
"Mas Juna jangan ganggu Angga!"
Sudah satu tahun lebih memperingati Arjuna yang selalu mengganggu tidur putra mereka menjadi kebiasaan Sahara. Setiap pagi ketika Sahara sibuk memasak di dapur sang suami akan diam-diam menghampiri Airlangga yang tertidur lelap lalu mengganggunya hingga terbangun dan menangis.
Satu tahun dua bulan usia Airlangga Dirgantara dan sekarang balita lucu itu sudah bisa berjalan dengan lancar. Seiring berjalannya waktu Airlangga terlihat begitu mirip dengan Arjuna terutama di bagian matanya dan satu-satunya hal yang sama dengan Sahara hanya alis tebalnya.
Setiap hari Sahara selalu dibuat kesal dengan Arjuna yang mengganggu tidur si kecil dan membuat Sahara harus menenangkannya.
Perlu kalian ketahui Airlangga cukup rewel dan manja dia sangat mudah menangis kalau diganggu.
Seperti sekarang Sahara yang sedang memasak berdecak kesal kala suara tangis Airlangga terdengar. Helaan nafas terdengar bersamaan dengan Sahara yang mencuci tangannya lalu bergegas ke kamar.
Kamar mereka dan si kecil Airlangga berada di satu ruangan hanya dibatasi pintu yang Arjuna buat.
"Mas aku kan sudah bilang jangan gangguin Angga kalau dia tidur." Kata Sahara kesal dengan tingkah suaminya
Arjuna hanya menunjukkan cengirannya, dia tidak bisa menahan diri kalau melihat wajah menggemaskan anaknya dengan pipi tembam hingga membuat lehernya tak terlihat ketika tidur.
Melangkahkan kakinya mendekat Sahara mengangkat Airlangga yang masih menangis dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya.
"Ada apa baby? Apa Papi nakal? Mami akan pukul Papi ya?" Kata Sahara
Melihat hal itu Arjuna tersenyum, dia sangat bangga dengan Sahara sekarang.
Istrinya itu sangat dewasa dan cekatan sekarang apalagi dalam hal merawat anak mereka yang cukup rewel. Meskipun sering kali dibangunkan dengan tangisan Airlangga ketika malam hari, tapi Sahara tidak pernah bangun terlambat dan menyiapkan sarapan lalu memandikan Airlangga dengan air hangat dan membantu Arjuna bersiap pergi bekerja.
"Dia lucu sekali Ra apalagi pipinya minta aku cubit." Kata Arjuna sambil tertawa pelan
Menatap galak suaminya Sahara benar-benar kesal.
Sekarang malah Arjuna yang bersikap manja padanya dan protes kalau dia tidak perhatian, selain itu Arjuna mendadak jadi pria yang sangat jahil.
"Tapi, kalau nangis kamu selalu manggil Ara gak mau tanggung jawab sendiri." Kata Sahara
"Dia hanya diam kalau sama kamu." Kata Arjuna mencari alasan
Sahara memilih untuk tidak menanggapinya dan kembali fokus untuk membuat anaknya kembali tenang.
Kalau sudah begini Airlangga tidak akan tidur lagi, tapi bermain sepanjang hari mungkin kalau beruntung dia akan tertidur saat siang.
"Kamu lagi masak apa? Biar aku lanjutkan." Kata Arjuna
"Tidak usah Mas aku saja nanti kamu jagaiin Angga saja, tapi jangan diganggu lagi ajak dia mainan saja." Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh suaminya
Setelah anaknya tenang Sahara membawanya ke ruang tengah diikuti dengan Arjuna.
Di ruang tengah sudah ada banyak mainan untuk Airlangga yang biasa anaknya itu mainkan kalau Sahara sedang memasak atau ke kamar mandi.
Mendudukkan anaknya di atas karpet tebal dan lembut Sahara memberikan anaknya itu bola mainan dengan ukuran kecil berwarna-warni, kesukaan Airlangga.
Seperti biasanya tawa Airlangga akan terdengar ketika bola itu ada digenggamannya membuat Sahara dan Arjuna tersenyum melihatnya.
