sisirkan rambut aku." Kata Arjuna sambil melepaskan Sahara
Senyum Sahara mengembang lebar dan dengan telaten dia merapihkan rambut suaminya menggunakan sisir, meskipun Arjuna juga tampan dengan rambut berantakannya tetap saja suaminya harus terlihat rapih kalau ingin keluar.
"Tidur kamu nyenyak?" Tanya Arjuna
"Emm kalau Kak Juna?" Tanya Sahara yang kini telah selesai menyisir rambut suaminya
"Hmm tidurku nyenyak sekali karena ada yang peluk." Kata Arjuna membuat Sahara terkekeh mendengarnya
Arjuna tidak bohong, dia memang tidur dengan sangat nyenyak tadi malam dan salah satu alasannya karena ada sebuah pelukan hangat yang menemaninya.
Saat sadar jika sang istri terus menatapnya Arjuna tersenyum dan menanyakan hal yang membuat Sahara tertawa.
"Aku sudah tampan? Ahh salah harusnya pertanyaannya, apa aku sudah lebih tampan?" Tanya Arjuna
Dengan gemas Sahara mencubit pipi Arjuna, suaminya memang sudah tampan sejak dulu.
"Emm sekarang suami Ara semakin tampan sampai Ara takut kalau dia direbut orang." Kata Sahara
Melepaskan kedua tangan Sahara dari pipinya Arjuna kembali membawa wanita itu ke dalam pangkuannya dan memeluknya dari belakang.
"Kamu mau punya anak berapa Ra?" Tanya Arjuna tiba-tiba
Sahara terpaku ketika mendengar pertanyaan itu keluar dari bibir suaminya, haruskah Arjuna bertanya sekarang?
"Emm tidak tau." Kata Sahara pelan
"Bagaimana kalau dua atau tiga? Emm tapi berapa saja boleh aku juga suka membuatnya." Kata Arjuna membuat Sahara berdecak kesal dan mencubit pinggangnya
Arjuna tertawa sambil berusaha menghindar dari istrinya yang terlihat kesal dan juga malu, ada rona merah di pipinya.
"Kak Juna kenapa suka bicara kayak gitu sekarang? Ara tidak suka, malu tauuu." Kesal Sahara
"Maaf, habisnya aku suka mengganggu kamu Ra." Kata Arjuna sambil tertawa kecil
"Sudah, sekarang kita harus segera pergi Kak." Kata Sahara
__ADS_1
Beranjak dari pangkuan sang suami Sahara menarik tangan Arjuna, mengajak pria itu untuk segera pergi dan melanjutkan perjalanan mereka.
Ada banyak hal yang harus mereka lakukan di Gili Trawangan dan salah satu hal yang sangat Sahara inginkan adalah bersepeda.
Dia sudah mengajak suaminya untuk menyewa sepeda yang memang disediakan untuk para wisatawan yang ingin berkeliling di pulau indah ini.
"Kamu yakin tidak akan jatuh kan Ra?" Tanya Arjuna ketika istrinya hendak menaiki sepeda yang mereka sewa
Sahara mengangguk pasti, dia sudah sering mengendarai sepeda.
"Tidak, dari kecil kan Ara suka main sepeda jadi sudah sangat pintar mengendarai kendaraan ini Kak." Kata Sahara dengan bangga
"Bukankah kamu sering jatuh ketika masih kecil dulu hmm? Pernah menabrkan tanaman Oma kamu juga, aku benar kan?" Tanya Arjuna membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal
Apa-apaan suaminya itu?!
Itu merupakan hal yang berbeda karena saat itu dia kan masih kecil tentu saja sering terjatuh.
"Itu kan waktu kecil." Kata Sahara kesal
"Baiklah maaf, sekarang kita pergi sebelum hari semakin siang dan panas." Kata Arjuna sambil tersenyum manis
Mereka menyewa dua sepeda dan bersama-sama keduanya menyusuri Gili Trawangan. Dari sini Arjuna dapat melihat kebahagiaan yang terpancar dari senyum manis istrinya, senyuman indah yang selalu ingin dia lihat setiap harinya.
Sudah lama tidak mengayuh sepeda Sahara merasa lelah padahal tidak sampai setengah jam dan akhirnya dia memilih untuk berhenti membuat Arjuna juga menghentikan laju sepedanya.
Sahara mendudukkan dirinya di pasir pantai diikuti dengan Arjuna yang duduk disebelahnya.
Disandarkan kepalanya ke bahu Arjuna membuat pria itu sedikit merapatkan tubuhnya kepada Sahara dan merangkulnya.
"Capek, sudah lama Ara tidak main sepeda." Kata Sahara membuat Arjuna terkekeh mendengarnya
"Haus?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan oleh Sahara
"Dulu Ara kalau mau main sepeda harus ke rumah Oma dulu soalnya kalau di rumah tidak ada yang jagaiin, tapi waktu ada Mommy Ara sering main sepeda ke taman." Kata Sahara
"Oma selalu temani Ara main waktu kecil terus tidak pernah marah dan selalu menghibur Ara kalau sedih." Kata Sahara dengan mata yang menerawang ke depan
Mendadak dia merindukan sosok Tania yang begitu menyayanginya.
