Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (13)


__ADS_3

Menjalani hari-harinya seperti biasa Sahara mulai tidak perduli dengan sikap aneh suaminya yang sangat posesif, seperti tidak mengizinkan dia keluar rumah sendirian dan menjaga rumah mereka dengan cukup ketat lalu Daddy juga mertuanya yang sering menanyakan hal-hal aneh padanya. Semenjak kehamilan keduanya Sahara memilih untuk tidak terlalu memikirkan itu semua karena dia tipe orang yang sekali difikirkan maka akan terus muncul difikirannya, jadi dia hanya memilih untuk diam dan menganggap bahwa mereka melakukan itu dengan alasan.


Alasan yang pastinya baik untuk Sahara.


Selain itu semua beberapa hari ini Sahara merasa seperti diawasi, entahlah mungkin itu memang hanya perasaannya saja.


Setiap suaminya bekerja Sahara menurut untuk tetap diam di rumah dan meminta Bi Yuni untuk membelikan sesuatu jika dia memang ingin atau terkadang Sahara akan mengajak Diandra untuk pergi keluar. Seperti sekarang misalnya, dia juga Diandra berniat untuk pergi ke mall dan menghabiskan waktu dengan belanja disana.


Tentu saja bersama si kecil Airlangga juga.


Mereka pergi diantar dengan Pak Mun supir pribadi keluarga Dirgantara yang entah kenapa sekarang malah selalu ada di rumahnya, kata Arjuna untuk mengantar Sahara ketika dia mau pergi.


Aneh lagi, biasanya dia membawa mobil sendiri atau naik taxi.


"Diandra"


"Iya Kak?" Tanya Diandra sambil menatap atasannya dengan alis bertaut


"Mas Juna masih sering menanyakan aku sama kamu?" Tanya Sahara


Diandra terdiam sesaat lalu mengangguk dan menjawab dengan jujur.


"Beberapa minggu belakangan Kak Juna selalu tanyaiin Kakak dan mengenai siapa saja yang datang ke butik atau siapa saja yang Kakak temui." Kata Diandra


Mengangguk singkat Sahara kembali menatap ke jalan dan mengusap kepala Airlangga yang duduk dipangkuannya.


Terkadang Sahara sangat-sangat penasaran, kenapa suaminya melakukan ini semua?


Helaan nafas terdengar bersamaan dengan ekspresi Sahara yang berubah menjadi gembira lalu menatap Diandra dengan senyum menggoda dan membuat asistennya itu kebingungan.


Cepat sekali Sahara berubah.


"Diandra aku mau tanya." Kata Sahara


"Tanya apa Kak?" Kata Diandra sambil tersenyum tipis


"Menurut kamu Kak Gibran itu gimana orangnya?" Tanya Sahara membuat Diandra langsung terdiam


Sahara menahan senyumnya ketika melihat Diandra terlihat salah tingkah dan berkali-kali mengurungkan niatnya untuk bicara.


Cukup lama Diandra diam sebelum menjawab sebuah jawaban yang begitu klise.


"Emm Kak Gibran itu baik, memang kenapa Kak?" Tanya Diandra


Sepertinya lucu kalau Gibran benar-benar bersama dengan Diandra, mereka cocok dan akan terlihat serasi.


Gibran yang banyak tingkah dan Diandra yang pendiam.


"Bagaimana hubungan kamu sama Kak Gibran?" Tanya Sahara tanpa perduli jika pipi Diandra mulai merona sekarang


"Gak gimana-gimana Kak." Jawab Diandra ragu


"Masa?" Goda Sahara membuat Diandra mengalihkan pandangannya karena merasa malu


"Baby sepertinya kamu akan punya Aunty baru, namanya aunty Diandra." Kata Sahara


Diandra diam lalu menatap ke arah Sahara yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


"Kamu lagi dekat kan sama Kak Gibran?" Tebak Sahara


Awalnya diam, tapi setelah Sahara menatapnya seolah meminta jawaban membuat Diandra mengangguk singkat.


Hanya saja perkataan Diandra setelahnya membuat Sahara diam.


"Aku tidak pernah berharap banyak kok Kak karena sepertinya kedekatan kami hanya sampai sebatas teman atau sahabat." Kata Diandra


"Kenapa? Kelihatannya malah Kak Gibran yang suka kamu duluan." Kata Sahara


"Aku hanya sadar diri Kak, kita tidak sebanding dan tidak mungkin untuk bersama." Kata Diandra


"Memang kamu siapa? Kenapa berani mengatakan tidak mungkin?" Tanya Sahara yang merasa sedikit kesal


Menggelengkan kepalanya pelan Diandra enggan untuk mendapati, ada beberapa alasan yang membuat Diandra menganggap bahwa kedekatannya dengan Gibran hanya sebatas pertemanan.


