Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (14)


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian di mall Arjuna benar-benar melarang istrinya untuk keluar rumah tanpa dirinya bahkan dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah untuk menemani istrinya agar tidak bosan. Kemarin malam dia mendapat pesan dari nomor tak dikenal dan Arjuna bisa menebak siapa orangnya hanya dengan membaca isi pesan tersebut, siapa lagi kalau bukan Kevin.


Jujur Arjuna lelah dia ingin kehidupan seperti sebelumnya dimana tidak perlu cemas akan apapun dan dia juga Sahara bisa pergi kemanapun mereka mau, Arjuna juga tidak perlu terlalu seposesif ini pada istrinya. Namun, kehadiran Kevin kembali membuat semuanya jadi berantakan Arjuna harus benar-benar menjaga Sahara apalagi istrinya itu sedang mengandung sekarang dan lagi dia juga harus membuat Sahara tidak memikirkan apapun mengingat istrinya itu selalu memikirkan apapun yang mengganggu fikirannya.


Bagaimana dengan temui gue di apartemen besok?


Kita bisa bicara dan mungkin dapat kesepakatan yang sama-sama menguntungkan


Keputusannya di lo dan gue tunggu besok di apartemen


Entah kenapa Arjuna sedikit ragu, tidak dia bukan takut hanya saja Arjuna ragu kalau dia dan Kevin benar-benar bisa membuat kesepakatan mengingat betapa buruknya hubungan mereka.


Dan lagi kenapa dia harus percaya?


Bagaimana kalau itu hanya sebuah siasat belaka?


Bagaimana jika ketika Arjuna pergi kesana Sahara dalam bahaya?


Memikirkannya saja kepala Arjuna mendadak pusing dan dia memutuskan untuk tetap pergi besok, tapi Sahara akan dia antarkan ke rumah orang tuanya.


"Mas Junaa"


Arjuna tersentak ketika mendengar panggilan itu dan dia bergegas keluar dari kamar menuju dapur karena istrinya memang sedang memasak bersama Bi Yuni.


"Kenapa Ra?" Tanya Arjuna


"Sudah matang, ayo makan." Kata Sahara dengan senyum manisnya


Arjuna tersenyum singkat lalu mengikuti Sahara untuk duduk di ruang makan dan dengan telaten istrinya itu menyiapkan makan siang untuknya.


Si kecil Airlangga baru saja tertidur.


"Ra besok aku ada urusan kamu ke tempat Mami ya?" Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya lalu mengangguk patuh


"Lama ya?" Tanya Sahara


"Belum tau Ra, tapi sepertinya akan lama." Kata Arjuna


"Hmm oke nanti aku ke rumah Mami aja." Kata Sahara membuat Arjuna tersenyum mendengarnya


Setelah itu keduanya menyantap makan siang mereka dengan tenang dan ketika selesai Sahara membersihkan meja lalu mengajak suaminya untuk pergi ke kamar mereka.


Saat sampai di kamar Arjuna langsung memeluk Sahara dari belakang dan memainkan hidungnya di leher jenjang istrinya membuat Sahara merasa geli karena ulahnya.


Hari ini dia akan menghabiskan waktunya bersama Sahara dan memanjakan dirinya pada sang istri.


"Mas geli tauu." Keluh Sahara


Arjuna tidak perduli dan sekarang dia malah mengecup leher istrinya membuat Sahara bergumam pelan, pasti merah.


"Ehmm"


Memutar tubuh istrinya Arjuna membelai wajah Sahara dengan sayang sambil menatapnya penuh arti dan perlahan Arjuna mendekatkan wajahnya membuat Sahara refleks menutup matanya. Senyuman Arjuna terbit bersamaan dengan bibirnya yang mendarat di bibir istrinya yang menjadi candu dan ikut memejamkan matanya.


Naluri mereka membuat ciuman itu semakin panas dan kini Arjuna membawa Sahara bergerak mundur hingga tanpa dia sadari sekarang mereka sudah berada di dekat ranjang.


Menjauhkan wajahnya sebentar Arjuna menatap Sahara sambil mengusap sayang pipinya dan dia membawa Sahara untuk berbaring di ranjang.


Entah kenapa Sahara merasa ada yang aneh dengan pandangan suaminya, tapi ketika dia ingin bertanya Arjuna sudah kembali menciumnya.


Ciuman yang Sahara kembali merasa aneh, seperti ada hal yang ingin suaminya sampaikan.


Apa karena kejadian di mall?


Apa sesuatu yang buruk terjadi?


Sahara yang mendadak memikirkan banyak hal dibuat meringis ketika Arjuna menggigit bibir bawahnya pelan lalu menggumamkan maaf.


"Maaf"


Tidak menanggapi hal itu Sahara hanya diam dan kembali membiarkan Arjuna menciumnya.


Entah berapa lama mereka berciuman, tapi yang Sahara tau dia dan suaminya sampai berkali-kali hampir kehabisan nafas karena Arjuna yang sama sekali tidak mau memberikan jeda.

