
Malam ini keluarga Dirgantara kembali mendapatkan kebahagiaan besar dengan dilangsungkannya pesta pertunangan anak kedua mereka, Anjani Dirgantara dengan seorang arsitek muda bernama Julian Adiwijaya yang merupakan kekasihnya sejak masa kuliah. Pesta pertunangan diadakan di rumah besar keluarga Dirgantara dan saat ini Sahara tengah sibuk memilih gaun yang pas ditubuhnya serta tidak terlalu ketat karena Arjuna akan marah.
Kedua anaknya juga terlihat bersemangat bahkan sekarang Alana sudah sangat cantik dengan gaun berwarna biru muda serta rambut yang digerai dengan hiasan kepala yang indah. Ada juga Airlangga yang memakai jas serta dasi hingga membuat anak yang hampir berusia tujuh tahun itu terlihat begitu tampan dan menggemaskan diwaktu yang bersamaan.
"Mas Junaa gak ada gaun yang pas untuk aku." Keluh Sahara yang sudah menguras hampir seluruh isi lemarinya
Menghela nafasnya pelan Arjuna yang tengah bersiap langsung menghampiri istrinya dan mencari gaun yang ada di lemari. Perlu kalian ketahui Sahara memiliki sangat banyak gaun, tapi setiap pergi dia selalu kebingunan untuk memilih.
Entah karena warna atau ukurannya yang sudah tidak pas ditubuhnya.
"Gak ada yang pas gimana? Pasti karena aku gendutan nanti aku mau diet lagi." Kata Sahara yang membuat Arjuna berdecak kesal
Dengan segera dia berbalik dan menatap istrinya dengan galak lalu mencubit pipinya gemas.
"Jangan berani lakukan hal itu." Ancam Arjuna
"Ihh terus gimana? Aku gak punya gaun." Kata Sahara
"Ya ampun Ra ini satu lemari penuh gaun kamu semua kan? Tenang jangan panik kita cari satu-satu oke?" Kata Arjuna
Dengan wajah cemberut Sahara hanya mengangguk patuh dan membiarkan sang suami mencarikan gaun di dalam lemarinya. Di kamar mereka memang ada dua lemari pakaian satu lemari yang besar untuk baju dia dan sang suami lalu lemari satu lagi khusus untuk gaun-gaun yang sering Sahara gunakan kalau ke pesta atau acara fashion show.
"Aku gak mau pakai warna putih apalagi hitam!" Kata Sahara
"Iya sayangg"
Satu persatu gaun yang ada dilemari Arjuna keluarkan dan dia berdecak kesal ketika rata-rata gaun itu di atas lutut dengan bahu terbuka.
Dia bisa mengamuk kalau sampai Sahara memakainya lalu menjadi santapan mata-mata nakal pria ketika di pesta.
Arjuna hampir menyerah, tapi matanya menangkap gaun berwarna merah muda yang panjang dan tidak terlalu terbuka dan tanpa berfikir lagi Arjuna langsung mengambilnya.
"Coba yang ini." Kata Arjuna
Mata Sahara berbinar melihat gaun kesukaannya yang sejak tadi dia cari.
"Mas Juna dapat dari mana?" Tanya Sahara
"Dari dalam lemari memang dari mana lagi?" Kata Arjuna sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Tadi Ara cari tidak ada." Kata Sahara dengan bibir mengerucut
"Makanya cari sambil diam dan biarkan mata kamu saja yang fokus jangan mencari sambil terus bicara atau menggerutu." Kekeh Arjuna
Memasang wajah sebalnya Sahara langsung pergi ke kamar mandi dan membuat Arjuna tertawa kecil melihatnya.
Salah satu kebiasaan Sahara sekarang adalah mencari sesuatu sambil mengomel Arjuna pernah diomeli habis-habisan hanya karena bertanya dimana jam tangannya.
'Makanya Mas kalau sudah ditaruh lagi ditempatnya jangan asal dibuka dan taruh sembarangan, kalau udah gak ada bingung sendiri kan?'
Terkadang Arjuna merasa lucu dan ingin tertawa kalau Sahara sudah mengomel apalagi kalau memarahi anak-anaknya yang tidak bisa diam.
'Astaga kalian ini kenapa berantem terus? Angga sudah Mami bilang mengalah sama adiknya dan Alana sudah Mami bilang jangan ganggu Kakaknya terus'
Sesaat setelahnya Arjuna tersentak dengan pintu kamarnya yang dibuka dan Alana yang berlari masuk ke dalam bersama dengan Airlangga.