"Dengar Diandra, jangan pernah berfikiran seperti itu karena kamu tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya,"


Sahara tersenyum lalu menepuk pelan pundaknya dan kembali bicara.

__ADS_1


"Dulu aku berkali-kali menolak Arjuna, tapi pada akhirnya takdir tetap mempersatukan aku dan dia." Kata Sahara


Masih tetap diam kini Diandra mulai disibukkan dengan fikirannya sendiri, dia dan Gibran mungkinkah mereka bisa bersama?


Terlalu banyak yang Diandra takutkan, seperti reaksi keluarga Gibran nantinya hingga reaksi orang-orang disekeliling pria itu yang mungkin beranggapan bahwa Gibran pantas mendapat yang lebih baik dari dirinya.


Diandra hanya menghindari hal-hal yang bisa membuatnya sakit hati.


Setelah mobil yang keduanya tumpangi berhenti di mall Sahara juga Diandra segera keluar lalu Sahara mengatakan bahwa dia akan menelpon kalau sudah selesai. Menurunkan baby Airlangga yang minta diturunkan dari gendongannya Sahara menggenggam tangan mungil itu dan dengan hati-hati mereka bertiga masuk ke dalam.


Sudah lama sekali rasanya Sahara tidak pergi belanja.


"Aku mau beli baju untuk Angga." Kata Sahara dengan semangat


"Jadi kita ke toko bayi dulu?" Tanya Diandra yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara


"Diandra kamu harus tahan ya menunggu aku belanja soalnya kalau sudah ke mall aku suka lepas kontrol." Canda Sahara membuat Diandra terkekeh mendengarnya


"Hmm tidak masalah Kak aku juga lagi tidak ada kerjaan." Kata Diandra


"Nah baby sekarang Mami gendong dulu ya sayang." Kata Sahara saat mereka ingin naik ke lantai atas


Setelah sampai di atas Sahara langsung mengajak Diandra untuk masuk ke salah satu toko perlengkapan bayi dan senyum Sahara mengembang dengan sempurna ketika melihat baju-baju lucu disana.


"Diandra jagaiin Angga ya? Aku mau pilih baju untuk si tampan inii." Kata Sahara


"Iya Kak"


Selagi Diandra menjaga anaknya Sahara memilih-milih baju yang lucu untuk anaknya dan tangannya benar-benar tidak mau berhenti karena ada begitu banyak baju bagus yang dia lihat.


Tanpa Sahara ataupun Diandra sadari seorang pria dengan hoodie serta topi hitam tengah memperhatikan Sahara dari luar toko.


Kembali pada Sahara yang sudah selesai memilih beberapa pakaian menghampiri Diandra dan mengajaknya untuk memilih sepatu Airlangga.


"Aku harus mencobanya ke kaki Airlangga karena sekarang kakinya sudah besar." Kata Sahara sambil menuju ke tempat sepatu-sepatu


Diandra ikut tersenyum melihatnya, lucu sekali barang-barang yang mungil seperti ini bahkan dia sendiri tidak bisa menahan diri untuk mengambil salah satunya.


Setelah memilih beberapa sepatu juga mereka pergi ke kasir untuk membayar lalu keluar dari toko.


"Kamu mau beli sesuatu Ra?" Tanya Sahara


Sahara tersenyum lalu mengajaknya untuk kesana karena dia juga ingin membeli beberapa alat make up.


Keduanya masih belum sadar jika pria berhoodie hitam itu masih mengikuti dari belakang.


¤¤¤


Lebih dari satu jam mereka berbelanja dan sekarang Sahara yang sudah lelah juga lapar mengajak Diandra untuk pergi makan. Selain itu si kecil Airlangga juga terlihat ingin minum susu jadi mereka memutuskan untuk pergi ke tempat makan.


Ada tiga tas belanjaan Sahara dan dua tas belanjaan Diandra. Mereka membeli make up juga beberapa pakaian tadi.


Memasuki tempat makan Sahara langsung mencari tempat untuk duduk karena kakinya mulai terasa pegal dan beruntung disini tidak terlalu ramai. Saat sudah duduk Diandra segera memesan sedangkan Sahara memberikan susu pada anaknya yang langsung diam ketika diberikan susu, pasti Angga lapar.


