
When a girl is in love you can see it in her smile and when a guy is in love you can see it in her eyes.
Setiap kali melihat Arjuna senyuman Sahara mengembang dengan begitu sempurna, layaknya bunga yang bermekaran. Setiap kali menatap mata Arjuna dibuat jatuh cinta lagi dan lagi tanpa ada keraguan ataupun rasa bosan, dia jatuh cinta dengan begitu dalamnya.
Tatapan Arjuna penuh ketulusan akan cinta pria itu selalu menatapnya seolah dia adalah wanita yang paling berharga. Semua tindakan Arjuna menggambarkan rasa cintanya Sahara dapat merasakan itu semua, bagaimana cara Arjuna memperlakukannya membuat Sahara merasa jika dia adalah wanita paling beruntung di dunia.
Sahara tak lagi perduli dengan kisah cinta orang lain karena dia hanya akan fokus pada kisahnya.
Kisah cinta yang akan dia rajut bersama.
Sejak menikah mereka melakukan banyak hal, mengukir jutaan kenangan mengagumkan yang tidak akan pernah bisa dilupakan.
Sahara sangat ingat jika Arjuna pernah mengatakan sesuatu padanya.
'Kisah kita akan berakhir bahagia Ra dengan aku, kamu dan anak-anak kita nantinya'
Sampai saat ini Sahara tidak pernah mendapatkan kebohongan disetiap perkataan Arjuna.
Saat ini kisah mereka memang berakhir bahagia dan saat ini pula seorang anak akan segera hadir dikehidupan mereka.
Iya, bulan kesembilan.
Memasuki sembilan bulan usia kandungan istrinya Arjuna selalu siap menjadi suami siaga yang membantu Sahara dan terus berada disisinya. Saat ini Arjuna harus selalu menemani Sahara bahkan untuk ke kamar mandi, dia takut kalau istrinya akan terpeleset atau apapun yang bisa membahayakan istri dan anaknya.
Mulai kemarin Arjuna pun sudah tidak lagi berangkat ke restoran dan memilih untuk menemani istrinya di rumah.
Mereka sudah periksa ke dokter dan jika sesuai dengan prediksi Sahara akan melahirkan kurang lebih sepuluh hari lagi.
Sebelumnya mereka ingin pergi ke rumah orang tua Arjuna, tapi menurut Sahara tidak perlu karena rumah sakit lebih dekat dari rumah mereka dan Arjuna setuju.
Hingga akhirnya sampai sekarang mereka masih tetap di rumah mungkin hanya sesekali orang tua Arjuna atau orang tuanya datang untuk menengok Sahara dan menanyakan keadaannya serta kandungannya.
"Kak Junaaa mau makannn"
Seruan Sahara membuat Arjuna bergegas menghampirinya yang sedang duduk dimeja kerja sembari menggambar sketsa.
Jangan salahkan Arjuna karena Sahara sendiri yang menginginkannya.
Aneh memang Sahara malah ingin bekerja ketika usia kandungannya sudah besar, tapi Arjuna tidak bisa melarangnya karena Sahara sendiri hanya akan berdiam diri disana selama satu atau dua jam lalu berhenti.
"Mau makan apa Ra?" Tanya Arjuna
"Mau roti bakar pakai selai coklat sama susu." Kata Sahara dengan semangat
Arjuna tersenyum mendengarnya, di usia kandungannya yang sekarang Arjuna bersyukur karena Sahara selalu ingin makanan yang sehat dan bukan makanan cepat saji seperti biasanya.
"Baiklah aku buatkan dulu ya?" Kata Arjuna
"Mau ikut." Kata Sahara manja
Saat melihat Sahara yang ingin berdiri Arjuna langsung membantunya dan membuat wanita itu tersenyum karena mendapatkan perhatian yang begitu besar dari suaminya.
"Ara bisa sendiri." Kata Sahara
"Hmm tidak masalah aku hanya mau membantu kamu." Kata Arjuna lembut
Bersama dengan Arjuna keduanya pergi ke dapur dan selagi Arjuna membuatkan keinginan Sahara dia meminta istrinya untuk duduk di ruang makan.
"Buatnya dua ya?" Kata Sahara dengan memasang wajah yang begitu menggemaskan
Arjuna mengangguk faham lalu mengecup singkat bibir Sahara sebelum benar-benar pergi.
Sembari menunggu suaminya membuatkan makan Sahara memainkan game yang ada diponselnya dengan begitu fokus, dia memang menginstal game diponselnya karena sering merasa bosan kalau di rumah.
Sekitar sepuluh menit Arjuna kembali dengan membawa dua roti bakar dan susu yang istrinya inginkan, tapi ternyata dia malah mendapati Sahara yang sibuk dengan ponselnya.
Mungkin ini yang sedikit membuat Arjuna kesal karena Sahara sering kali mengabaikannya kalau sedang bermain game.
