Sahara In Love

Sahara In Love
49 : Pantai dan Arjuna


__ADS_3

Setelah terikat dengan hubungan sakral bernama pernikahan Sahara yang kini sudah menjadi seorang istri akan mengikuti sang suami dan pindah ke rumah mereka, meninggalkan rumah yang sejak kecil dia tempati. Ada rasa sedih ketika Sahara berpamitan dengan kedua orang tuanya dan sekali lagi dia menangis sambil memeluk Daffa, pria yang sempat menjadi orang tua tunggal selama lima tahun lamanya.


Sama halnya dengan sang anak Daffa juga turut merasa sedih karena anaknya akan pergi meninggalkan rumah ini dan memulai kehidupan baru bersama suaminya, sekarang dia tau apa yang pernah Tania rasakan ketika anak-anaknya menikah dulu, sedih. Saat mendengar isakan anaknya Daffa tersenyum lalu mengurai pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi tembam Sahara sambil menatapnya dengan penuh arti.


"Kenapa menangis hmm? Ara tidak pergi jauh kita masih ada di kota yang sama, jangan sedih nanti setiap akhir pekan Ara kan bisa berkunjung kesini." Kata Daffa dengan lembut


Meskipun dia merasa sedih, tapi tetap saja dia tidak suka melihat anaknya menangis.


Sedangkan Sahara yang mendengar kalimat itu hanya tersenyum kecil lalu ikut menghapus air matanya.


"Maafin Ara ya Daddy kalau ada salah nanti Ara akan sering datang supaya tidak kangen." Kata Sahara yang ditanggapi dengan anggukan singkat oleh Daffa


Setelah itu Sahara menatap kedua adiknya lalu mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang sedih dan menghampiri keduanya.


"Adik-adik aku kasiann nanti gak punya teman di rumah." Kata Sahara yang malah mengundang tawa mereka yang mendengarnya


"Tidak Kak aku malah senang gak ada yang gangguin lagi." Kata Devano membuat Sahara memukul pelan lengannya


"Ihh jahat!" Kesal Sahara


Tertawa kecil Devano memeluk Kakak perempuan yang sangat dia sayangi itu, meskipun menyebalkan, tapi setiap kali Sahara tidak ada dia akan sangat merindukan Kakaknya.


"Kamu pasti kangen sama Kakak! Gak mungkin kalau gak kangen." Kata Sahara


Devano hanya menanggapinya dengan gumaman dan ketika pelukannya terlepas dia tersenyum sambil menatap Kakaknya, senyuman yang begitu lebar yang sangat jarang dia tunjukkan.


"Jagaiin Devina ya? Jangan digangguin terus." Kata Sahara


Sekali lagi Devano hanya bergumam pelan.


"Ihh jawab jangan hmm hmm aja." Kata Sahara galak


"Iya Kak"


Tersenyum puas Sahara kini beralih pada Devina dan memeluknya dengan sangat erat, sama seperti Sahara yang mudah menangis kini Devina menangis di pelukan Kakaknya.


Dia merasa sedih karena Sahara akan pindah dan dia pasti akan sangat kesepian Devano tidak bisa diajak bercerita karena saudara kembarnya itu terlalu pendiam dan jarang menanggapi.


"Jangan nangis nanti Kakak ikut sedih." Kata Sahara


"Nanti kalau Vina mau curhat sama Kakak gimana?" Bisik Devina membuat Sahara tertawa ketika mendengarnya


"Sama Vano." Kata Sahara membuat Devina mengerucutkan bibirnya kesal


"Gak mauu." Rengek Devina


"Jangan sedih nanti kita bisa telponan atau kalau Vina sudah pulang sekolah kan bisa pergi ke butik Kakak." Kata Sahara


Devina hanya mengangguk dan setelahnya Sahara menghampiri Arjuna mengatakan bahwa mereka bisa pergi sekarang. Sebelum pergi keduanya kembali berpamitan mencium tangan kedua orang tua Sahara dan melambaikan tangannya sebelum benar-benar pergi meninggalkan rumah dimana semua kenangan masa kecil Sahara berada.


Di perjalanan Sahara hanya diam dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya, perasaannya tidak karuan ada bahagia dan sedih yang ia rasakan. Dia sangat bahagia karena akan tinggal bersama Arjuna dan menjalani kehidupan barunya sebagai seorang istri, tapi dia juga sedih karena harus berjauhan dari keluarganya.


"Kakakk kita mau ke pantai kan?" Tanya Sahara memulai percakapan dengan suaminya


"Tidak Ra kita ke rumah dulu nanti sore baru ke pantai." Kata Arjuna


"Kok ke rumah dulu?" Tanya Sahara sedikit tidak bersemangat


Tadi suaminya itu mengatakn bahwa mereka akan pergi ke pantai dulu sebelum pulang ke rumah, tapi sekarang Arjuna malah merubah rencananya.


