Sahara In Love

Sahara In Love
39 : Devano


__ADS_3

Perlahan mata indah itu terbuka dan samar-samar dia mulai melihat langit-langit ruangan dimana dia berada sekarang. Kepalanya terasa begitu berat hal terakhir yang dia ingat adalah pukulan keras dipipinya dan tarikan kasar pada tangannya.


Dia tidak tau apa yang terjadi sampai dia kehilangan kesadarannya dan berakhir dengan berada di ruangan ini. Tempat ini adalah sebuah kamar yang cukup mewah, tapi tetap saja dia merasa begitu takut dan ingin pergi.


Suara gemiricik air memasuki pendengarannya, pria itu pasti sedang berada di kamar mandi. Matanya menjelajah mencari sesuatu dan dia menemukan sebuah ponsel yang tergeletak di nakas dekat ranjang.


Dengan ragu Sahara mengambilnya, tapi ketika dinyalakan ponselnya terkunci.


Kembali ditaruhnya ponsel itu ke meja. Bangun dari tempat tidur itu Sahara melangkahkan kakinya dengan cepat menuju pintu dan berusaha membukanya, tapi terkunci.


Kembali menghela nafasnya Sahara mencari kunci kamar di setiap sudut kamar. Namun, ketika tengah mencarinya di saku celana milik Kevin pintu kamar mandi terbuka dan pria itu keluar dengan pakaian yang sudah berganti.


"Mencari apa huh?" Tanya Kevin sambil berjalan mendekat


Sahara berjalan mundur dan berkali-kali menarik knop pintu yang sama sekali tidak terbuka.


"Menurutlah agar aku tidak menyakiti kamu Ra." Kata Kevin geram


"Tidak mau! Kak Juna sama Daddy pasti akan datang selamatkan aku!" Pekik Sahara membuat pria itu tertawa meremehkan


"Tidak mungkin Ra, mereka tidak akan pernah tau tempat ini dan kalaupun tau mereka akan terlambat." Kata Kevin dengan seringaiannya


Hanya diam Sahara terus berusaha menarik knop pintu yang justru membuat tangannya sakit membuat Kevin tertawa melihatnya. Mata itu mulai berubah penuh amarah dan dengan sekali sentakan Kevin menarik tangan Sahara kasar membuat wanita itu berhadapan dengannya.


Tubuh Sahara bergetar, dia sangat takut.


Perlahan tangan Kevin terulur untuk menyingkirkan rambut Sahara yang menutupi muka.


Mata Sahara memerah dia ingin menangis karena takut dan marah entah itu kepada Kevin atau dirinya sendiri.


"Aku tidak pernah ingin menyakiti kamu Ra, tapi kamu selalu bersikap menyebalkan dan membuat aku harus bersikap kasar." Kata Kevin


"Kamu brengsek! Kamu laki-laki kurang ajar! Lepasin aku Kevin!" Kata Sahara sambil memberontak hebat


"Diam Ra!"


Tapi, Sahara terus memberontak dan berusaha mendorong Kevin agar menjauh dari tubuhnya.


Merasa kesal karena Sahara terus memberontak Kevin mendorong tubuh Sahara hingga membuat wanita itu jatuh dan menabrak pinggiran meja hingga membuatnya meringis sambil memegangi bahunya yang terasa begitu sakit.


"Awhhh"


"Aku bilang diam Ra! Aku sudah cukup sabar, tapi kamu malah bertingkah dan membuat aku marah!" Geram Kevin


Ikut menundukkan tubuhnya Kevin mencengkram rahang Sahara dan menatapnya dengan begitu tajam membuat air mata Sahara terjatuh begitu saja.


"Simpan air matamu Ra! Berhentilah menangis sebelum aku kembali menyakiti kamu." Tegas Kevin


Isakan Sahara kembali terdengar, dia takut sekali.


Sahara ingin pulang.


Dia tidak ingin pergi kemanapun lagi, Sahara hanya akan di rumah dan tak akan pergi kemanapun.