"Papi Papi kapan kita belangkat? Ana mau lihat Ante Jani." Kata Alana dengan tatapan lugunya
"Sabar ya sayang Mami lagi ganti baju." Kata Arjuna
Alana mengangguk faham.
"Papi Ana cudah cantik belum?" Tanya Alana
Arjuna tersenyum melihatnya, Alana selalu cantik bahkan ketika dia baru bangun tidur.
"Tentu saja sayang sekarang Ana terlihat seperti barbie." Kata Arjuna
Tersenyum senang Alana menghampiri Arjuna yang sedang duduk di tepian ranjang lalu naik ke pangkuannya.
Beberapa saat setelahnya Sahara keluar dengan gaun yang terlihat pas ditubuhnya dan membuat Arjuna lagi dan lagi jatu cinta padanya. Saat menangkap sosok kedua anaknya Sahara tersenyum lalu berjalan ke meja riasnya untuk memakai bedak serta lipstik.
__ADS_1
Sebenarnya dia ingin berdandan, tapi Arjuna melarangnya dan malah mengatakan hal yang cukup menyebalkan untuknya.
'Nanti banyak yang memperhatikan kamu aku tidak suka'
Sahara hanya bisa menurut dan setelah selesai dia meraih tasnya lalu menghampiri suami juga anak-anaknya.
"Mami cudah?" Tanya Alana yang dijawab dengan anggukan olehnya
Tersenyum senang Alana langsung turun dari pangkuan Arjuna dan menghampiri Sahara yang sekarang menggenggam tangannya.
Bersama-sama mereka segera berangkat ke rumah keluarga Wijaya dan selama perjalanan Alana dan Airlangga yang duduk dibelakanh terus berceloteh hingga membuat perjalanan mereka terasa begitu ramai. Melihat anak-anaknya yang akur Sahara sangat senang dia pusing kalau Airlangga dan Alana sudah bertengkat apalagi kalau Alana sampai menangis, kepalanya seperti mau pecah.
'MAMI KAKAK NAKAL! DIA NAKAL TADI KITA MAIN TERUS....'
Kalau sudah sangat kesal Alana akan berteriak lalu menghampirinya dan bercerita dengan suara yang keras, tapi kemudian Airlangga akan datang untuk membela dirinya.
Dan saat itulah keributan terjadi.
"Kakak jangan cubit cakitt." Rengek Alana membuat Sahara secara refleks menoleh
Dia dapat melihat Airlangga yang sekarang malah menunjukkan cengirannya sambil mengusap pipi Alana dengan lembut.
"Angga"
"Maaf Mami habisnya Angga gemas sama Ana." Kata Airlangga
"Mami Kakak cubit pipi Ana cakit." Adu Alana dengan wajah sedihnya
Belum sempat menjawab Airlangga sudah lebih dulu mencium pipi adiknya.
"Iya maaf"
Alana mengerucutkan bibirnya kesal lalu balas mencubit Airlangga membuat Sahara menggelengkan kepalanya pelan.
"Udah dong anak-anak Mami jangan sering berantem kan mau punya adik masa masih kayak gitu." Kata Sahara dengan lembut
Bukan diam keduanya malah saling menyelahkan dan membuat Sahara juga Arjuna tertawa kecil melihatnya.
Airlangga langsung menepis jari itu dan membela diri.
"Bohong Mami"
"Benal Mami bukan Ana, tapi Kakak." Kata Alana lagi
"Tidak Mami"
"IYA!"
"Tidak Ana!"
"Iyaaa! Pokoknya iya!" Kata Alana kekeh
"Ada apa adik? Kalian tidak mau bertemu Ana sama Angga, kenapa? Karena mereka nakal?" Kata Sahara sambil mengusap perutnya
Arjuna tersenyum penuh arti melihatnya.
Salah satu cara kedua anaknya diam dan akur.
Berhasil keduanya langsung diam dan menatap Sahara dengan sedih membuat wanita itu tersenyum penuh arti. Belum terbayang akan seramai apa rumahnya kalau bayi dikandungannya ini lahir ke dunia.
Kedua anaknya saja sudah membuat suasana rumah sangat ramai dan bagaimana kalau ditambah lagi dengan bayi dikandungannya.
Pasti akan bertambah suara teriakan, rengekan, dan sepertinya anak-anaknya akan semakin manja padanya. Seperti awal kelahiran Alana dulu Airlangga sering sekali bersikap manja padanya dan hanya ingin menempel terus padanya bahkan Arjuna sampai pusing sendiri.
'Mami! Ndak mau Papi!'
