
Persidangan putusan untuk kasus yang menjerat Kevin baru saja usai, pria itu dijatuhi hukuman yang berat bahkan ketika keluar dari ruang persidangan orang tua Kevin langsung menemui Daffa meminta agar anaknya diberi keringanan. Namun, jangan pernah berharap kalau Daffa akan melakukannya karena hal itu sama sekali tidak akan pernah terjadi.
Kedua orang tua Kevin menawarkan berbagai hal yang menggiurkan mengingat Kevin adalah anak laki-laki satu-satunya yang mereka punya, tapi sayangnya Daffa sama sekali tidak tergiur.
Dia lebih suka pria itu mendekam di balik jeruji besi dari pada harus keluar dan menyakiti anaknya lagi.
Sampai sekarang Sahara masih takut untuk keluar rumah, dia sudah lebih baik dan bersikap seperti biasanya hanya saja Sahara tidak berani untuk keluar dari rumahnya. Persidangan ini juga tidak dihadiri oleh Sahara karena dia bilang melihat Kevin malah membuatnya semakin takut.
Sahara tidak ingin melihat wajah pria itu lagi.
Setelah persidangan Arjuna kembali menemui Sahara di rumahnya dan mencoba untuk mengajak wanita itu keluar, tapi Sahara menolak karena dia benar-benar tidak ingin pergi dari rumah.
"Hanya sebentar tidak jauh Ra, memang kamu tidak bosan?" Tanya Arjuna ketika tunangannya itu menempel dan memeluknya dari samping
Saat ini mereka berada di taman belakang rumah keluarga Sahara dan menghabiskan waktu disana, tapi Arjuna sangat ingin membawa Sahara keluar seperti dulu lagi.
Jalan-jalan dan melakukan banyak hal.
"Bosan, tapi tidak mau kemana-mana takut." Kata Sahara dengan nada manja
Tersenyum kecil pada akhirnya Arjuna tidak bisa memaksa, dia hanya perlu memberikan waktu untuk Sahara agar bisa melupakan kejadian itu sepenuhnya.
"Baiklah kita akan disini saja." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum senang
Mereka terdiam dan menikmati waktu kebersamaan mereka dengan tenang, sesekali tangan Arjuna terulur untuk mengusap rambut hitam Sahara dengan sayang atau mencubit pipi Sahara gemas.
Hanya seperti ini saja Arjuna sudah merasa begitu bahagia.
"Tadi Anjani bilang kalau nanti malam dia mau datang." Kata Arjuna
Menjauhkan dirinya Sahara menatap Arjuna dengan antusias, mendengar bahwa Anjani akan datang membuatnya sangat senang.
"Benarkah Kak? Anjani akan datang? Apa dia akan menginap juga?" Tanya Sahara dengan semangat membuat Arjuna tersenyum senang melihatnya
"Emm tidak tau dia akan menginap atau tidak." Kata Arjuna
"Hmm tidak masalah yang penting nanti malam Anjani datang dan Ara punya teman ngobrol." Kata Sahara senang
"Ada adik kamu kan Ra biasanya." Kata Arjuna yang dijawab dengan anggukan singkat
"Iya, tapi mereka kan sekolah terus kadang ada tugas juga Ara tidak enak kalau terus mengganggu mereka Kak." Keluh Sahara dengan bibir mengerucut
"Kasihannya pacar aku." Kata Arjuna sambil membawa Sahara kembali kedalam pelukannya
Sejujurnya sampai sekarang Arjuna masih merasa bersalah dan begitu menyesal karena telah membiarkan Sahara melewati hari yang begitu berat. Rasanya Arjuna ingin memutar waktu dan merubah semua yang telah dia lakukan.
Seandainya bisa Arjuna akan melarang Sahara untuk pergi atau mengikutinya dan terus berada disampingnya agar Sahara tetap aman.
Tapi, sayang semua yang telah berlalu itu tidak dapat dia ulang kembali.
