
Tumbuh menjadi anak yang manja Sahara sempat membuat kedua orang tuanya khawatir ketika membayangkan anak itu memiliki seorang anak yang berarti Sahara harus mengurus dan merawatnya dengan baik, bisa dibilang tugasnya pun bertambah menjadi seorang Ibu juga istri bagi keluarganya. Namun, semua itu ternyata hanya ketakutan semata karena ketika menikah Sahara sudah berubah banyak dan ketika memiliki seorang anak Sahara pun menjadi lebih dewasa dia bisa menjadi seorang Ibu dan istri yang baik.
Melihat kebahagiaan anak mereka membuat Daffa dan Fahisa merasa begitu senang juga lega karena salah satu anaknya telah berkeluarga. Keduanya sangat senang apalagi setiap kali Sahara dan Arjuna membawa anak mereka untuk berkunjung ke rumah.
Sudah lama tidak merasakan kehadiran seorang bayi lucu membuat keduanya sangat antusias bahkan setiap kali kesana Airlangga hanya akan berada di dalam dekapan keduanya.
Seperti sekarang ketika akhir pekan datang Arjuna mengajak istrinya untuk mengunjungi rumah Daffa dan benar saja saat sampai mereka disambut dengan sangat antusias, baik oleh Daffa dan Fahisa ataupun si kembar yang sudah tumbuh dewasa.
"Hayy cucu Mommy sudah besar." Kata Fahisa senang
Dia mengambil alih cucunya dari gendongan Sahara yang membuat si kecil Airlangga sedikit merengek, tapi hanya sesaat karena Fahisa selalu berhasil menenangkannya.
"Daddy apa kabar?" Tanya Sahara sambil memeluk Daffa
Ya, tapi tetap saja di mata Daffa anaknya tetap si kecil yang manja dan cerewet.
"Baik, Daddy senang sekali kalian datang." Kata Daffa membuat Arjuna dan Sahara tersenyum saat mendengarnya
Sebelumnya Arjuna sudah mengatakan bahwa setiap akhir pekan mereka akan bergantian mengunjungi rumah orang tua mereka dan Sahara sangat menyukai ide itu.
"Fahisa biarkan aku menggendong cucuku juga." Kata Daffa ketika Sahara melepaskan pelukannya
"Tidak, Angga akan menangis kalau sama Mas Daffa." Kata Fahisa membuat suaminya berdecak kesal dan menghampirinya
"Fahisa aku juga merindukan cucuku." Kata Daffa
Sahara tertawa kecil melihatnya begitu pun dengan Arjuna.
Kedua orang tua mereka sangat bahagia dengan kehadiran si kecil Airlangga dan keduanya pun senang bisa menjadi alasan dari kebahagiaan itu.
"Mereka akan merebut Angga sampai kita pulang nanti." Kekeh Sahara
"Mungkin kita harus buatkan satu lagi biar mereka tidak berebut untuk menggendong Angga." Canda Arjuna membuat raut wajah Sahara berubah seketika
"Mas Juna jangan mulai!" Kata Sahara
Arjuna tertawa sambil merangkul istrinya dan mengajak Sahara untuk bergabung dengan mertuanya yang sedang sibuk bermain bersama si kecil.
Si kecil Airlangga sedang berjalan menghampiri Daffa yang memegang sebuah bola, raut wajah si kecil terlihat begitu antusias.
"Sini sayang sama Opa kita main bola." Kata Daffa
Sahara tersenyum senang ketika melihatnya, Daddy nya sangat bahagia.
Saat si kecil Airlangga sudah mendekat Daffa membawa anak itu ke dalam dekapannya dan menciumi pipinya dengan gemas, persis seperti yang dulu dia lakukan pada Sahara.
"Daddy awas nanti dia nangis." Kata Sahara sambil tersenyum
"Tidak akan." Kata Daffa dengan penuh percaya diri
Tapi, beberapa saat setelah mengatakannya suara tangis Airlangga terdengar membuat Sahara terkekeh ketika melihat wajah panik Daddy nya.