__ADS_1


Wajah mereka saling menjauh ketika tangisan si kecil Airlangga terdengar dan Sahara dengan senyum manisnya mengecup sekilas bibir suaminya sebelum berlari kecil ke kamar anaknya.


Dengan senyuman tipis Arjuna menatap Sahara yang kini menghilang dari balik pintu, dia sangat khawatir entah karena alasan apa, tapi yang jelas perasaan Arjuna saat ini tidak karuan.


Dia takut kalau sesuatu yang buruk akan terjadi, sangat takut.


Tidak masalah kalau dia yang terluka, tapi bagaimana kalau Sahara yang kembali terluka?


Bagaimana kalau Arjuna tidak bisa melindungi Saharanya dengan baik?


Setelah berkecamuk dengan segala fikirannya Arjuna menyusul Sahara ke kamar anak mereka dan disana dia dapat melihat istrinya dan si kecil Airlangga yang tengah tertawa. Tangan Sahara menggelitik perut anaknya dan membuat si tampan itu tertawa sambil memainkan tangannya ke atas.


Kebahagiaan ini semoga tidak pernah berakhir.


"Hey bermain tanpa Papi hmm?" Kata Arjuna sambil menghampiri keduanya


Sahara menoleh lalu tersenyum bersamaan dengan tangan Arjuna yang merangkulnya sayang.


"Kenapa dia cepat sekali bangun?" Tanya Arjuna


Sahara mengangkat bahunya lalu mengusap-ngusap pipi tembam anaknya.


"Dia ini sangat manja Papi kalau tidurnya tidak ada yang menemani pasti bangunnya cepat." Kata Sahara


"Kalau begitu tenang baby, sebentar lagi akan ada bayi mungil yang jadi teman kamu." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum ketika mendengarnya


"Ma ma"


Tangan si kecil Airlangga terangkat ke atas seolah mengatakan bahwa dia ingin digendong dan tentu saja Sahara sangat mengerti.


Diangkatnya tubuh Airlangga membuat anak itu menyandarkan kepalanya di bahu Sahara dengan manja.


"Manja sekali anak Papi." Kata Arjuna


"Dia memang manja sekali Mas apalagi kalau habis bangun tidur." Kata Sahara


Arjuna tersenyum lalu mengajak istrinya untuk ke ruang tengah dan bermain bersama anak mereka.


Sahara berjalan di depan dan dari belakang Arjuna memainkan tangannya di wajah Airlangga membuat anak itu terlihat girang dan gemas ketika tidak berhasil menggapai tangan ayahnya.


Arjuna tersenyum mendengar suara itu dan dia kembali memainkan tangannya hingga membuat si kecil Airlangga kesal dan merengek karena tak kunjung bisa menggapai tangannya.


Merasa bingung Sahara menoleh dan mendapat suaminya yang sedang tersenyum.


"Ngapain sih Mas?" Tanya Sahara


"Main sama Angga." Kata Arjuna membuat Sahara menggelengkan kepalanya pelan


Sesampainya di ruang tengah Sahara mendudukkan anaknya di karpet lalu mengambil box yang berisi semua mainan milik Airlangga. Seolah tau itu semua adalah mainannya Airlangga tertawa senang dan berdiri lalu berjalan menghampiri Sahara, tapi Arjuna lebih dulu menangkapnya dan memeluk anak itu membuatnya memberontak juga merengek minta dilepaskan.


"Ma ma"


Airlangga seolah meminta pertolangan, tapi Arjuna terus memeluknya selagi Sahara mengeluarkan semua mainan anaknya dan beberapa saat setelahnya suara tangisan Airlangga terdengar.


"Ma maaa"


"Iya sayang maafkan Papi ya? Sekarang kita main oke?" Kata Arjuna sambil melepaskan pelukannya dan memberikan mainan kepada anaknya


Tapi, Airlangga yang sepertinya sudah merasa sangat kesal melemparkan mainan itu hingga menimbulkan suara membuat Sahara tersentak karena kaget.


"Ma maaa"


Arjuna tertawa melihatnya, lucu sekali wajahnya yang memerah dengan pipi tembamnya benar-benar menggemaskan.


"Sama Papi aja ya?" Kata Arjuna sambil berusaha mengangkat tubuh anaknya


Airlangga menolak dan menangis sambil berusaha memukul Arjuna yang sejak tadi mengganggunya.


"Ma maaa"


Menghela nafasnya pelan Sahara langsung menggendong anaknya dan membuat tangisan itu perlahan menghilang.


"Mas Juna jangan digangguin terus dong." Kata Sahara

__ADS_1


Arjuna hanya menunjukkan senyum manisnya dan ketika anaknya sudah benar-benar tidak menangis Sahara kembali mendudukkannya di atas karpet.


"Sekarang main ya? Angga mau main apa?" Tanya Sahara dengan lembut


Tangan mungil Airlangga meraih sebuah bola dan mengangkatnya lalu menatap Sahara dengan wajah menggemaskan.