Saat ini Arjuna hanya bisa merutuki kebodohannya dan berjanji pada dirinya sendiri bahwa hal itu tidak akan terulang lagi, tidak akan pernah.
"Ra"
"Hmm kenapa?" Tanya Sahara
"Jangan takut lagi ya? Aku tidak akan membiarkan hal yang sama terulang lagi." Kata Arjuna lembut
Mengangguk singkat Sahara mempererat pelukan mereka, dia tidak perduli seandainya ada yang melihat.
"Punggung kamu masih sakit?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Sahara
Rasa sakit itu memang sudah tidak terasa lagi.
"Sekarang kamu sudah lebih baik kan?" Tanya Arjuna lagi
"Sudah, jangan khawatir satu-satunya hal yang masih belum bisa Ara lakukan hanya keluar dari rumah." Kata Sahara
"Tidak mau coba keluar? Aku akan menemani kamu Ra kita bisa jalan-jalan dekat sini atau ke taman dekat perumahan." Kata Arjuna
Tampak berfikir sejenak Sahara melepaskan pelukannya lalu menatap Arjuna yang juga sedang menatapnya dengan begitu lembut. Sebuah senyuman terukir di bibir Arjuna ketika Sahara menganggukkan kepalanya pelan.
Saat ada Arjuna dia tidak perlu merasa takut.
"Tapi, jangan jauh-jauh ya?" Kata Sahara
Mengangguk singkat Arjuna kembali tersenyum ketika Sahara bangun dari duduknya dan pergi ke kamar untuk mengambil jaketnya.
Sambil menunggu Sahara bersiap Arjuna menemui Daffa yang sedang menikmati kopinya di ruang tamu sambil membaca koran.
"Om"
__ADS_1
Mendongakkan kepalanya Daffa tersenyum singkat lalu mempersilahkan Arjuna untuk duduk.
"Ada yang ingin kamu katakan?" Tanya Daffa tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang sedang dia baca
"Juna mau minta izin untuk bawa Ara keluar, tidak jauh hanya dekat-dekat sini saja." Kata Arjuna membuat Daffa kali ini menatapnya
"Dia mau? Jangan memaksanya kalau Ara tidak mau keluar rumah." Kata Daffa dengan wajah seriusnya
"Juna tidak memaksa Om hanya mengajak dan Ara mau asalkan tidak lama juga tidak jauh dari rumah." Kata Arjuna
Mengangguk faham Daffa membolehkan Arjuna untuk membawa anaknya keluar rumah, dia bisa percaya.
Selain itu mereka hanya berjalan-jalan disekitar sini tidak jauh, jadi Daffa rasa bukan masalah.
Biarkan Sahara terbiasa lagi dan tidak takut untuk keluar dari rumah.
"Baiklah hati-hati kalau Ara ingin pulang langsung bawa dia pulang." Kata Daffa yang dijawab dengan anggukan oleh Arjuna
Tidak lama setelah itu Sahara turun, dia hanya memakai jaket dan juga celana panjang dengan rambut yang dia biarkan tergerai.
"Daddyyy"
"Mau kemana hmm?" Tanya Daffa
"Mau jalan-jalan keluar, boleh kan Daddy?" Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh Daffa
Setelah mendapat izin keduanya keluar dari rumah dengan Arjuna yang menggenggam erat tangan Sahara sambil sesekali mengusap punggung tangan itu dengan sayang.
"Kak Juna ayo kita ke taman nanti disana beli ice cream dulu waktu kecil Ara suka beli kalau lagi main ke taman." Kata Sahara senang
Rasa takut memang masih ada, tapi dengan Arjuna disampingnya juga genggaman erat ditangannya Sahara merasa lebih baik.
Mendengar hal itu Arjuna tersenyum lalu mengiyakan ajakan tunangannya itu, jarak taman memang tidak terlalu jauh Arjuna sudah pernah kesana dengan Sahara.
