Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (18)


__ADS_3

Seminggu sejak kepulangan Arjuna dari masa pemulihannya Sahara menjadi begitu ceria dan senang, dia merawat suaminya dengan penuh perhatian. Sampai sekarang Arjuna masih belum boleh untuk banyak bergerak hingga Sahara hanya membiarkan suaminya seharian berada di kamar atau mengajaknya untuk ke taman belakang kalau dia suntuk.


Semua kehidupan Sahara kembali seperti semula, senyum manisnya kembali membuat orang-orang merasa senang juga bahagia untuknya. Setiap malam Sahara selalu memperhatikan wajah yang sudah berbulan-bulan hanya mampu dia pandangi melalui layar ponsel.


Selama satu minggu itu Sahara benar-benar melepaskan rindunya dengan sang suami, tapi tetap saja Sahara yang memang panikan selalu cemas berlebihan ketika Arjuna meringis sakit, meskipun hanya sebentar.


Tidak ada yang lebih membahagiakan dari pada kembalinya orang tersayang kedalam pelukan.


"Aaa"


Sekarang Sahara sedang menyuapi suaminya makan meskipun Arjuna mengatakan jika dia bisa makan sendirian, tapi istrinya tetap bersikeras untuk menyuapinya dan Arjuna tidak bisa menolak permintaannya.


"Ara senang Mas Juna sudah ada disini lagi." Kata Sahara sambil tersenyum dengan begitu lebar


Senyuman manis yang selalu Arjuna rindukan.


"Maaf karena sudah membuat kamu sedih." Kata Arjuna pelan


Sahara hanya mengangguk singkat dan kembali menyuapi suaminya, bagi dia yang terpenting sekarang adalah Arjuna sudah kembali bersamanya.


"Angga sering manggilin kamu kalau malam." Kata Sahara menceritakan tentang anak mereka


"Dia pasti kangen sama Papi nya." Kata Arjuna sambil tersenyum singkat


Mengangguk setuju Sahara kembali mentap suaminya dengan lekat, semua ketakutannya telah hilang sekarang karena Arjuna sudah ada dihadapannya.


Di tatap dengan begitu dalam oleh istrinya membuat senyum Arjuna terbentuk dan tangannya terulur untuk mengusap pipi Sahara dengan sayang.


Mata Sahara terpejam ketika merasakan sentuhan dipipinya, dia sangat merindukan Arjuna.


"Pipi kamu jadi kecil, maaf ya? Kata Mami sejak hari itu kamu kalau makan sedikit banget bahkan sampai melewatkan makan malam." Kata Arjuna membuat Sahara membuka matanya


Tatapan mata Arjuna penuh penyesalan, dia menyesal karena membuat istrinya terus menangis dan merasa sakit.


"Aku selalu mikirin kamu Ra, apa istriku makan dengan baik? Apa dia tidur dengan nyenyak? Apa dia masih terus menangis?"


Mendadak Arjuna merasa sesak kalau mengingatnya apalagi kemarin Mami nya mengatakan bahwa Sahara seperti kehilangan semangatnya, katanya Sahara menjadi pendiam.


Katanya Sahara selalu menatap orang-orang dengan mata sendunya dan setiap kali ditanya dia selalu menjawab bahwa dia menginginkan Arjuna kembali.


Arjuna jadi semakin diliputi dengan rasa bersalah dan penyesalan.


"Ara takut Mas Juna pergi." Kata Sahara pelan


Mata Sahara berkaca-kaca ketika mengatakannya membuat Arjuna menggeleng lemah, meminta dia untuk tidak menangis lagi.


"Ara takut kalau Mas Juna bakal benar-benar pergi meninggalkan Ara." Kata Sahara lagi


Air matanya kembali turun yang dengan cepat Arjuna hapus dengan tangannya.


"Aku sudah janji untuk tidak pergi jika kamu tidak meminta aku melakukannya kan?" Kata Arjuna


"Tetap saja Ara takut, kita tidak pernah tau apa yang bisa terjadi kedepannya kan? Bagaimana kalau Mas Juna benar-benar meninggalkan Ara?" Tanya Sahara masih dengan air matanya yang mengalir


Arjuna begitu terluka melihatnya, dihapusnya air mata yang mengalir di mata indah istrinya.


"Jangan nangis"


Bukan berhenti Sahara malah terisak, dia menggenggan tangan Arjuna dan menempelkannya dipipi.


"Jangan sakit lagi ya? Ara mau mati rasanya karena tidak ada Mas Juna." Kata Sahara sambil mencium tangan Arjuna lama

__ADS_1


Tersenyum tipis Arjuna menarik tangannya dan menghapus air mata yang mengalir pipi istrinya.


"Maaf"


Sahara mengangguk singkat lalu menghapus air matanya dan kembali menyuapi suaminya untuk memakan sarapannya.


"Sekarang makan lagi."


Saat baru menghabiskan setengah suara tangis Airlangga terdengar, mungkin dia sudah bangun dari tidur nyenyaknya.


Sahara meminta suaminya untuk menunggu sebentar lalu dia berlari kecil ke kamar anaknya untuk melihat dan benar saja mata kecil itu sudah terbuka.


Digendongnya tubuh si kecil Airlangga yang masih menangis dan sambil mengusap sayang punggungnya Sahara membawa Airlangga ke kamarnya. Senyuman manis Arjuna terbentuk saat melihat Sahara bersama anaknya yang terlihat begitu manja dengan menyandarkan kepalanya di bahu Sahara.


Saat anaknya meminta untuk diturunkan Sahara membiarkan si kecil Airlangga berjalan disekitar kamarnya lalu kembali menatap suaminya yang sedang memperhatikan anak mereka. Senyuman Arjuna penuh arti ketika menatap anaknya, dia tidak bisa membayangkan akan apa jadinya kalau dia benar-benar pergi.