Setelah selesai memesan Diandra kembali dan duduk dihadapan Sahara yang sekarang sedang asik mengusap kepala anaknya.


"Kelihatannya Angga mengantuk." Kata Diandra yang disetujui dengan Sahara


"Biasanya jam segini dia sudah tidur." Kata Sahara


Keduanya berbincang sambil menunggu makanan datang dan sekitar sepuluh menit seorang pelayan datang membawa pesanan mereka. Setelah meletakkan semuanya di meja pelayan itu tidak langsung pergi, tapi menyerahkan selembar kertas yang dilipat pada Sahara dan mengatakan seseorang memintanya untuk memberikan itu pada Sahara.


Sahara baru ingin bertanya siapa, tapi orang itu sudah lebih dulu pergi.


"Apa Kak?" Tanya Diandra


"Entahlah, mungkin hanya orang iseng." Kata Sahara sambil membuka lipatan kertas itu


Ada kalimat yang tertulis rapih disana dan entah kenapa membacanya membuat Sahara merasa gelisah hingga mengedarkan pandangannya ke segala arah.


Hi Ra!


Long time no see, apa kabar?


By the way anak kamu sangat tampan dan mirip ayahnya.


Sial! Sahara jadi kefikiran sekarang.

__ADS_1


Siapa dia?


"Ada sesuatu Kak?" Tanya Diandra lagi


Sahara baru ingin menjawab, tapi rengekan Si kecil Airlangga terdengar.


Dia akan mengatakannya pada Arjuna nanti.


¤¤¤


Sekitar pukul tiga Arjuna segera pulang ke rumah karena istrinya meminta dia untuk pulang dan mengatakan takut di rumah tanpa dirinya, tidak seperti biasanya. Namun, dia hanya menganggap itu hal biasa karena Sahara memang beberapa kali seperti itu ketika sedang hamil.


Setelah sampai Arjuna segera masuk ke dalam dan menuju kamar mereka karena istrinya pasti ada disana. Benar dugaannya setelah membuka pintu Arjuna melihat Sahara yang sedang menatap anak mereka yang tertidur.


"Hey"


Mengalihkan pandangannya Sahara tersenyum dan langsung memeluk suaminya dengan erat membuat Arjuna terkekeh karena sikap manjanya.


"Sudah jalan-jalannya?" Tanya Arjuna


"Sudah"


"Beli apa saja hmm?" Tanya Arjuna lagi


"Beli baju sama sepatu untuk Angga terus beli baju untuk Ara juga sama beli make up." Kata Sahara jujur


Arjuna mengangguk faham lalu mengangkat tubuh Sahara dan mengajaknya untuk duduk di sofa.


"Ara ganggu Mas Juna gak?" Tanya Sahara


"Tidak sayang." Kata Arjuna


Sahara tersenyum senang lalu kembali memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Arjuna.


Tersenyum senang Arjuna mengusap sayang rambut hitam istrinya yang begitu lembut sambil sesekali menciumnya.


"Mas"


"Hmm"


Sahara melepaskan pelukannya dan menatap sang suami lalu beranjak pergi dan mengambil sesuatu di nakas.


"Waktu makan pelayannya kasih Ara ini dan dia bilang ada yang minta dia untuk kasihin ini ke Ara." Kata Sahara


Arjuna menatapnya dengan bingung lalu mengambil kertas itu dari tangan Sahara dan membacanya.


Rahang Arjuna mengeras seketika, dia yakin kalau ini semua ulah Kevin.


Dia menatap Sahara yang juga sedang menatapnya lalu tersenyum menenangkan.


"Jangan difikirin"


Sahara mengangguk patuh lalu duduk dipangkuan suaminya lagi dan memeluknya.


"Mas Juna"


"Iya sayang?"


"Ara mau makan lagi"


"Makan? Makan apa?"


"Mie, buatin ya?" Kata Sahara sambil menatap suaminya dengan senyuman


Arjuna mengangguk dan mencium bibir Sahara sekilas lalu mengajak istrinya untuk ke dapur.


Dia senang karena Sahara sekarang bisa mengendalikan perasaannya.


Setidaknya Sahara tidak boleh banyak berfikir.


Biar Arjuna saja yang memikirkan semuanya.


Memikirkan bagaimana dia harus melindungi istri dan anak-anaknya.


¤¤¤


H-1 Cerita si kembarr keluarr😂

__ADS_1


Uwawww tidak sabar untuk publish ceritanya besok😂


Semoga kalian bakalan suka😶


__ADS_2