"Hiks... lepaskan aku...kumohon." Kata Sahara dengan tangisnya


"Kamu tau Ra? Tadinya aku tidak ingin membawa kamu pergi seperti ini, tapi lihat wajahku! Tunangan sialanmu itu memukuliku dan Daddy kamu dia berusaha mencari tau tentangku, mereka berdua ingin menghancurkan aku,"


Ditariknya dagu Sahara agar dia mendongak dan ketika mata sayu Sahara bertemu dengan mata tajam Kevin pria itu menyeringai.


"Tapi, sebelum itu semua terjadi aku yang akan menghancurkan mereka berdua Ra. Kamu tau dengan apa?" Tanya Kevin


Sahara tidak menjawab karena pria itu menjawab sendiri pertanyaan yang diajukannya.


"Dengan kamu Ra"


Sahara kembali menangis dan memberontak ketika dia ditarik secara paksa. Matanya menjelajah mencari sesuatu dan ketika dia menemukan sebuah gelas di nakas tangannya meraih benda itu, tapi sayangnya Kevin lebih sigap dia mengambilnya lebih dulu dan melempar ke sembarang arah.


Prank

__ADS_1


"Jangan pernah melawan Ra! Aku bisa membuat kamu benar-benar menderita." Kata Kevin


Dihempaskan tubuh mungil Sahara ke ranjang membuat tubuh Sahara bergetar hebat dia beringsut mundur dan menangis hebat. Tubuh Kevin mulai mendekat ke arah Sahara membuat wanita itu terus mundur hingga dia tak lagi bisa bergerak mundur.


"Mari kita lihat bagaimana reaksi orang yang paling kamu cintai itu ketika melihat tunangannya bermalam dengan pria lain." Bisik Kevin membuat Sahara menggelengkan kepalanya dengan berurai air mata


"Jangan... hiks.... jangan..."


Tangan Sahara berusaha menahan tubuh Kevin yang mencoba untuk mengikis jarak diantara mereka.


Kini Sahara tak tau lagi apa yang akan terjadi kepadanya.


Bagaimana dia akan berakhir nantinya.


Tapi, sampai saat ini dia masih berharap bahwa seseorang akan datang menolongnya.


"Mari kita habiskan malam ini bersama Ra"


Sahara menggelengkan kepalanya ketika kedua tangannya dicekal dan ketika wajah itu mulai mendekat dia hanya bisa menangis.


Sahara benar-benar akan hancur sekarang.


Dia bukan hanya terluka, tapi telah hancur berkeping-keping.


Jantungnya berdetak dengan begitu cepat ketika pria itu sudah semakin mendekat dan mengikis jarak mereka dan ketika bibir itu berhasil menyentuhnya, air mata Sahara mengalir tanpa henti.


Sampai akhirnya.


Brak


Bersamaan dengan itu suara umpatan terdengar lalu tubuh Kevin ditarik paksa dan dihempaskan hingga terjatuh dari atas ranjang.


"Brengsek"


Sahara menangis, dia memeluk lututnya dan menumpahkan semua air matanya.


Dia selamat.


¤¤¤¤


Sekitar empat puluh lima menit Devano sampai di rumah besar milik keluarga Kevin, dia dapat melihat ada cukup banyak orang yang berjaga disana dan hal itu membuat Devano semakin yakin bahwa Kakaknya ada di dalam. Tanpa fikir panjang Devano mengirim pesan kepada Daffa juga Arjuna mengatakan bawa dia tau dimana Kakaknya berada dan mengirimkan alamatnya kepada mereka.


Devano menggerakkan kedua tangannya, dia sudah lama tidak memukuli orang sepertinya.


Devano menghentikan motornya agak jauh dari gerbang utama.


'Kak tunggu Vano'


Perlahan Devano melangkahkan kakinya, ternyata dia tidak sia-sia belajar bela diri.


Sepuluh menit dalam sepuluh menit Devano harus sudah menemukan Kakaknya dan memberikan pria brengsek itu pelajaran.


Saat salah seorang yang berjaga dipintu melihatnya Devano bersiap dan menghampiri mereka. Suara pukulan berkali-kali terdengar bahkan sesekali Devano juga terpukul hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Cukup lama Devano membuat orang-orang itu sampai tak berdaya, memukuli mereka yang menghalangi jalannya sebelum akhirnya dia menerobos masuk ke dalam.


Sial!


Rumah ini terlalu besar dan terlalu banyak pintu.


