Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (20)


__ADS_3

"Mami mau main, tapi Ana ikutin aku terus"


Sahara memijat dahinya pelan ketika Airlangga yang sudah menginjak usia lima tahun datang dengan wajah cemberutnya dan dibelakang Alana kecil yang berusia tiga tahun mengikutinya. Sekarang selalu begitu Airlangga tidak mau diikuti, tapi Alana selalu ingin berada bersama Kakaknya dan mengikuti dia kemanapun hingga terkadang Airlangga merasa kesal.


"Di ajak dong Angga adiknya." Kata Sahara dengan lembut


Wajah Airlangga langsung cemberut membuat Sahara menunduk dan meminta Alana untuk mendekat ke arahnya, tapi Alana kecil menggelengkan kepalanya pelan dan malah memeluk lengan Airlangga.


"Ana sama Mami ya?" Bujuk Sahara dengan lembut


Alana menggelengkan kepalanya pelan.


"Kakak"


"Kakak mau main, Ana sama Mami aja." Kata Airlangga sambil berusaha melepaskan tangan Alana


Mendapat perlakuan seperti itu Alana bersiap untuk menangis membuat Sahara menghela nafasnya pelan.


Sulit sekali kalau Airlangga sedang malas untuk diikuti adiknya, tapi kalau sedang mau bersama Alana dia akan menempel terus.


"Angga adiknya di ajak ya?" Bujuk Sahara


"Angga mau main bola nanti Alana kena." Kata Airlangga


Iya, alasan Airlangga tidak ingin mengajak Alana karena dia ingin bermain bola di rumah temannya dan kalau Alana ikut dia bisa kena bola nantinya.


Sahara tersenyum tipis lalu mencoba untuk menggendong Alana yang malah menangis.


"Kakak"


"Sama Mami aja hmm? Kakak mau main." Kata Sahara


"Kakak"


Airlangga terlihat bingung dia ingin pergi, tapi melihat adiknya menangis membuat dia jadi tidak ingin pergi.


"Sudah, Angga pergi saja biar Alana sama Mami." Kata Sahara lembut


Dia juga harus pengertian pada Airlangga yang mungkin ingin menghabiskan waktunya bersama teman-teman.


Tapi, Airlangga tetap ditempatnya dan melihat Alana yang menangis sambil memanggilnya.


"Mami"


"Kenapa sayang? Tidak papa Ana sama Mami." Kata Sahara dengan penuh pengertian


"Angga di rumah saja." Kata Airlangga


"Loh kenapa? Tidak papa sayang nanti Alana akan diam." Kata Sahara


Airlangga menggelengkan kepalanya pelan dan meminta Sahara untuk menurunkan adiknya.


"Kasihan, tidak papa Angga main sama Ana saja di rumah." Kata Airlangga membuat Sahara tersenyum melihatnya


Mewarisi sifat Arjuna yang penyayang Airlangga tetap tidak bisa jika melihat adiknya menangis.


Akhirnya Sahara menurunkan Alana dan membuat anak kecil itu berlari ke arah Kakaknya lalu memeluknya.


Airlangga tersenyum lalu mengajak adiknya untuk bermain ke ruanh tengah.


Astaga, Sahara jadi terharu melihatnya.


Rasanya waktu begitu cepat hingga dia tidak menyadari bahwa Airlangga sudah sebesar ini dan Alana yang kemarin masih sangat kecil sekarang sudah bisa berjalan juga bicara.


"Tadi Alana menangis?" Tanya Arjuna


Sahara menoleh dan menatap suaminya yang baru keluar dari kamar mandi lalu mengangguk singkat.


"Biasa Angga tidak mau diikuti Alana, tapi tetap tidak jadi pergi karena melihat adiknya menangis." Kekeh Sahara


Ikut tersenyum Arjuna memeluk Sahara dari belakang dan memainkan hidungnya di leher jenjang sang istri.