Biasanya setiap akhir pekan taman itu selalu ramai dengan orang-orang entah mereka yang sedang lari pagi atau bersepeda. Namun, dihari biasa seperti ini taman tidak seramai biasanya hanya ada beberapa orang dan terkadang anak sekolahan yang mungkin ketika pulang langsung pergi kesini.
Taman itu memang sangat nyaman apalagi tempatnya begitu bersih dan ada beberapa penjual juga disana.
"Dulu kamu sering kesana?" Tanya Arjuna
"Hmm kalau sebelum ada Mommy jarang, tapi waktu sudah ada Mommy sering banget kesana apalagi waktu sudah punya adik Ara jadi sering main kesana." Kata Sahara
Mengangguk faham Arjuna merasa senang ketika mendengarnya, membuat Sahara senang itu tidak sulit karena wanita itu bisa bahagia hanya dengan hal-hal yang begitu sederhana.
"Kak Juna nanti kita jalan-jalan ke pantai lagi yuk, tapi nanti kalau Ara sudah ajakin Kakak." Kata Sahara sambil tersenyum lebar
"Tentu saja aku akan membawa kamu kemanapun kamu mau Ra." Kata Arjuna
"Ihh dasar bucinn." Ledek Sahara membuat Arjuna tertawa kecil lalu mencubit gemas pipi Sahara
"Cuman ke kamu kok Ra." Kaya Arjuna yang langsung dibalas dengan perkataan ketus dan wajah garangnya
"Iyalah! Awas aja kalau Kak Juna kayak gitu ke wanita lain juga!" Kata Sahara
"Mana mungkin Ra." Kata Arjuna sambil tertawa kecil
"Siapa tau yang suka Kak Juna kan banyakk." Kata Sahara dengan bibir mengerucut
"Tapi, aku kan sukanya cuman sama kamu." Kata Arjuna sambil tersenyum manis dan berhasil membuat Sahara jadi salah tingkah
Melihat hal itu Arjuna tertawa kecil lalu mengajak Sahara untuk membeli sesuatu.
"Kamu mau beli apa?" Tanya Arjuna
"Ayo kita beli ice cream sama siomay." Ajak Sahara
Menarik tangan Arjuna mereka pergi ke salah satu penjual ice cream yang sering Sahara beli ketika kecil dulu. Sekarang penjual itu sudah semakin tua, tentu saja sudah belasan tahun berlalu dan dia masih berjualan disini.
Melihat Sahara penjual itu tersenyum, dia sangat mengenali pelanggan setianya itu dulu.
"Paman aku mau beli yang rasa vanilla, kalau Kak Juna mau rasa apa?" Tanya Sahara sambil menoleh ke arah Arjuna
"Samakan saja Ra." Kata Arjuna
"Berarti yang rasa vanilla dua ya Paman." Kata Sahara sambil tersenyum senang
Sambil menunggu Sahara mengedarkan pandangannya ke arah lain dan ketika matanya menatap sesosok anak perempuan yang sedang naik sepeda dengan dibantu oleh ibunya dia tersenyum. Ingatannya membawa Sahara ke masa kecilnya ketika dimana dia sangat suka bermain sepeda meskipun Daffa sering melarangnya.
"Kamu mau main sepeda Ra?" Tanya Arjuna ketika dia melihat arah pandang Sahara
"Mau! Kak Juna mau gak? Kita ambil sepeda yuk di rumah Ara nanti Kakak boncengin Ara." Kata Sahara dengan penuh semangat
__ADS_1
"Memang kamu masih ada sepeda?" Tanya Arjuna
"Ada waktu sma Ara minta beliin sama Daddy." Kata Sahara
Arjuna belum sempat membalas, tapi penjual ice cream sudah berbicara dan menyerahkan pesanan mereka. Senyuman Sahara kembali terbit ketika ice cream kesukaannya sudah bisa ia makan dan seusai membayar keduanya pergi untuk duduk di tempat tadi.