"Ra ini sudah matang ayo makan dulu." Kata Arjuna lembut
Tadinya Arjuna fikir Sahara akan mengabaikannya, tapi ternyata salah Sahara justru menghentikan kegiatannya dan menatap piring dihadapannya dengan antusias.
"Makasih sayangg." Kata Sahara senang
Arjuna terkekeh seraya mengusak pelan rambut hitam istrinya.
Dengan lahap Sahara memakan roti yang sudah Arjuna buatkan membuat sang suami tersenyum senang melihatnya.
Dia suka sekali kalau melihat Sahara makan dengan lahap.
"Pelan-pelan Ra." Kekeh Arjuna seraya mengusap sudut bibir istrinya
Sahara hanya menunjukkan cengirannya dan kembali memakan makanannya dengan lahap.
__ADS_1
Setelah itu Sahara meminum susu yang sudah Arjuna buatkan hingga habis dan tersenyum senang sambil menatap suaminya.
"Kenyang, makasih yaa Kak." Kata Sahara
"Anything for you Ra"
Mengatakan hal itu sambil menatap Sahara dengan dalam Arjuna membuat istrinya merona.
"Ada lagi yang kamu inginkan?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Mau makan melon." Kata Sahara
Arjuna mengangguk faham lalu kembali ke dapur untuk mengambil melon yang ada di kulkas, beruntung kemarin sore dia sudah membeli buah-buahan untuk istrinya.
Senyum Sahara kembali mengembang ketika sepiring melon ada dihadapannya.
"Hmm suapin." Pinta Sahara dengan manja
Tertawa kecil Arjuna menyuapi istrinya dengan perlahan sembari menatap wajah cantiknya.
"Aaaa"
Sahara membuka mulutnya dan ketika Arjuna ingin menjauhkan tangannya Sahara menggigitnya hingga membuat suaminya meringis.
"Awhh"
Bukan merasa bersalah Sahara malah tertawa lalu meraih tangan Arjuna dan mencium jari tangan yang tadi dia gigit, entah kenapa tadi Sahara sangat ingin melakukannya.
"Maaf"
Sahara mengatakannya sambil tersenyum membuat Arjuna juga ikut tersenyum melihatnya.
"Ini makan lagi aaa"
Bukan membukan mulutnya Sahara malah memutar tangan Arjuna ke bibir pria itu sendiri.
"Kakak yang makan aaaa"
Arjuna terdiam, dia tidak suka melon terlalu manis baginya.
Baru akan menolak wajah galak Sahara membuat Arjuna terpaksa membuka mulutnya dan memakan buah yang tidak dia suka itu kemulutnya.
Kening Arjuna berkerut kala dia mengunyah buah yang ada dimulutnya dan disampingnya Sahara terus menatap suaminya dengan senyuman.
Astaga Arjuna paling tidak bisa memakan makanan yang terlalu manis dan melon termasuk makanan yang sangat manis menurutnya.
"Hmm enak, tapi aku kurang suka terlalu manis lebih baik kamu yang makan ayo aku suapi lagi." Kata Arjuna sambil tersenyum
Menggelengkan kepalanya pelan Sahara malah berniat menyuapi Arjuna lagi.
Kalau sudah begini Arjuna tau akan seperti apa akhirnya.
"Tidak mau lagi sekarang Kak Juna saja yang makan"
Benarkan dugaannya?
¤¤¤
Malam ini Arjuna membuatkan sup ayam untuk istrinya karena Sahara ingin makan itu untuk makan malam dan sekarang keduanya sudah berada di ruang makan. Seperti biasanya selalu ada segelas susu untuk istrinya dan Arjuna sudah menyiapkan semuanya untuk Sahara.
Terkadang Sahara merasa bersalah dan merasa begitu merepotkan suaminya, tapi Arjuna selalu mengatakan bahwa dia senang melakukannya.
Sebagai balasan Arjuna mengatakan senyuman dan kesehatannya saja sudah cukup, how sweet?
Sahara masih sering merasa terkejut dengan kelembutan dan sikap manis suaminya.
"Kenapa Kakak kalau masak enak sekali?" Tanya Sahara ketika dia menyupkan sesondok sup ke mulutnya
Wajah Sahara yang menatapnya dengan kagum membuat Arjuna terkekeh.
"Aku sering belajar masak sama Mami dulu dan pernah ikut kelas memasak juga." Kata Arjuna
"Kelas memasak? Wahh keren." Kata Sahara sambil menatap Arjuna dengan penuh kekaguman
"Aku memang keren." Kata Arjuna disertai kekehannya
Mendengus kesal Sahara kembali melanjutkan makan malamnya dengan lahap hingga perutnya merasa begitu kenyang.
Masakan Arjuna benar-benar enak.
Seusai menyantap makan malam keduanya pergi ke kamar untuk tidur dan seperti biasa keduanya berbaring diranjang seraya berpelukan. Mungkin bedanya Arjuna tidak boleh memeluk terlalu erat karena Sahara yang sudah hamil besar.