"Angga tetap tidak mau melihat adiknya menangis." Kata Arjuna

__ADS_1


"Padahal aku bilang tidak papa karena Alana akan diam, tapi Angga bilang kasihan dan dia tidak jadi pergi." Kata Sahara


"Dia sudah besar sekarang." Kata Arjuna


"Padahal baru kemarin rasanya dia merengek minta dibuatkan susu." Kata Sahara sambil tertawa kecil


"Semakin hari Alana semakin mirip kamu." Kata Arjuna


Sahara baru akan mengatakan sesuatu, tapi dia langsung menggigit bibir bawahnya karena Arjuna mulai mengecup lehernya.


"Mas jangan nanti berbekas." Kata Sahara pelan


"Tidak papa, sudah lama aku tidak membuat tanda disini." Kata Arjuna


Dia beralih ke sisi lain leher Sahara dan melakukan hal yang sama membuat Sahara beberapa kali menahan suaranya.


Setelah puas Arjuna membalik tubuh Sahara agar menghadapnya lalu tersenyum sambil membelai wajah istrinya.


"Aku mau bilang makasih lagi untuk semuanya." Kata Arjuna


Sahara tersenyum dan mengusap lembut pipi suaminya.


"Jangan bilang makasih lagi." Kata Sahara


Mengangguk singkat Arjuna mulai mendekatkan wajahnya dan membuat Sahara secara refleks menutup matanya hingga akhirnya bibir mereka bersentuhan.


Arjuna bersorak dalam hati karena berhasil mencium istrinya, lagi dan dengan lembut dia menggerakkan bibirnya disana.


Sama-sama merindukannya Sahara melingkarkan tangannya di leher sang suami lalu menariknya agar Arjuna menciumnya lebih dalam lagi. Sekarang tangan Arjuna berada di pinggang Sahara dengan tangan yang bergerak mengusap punggung istrinya yang masih terbalut kaos hitam polos.


Berkali-kali mereka berhenti untuk mengambil nafas, tapi berkali-kali juga mereka kembali melanjutkan ciuman panasnya.


Sampai akhirnya Arjuna menempelkan dahi mereka dan menatap Sahara dengan begitu dalam.


"Bagaimana dengan permainan singkat untuk nanti malam?" Tanya Arjuna


Sahara menatapnya dengan pipi merona lalu mengangguk singkat membuat Arjuna tersenyum senang.


Sahara belum sempat menjawab karena Arjuna sudah kembali menciumnya dengan panas.


Tangan suaminya mulai menyentuh tubuh Sahara dan membuatnya melenguh serta bergerak tidak nyaman lalu ketika Arjuna ingin berbuat lebih suara ketukan pintu terdengar.


Lalu suara Airlangga terdengar setelahnya.


Arjuna tersenyum lalu berbisik.


"Memang hanya ketika malam kita bisa bermain"


Sahara tertawa lalu mendorong tubuh suaminya agar menjauh dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa sayang?" Tanya Sahara sambil menundukkan dirinya dan menatap Airlangga juga Alana yang ada disampingnya


"Papi katanya Ana mau main ke taman, iya kan Ana?" Kata Airlangga sambil menatap adiknya


Alana hanya mengangguk dengan wajah polosnya.


"Baiklah kita ke taman ya?" Kata Sahara membuat Airlangga bersorak senang


"Boleh bawa sepeda kan Mami?" Tanya Airlangga yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Sahara


Airlangga tersenyum senang lalu mengajak Alana untuk turun dan menunggu orang tuanya dibawah.


Setelah mereka berdua turun Sahara menatap suaminya sambil tersenyum senang dan mengajaknya untuk pergi ke taman.


"Bagaimana menutupi ini hmm?" Tanya Arjuna


Sahara mengerutkan dahinya pelan lalu dia baru sadar kalau ada merah-merah di lehernya, tapi Sahara tetap tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan menutupnya nanti.


Mari habiskan akhir pekan ini bersama keluarga.