Helaan nafas terdengar sebelum Devano berlari dan membuka satu persatu pintu yang ada di lantai utama. Sampai akhirnya sebuah suara masuk ke indra pendengerannya dan dengan segera Devano berlari ke lantai atas.


Ada tiga pintu dan dua pintu pertama tidak dikunci lalu ketika Devano berusaha membuka pintu terakhir, terkunci.


Keyakinannya semakin kuat, Devano berjalan mundur lalu mendobrak pintu itu dan hal pertama yang dia lihat benar-benar menyulut emosinya.


Pria itu berusaha melecehkan Kakaknya.


Dengan sekali sentakan Devano mendorongnya hingga pria itu terjatuh ke ranjang lalu memukuli pria itu tanpa henti.

__ADS_1


"Brengsek!"


Berkali-kali pukulan keras itu dia layangkan dan bersamaan dengan itu suara sirine terdengar.


Daffa dan Arjuna pasti sudah sampai.


Melayangkan pukulan terakhirnya Devano menghampiri sang Kakak yang sedang menangis.


"Kak Ara"


Sahara mendongak dan bersamaan dengan itu Daffa juga Arjuna serta beberapa polisi masuk ke dalam lalu mengamankan Kevin yang terlihat tidak berdaya akibat pukulan Devano.


Air mata Sahara kembali mengalir lalu Arjuna langsung membawanya ke dalam pelukan memberikan kehangatan dan ketenangan kepada wanitanya.


"Maaf Ra maaf"


Arjuna sangat menyesal dan merasa begitu bodoh karena membiarkan Sahara sampai terluka juga menangis seperti sekarang.


Tidak ada sepatah katapun yang keluar hanya ada isakan bahkan tubuh Sahara terasa sangat lemas sekarang meski hanya untuk membalas pelukan dari Arjuna.


Dia mendongak dan menatap Daffa juga Devano.


Senyuman tipis mulai terbentuk.


Lalu mata sayu itu terlihat semakin lemah dan penglihatan Sahara juga semakin meredup bersamaan dengan kesadarannya yang terenggut.


Dan satu-satunya hal yang dia dengar hanyalah mereka yang memanggil namanya.


¤¤¤¤


Sudah satu jam sejak Sahara dibawa pulang ke rumah dan selama itu juga Sahara masih belum sadar. Wajahnya pucat dan sudut bibirnya juga terluka membuat Fahisa tidak ingin beranjak sedikitpun dari sisi anaknya.


Dia akan benar-benar mendiamkan Daffa dan Arjuna.


Kedua pria itu benar-benar keterlaluan. Seharusnya kalau tidak bisa menjaga Sahara langsung jangan biarkan dia pergi bahkan meskipun ada dua atau lima atau sepuluh penjaga sekalipun.


Daffa dan Arjuna pergi ke kantor polisi. Sedangkan di kamar Fahisa bersama dengan kedua anaknya menunggu Sahara sampai sadar.


"Akhh sakit Vin"


Fahisa menoleh ketika mendengar suara ringisan Devano dan dia melihat Devina sedang mengobati saudara kembarnya.


Memang ada beberapa luka dan memar di wajah Devano.


Kembali mengalihkan pandangannya Fahisa membulatkan matanya ketika mata Sahara perlahan terbuka.


"Ara? Kamu sudah bangun?" Tanya Fahisa lembut dan penuh kecemasan


Sahara hanya mengangguk lemah dan kedua adiknya langsung datang menghampiri.


"Kakak sudah bangun?" Tanya keduanya bersamaan


Sahara kembali mengangguk, tapi wajahnya berubah sendu ketika melihat luka diwajah Devano.


"Vano"


"Iya Kak?" Tanya Devano yang langsung mendudukkan dirinya disisi ranjang


"Terima kasih sudah menyelamatkan Kakak"


Devano mengangguk dengan senyuman dan tak lama kemudian pintu kamar terbuka menunjukkan Arjuna juga Daffa yang masuk ke dalam.


Wajah Fahisa berubah dan dengan nada dingin dia menyuruh keduanya untuk keluar.


"Pergilah Ara harus istirahat!"


¤¤¤¤


Kan Mommy Hisa marahhh😈

__ADS_1


Makasih untuk kalian yang selalu menunggu cerita ini update❤


Love youu😚


__ADS_2