"Hmm kita akan ke pantai sore saja sekarang ke rumah dulu, gak papa kan? Aku fikir cuacanya cukup panas Ra jadi akan lebih baik kalau kita kesana sore lagi pula kita akan menginap nanti." Kata Arjuna


Mendengar kata menginap mata Sahara langsung membulat dengan wajah yang berubah begitu semangat.


"Benarkah kita akan menginap Kak?" Tanya Sahara


"Emm kamu mau kan?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh istrinya


"Mauuu"


Arjuna tersenyum ketika mendengar jawaban itu dan dia langsung meraih salah satu tangan Sahara kemudian menciumnya, perbuatan yang sukses membuat jantung Sahara berdetak tidak karuan.

__ADS_1


"Ara aku mau nanya sesuatu sama kamu boleh?" Tanya Arjuna


Mengangguk singkat Sahara sama sekali tidak tau kalau suaminya akan menanyakan hal yang membuatnya begitu malu ketika mendengarnya, masalah bulan madu.


"Kamu mau bulan madu kemana?"


Belum ada jawaban Sahara masih terkejut dengan pertanyaan itu dan dia juga sangat malu sekarang wajahnya mulai memanas.


"Emm terserah Kak Juna"


Sebuah kalimat itu Sahara ucapkan dengan suara yang begitu pelan membuat Arjuna sedikit melirik ke arahnya dan suaminya itu ingin tertawa ketika melihat rona merah di pipi istrinya.


Dan dia jadi sangat ingin menjahili Sahara sekarang.


"Jangan terserah kita harus menentukan tempatnya sama-sama." Kata Arjuna


Dengan bibir mengerucut Sahara meminta agar suaminya itu membicarakan masalah bulan madu nanti saja.


"Ihh tanya hal itu nanti sajaa"


Arjuna tersenyum ketika mendengar rengekan istrinya, sebenarnya dia sudaj memiliki tujuan hanya tinggal membahasnya dengan Sahara saja.


Mereka akan pergi ke tempat yang pastinya Sahara sangat suka.


Mereka akan pergi bulan madu untuk waktu yang cukup lama.


Arjuna sangat tidak sabar menghabiskan waktu berdua hanya dengan Sahara.


¤¤¤¤


Terletak di salah satu perumahan elite rumah milik Arjuna tidak terlalu besar dan terkesan minimalis, tapi ketika masuk ke dalam tempatnya cukup luas bahkan sangat luas kalau menurut Sahara karena mereka hanya tinggal berdua. Saat perjalanan tadi Arjuna mengatakan bahwa dia membeli rumah itu beberapa bulan yang lalu setelah mengumpulkan hasil kerjanya beberapa tahun terakhir selain itu orang tuanya juga sedikit membantu.


Rumah tersebut sudah lengkap dengan berbagai perlengkapan dan yang paling Sahara suka Arjuna menyiapkan ruang kerja untuknya bahkan disana juga ada kertas serta alat-alat yang biasa dia gunakan. Jujur saja Sahara sama sekali tidak tau kalau Arjuna sudah menyiapkan ini semua tadinya dia fikir Arjuna akan mengajaknya tinggal di rumah orang tuanya, tapi ternyata suaminya itu sudah menyiapkan ini semua.


Di halaman belakang ada taman kecil juga aquarium yang cukup besar sangat pas kalau mereka ingin bersantai disana ketika hari libur. Saat ini Arjuna masih mengajaknya berkeliling suaminya itu menunjukkan beberapa ruangan yang ada dan terakhir mereka memasuki kamar yang cukup luas.


"Ini kamar kita kalau ada yang ingin kamu ganti bisa bilang sama aku Ra." Kata Arjuna


"Tidak Ara suka semuanyaa." Kata Sahara sambil tersenyum senang


"Syukurlah, kalau begitu sekarang kita istirahat dulu." Kata Arjuna


Mengajak istrinya untuk berbaring di ranjang Arjuna merasa begitu bahagia sudah menjadi seorang suami untuk wanita yang sangat dicintainya.


Sahara yang memang tidak merasa canggung langsung memeluk Arjuna dari samping, menikmati kebersamaan mereka.


"Besok kita belanja kebutuhan rumah ya Ra? Kulkas masih kosong nanti kita makan siang di luar saja." Kata Arjuna


"Emm terus nanti Kakak harus ajarin Ara masak dan jangan marah kalauAra masaknya tidak enak." Kata Sahara membuat Arjuna tertawa kecil mendengarnya


Dia tidak masalah dan dia malah senang kalau harus mengajari istrinya memasak.


"Tidak akan sayang aku akan makan semua makanan yang kamu masak." Kata Arjuna


"Bohong pasti kan?" Kata Sahara dengan mata menyipit dia menatap Arjuna curiga


Kembali tertawa Arjuna mengecup singkat bibir Sahara dan mengatakan bahwa dia tidak bohong.


"Aku tidak bohong sayang." Kata Arjuna


Tersenyum tipis Sahara mencubit pipi Arjuna membuat suaminya itu memasang wajah kesal.


