Sahara In Love

Sahara In Love
14 : Kisah Kita


__ADS_3

Setelah resmi berpacaran baik Arjuna ataupun Sahara sama-sama seperti orang yang sedang dimabuk asmara, jangan tanya seberapa frustasinya Anjani ketika melihat Kakaknya yang sangat-sangat aneh. Sejak pulang dari pantai Arjuna selalu tersenyum dan setiap kali memainkan ponselnya dia tertawa dengan wajah yang benar-benar membuat Anjani merasa begitu gemas.


Mereka berdua seperti abg yang baru merasakan cinta apalagi Arjuna yang menurut Anjani sangat-sangat lebay dan terlalu berlebihan.


Bagaimana tidak?


"Jan biasanya kalau orang pacaran suka ngapain aja? Kakak bingung deh nanti Ara bosan lagi sama Kakak, coba deh kasih tau kamu kan sering pacaran"


Sumpah ya itu perkataan Arjuna seolah mengatakan bahwa dia adalah seorang playgirl, dasar Kakak kurang ajar.


"Cari sana di youtube"


Akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Anjani dan yang membuatnya tidak habis fikir adalah Arjuna benar-benar mencarinya. Entah Kakaknya itu yang terlalu polos atau pura-pura polos atau memang bodoh Anjani tidak mengerti lagi.


Sekarang dia percaya kalau cinta memang bisa membuat orang lain buta.


Satu hal lagi yang membuat Anjani geleng-geleng kepala adalah ketika dia mendongak untuk mengintip Kakaknya yang sedang berbalas pesan dengan Sahara dan menemukan hampir semua chat yang dikirim itu disertai stiker hati berwarna merah.


Astaga mereka berdua bisa alay juga ternyata.


"Jani sebentar lagi Ara ulang tahun kan? Kira-kira Kakak harus kasih kado apa?" Tanya Arjuna membuat Anjani yang sedang menyantap sarapan mendongak dan menatap Kakaknya itu dengan malas


Sebentar lagi apanya? Ulang tahun Sahara masih satu bulan lagi, Kakaknya benar-benar berlebihan. Namun, dibalik semua kekesalannya itu Anjani senang karena perasaan Kakaknya sudah berbalas dan melihat senyuman serta binar kebahagiaan itu membuat Anjani begitu bahagia.


"Masih satu bulan lagi Kak." Kata Anjani sambil melanjutkan memakan rotinya


"Kakak lebay ya? Gimana geh Kakak terlalu senang makanya sampai begini." Kata Arjuna sambil tertawa kecil


Tersenyum penuh arti Anjani mengerti perasaan Kakaknya sudah sepantasnya dia bahagia karena perasaan yang sudah terpendam selama bertahun-tahun lamanya kini berbalas juga.


"Nanti kalau Kakak mau bikin kejutan untuk Ara bilang sama Jani." Kata Anjani


"Hmm"


Kembali menyantap sarapan masing-masing mendadak Anjani penasaran akan suatu hal yang mungkin akan merusak sedikit kebahagiaan Kakaknya.


"Kak nanti kalau Papi...."


Belum sempat menyelesaikan perkataannya Arjuna sudah lebih dulu memotong perkataan adiknya.


Masalah itu biar dia saja yang fikirkan dan dia yakin kalau nanti Papi nya akan mengerti.


"Aku akan bicara sama Papi kamu jangan khawatir Kakak pasti bisa yakinkan Papi." Kata Arjuna membuat adiknya tersenyum penuh arti


"Lagian Papi ngapain sih jodoh-jodohin Kakak? Kayak tidak ada kerjaan lain saja, menyebalkan." Gerutu Anjani

__ADS_1


Mendengar perkataan itu keluar dari bibir adinya Arjuna langsung memberikan teguran karena tidak baik mengatakan hal seperti kepada orang tua mereka.


"Jani jangan gitu." Kata Arjuna


"Ya Papi memang kurang kerjaan geh! Selama ini kan Kakak selalu nurut, tapi Papi malah bersikap begitu kalau aku jadi Kakak pasti aku sudah kabur dari rumah." Kata Anjani dengan menggebu-gebu


Beruntung kedua orang tuanya sedang pergi sehingga perkataan Anjani tidak akan membuat mereka marah, tapi tetap saja ada Arjuna yang memarahinya.


"Jani! Jangan bicara seperti itu memangnya kamu mau kalau Kakak pergi dari rumah?" Kata Arjuna membuat Anjani langsung mendongak dan menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Jangan! Nanti Jani tidak ada teman di rumah." Kata Anjani


"Lihat kan? Jangan bicara seperti itu Papi pasti punya alasan dan kamu jangan khawatir Kakak akan pastikan perjodohan itu tidak terjadi." Kata Arjuna sambil tersenyum dan menatap adiknya dengan lembut


Setelahnya mereka menyantap sarapan dalam dian dan ketika selesai Arjuna mengantar adiknya ke kantor karena motor adiknya sedang ada di bengkel. Selama perjalanan Anjani menceritakan banyak hal tentang Sahara memberi tau sesuatu yang membuat Arjuna tersenyum lebar sepanjang perjalanan.