"Ara tidak sabar mau lihat anak kita." Kata Sahara secara tiba-tiba membuat Arjuna tersenyum ketika mendengarnya
__ADS_1
"Aku pun sama Ra." Kata Arjuna
Tangan Arjuna terulur dan mengusap sayang perut istrinya membuat Sahara tersenyum ketika merasakan usapan di perut buncitnya.
"Hai baby malam ini kamu dan Mami tidur nyenyak ya? Papi tidak sabar ingin melihat kamu sayang." Kata Arjuna
Sesaat setelah mengatakan hal itu Sahara merasakan tendangan diperutnya dan hal itu sontak saja membuat keduanya tersenyum haru.
"Dia mendengar ucapanku." Kata Arjuna sambil tertawa kecil
"Sudah sekarang kita tidur." Kata Sahara
Arjuna mengangguk lalu mencium seluruh wajah Sahara dan berakhir lama ketika dibibirnya.
"Tidur nyenyak sayang"
Sahara tersenyum lalu memeluk Arjuna, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang suami dan mulai memejamkan matanya.
¤¤¤
Pukul satu malam Arjuna dikejutkan dengan suara benda jatuh dari kamar mandi dan mendadak dia diliputi kecemasan kala melihat sisi ranjangnya kosong, tidak ada Sahara disana. Tanpa fikir panjang Arjuna bergegas ke kamar mandi dan masuk ke dalam lalu dia benar-benar dibuat takut ketika istrinya terduduk dilantai sambil memegangi perutnya.
Arjuna takut dia langsung menghampiri istrinya dan menggenggam erat tangannya yang terasa begitu dingin.
Saat melihat ke arah kakinya Arjuna semakin takut dan cemas karena ada air yang mengalir disana.
"Kak... sakit... sakit..."
Sahara menangis membuat Arjuna semakim cemas dan langsung menggendongnya.
Dia bergegas pergi ke garasi untuk membawa Sahara ke rumah sakit dan Arjuna benar-benar bersumpah selama perjalanan dia sangat takut karena istrinya menangis sambil terus mengatakan sakit.
Beruntung jalanan lengang sehingga Arjuna bisa mengemudikan mobilnya dengan cepat dan selama perjalanan pun dia menggenggam erat tangan istrinya.
"Genggam tangan aku Ra sekuat yang kamu bisa, kita akan segera sampai." Kata Arjuna cemas
Sahara benar-benar menggenggam erat tangan suaminya, sangat erat.
Keringat dingin mengalir di tubuh Sahara dan ketika mereka sudah sampai Arjuna kembali membawa tubuh Sahara ke dalam dekapannya.
Dia harap Sahara akan baik-baik saja.
¤¤¤
Kedua orang tua Sahara dan Arjuna telah berada di ruang rawat Sahara untuk melihat bayi laki-laki mungil yang tertidur pulas, terlihat menggemaskan karena pipinya yang gembul. Tidak jauh dari tempat bayi laki-laki itu berada Sahara yang masih terlihat begitu lemas juga sedikit pucat hanya bisa tersenyum tipis ketika melihatnya.
Tepat pukul empat pagi anaknya dengan Arjuna lahir kedunia dengan selamat dan membawa kebahagiaan bagi semua orang terutama bagi Arjuna dan Sahara yang sudah menantinya.
Sahara sudah melihat bayinya dan dia menangis haru ketika melihatnya, dia sudah benar-benar menjadi seorang istri dan Ibu.
"Kak Juna"
Suara pelan dan lirih Sahara membuat Arjuna langsung mendongak dan menanyakan keinginannya.
"Minum"
Mengangguk faham Arjuna segera mengambilkan minum untuk istrinya dan tak lupa dia juga membantu Sahara untuk meminumnya.
"Sudah?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Sahara
Setelah Sahara kembali berbaring Arjuna kembali bertanya.
"Apa kamu nyaman? Apa perlu aku naikkan ranjangnya? Atau kamu butuh bantal lagi?" Tanya Arjuna
Tersenyum kecil Sahara menggelengkan kepalanya pelan.
"Jadi sayang siapa nama cucu kami?" Tanya Clara membuat Arjuna dan Sahara menatap mereka
Arjuna tersenyum dan menyebutkan nama yang sudah dia sepakati bersama Sahara.
"Airlangga Dirgantara"
Selamat datang ke dunia bayi mungil yang tampan.
¤¤¤
Haloo anaknya Arjuna dan Sahara😶
Seperti yang aku bilang sebelumnya ya extra part 5 bakal jadi the last part di season pertama😚
Thank you untuk dukungannya❤
Season dua akan berlanjut dan tetap disini ya😉
__ADS_1
Mari kita mengintip kisah keluarga bahagia Arjuna dan Sahara😋
Tunggu kelanjutannya ya dan maaf karena update nya terlalu malam😂