"Jangan Ra"


Menjauhkan tangannya Sahara dapat melihat Arjuna yang ikut tersenyum sambil membawa kepala istrinya untuk bersandar di dada bidangnya.


"Kak Juna tau tidak? Ara bahagia sekali bisa jadi istri Kakak, terima kasih karena sudah menunggu Ara dan tetap mencintai Ara meskipun dulu Ara sering menolak kehadiran Kakak." Kata Sahara dengan begitu tulus


Kalau mengingat sikap acuh dan ketusnya dia kepada Arjuna dulu Sahara jadi menyesal sendiri padahal pria itu sangat sabar menghadapi dia, Arjuna juga tidak pernah marah dengan semua ucapannya.


Sedangkan bagi Arjuna sendiri mengejar Sahara adalah hal yang menyenangkan, melihat bagaimana sikap malu-malu Sahara dan senyumannya adalah kebahagiaan tersendiri bagi Arjuna.

__ADS_1


Dia tidak masalah menunggu untuk waktu yang lama selagi Sahara masih sendiri dia akan mengejarnya dan lihat, sekarang Arjuna berhasil mendapatkannya.


Cintanya yang begitu tulus perlahan mengikis hati Sahara dan membuat wanita itu jatuh cinta kepadanya.


"Aku juga bahagia Ra, sangat"


Bahkan Arjuna tidak bisa menggambarkan perasaannya sekarang.


Kebahagiaan yang dia rasakan tak bisa digambarkan melalui kata-kata.


¤¤¤¤


Pukul lima sore pasangan suami istri itu telah sampai di salah resort ternama, seperti yang Arjuna katakan sebelumnya mereka akan menginap untuk satu hari. Saat sampai Sahara langsung mengajak suaminya untuk berjalan-jalan ke pantai, dia sangat antusias karena ini kali pertama mereka datang sebagai pasangan suami istri.


Tidak akan ada lagi kecanggungan.


Pengunjung cukup ramai mengingat ini adalah akhir pekan dan dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain keduanya menyusuri bibir pantai dengan kaki telanjang, menikmati berjalan di atas pasir serta air yang terkadang menerpa kaki mereka.


"Ara mau lihat sunset." Kata Sahara


"Hmm aku juga punya kejutan untuk kamu nanti malam." Kata Arjuna yang langsung membuat Sahara menatapnya dengan penuh rasa ingin tau


"Kejutan apa?" Tanya Sahara


"Kalau aku kasih tau bukan kejutan namanya." Kekeh Arjuna


Mengerucutkan bibirnya Sahara harus bersabar sampai nanti malam, tapi tidak masalah sekarang mereka bisa bersenang-senang.


Dengan senyuman Sahara menarik tangan Arjuna dan mengajaknya berlari di sekitaran pantai membuat suaminya memberikan peringatan karena takut dia terjatuh. Namun, sayangnya Sahara tidak perduli dia malah melepaskan genggaman tangan Arjuna dan berlari menjauh.


"Ra jangan lari-larian nanti jatuh." Kata Arjuna sambil berlari mengejar Sahara


Menggelengkan kepalanya pelan Sahara terus berlari dan sesekali menengok ke belakang, hal yang membuatnya tersandung lalu terjatuh di atas pasir pantai.


Dia jadi ingat ketika masih kecil dulu.


"Ngeyel banget di omongin." Gerutu Arjuna yang hanya ditanggapi dengan cengiran oleh Sahara


"Gak sakit kok Kak." Kata Sahara


Dia memang tidak merasakan sakit hanya saja pakaian serta tangannya kotor dengan pasir pantai.


"Bahaya Ra bukan cuman jatuh aja, tapi kalau ga hati-hati kamu bisa tabrak orang lain nanti." Kata Arjuna mengingatkan


Dengan tangan yang dipenuhi pasir Sahara mengusap pipi Arjuna lalu tertawa ketika melihat pipi suaminya yang kotor.


"Kamu seperti anak kecil Ra bikin kesal, tapi menggemaskan." Kata Arjuna


Tersenyum lebar Sahara merasa begitu senang bisa menghabiskan waktu bersama Arjuna seperti sekarang.


"Ayo jangan disini, kita minum es kelapa atau ice cream mau yang mana?" Tanya Arjuna


"Mau ice cream." Kata Sahara


Membantu istrinya untuk berdiri Arjuna kembali menggenggam erat tangan Sahara dan mengajaknya menjauh dari bibir pantai.


Ada banyak hal yang ingin dia lakukan bersama Sahara dan semua baru akan di mulai.


"Hmm nanti malam kita mau kemana?" Tanya Sahara membuat Arjuna tersenyum sinis dan mengatakan hal yang membuat istrinya berdecak kesal


"Ke kamar"


Arjuna benar-benar mengesalkan sekarang Sahara kesal!


¤¤¤¤


Makasihh yang setiaa nungguin cerita iniii❤


Makasih juga yang udah kasih vote😚


Big love dari Arjuna dan Sahara❤

__ADS_1


__ADS_2