Menggelengkan kepalanya pelan Sahara kemudian menoleh ketika mendengar suara adiknya dari belakang dan dia dapat melihat Devina yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Kak Araaa"
Sahara sangat senang dan langsung memeluk adik perempuannya itu dengan erat, dia sangat-sangat merindukan Devina.
"Habis dari mana kamu?" Tanya Sahara ketika sudah melepaskan pelukannya
"Habis jogging sama Vano." Kata Devina
__ADS_1
Tak lama setelah itu Devano muncul dengan tubuh yang penuh keringat, astaga ternyata adiknya sangat tampan dia pasti menjadi pusat perhatian kalau ada wanita yang melihatnya.
Lihatlah betapa mempesonanya Devano yang memakai kaos putih serta celana pendek dengan rambut basah yang berantakan juga tubuh kekarnya.
Benar-benar duplikat Daffa.
Devano menghampiri keduanya dan menyapa mereka, tapi menolak ketika Sahara ingin memeluknya dengan alasan dia masih bau keringat.
Kenapa Devina sama sekali tidak berkeringat?
"Kenapa kamu tidak terlihat seperti habis jogging Vina?" Tanya Sahara membuat adiknya itu menunjukkan cengirannya
"Dia hanya pergi sama aku lalu duduk di taman dan main ponsel yang berkeringat hanya jari tangannya." Kata Devano dengan wajah datarnya
Devina melotot ketika mendengar perkataan dari saudara kembarnya, sedangkan Sahara dan Arjuna justru tertawa.
Tapi, wajah Devina langsung sumringah ketika melihat si kecil Airlangga yang sedang bermain bersama Daffa dan Fahisa.
"Heyy gantengg"
Devina berlari kecil menghampiri mereka, sedangkan Devano memilih untuk mandi terlebih dahulu.
Perlu kalian tau jika Devano sangat rapih dan bisa dibilang terlalu bersih kalau menurut Sahara.
"Devina persis seperti kamu ya Ra? Cerewet sekali." Kekeh Arjuna ketika melihat Devina yang terus berbicara disana
Bibir Sahara mengerucut ketika mendengarnya, dia suka disamakan dengan adiknya, tapi kata cerewet itu membuat Sahara kesal.
Dia tidak secerewet itu padahal.
Memang dia cerewet ya?
Memang banyak yang bilang begitu padanya dan Sahara senang kok disamakan dengan Devina.
"Mas Juna mau tau? Orang-orang malah mengira yang kembar itu aku sama Vina dan Vano itu adalah Kakaknya." Kata Sahara membuat Arjuna terkekeh ketika mendengarnya
Tidak heran sebenarnya, Devina dan Sahara memiliki tinggi badan yang hampir sama selain itu wajah mereka dan sikap mereka pun mirip.
Sedangkan Devano meskipun dia adalah saudara kembar Devina, tapi tubuhnya sangat tinggi dan besar ditambah lagi Devano sering berolahraga hingga membuat tubuhnya terlihat sangat kekar.
Tidak heran kalau Devano lebih terlihat seperti seorang Kakak.
Apalagi kalau orang-orang melihat tingkah manja Devina dan Sahara ketika di rumah mereka pasti akan sangat yakin jika mereka adalah adik Devano.
"Devano memang lebih terlihat seperti seorang Kakak." Kata Arjuna
Sahara hanya menanggapinya dengan senyuman lalu dia mengajak Arjuna untuk bergabung bersama yang lainnya.
Akhir pekan yang menyenangkan untuk mereka semua.
¤¤¤
Makan malam bersama keluarganya merupakan salah satu hal yang Sahara rindukan dan kembali merasakan hal itu sekarang membuatnya sangat bahagia apalagi kini ada Arjuna dan anaknya yang ikut serta. Malam ini Fahisa memasak cukup banyak makanan dan tadi Sahara pun ikut membantu membuat Fahisa tersenyum senang melihat anaknya yang sudah pandai memasak.
Daffa merasa sangat senang hari ini karena rumahnya kembali ramai dengan kehadiran keluarga kecil anaknya.
