
"Mas Juna sudahh"
Nafas Sahara terengah ketikan Arjuna menjatuhkan diri dan memeluknya lalu mencium pipinya hingga berkali-kali, suaminya tidak bohong ketika mengatakan bahwa mereka akan melalui malam yang panjang. Seusai makan malam dan memastikan anak-anaknya tidur dengan begitu lelap Arjuna kembali melancarkan aksinya, mempermainkan Sahara.
Berkali-kali mereka melakukannya bahkan Arjuna sama sekali tidak membiarkannya untuk istirahat hingga ketika Sahara memintanya untuk berhenti dengan raut wajah lelah barulah pria itu berhenti. Berada di pelukan Arjuna sekarang membuat Sahara merasa nyaman dan ingin segera pergi ke alam mimpi agar besok tidak bangun kesiangan, tapi dia harus memakai baju tidurnya karena kalau pagi anak-anak mereka sering masuk ke dalam kamar.
"Mas Juna jangan lagiiii!" Rengek Sahara ketika merasakan suaminya kembali memberikan kecupan di lehernya
Tertawa kecil Arjuna bergumam pelan dan mengeratkan pelukannya.
"Maaf sayang"
Saat Sahara mengatakan bahwa dia ingin memakai baju tidurnya Arjuna langsung menjauhkan dirinya dan mengambil baju istrinya yang ada di lantai.
"Tidak usah dipakai saja." Kata Arjuna yang membuat Sahara menatapnya dengan garang
"Mas Juna! Anak-anak suka masuk kamar kalau pagi." Kata Sahara kesal
"Kita kunci saja pintunya." Kata Arjuna lagi
Berdecak kesal Sahara memilih untuk tidak menanggapi ucapannya dan kembali memakai pakaiannya.
"Kamu tambah sexy kalau lagi marah-marah." Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan galak
"Mas Juna!"
"Maaf sayang." Kekeh Arjuna
Sekarang sudah pukul dua malam dan mereka masih belum pergi tidur apalagi Arjuna yang sama sekali tidak terlihat mengantuk, bukannya mengantuk dia malah terlihat semakin semangat.
Setelah selesai memakai baju tidurnya Sahara beranjak dari ranjang untuk mengambil minum dan tanpa dia tau Arjuna mengikutinya lalu memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kamu cantik banget Ra." Bisik Arjuna
Nafas Sahara tertahan ketika Arjuna menggigit pelan kupingnya dan dengan kesal Sahara menyikut perut Arjuna agar pria itu menjauh.
"Ngantukkkk"
Arjuna tertawa ketika Sahara berkata dengan galak sambil meletakkan gelasnya di meja dan ketika istrinya itu berbalik Arjuna langsung menghadangnya.
"Mas Junaa mau tidurrr." Rengek Sahara
Tidak menjawab Arjuna malah mengangkat tubuh Sahara dan kembali menciumnya lalu membaringkan dengan hati-hati di atas ranjang. Setelah puas dengan ciumannya Arjuna menjauhkan wajahnya lalu memeluk Sahara dan menyembunyikan wajahnya di leher jenjang sang istri.
"Sekarang tidur saja Ra." Kata Arjuna
Bergumam pelan Sahara membalas pelukan suaminya dan mulai memejamkan matanya, dia tidak boleh terlambat bangun karena anak-anaknya harus pergi ke sekolah besok.
Tidak butuh waktu lama untuk Sahara terlelap karena setelah Arjuna menjauhkan wajahnya dia dapat melihat istrinya sudah tertidur. Sebuah senyuman terbentuk di bibir indah Arjuna bersamaan dengan tangannya yang terulur untuk mengusap pipi istrinya.
Sekarang Arjuna memang sulit untuk menahan diri apalagi kalau hanya berdua dengan istrinya, entah kenapa Sahara sangat sexy sekarang. Dia tidak pernah protes kalau Sahara bilang dia mesum sekarang karena Arjuna juga memang merasa begitu.
Fikirannya suka berkelana hingga kemana-mana.
'Mas Juna nihh mesum banget sih!'
Suara kekesal istrinya terngiang dan membuat Arjuna tersenyum, dia masih setia mengusap sayang pipi istrinya yang semakin chubby, menggemaskan.
'Ara bukankah anak-anak kita sudah besar sayang? Bagaimana dengan adik baru untuk Alana?'
Arjuna masih sangat ingat ketika mengatakan hal itu Sahara hanya menggelengkan kepalanya pelan, tapi karena Alana sendiri yang sudah memintanya dia tidak bisa menolak sekarang.
