
Pergerakan sang kekasih yang tiba-tiba menciumnya benar-benar membuat Sahara malu dan mendadak jadi canggung untuk bicara sehingga dia hanya diam dengan wajah yang memerah, ciuman pertamanya sudah dicuri. Disebelahnya Arjuna menatap Sahara dengan senyuman yang begitu lebar menikmati wajah cantik Sahara yang memerah karena perbuatannya.
Sebenarnya Arjuna juga ragu bahkan sampai sekarang detak jantungnya masih menggila, tapi menatap Sahara membuatnya begitu bahagia. Setelah resmi menjadi kekasih wanita itu Arjuna merasa sangat bersemangat dan selalu ingin melihat wajah Sahara, tidak ingin melepaskan pandangannya barang hanya sedetik.
Sangat jarang sekali dia melihat Sahara dengan wajah memerah seperti ini biasanya wajah memerah itu hanya akan muncul ketika wanita itu marah, bukan karena merasa malu seperti sekarang.
"Ra kok diam saja? Sakit ya?" Tanya Arjuna yang dengan sengaja meletakkan tangannya didahi Sahara
Kembali tersentak Sahara menjauhkan wajahnya lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Wajah kamu merah? Kamu sakit ya?" Tanya Arjuna lagi sambil mendekatkan wajahnya
"Ishh jangan dekat-dekat nanti wajah Ara semakin merah." Kata Sahara dengan wajah yang kembali merona
Mendorong dahi Arjuna dengan telunjuknya Sahara menghela nafasnya panjang berusaha menetralkan detak jantungnya yang semakin menggila.
"Kenapa? Kamu pasti sakit kan? Pusing ya? Atau kamu demam?" Tanya Arjuna yang sengaja ingin membuat kekasihnya itu kesal
"Ini tuh karena Kak Juna makanya muka Ara merah!" Seru Sahara membuat Arjuna merasa terkejut ketika mendengarnya
"Kok aku?" Kata Arjuna tidak terima disalahkan
"Karena Kakak cium Ara jadinya Ara malu! Siapa yang ajarin coba cium-cium kayak gitu?" Kata Sahara dengan wajah cemberutnya
Tertawa kecil Arjuna kembali mendekatkan wajahnya lalu membisikkan sesuatu.
"Kata kamu kalau mau cium boleh"
Merasa tidak tahan lagi Sahara mendorong Arjuna agar menjauh lalu berdiri dengan wajah yang semakin memerah membuat kekasihnya tertawa dan menarik tangan Sahara agar kembali duduk.
"Mau kemana hmm?" Tanya Arjuna
"Mau kabur! Malas diledekin terus." Kata Sahara sambil memalingkan wajahnya
"Lucu banget kalau ngambek." Kata Arjuna sambil mencubit pipi Sahara pelan
Menatap Arjuna dengan garang Sahara mencubit pria itu dengan cukup kuat membuat Arjuna meringis kesakitan, tapi setelahnya tertawa karena melihat wajah Sahara yang begitu lucu.
"Sakit sayang"
Lagi, wajah Sahara kembali merona lagi karena suara lembut kekasihnya.
"Kak Juna diam!" Kata Sahara
"Kenapa sih Ra? Sini peluk dulu, pacar aku lagi ngambek ya?" Kata Arjuna membuat bibir Sahara mengerucut sebal
"Sana Kakak pulang saja." Usir Sahara
"Gak mau Ra aku maunya disini saja sama kamu." Kata Arjuna sambil menarik Sahara kedalam pelukannya
Jantung keduanya kembali menggila ketika mereka berpelukan, kebahagiaan yang dirasakan juga semakin bertambah besar. Keduanya benar-benar dua orang yang sedang dilanda asmara dan tidak ingin dipisahkan meski hanya sebentar saja.
__ADS_1
Berada disamping Sahara membuat hati Arjuna menghangat dan fikirannya kosong, dia tidak lagi memikirkan masalah perjodohan yang membuatnya sakit kepala.
Dia hanya ingin mengingat Sahara.
"Sebelum pulang kita ke taman yuk Ra?" Ajak Arjuna membuat Sahara yang tadinya cemeberut langsung menatapnya dengan antusias
"Ayuk"
Setelah itu keduanya benar-benar pergi ke taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari butik Sahara, mereka berjalan dengan tangan yang saling menggenggam dan sama-sama menikmati waktu kebersamaan mereka. Sepanjang perjalanan Sahara terus bercerita tentang kegiatannya kepada Arjuna, melaporkan semua hal yang dia lakukan meskipun kekasihnya tidak meminta.
Sekitar kurang lebih lima menit keduanya sampai di taman yang sore ini terlihat cukup ramai, tapi Sahara malah senang dia suka tempat ramai. Masih dengan saling menggenggam keduanya berjalan beriringan sambil mengobrol dan sesekali tertawa menikmati momen kebersamaan ini dengan penuh kebahagiaan.
Sampai akhirnya Arjuna mengajak Sahara untuk duduk selagi dia pergi membelikan minuman lalu kembali dan mendudukkan dirinya disamping Sahara.
"Aku dulu suka ke taman sama Mommy dan Daddy terus main sepeda." Kata Sahara ketika ingatan masa kecilnya datang
"Terus jatuh dan nangis." Lanjut Arjuna membuat Sahara langsung menatapnya
Bagaimana dia bisa tau?