"Main bola ya?" Tanya Sahara


"Sama Papi aja dong Angga." Kata Arjuna


Airlangga mengalihkan pandangannya lalu melempar bola itu ke arah Arjuna membuat Sahara tertawa lepas ketika melihatnya.


Kelihatannya si kecil menyimpan kekesalan pada Papi nya yang nakal dan suka mengganggunya bermain.


¤¤¤


Keesokan harinya tepat setelah sarapan bersama Arjuna mengantar istri dan anaknya ke rumah orang tuanya, dia sengaja berangkat lebih pagi agar urusan ini segera selesai jadi dia bisa kembali menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya dan menghilangkan rasa gelisah yang dia rasakan. Sampai saat ini perasaan Arjuna malah semakin tidak karuan, tapi dia tidak mengatakannya pada Sahara dan yang istrinya tau dia ingin pergi ke kantor Abian.


Diperjalanan Sahara sama sekali tidak menyadari apapun dia bersikap biasa dan mengajak suaminya mengobrol tentang banyak hal hingga mereka sampai di rumah keluarga Dirgantara. Setelah sampai Arjuna tidak ikut turun dan hanya mengantar sampai depan gerbang saja karena katanya dia buru-buru.


Sebelum Sahara keluar Arjuna memeluknya cukup erat dan lama meskipun ada anak mereka yang dipangkuan Sahara sedikit terganggu. Setelah melepaskan pelukannya Arjuna menatap wajah istrinya dengan lekat dan mencium keningnya lama lalu setelahnya mencium anak mereka juga.


"Hati-hati ya Mas? Cepat pulang kalau bisa sore sudah pulang jangan sampai malam." Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh suaminya


"I love you Ra"


Sahara tersenyum lalu berlalu pergi dari hadapan suaminya.


Setelah melihat istrinya masuk ke dalam Arjuna menghela nafasnya pelan dan mengeluarkan ponselnya lalu menelpon nomor yang kemarin menghubunginya.


"Kirim alamatnya sekarang"


Sesaat setelah sebuah pesan masuk ke ponselnya Arjuna kembali melajukan mobilnya dan menjaub dari rumah keluarga Dirgantara.


Setelah Sahara mendapat pesan itu di mall Arjuna meminta kepada pekerja dirumahnya agar menyimpan semua paket yang masuk dan memberikannya pada Arjuna tanpa sepengetahuan istrinya.


Selama satu minggu itu juga sebuah kiriman bunga lengkap dengan sebuah surat didalamnya selalu sampai ke rumah mereka, beruntung Sahara tidak tau hal itu sama sekali.


Mengingat lokasinya cukup jauh Arjuna menambah kecepatan laju mobilnya agar bisa segera sampai, dia ingin segera menyelesaikan semuanya dan hidup seperti biasa dengan keluarga kecilnya lagi.


Entah akan berakhir seperti apa nantinya, tapi Arjuna janji akan menyelesaikan ini semua tanpa melibatkan Sahara.


Bahkan meskipun pada akhirnya dia harus terluka, dia tidak masalah.


Karena yang terpenting adalah Sahara juga anak-anaknya dan senyum manis mereka.


Sekitar tiga puluh menit diperjalanan Arjuna merasa semakin gelisah dan matanya memicing ketika melihat sesuatu yang melayang ke arahnya, seperti sebuah mobil.


Mata Arjuna membelak ketika melihat kepulan asap di depan sana di susul dengan suara ledakan, sepertinya terjadi kecelakaan di depan sana.


Bersamaan dengan Arjuna yang menghentikan laju mobilnya sesuatu menghantam mobilnya.


Arjuna tidak dapat merasakan apapun selain rasa sakit yang menghampirinya dan satu kata yang dia ucapkan sebelum kesadaran merenggutnya.


"Sahara"


¤¤¤


Sekitar tiga jam Sahara berada di rumah mertuanya rasa gelisah mulai menghampiri Sahara karena suaminya belum memberi kabar padahal biasanya setiap kali Arjuna sampai di kantor atau restoran Sahara selalu menerima pesan. Namun, hingga sekarang masih belum ada pesan masuk dan Arjuna juga belum mengangkat telponnya atau membalas pesan.


Si kecil Airlangga sedang bermain bersama mertuanya dan Sahara masih berada di ruang tamu sambil menatap ponselnya berharap sang suami mengirim pesan kepadanya.


Mendadak Sahara gelisah sendiri entah karena apa.


"Ara kamu mikirin apa sayang?" Tanya Clara yang menghampiri Sahara bersama anaknya


Sahar menggelengkan kepalanya pelan dan ketika itu juga ponselnya berdering menampilkan nama Arjuna disana.


Tanpa berfikir lagi Sahara segera mengangkatnya.


"Halo Mas Juna kenapa baru telpon Ara sekarang?" Tanya Sahara cepat


Tapi, yang Sahara dengar justru suara orang lain.

__ADS_1


Bukan suara suaminya melainkan suara dari pihak kepolisian yang memberikan kabar yang paling buruk untuk Sahara.


Rasanya semua dunia Sahara runtuh begitu saja hingga tak tersisa.


__ADS_2