"Kak ayo habis ini kita pulang terus ambil sepeda jadi kita jalan-jalan sore pake sepeda." Kata Sahara lagi
Tertawa kecil Arjuna benar-benar tidak menyangka Sahara bisa seantusias ini, memang Sahara berbeda dari banyak wanita yang pernah dia kenal sebelumnya.
Dia sudah bilang kan kalau membuat Sahara bahagia itu bisa dilakukan dengan hal yang begitu sederhana.
"Kak Junaa mau kann?" Tanya Sahara dengan nada bicara yang begitu manja
"Iya sayang terserah kamu saja." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum dengan pipi bersemu
Keduanya diam sambil memakan ice cream sesekali Arjuna menoleh dan menatap Sahara yang sedang melihat lurus ke depan sambil tersenyum.
"Kamu tau gak Ra?" Tanya Arjuna membuat Sahara langsung menolah dan menatapnya dengan alis bertaut
Wajah Sahara terlihat begitu lucu dengan pipi tembam dan tambut tergerai.
"Kamu cantik sekali Ra sampai aku tidak bisa berpaling." Kata Arjuna
Tertawa kecil wajah manis Sahara semakin terlihat, matanya menyipit karena tawa.
"Kak Juna ihh gombal banget." Kata Sahara
"Aku serius Ra kamu nih gak percaya." Kata Arjuna yang merasa kesal mendengarnya
Melihat Arjuna yang terlihat ngambek Sahara langsung tersenyum dan mengacak rambut pria itu gemas.
"Ihh ngambekann"
"Udah ah Ra kamu mah gitu." Kata Arjuna
"Ihh kayak anak kecil ngambekan." Ledek Sahara lagi
Mendekatkan wajahnya Sahara langsung terdiam dan berusaha memundurkan wajahnya.
"Aku cium nih"
Dengan wajah memerah Sahara mencubit lengan Arjuna membuat pria itu meringis dan menjauhkan tubuhnya.
"Nakal banget sih!"
Tertawa kecil lengan Arjuna kini ia lingkarkan di pundak Sahara dan ketika melihat ice cream wanita itu sudah habis Arjuna mengajaknya untuk pulang.
"Ayo katanya mau naik sepeda." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum dan langsung berdiri
Menarik tangan Arjuna mereka menyusuri jalanan sambil mengobrol dan sesekali tertawa.
Saat sampai rumah Sahara berlari ke garasi untuk mengeluarkan sepeda miliknya yang sekarang sering digunakan Devina.
"Kakak bisa kan?" Tanya Sahara sambil mengeluarkan sepedanya
"Kamu fikir aku tidak pernah kecil apa?" Kata Arjuna membuat Sahara tertawa kecil
Saat sampai dihalaman depan Arjuna langsung naik diikuti dengan Sahara yang duduk di belakangnya. Perlahan Arjuna menggoes sepeda milik Sahara keluar dari pekarangan rumah.
Wajah Sahara begitu bahagia dia memeluk Arjuna dari belakang membuat pria itu tersenyum senang.
"Ayoo kita jalan-jalan!"
Sahara begitu bersemangat dan tanpa sadar tadi kedua orang tua Sahara melihat mereka dengan perasaan senang.
Melihat Sahara yang begitu bahagia dan penuh semangat mengingatkan keduanya akan Sahara ketika masih kecil dulu.
Arjuna memang pasangan yang pas untuk Sahara.
"Kita mau kemana Ra?" Tanya Arjuna
"Keliling kompleks." Seru Sahara
Sambil tersenyum Arjuna menuruti keinginan tunangannya.
Sore itu mereka berkeliling kompleks perumahan menggunakan sepeda.
¤¤¤¤¤
Ajakin aku juga donggg😭
__ADS_1
Maaf kemarin gak updateee😢