"Tapi, sekarang Ara punya Kak Juna yang akan menemani Ara dan menghibur Ara kalau sedih." Kata Sahara sambil menatap suaminya dengan senyuman manis
Arjuna ikut tersenyum lalu mengusap sayang puncak kepala Sahara, tentu saja dia akan melakukan hal itu untuk istrinya.
"Aku tidak pernah menyangka kalau aku bisa mencintai wanita hingga sedalam ini Ra"
Sebuah usapan mendarat di pipi kanan Arjuna bersamaan dengan kata-kata manis yang Sahara keluarkan.
"Ara juga tidak pernah menyangka akan dicintai dengan sedalam ini, tapi Ara bahagia dan Ara mau bilang terima kasih untuk semua yang sudah Kakak berikan,"
Senyuman manis Sahara selalu membuat Arjuna tak bisa berkutik dan mengalihkan pandangannya.
"Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang Kak Juna berikan"
Arjuna hanya tersenyum penuh arti dan beberapa saat setelahnya dia mengajak Sahara untuk melanjutkan kegiatan mereka.
"Sudah cukup istirahatnya? Mau berjalan-jalan lagi?" Tanya Arjuna lembut
"Mau, tapi habis itu kita makan ice cream oke?" Kata Sahara
"Oke"
Sahara tersenyum dan menyambut uluran tangan suaminya.
Tangan yang selalu menggenggamnya dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
Tangan yang selalu memberinya perlindungan.
Tangan yang selalu mengusap kepalanya dengan sayang.
Tangan Arjuna yang selalu memberinya kekuatan untuk bangkit.
¤¤¤¤
Ada yang pernah bilang bahwa ketika kamu menghabiskan waktu dengan orang yang kamu sayangi, maka waktu akan berjalan dengan begitu cepat tanpa kamu sadari.
Ternyata hal itu benar bersama dengan suaminya Sahara merasa waktu berjalan dengan begitu cepat hingga tanpa keduanya sadari waktu sudah menunjukkan pukul dua siang. Selama bersepa tadi keduanya banyak berhenti karena setiap kali melihat tempat yang indah dan menakjubkan Sahara akan berhenti lalu mengambil foto atau ketika merasa lelah dia akan berhenti dan duduk di atas pasir, seperti sebelumnya.
Mengingat waktu sudah semakin siang Arjuna mengajak Sahara untuk segera makan dan istrinya hanya menurut karena dia memang sudah sangat kelaparan. Keduanya memilih salah satu restoran yang cukup terkenal di Gili Trawangan, tempat makan yang menyuguhkan pemandangan laut yang indah dan tempat makan dengan bentuk yang cukup unik.
Ada banyak pengunjung juga, menurut Sahara setiap sudut di Gili Trawangan memang ramai dengan para wisatawan.
"Ara mau telpon Anjani." Kata Sahara sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celana
"Hey kenapa kamu malah menelpon Anjani?" Tanya Arjuna
"Mau pamer sama dia soalnya kan Anjani sangat ingin kesini Kak." Kata Sahara dengan cengirannya
Arjuna menggelengkan kepalanya pelan ketika melihat istrinya tengah sibuk merapihkan rambutnya dan menekan tombol panggilan vidio disana.
Tidak butuh waktu lama Anjani sudah mengangkat panggilannya membuat Sahara tersenyum lebar dan langsung menyapanya.
"Halo adik ipar"
Di layar ponselnya terlihat Anjani yang juga ikut tersenyum dan melambaikan tangannya.
'Halo Kakak ipar, kalian sedang makan siang?'
"Emm aku sedang makan siang sama Kak Juna." Kata Sahara
Anjani tertawa ketika mendengar panggilan Sahara untuk Kakaknya.
'Hey berhentilah memanggil suamimu dengan Kakak'
Sahara berdecak kesal dan mengatakan kalau suaminya juga tidak keberatan.
"Aku menelpon karena ingin menunjukkan keindahan Gili Trawangan, tapi kami sedang di restoran aku akan mengirim fotonya saja nanti." Kata Sahara membuat wajah Anjani berubah lesu disebrang sana
'Kamu sengaja ya Ra? Jahat sekali sama adik ipar sendiri'
Bukan hanya Sahara, tapi Arjuna juga tertawa melihat wajah sedih adiknya dan muncul niat untuk membuatnya kesal.
"Menikahlah Anjani dan ajak suami kamu untuk berbulan madu disini." Kata Arjuna membuat Anjani berseru kesal disana
'Kak Juna! Kalian benar-benar sangat cocok, sama-sama menyebalkan!'
"Tentu saja kami cocok makanya kami menikah." Kata Sahara semakin membat Anjani kesal
Saat Anjani tengah sibuk menggerutu tiba-tiba terdengar suara seorang pria bersamaan dengan suara kursi yang digeser.
Astaga Sahara sangat kenal suara itu!
'Siapa yang telpon kamu Jan?'
"Heyy kamu balikan ya?" Tanya Sahara dengan begitu heboh
'Nanti kutelpon lagi Ra'
Lalu panggilan dimatikan begitu saja.
Kalau memang benar begitu dia akan sangat bahagia.
__ADS_1
Tapi, Sahara yakin suara itu milik mantan pacar Anjani.
Astaga adik iparnya sekarang sangat pandai menyimpan rahasia.