"Wakti itu aku pernah cerita tentang Kakak yang mau dijodohin dan wajah Sahara langsung berubah, dia jadi bad mood,"


Anjani sangat itu waktu dia mengatakannya kepada Sahara dan dapat dilihat dengan sangat jelas bagaimana teman baiknya itu langsung cemberut juga jadi sangat sensi ketika ditanya.


Kalau mengingat itu dia ingin tertawa karena Sahara yang terlalu gengsi dengan perasaannya sendiri.


"Meskipun cerewet dan manja, tapi Sahara itu sangat gengsi Kak kalau masalah perasaannya makanya dia baru berani jujur sekarang." Kata Anjani


Arjuna sangat faham.


"Saat dekat dengan Kevin dulu dia sering memendam semuanya sendirian bahkan ketika pria kurang ajar itu mendekati wanita lain dia hanya diam,"


Pria itu bodoh hanya hal itu yang terlintas di fikiran Arjuna ketika mendengarnya. Seandainya dia yang dekat dengan Sahara waktu itu sudah pasti Arjuna tidak akan menyia-nyiakan kesempatan lagi.


"Waktu aku marah dia cuman bilang kalau dia tidak punya hak untuk melarang Kevin karena mereka sama sekali tidak memiliki hubungan, padahal mereka sudah seperti orang pacaran,"


Hal itu memang benar kedekatakan Kevin dan Sahara kala itu memang membuat orang-orang berfikir bahwa keduanya menjalin hubungan, tapi nyatanya pria bernama Kevin itu hanya terus main-main dengan Sahara.


"Sahara mungkin memiliki teman dan keluarga yang sempurna, tapi untuk lelaki Jani fikir ini adalah kali pertama perasaannya berbalas." Kata Anjani


"Banyak orang yang menilai tingkah manja dan sikap cerewet Ara sebagai kekurangan padahal bagi Kakak dua hal itu yang membuat Sahara sulit untuk dilupakan." Kata Arjuna sambil tersenyum ketika membayangkan wajah kekasihnya


"Ck. Sepertinya mulai sekarang aku akan menyaksikan drama percintaan antara Kakak dan teman baikku." Kaya Anjani mambuat Kakaknya tertawa bahagia


Ya, kisah mereka baru dimulai sekarang.


Kisah Arjuna dan Sahara yang akan keduanya rajut bersama.


¤¤¤¤

__ADS_1


Keanehan juga terjadi dengan Sahara yang sebelum berangkat ke butiknya sangat sibuk memilih pakaian dan sepatu yang akan dia pakai, dia ingin terlihat sempurna ketika Arjuna datang nanti. Tidak hanya sampai disitu Sahara juga sangat sibuk memoleskan make up diwajahnya hingga Fahisa yang memanggilnya untuk sarapan tidak dia hiraukan.


Sejak tadi Sahara mengeluh karena tidak merasa puas dengan penampilannya, tapi tiba-tiba saja perkataan Arjuna terngiang ditelinganya dan membuat senyum manisnya mengembang dengan sempurna.


'Ra aku suka kamu apa adanya jangan pernah coba berubah untuk menjadi Sahara yang lain'


Setelah perkataan itu memenuhi telinganya Sahara langsung tersenyum dan bergegas untuk mengambil tas serta ponselnya lalu dengan penuh semangat menuju ruang makan. Di sama semua keluarganya sedang menyantap sarapan dan hanya dia yang baru datang lalu ketika semua mata menatap ke arahnya Sahara tersenyum.


"Selamat pagi semuanya! Kalian pasti nungguin Ara ya?" Kata Sahara dengan penuh semangat


Mendudukkan dirinya disamping adik perempuannya Sahara langsung memakan sarapan yang sudah disiapkan.


"Abis jadian sama Kak Juna itu makanya bahagia banget." Celetuk Devina membuat Sahara menatapnya kesal


"Vina ember banget sih." Kata Sahara kesal


"Sama Juna? Kamu tau dari mana Vina?" Tanya Fahisa dengan penuh antusias


Dia sangat mendukung hubungan antara Sahara dan Arjuna makanya Fahisa sangat bersemangat ketika mendengarnya.


"Dari status whats app nya Kak Ara memang Mommy tidak lihat? Pasti disembunyikan dari Mommy sama Daddy." Kata Devina tanpa rasa berdosa


Menghela nafasnya pelan terkadang adik perempuannya itu sangat menyebalkan karena terlalu jujur kepada kedua orang tuanya.


"Astaga kamu ini Ara! Tapi, Mommy senang kamu benar pacaran sama Juna?" Tanya Fahisa yang dijawab dengan anggukan singkat oleh anaknya


"Emm gitu"


"Daddy senang kalau kamu senang dan beri tau Arjuna kalau sampai dia buat kamu menangis Daddy akan hajar dia." Kata Daffa dengan wajah seriusnya


Tapi, ketika mendengar hal itu Sahara malah tertawa dan beranggapan bahwa itu tidak akan mungkin terjadi.


Arjunanya tidak akan pernah menyakiti Sahara dengan sengaja.


Kisah mereka baru akan dimulai.


¤¤¤¤


Huftt akhirnya selesai jugaa😂


Maaf ya part ini agak sedikit, tapi besok aku usahaiin deh bakal lebih banyak lagi😄


Hari ini cukup sibuk makanya baru bisa update segitu😂


JANGAN BOSEN NUNGGUIN AKU UPDATE YA EHEE😙

__ADS_1


__ADS_2