Tapi, sepertinya tidak akan sampai begitu karena sekarang kedua anaknya sudah cukup besar berbeda ketika Alana lahir yang mana Airlangga baru berusia kurang lebih dua tahun.
"Mami jangan bilang gitu cama adiknya Ana." Rengek Alana
"Makanya jangan berantem terus dong sama Kakak." Kata Sahara
__ADS_1
Alana menganggukkan kepalanya lalu memeluk Airlangga dari samping dan Kakaknya itu juga hanya diam.
"Cudah gak belantem lagi cekalang Ana pelukan cama Kakak." Kata Alana
Mendengar hal itu Arjuna dan Sahara tertawa.
Ya ampun Alana benar-benar menggemaskan.
¤¤¤
Pesta pertunangan Anjani digelar dengan cukup meriah ada banyak tamu yang berdatangan terutama teman-teman kantor Anjani juga rekan kerja Abian. Berdampingan dengan Julian di atas sana Anjani terlihat cantik dengan gaun putih serta riasan tipis diwajahnya.
Senyuman manis selalu Anjani tunjukkan karena dia merasa sangat bahagia bisa sampai ke titik ini bersama Julia, kekasih tercintanya. Meskipun hubungan mereka sempat kandas, tapi Julian berhasil menarik kembali Anjani ke hidupnya dan membuat Anjani kembali jatuh cinta padanya.
"Araaaa"
Seruan Anjani terdengar ketika melihat sahabat baiknya bersama sang Kakak juga dua keponakannya yang baru saja datang dan dengan penuh semangat Anjani memeluk Sahara dengan erat. Melihat kebahagiaan di mata Anjani membuat Sahara juga ikut merasa bahagia karena dia tau betapa hancurnya Anjani ketika gadis itu putus dengan Julian.
Anjani sangat mencintai Julian.
"Haii adik iparr selamat yaa atas pertunangannya kalian harus cepat menikah dan berikan keponakan untuk aku." Kata Sahara membuat Anjani tersenyum mendengarnya
"Makasih Ra karena selalu ada untuk aku dan dengerin semua keluh kesah aku." Kata Anjani dengan mata berkaca
Selama ini memang Sahara satu-satunya orang yang bisa dia percaya selain keluarganya.
"Kamu juga melakukan hal yang sama untuk aku Jani, jangan nangis nanti make up kamu luntur." Canda Sahara
Tertawa kecil Anjani menatap Kakaknya yang tengah tersenyum penuh arti lalu berjalan mendekat dan memeluk adiknya dengan sayang. Sebenarnya Arjuna menolak ketika Anjani berbaikan dengan Julian dan menjalin sebuah hubungan lagi, tapi dia bisa apa kalau kebahagiaan Anjani ada pada pria itu.
Meskipun sempat ragun kini Arjuna mulai percaya setelah melihat raut wajah penuh kebahagiaan di mata keduanya serta tatapan penuh cinta mereka.
"Bahagia selalu Anjani jangan pernah ragu untuk cerita semua masalah kamu sama Kakak." Kata Arjuna
"Hmm tentu saja Kak." Kata Anjani
Mengusap sayang puncak kepala adiknya Arjuna kini menatap Julian dengan penuh ancaman.
"Jangan berani sakiti Anjani lagi karena aku tidak akan memaafkan kamu lagi kalau sampai hal itu terjadi, air mata Anjani hanya boleh keluar karena bahagia bukan karena sakit hati atau terluka." Kata Arjuna tegas
Julian menatap dengan penuh keseriusan lalu mengangguk pasti, dia juga tidak akan pernah mengulang kesalahan yang sama.
"Awas ya Julian kalau kamu bikin adik ipar aku nangis." Kata Sahara dengan wajah galaknya
Julian tertawa kecil lalu mengangguk dan mengatakan kakau hal itu tidak akan terjadi lagi.
"Antee Janii cantik cekali"
Suara Alana membuat mereka semua mengalihkan pandangannya ke arah gadis kecil yang terlihat begitu menggemaskan.
"Anaa sayangg"
Sedikit menunduk Anjani memeluk Alana dengan sayang lalu mencium pipinya gemas.
"Ana juga cantik sekali." Kata Anjani
"Paman itu pacal Ante ya?" Tanya Alana
"Iyaa ganteng kan?" Tanya Anjani
Alana tersenyum lebar lalu menganggukkan kepalanya.
"Tapi Papi lebih ganteng"
Alana selalu tau cara membuat orang-orang tersenyum hanya karena ucapannya.
¤¤¤
Kapan lagi aku update jam segini😂
Happu readinggg❤
__ADS_1