Hari ini Daffa bersenang-senang bersama cucunya dia mengajak si kecil Airlangga bermain hingga berenang, benar-benar hari yang sempurna untuknya.
Sepanjang hari si kecil Airlangga bermain dan Sahara hanya bisa melihat mereka sambil sesekali mengobrol dengan kedua adiknya atau Arjuna.
"Ara terima kasih ya karena sudah datang." Kata Fahisa sambil tersenyum manis
__ADS_1
Senyuman yang membuat Sahara mengerti arti betapa berharganya seorang Ibu dihidupnya.
"Emm aku sama Mas Juna sudah memutuskan kalau setiap akhir pekan kamu akan bergantian pergi ke rumah Daddy juga Mami Clara." Kata Sahara
Daffa dan Fahisa tersenyum ketika mendengarnya.
Mereka sempat takut kalau Sahara akan jarang datang ketika sudah menikah nanti, tapi sekali lagi dugaan mereka salah.
Sahara cukup sering datang bersama sang suami dan juga anaknya.
"Kak Ara kapan kita ke mall lagi?" Tanya Devina dengan antusias
"Emm kalau kamu libur sekolah oke? Kita jalan-jalan dan kita akan ajak Angga juga nanti." Kata Sahara membuat Devina tersenyum senang ketika mendengarnya
Setelah itu mereka melanjutkan makan malam ini dengan penuh kehangatan sambil sesekali mengobrol tentang beberapa hal.
Beberapa saat seusai makan malam Sahara dan Arjuna berpamitan untuk pulang karena hari sudah semakin malam.
"Hati-hati dijalan ya sayang." Kata Fahisa sambil memeluk Sahara dengan erat
"Emm Ara pulang dulu ya Mommy nanti Ara sama si kecil main lagi." Kata Sahara
Sahara melambaikan tangannya lalu bersama Arjuna memasuki mobil dan berlalu pergi dari rumah besar Daffa.
Hari ini dia sama sekali tidak merasa lelah karena Sahara sama sekali tidak menjaga si kecil Airlangga yang sejak tadi sangat sibuk bermain bersama kedua orang tuanya.
Di dalam dekapannya tiba-tiba saja Airlangga menangis, mungkin dia mengantuk dan ingin tidur.
"Kenapa baby? Kamu lelah hmm? Mau tidur sayang?" Tanya Sahara dengan lembut
"Apa kita perlu berhenti Ra?" Tanya Arjuna yang takut kalau istrinya merasa kesulitan
"Emn tidak perlu Mas aku tadi sudah buat susunya kok." Kata Sahara
Dengan hati-hati Sahara mengambil susu yang dia letakkan dalam tas dan memberikannya kepada Airlangga yang langsung diam dalam sekejap.
Senyum Sahara mengembang dia mengusap sayang kepala anaknya yang tampak tenang.
"Kamu mengantuk ya? Pasti lelah kan bermain sama Oma dan Opa." Kata Sahara
"Sepertinya dia akan tidur nyenyak." Kata Arjuna yang ditanggapi dengan gumaman oleh istrinya
"Lihat Mas dia sudah tidur." Kata Sahara sambil tersenyum penuh arti
"Bukankah dia tumbuh dengan cepat Ra?" Kata Arjuna yang disetujui oleh Sahara
Sahara juga merasa kalau anaknya tumbuh dengan cepat, rasanya baru kemarin Airlangga baru belajar merangkak dan sekarang si kecil ini sudah bisa berjalan juga mulai belajar bicara.
"Kamu lelah Ra?" Tanya Arjuna
Mengalihkan pandangannya ke arah sang suami Sahara dapat memahami arti tatapan itu dan dengan senyum manisnya Sahara menggelengkan kepalanya pelan.
"Emm tidak"
Semoga Airlangga akan tidur nyenyak malam ini.
¤¤¤
Yeeee updateeee😶
Aku mau bikin cerita baru lagi, kira-kira tentang siapa yaa??
__ADS_1