"Mami mertua yang kasih tau." Kata Arjuna seolah dapat membaca fikiran kekasihnya
"Kakak ini kepo sekali ya? Nanya apa saja sama Mommy?" Tanya Sahara dengan wajah kesalnya
"Banyak, Mami kamu juga pernah bilang kalau waktu kecil kamu pernah nabrak tanaman Oma kamu sampai rusak." Kata Arjuna sambil tertawa kecil
"Ishh kepo banget sih." Kata Sahara sambil memukul lengannya cukup kuat
"Kalau sekarang?" Tanya Sahara
"Sekarang nyebelin." Kata Arjuna membuat Sahara semakin kesal dam memukul lengannya berkali-kali
"Kakak tuh yang nyebelin!" Kata Sahara galak
Tertawa kecil Arjuna menangkap tangan Sahara lalu menggenggamnya untuk menghentikan pukulan yang kekasihnya berikan karena sekarang pukulannya cukup kuat.
"Ra besok-besok kamu gak usah mobil aja biar aku yang antar sama jemput." Kata Arjuna mulai mengalihkan pembicaraan
"Tidak Kak aku bawa mobil sendiri saja lagi pula kalau pagi aku selalu antar Vina sama Vano ke sekolah." Kata Sahara sambil tersenyum kecil
Dia tidak mau merepotkan atau memperlakukan Arjuna layaknya supir yang akan selalu mengantar serta menjemputnya kemanapun. Sahara tidak mau, selagi dia bisa pergi sendiri makan dia akan pergi sendirian lagi pula dia sudah besar dan selalu berhati-hati.
"Hmm yaudah kalau itu mau kamu." Kata Arjuna yang tidak ingin memaksa
"Tidak perlu antar jemput yang penting kalau makan siang Kakak selalu datang." Kata Sahara dengan semangat
"Kalau yang itu sudah pasti." Kata Arjuna sambil mengacak rambut hitam Sahara dengan gemas
Tersenyum senang keduanya kembali mengobrol tentang banyak hal sampai akhirnya ketika hari sudah semakin sore Arjuna mengajak Sahara untuk kembali karena langit terlihat mendung.
"Mau hujan kayaknya Ra kita balik ke butik kamu yuk." Kata Arjuna
__ADS_1
Berdiri dari tempatnya duduk Arjuna kembali membawa tangan mungil Sahara kedalam genggamannya dan dengan langkah beriringan keduanya meninggalkan taman. Namun, baru separuh perjalanan hujan turun secara tiba-tiba membuat Arjuna langsung mengajak Sahara berlari untuk berteduh.
Setelah menemukan tempat yang cukup untuk dijadikan tempat berteduh Arjuna membawa Sahara kedalam rangkulannya membuat Sahara merasa begitu terlindungi. Langit yang semakin menggelap dan turun hujan itu kini juga mulai mengeluarkan suara gemuruh yang cukup besar.
Di tempat mereka berteduh hanya ada beberapa orang karena tempatnya yang memang tidak terlalu besar dan disebelahnya Arjuna menghela nafasnya pelan, mengira jika hujan ini akan cukup lama untuk reda. Melepaskan jas yang dia kenakan Arjuna menyampirkannya di tubuh Sahara membuat wanita itu mendongak dan tersenyum sambil menatapnya.
"Dingin ya Ra? Maaf harusnya aku ajak kamu pulang dari tadi dan bukan malah ajak ke taman." Kata Arjuna
Wajah Arjuna yang terlihat bersalah membuat Sahara tersenyum dan merasa terharu dengan sikap Arjuna, dia benar-benar tidak ingin Sahara terluka.
"Kenapa minta maaf? Ara suka kok jalan-jalan ke taman dan Ara juga tidak kedinginan pasti sekarang malah Kakak yang dingin." Kata Sahara sambil merapatkan tubuhnya kepada Arjuna dan memeluknya dari samping
"Kalau hujannya lama gimana Ra? Nanti kamu sakit." Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya kesal
"Gak akan aku kan kuat." Kata Sahara
Tetap saja perkataan Sahara tidak bisa membuatnya merasa lebih baik, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Sahara.
"Kak aku gak papa lagian waktu kecil aku malah suka main hujan-hujanan." Kata Sahara sambil tersenyum manis
Menurunkan pandangannya Arjuna ikut tersenyum ketika melihat senyuman kekasihnya, dia jadi ingin menciumnya.
Sial, berani-beraninya otaknya berfikir seperti itu!
"Ra aku jadi mau cium kamu"
Double sialan sekarang malah mulutnya yang tidak bisa dikontrol.
Tapi, bukan malu Sahara malah tertawa kecil dan mengatakan hal yang membuat Arjuna bingung.
"Jangan Kak nanti kita viral." Kata Sahara
"Viral?"
"Iya, nanti ada yang foto atau vidioiin kita ciuman gimana? Terus besoknya bakal ada berita judulnya gini 'Dimabuk asmara sepasang kekasih ini nekat berciuman di tengah hujan dan petir' kan gak banget"
Perkataan Sahara benar-benar membuat tawa Arjuna pecah, bagaimana wanita itu bisa berfikir sampai kesana?
"Kamu tuh bisa aja sih Ra." Kata Arjuna masih dengan tawanya
"Ya bener geh aku gak mau kalau kayak gitu"
Sahara dan pola fikirnya yang sulut ditebak juga menjadi salah satu alasan Arjuna tidak bisa melupakannya.
Berciuman di tengah hujan dan petir?
Astaga Sahara benar-benar membuatnya gila.
¤¤¤¤
Sahara pasti ketularan Daddy Daffa kalau ngomong suka aneh-aneh😂
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya yaaaa😄