"Dia sudah mulai belajar bicara." Kata Sahara membuat Arjuna menoleh dan menatapnya


"Aku melewatkan banyak hal selama dua bulan ini." Sesal Arjuna


"Hmm makanya jangan pergi lagi." Kata Sahara


"Emm tidak akan." Kata Arjuna dengan senyum manisnya


Setelah Arjuna menyelesaikan sarapannya Sahara membawa piring kotornya ke belakang dan meninggalkan Arjuna bersama dengan anak mereka.


Senyum manis Arjuna mengembang dengan sempurna, sudah lama sekali rasanya dia tidak melihat wajah istri dan anaknya, dia benar-benar merindukan mereka. Selama pengobatan Arjuna berkali-kali bertanya pada Abian atau Daffa, tapi keduanya hanya meminta dia untuk segera sembuh dan fokus pada pengobatan.


Seandainya dia tau kalau Sahara begitu menderita dia akan memilih untuk pulang saja.


Arjuna menyesal karena telah membuat Sahara menangis.


Arjuna tidak pernah menyangka kalau dia akan terlibat kecelakaan yang membuatnya harus terbaring selama kurang lebih dua bulan di rumah sakit.


Saat baru bertemu dengan Sahara setelah sekian lama hati Arjuna terasa begitu sakit hingga sesak rasanya melihat sang istri yang terisak hebat.


"Baby tidak rindu sama Papi?" Tanya Arjuna pada Airlangga yang asik berjalan mengelilingi kamarnya


Sahara memang selalu mengatakan kalau sekarang Airlangga sangat senang berjalan dan enggan untuk digendong lagi.


Seakan mengenali suara Arjuna anak itu tersenyum senang sambil menatap Arjuna dengan wajah polosnya.


"Papa"


"Hmm ini Papi sayang." Kata Arjuna pelan


Sesaat setelahnya Sahara kembali masuk ke kamar lalu mengatakan bahwa dia akan memandikan Airlangga terlebih dahulu.


"Baby ayo mandi." Kata Sahara


Saat menggendong anaknya Sahara dibuat terkejut karena Airlangga menolak dan meminta untuk diturunkan.


"Ndak"


"Mandi sayang kamu sudah bau asem." Kata Sahara sambil menciumi pipinya


"Ndak"


Sahara tertawa kecil dan tetap membawa anaknya ke kamar mandi membuat Airlangga mulai menangis dengan sedih.


"Mama"

__ADS_1


"Iya, kita mandi ya? Biar ganteng." Kata Sahara


"Cucu"


"Mandi dulu sayang." Kata Sahara sambil memasuki kamar mandi


Arjuna tersenyum penuh arti ketika melihatnya, banyak sekali hal yang dia lewatkan ya?


Seperti Airlangga yang sudah mulai bicara sepatah kata demi kata dan Sahara yang kehamilannya sudah menginjak usia lima bulan.


Dia melewatkan banyak hal.


Dia membiarkan Sahara menjalani masa kehamilannya sendirian.


Beruntung masih ada kesempatan yang bisa Arjuna gunakan untuk menemani Sahara hingga dia melahirkan.


Hal pertama yang akan dia lakukan adalah membuat Sahara kembali seperti dulu.


Penuh senyuman dan canda tawa.


Saharanya yang ceria.


¤¤¤


"Papi"


Abian menoleh ketika anaknya memanggil dan menatapnya dengan sendu.


"Ada apa Juna kamu butuh sesuatu?" Tanya Abian


Arjuna menggeleng lemah lalu menanyakan hal sama yang selalu dia tanyakan setiap harinya.


Pertanyaan yang selalu enggan untuk Abian jawab.


"Ara bagaimana? Tidak bisakah Juna pulang atau paling tidak biarkan Juna menelponnya." Pinta Arjuna dengan wajah penuh permohonan


Menghela nafasnya pelan Abian menepuk pundak anaknya, dia bukan menolak untuk menghubungi Sahara, tapi membiarkan keduanya bicara sekarang malah akan membuat mereka sama-sama terluka.


Abian bukan jahat, tapi dia tau bagaimana anaknya mungkin kalau dia menelpon istrinya dan melihat keadaan Sahara dia akan memaksa untuk pulang.


Selain itu ketika Sahara melihat keadaan Arjuna meski hanya lewat telpon menantunya itu pasti akan memaksa untuk datang kesini, tidak baik untuk kandungan menantunya kalau dia terlalu banyak fikiran.


Abian hanya ingin menjaga keduanya dan membiarkan mereka bertemu setelah keadaan benar-benar membaik.


"Dia baik Juna kemarin Mami dan Anjani menemani dia ke dokter untuk periksa kandungannya, anak kalian juga sangat baik." Kata Abian


"Biarkan Arjuna melihatnya, sekali saja." Kata Arjuna


"Bukan sekali, tapi kamu akan melihatnya setiap hari setelah kamu sembuh total Juna." Kata Abian


"Papi tidak bohong kan? Ara baik-baik saja kan? Apa dia makan dengan baik? Apa dia masih terus menangis? Apa dia mengalami kesulitan karena tidak ada Juna?" Tanya Arjuna lagi


Fikirannya selalu dipenuhi dengan Sahara dia bahkan tidak terlalu peduli dengan keadaannya.


"Dia baik dan akan lebih baik lagi ketika kamu pulang dengan keadaan baik." Kata Abian


Arjuna menghela nafasnya pelan dan terdiam.


Ya, dia harus kembali secepatnya dan menemui Sahara.


¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2