"Hey baby boy sepertinya kamu suka main bola ya?" Kata Arjuna sambil mendekatkan dirinya dengan sang anak
Tapi, selanjutnya Sahara dibuat tertawa karena Airlangga memukul-mukul Arjuna dengan bola mainan itu sambil tertawa senang hingga matanya menyipit tak terlihat.
Sahara mencium sekilas anaknya lalu beranjak dari tempat duduknya dan kembali ke dapur untuk menyelesaikan masakannya.
"Jangan diganggu lagi ya Mas?" Kata Sahara memberikan peringatan
__ADS_1
Arjuna mengacungkan ibu jarinya sambil tersenyum membuat Sahara menggelengkan kepalanya pelan ketika melihatnya.
Ahh iya kalian juga harus tau kalau semenjak memiliki anak Sahara tak lagi memanggil Arjuna dengan sebutan Kakak.
Awalnya bukan hanya Sahara saja yang merasa aneh, tapi Arjuna sendiri merasakan hal yang sama karena tak terbiasa dipaggil seperti itu oleh Sahara.
Sepeninggalnya Sahara dari hadapannya Arjuna kembali fokus pada Airlangga yang terlihat sibuk bermain seorang diri.
Astaga anaknya lucu sekali.
"Hei Angga apa kamu tidak bosan main sendirian?" Tanya Arjuna
Tentu saja Airlangga tidak menjawab dan malah memberikan mainan lainnya kepada Arjuna sembari manatapnya dengan lugu membuat Arjuna tak tahan untuk mencubit pipinya.
Airlangga terlihat ingin menangis setelah mendapat cubitan dari Arjuna membuat pria itu buru-buru mengajaknya memainkan mainan lagi.
Bisa habis dia kalau anaknya sampai menangis lagi.
"Jangan nangis baby nanti Papi dimarahi Mami, ayo kita main lagi." Kata Arjuna
Tapi, Airlangga malah mulai menangis membuat Arjuna menghala nafasnya pelan kala seruan Sahara kembali terdengar.
"Mas Juna kok Angga nya nangis lagi?!"
"Tidak papa Ra aku bisa mengatasinya." Kata Arjuna setengah berteriak
Membawa anaknya ke dalam gendongan Arjuna mengajak Airlangga berjalan-jalan disekitar rumah membuat tangisnya perlahan memudar.
"Kamu suka jalan-jalan baby? Bagaimana dengan adik baru? Apa kamu juga suka adik baru?" Tanya Arjuna sambil menatap anaknya dengan antusias
Aneh memang meskipun tau Airlangga belum bisa bicara apalagi menjawab pertanyaan, tapi setiap kali bicara atau bertanya pada anaknya Arjuna akan terlihat antusias seolah mereka sedang mengobrol.
"Baby bagaimana dengan adik baru? Kamu tidak mau adik baru? Papi akan buatkan kamu adik baru nanti." Kata Arjuna
"Kamu mau? Mau kan adik baru? Bagaimana kalau adik perempuan?" Tanya Arjuna lagi
Dia terlihat begitu antusias ketika mengatakannya.
Kali ini Airlangga tertawa sembari memainkan rambut Arjuna dan menariknya sesekali.
Kebiasaan sekali kalau Arjuna yang menggendong rambutnya akan ditariki oleh anaknya.
"Baby kamu menyakiti Papi." Kata Arjuna
Setelah tangan anaknya terlepas dari rambutnya Arjuna membawa anaknya kembali ke ruang tengah dan mendudukkannya disana.
"Nah kita main lagi saja ya baby?" Kata Arjuna
Melihat tumpukan mainannya membuat Airlangga kecil terlihat begitu bersemangat dan tangan-tangan mungilnya mengambil satu persatu mainan yang ada, sesekali dia melemparkannya ke sembarang arah.
Arjuna masih memandangi anaknya sambil tersenyum, dia tidak menyangka kalau Airlangga sudah tumbuh besar dan bisa berjalan sekarang rasanya baru kemarin anak ini hanya bisa menangis dan berbaring di ranjang.