¤¤¤


Di taman Airlangga sangat senang dan langsung menaiki sepedanya mengelilingi taman, sedangkan Alana hanya diam bersama orang tuanya sambil memakan ice cream yang tadi dibelikan oleh Arjuna. Saat melihat Alana kecil yang memakan ice creamnya dengan berantakan keduanya tertawa, lucu sekali ada bekas ice cream di sekitar mulutnya bahkan hingga ke hidungnya.

__ADS_1


"Ana suka ice creamnya?" Tanya Arjuna sambil membawa anaknya itu ke pangkuannya


"Suka"


Setelah Alana selesai menghabiskan ice creamnya Sahara mengeluarkan tissue dari tasnya dan mengelap wajah anaknya yang belepotan karen ice cream.


"Mami mau Kakak"


"Kakak lagi main sepeda sayang, tunggu ya?" Kata Sahara


Alana mengangguk patuh lalu mendongak dan menatap wajah Arjuna dengan polos.


"Ada apa sayang?" Tanya Arjuna sambil mencubit pipinya pelan


"Kakak"


"Kakak disana Ana." Kata Arjuna sambil menunjuk Airlangga yang mengayuh sepedanya ke arah mereka


Alana tersenyum senang dan ketika Airlangga turun dari sepedanya dia berlari menghampiri Kakaknya.


"Kakak"


Tidak seperti sebelumnya kali ini Airlangga tersenyum dan memeluk adiknya.


"Sudah selesai main sepedanya?" Tanya Sahara dengan lembut


Airlangga mengangguk dengan semangat lalu mengataka kalau dia juga mau beli ice cream.


"Mami mau ice cream juga." Kata Airlangga


"Beli sendirian berani sayang?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya


"Adiknya ajak ya?" Kata Arjuna sambil memberikan uang kepada Airlangga


Airlangga tersenyum senang lalu mengajak Alana untuk membeli ice cream yang dijual tidak jauh dari tempat mereka duduk.


Melihat kedua anaknya Sahara tersenyum senang.


"Mereka lucu sekali." Kata Arjuna


"Mas kata Mami besok suruh ke rumah katanya Mami mau ketemu anak-anak." Kata Sahara


"Hmm baiklah kita ke rumah Mami besok." Kata Arjuna


Sesaat setelahnya Airlangga dan Alana kembali dengan membawa ice cream di tangan mereka.


Airlangga segera mendudukkan dirinya di atas rumput membuat Alana mengikuti Kakaknya dan duduk tepat disampingnya.


Mereka benar-benar selalu menempel seperti perangko.


¤¤¤


Setelah memastikan kedua anaknya tertidur Sahara kembali ke kamarnya dan dia dibuat terkejut ketika Arjuna tiba-tiba muncul dan memeluknya. Perasaan Sahara mulai tidak enak ketika Arjuna mulai memainkan hidung di leher jenjangnya lalu menariknya agar mendekat dan membuat mereka tidak berjarak sedikit pun.


"Permainan kita"


Sebuah kalimat yang Arjuna ucapkan akhirnya membuat Sahara mengerti dan membiarkan suaminya melakukan apa yang dia mau.


Saat Arjuna melepaskan pelukannya dan mengusap lembut pipinya Sahara memejamkan matanya hingga dia merasakan bibir suaminya sudah menempel dengan bibirnya.


Seperti siang tadi mereka berciuman dengan panas hingga tangan Arjuna terulur membuka satu per satu kancing baju tidur istrinya dan meloloskannya begitu saja.


Tubuh Sahara terangkat dan Arjuna dengan perlahan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Mas Juna"


Arjuna bergumam pelan dan kembali mencium istrinya sambil menyentuh titik-tititik sensitif Sahara dan membuatnya bergerak gelisah.


Sepertinya ini akan menjadi malam yang sangat panjang untuk mereka.


Mungkin ini bukan permainan singkat, tapi permainan panjang yang bisa berlangsung hingga lewat tengah malam.


¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2