Saat tengah asik memandangi anaknya suara Sahara terdengar bersamaan dengan datangnya wanita itu menghampiri keduanya. Senyum manis masih tercetak jelas diwajah Sahara apalagi ketika anaknya melihat dia dan langsung merentangkan tangannya, meminta untuk digendong.
"Ma... Ma.. Ma..."
Airlangga terlihat seolah memanggilnya membuat Sahara terkekeh pelan lalu mengangkat anaknya yang sangat girang ketika berada di dalam dekapannya.
"Ayo Mas makan dulu." Ajak Sahara
__ADS_1
"Dia menjambak rambutku lagi tadi Ra." Kata Arjuna seolah mengadu
Sahara tertawa dan mencium pipi tembam anaknya.
"Pasti Papi nakal kan sayang? Iya pasti karena Papi nakal mengganggu kamu terus, benarkan?" Kata Sahara membuat Arjuna cemberut
"Aku tidak melakukan apapun Ra." Bela Arjuna
"Sudah Mas makan dulu, Angga kan memang suka mainin rambut kamu." Kata Sahara
Arjuna menghela nafasnya pelan lalu duduk di ruang makan dan ketika melihat makanan kesukaannya ada di meja dia tersenyum senang.
"Sini Ra kamu duduk disamping aku biar aku suapi." Kata Arjuna
Sahara menurut dan mendudukkan dirinya disamping Arjuna dengan anak mereka yang berada dipangkuannya. Secara bergantian Arjuna menyuapi istrinya makan membuat wanita itu tersenyum senang, Arjuna selaku begitu memberikan perhatian yang begitu besar padanya.
"Mas sudah Ara bisa makan sendiri nanti kamu saja yang makan." Kata Sahara yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh suaminya
"Hmm tidak kamu harus makan biasanya kamu suka lupa makan kalau lagi jagaiin Angga." Kata Arjuna
Terkadang Sahara tidak mengerti kenapa Arjuna tidak pernah bosan memberikan perhatian kepadanya?
Bukan tidak senang, tapi Sahara hanya penasaran karena suaminya itu malah semakin perhatian setiap harinya dan tentu saja Sahara suka, dia merasa begitu berharga.
"Setelah ini kamu mau ke restoran atau kantor Papi?" Tanya Sahara
"Kantor Papi ada hal yang harus aku kerjakan karena Papi tidak berangkat ke kantor hari ini." Kata Arjuna menjelaskan
Beberapa bulan belakangan Arjuna memang cukup sibuk karema selain mengurus restoran dia juga harus mengurus perusahaan Abian mengingat pria paruh baya itu sudah tidak bisa terlalu menyibukkan diri dengan pekerjaan.
Sahara sendiri tidak masalah karena suaminya paling lambat pulang setelah makan malam itu pun hanya sesekali kalau ada rapat atau pekerjaan mendesak saja.
"Pulangnya malam?" Tanya Sahara
"Tidak sayang sepertinya sore aku sudah pulang." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum senang ketika mendengarnya
Setelahnya mereka makan dalam diam dan ketika sarapannya sudah habis Sahara ingin memandikan anaknya lalu menyiapkan pakaian kerja suaminya.
"Aku akan mandikan Angga dulu." Kata Sahara
"Bagaimana kalau mandikan Angga dan Arjuna?" Goda Arjuna yang langsung dihadiahi tatapan tajam istrinya
"Jangan aneh-aneh Mas!" Kesal Sahara
"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau mandi bertiga? Aku, kamu, dan Angga." Kata Arjuna dengan semangat
Sahara diam untum sesaat lalu tersenyum dan menyetujui ajakan suaminya membuat Arjuna merasa begitu bahagia.
"Baiklah bertiga"
Keinginan Arjuna telah terpenuhi, hidup bahagia bersama Sahara dan anaknya, mungkin akan segera dia ubah menjadi anak-anak.
Setidaknya dia ingin anak perempuan seperti Sahara, cantik dan menggemaskan.
Sepertinya dia harus mengajak Sahara bekerja sama untuk membuatnya lagi.
¤¤¤
Season 2 sudah dimulai yeeee😚
__ADS_1
Status cerita ini juga udah aku ubah jadi on going lagi karena kan belum selesai😂
Update lagi nanti malam yes or no?