Arjuna suka mengambil kesempatan.
'Papi aku mau adik laki-laki biar bisa diajak main bola kalau Ana tidak bisa dia malah sering ajak Angga main boneka'
__ADS_1
Sebelumnya Airlangga memang pernah mengatakan hal itu, tapi ketika usia Alana masih dua tahun dan Sahara menolaknya dia bilang nanti kalau Alana sudah sedikit lebih besar.
Dan sekarang waktunya.
Astaga Arjuna tidak sabar kalau membayangkan perut istrinya akan membuncit lagi dan berubah manja juga sedikit agresif.
Dia sangat menantikannya.
Sambil mengusap perut rata istrinya batin Arjuna mulai berbicara.
'Cepat tumbuh disana ya? Berikan kami satu anggota keluarga lagi'
Sejak dulu Arjuna sangat ingin rumahnya ramai dengan anak-anak paling tidak tiga, tapi kalau bisa lebih sangat baik juga hanya saja Arjuna tidak akan mau memaksa.
Arjuna tau susahnya masa kehamilan dan dia tidak mau membuat Sahara merasa sulit, jadi dia hanya akan menurut saja kalau masalah membuat tidak perlu dikhawatirkan.
Iya, Arjuna mesum memang dia juga mengakuinya.
¤¤¤
Terbangun pukul setengah tujuh Sahara terus menggerutu karena suaminya membuat dia bangun terlambat bahkan kalau bukan karena anak-anaknya yang masuk ke dalam kamar dia pasti belum bangun, tubuhnya lelah sekali. Sejak tadi Arjuna sibuk memasak dan Sahara membantu anak-anaknya untuk bersiap pergi ke sekolah, ingat ya dia sedang marah dengan suaminya.
"Mami Mami kenapa ini melah?" Tanya Alana ketika dia sedang membantu anaknya berganti baju
Sahara terdiam ketika Alana menunjuk sisi lehernya yang ada bercak merah, sudah dia bilang pada Arjuna agar tidak melakukannya.
Sekarang dia akan benar-benar merajuk pada suaminya.
"Digigit serangga sayang." Kata Sahara
"Kok bica?" Tanya Alana lagi
"Tidak tau, tapi tenang saja nanti akan hilang kok." Kata Sahara sambil mengusap rambut hitam anaknya dengan sayang
"Mami nanti Ana mau ke lumah ante Vina." Kata Alana sambil tersenyum manis
Alana terlihat sangat bersemangat, dia memang sangat suka kalau sudah bersama adik perempuannya.
Setelah selesai memakaikan seragam juga menguncit rambut anaknya Sahara langsung mengajak Alana untuk pergi ke ruang makan, Airlangga sudah selesai lebih dulu dan mungkin anak itu sudah ada di ruang makan bersama dengan Arjuna.
Dengan senyum manisnya Alana melangkahkan kakinya dan ketika melihat Kakak serta Papi nya sudah duduk manis di meja makan dia berlari kecil menghampiri mereka. Melihat hal itu Arjuna langsung turun dan mengangkat tubuh Alana lalu mencium pipinya hingga berkali-kali.
"Wangi sekali anak Papi, mau sekolah ya?" Kata Arjuna
Dengan semangat Alana menganggukkan kepalanya.
"Nanti abis cekolah Ana mau ke lumah ante Vina cama Mami." Kata Alana
"Nanti Papi antar ya?" Kata Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya
Setelah itu Arjuna mendudukkan Alana di bangku yang lebih tinggi dari yang lainnya agar tubuh Alana bisa menggapai meja makan yang cukup tinggi.
"Ana mau minum susu gak sayang?" Tanya Sahara
"Mauu"
Mengangguk singkat Sahara langsung pergi ke dapur untuk membuatkan susu, mereka memang tidak membuatkan susu kalau Alana tidak meminta karena terkadang Alana tidak mau meminumnya.
Setelah selesai Sahara kembali ke ruang makan dan meletakkan susunya di meja lalu duduk di sebelah Alana. Pagi ini suaminya memasak ayam goreng dan telur mata sapi, kesukaan Airlangga anaknya itu sekarang makan dengan sangat lahap.
"Ara"
Saat suaminya memanggil Sahara mendongak dan menatapnya dengan malas membuat Arjuna tersenyum melihatnya.
Pasti ngambek, batin Arjuna berbicara.
__ADS_1
"Nanti biar aku yang antar kamu sama Alana ke rumah Mami Hisa." Kata Arjuna
Sahara hanya bergumam pelan, sudah dibilang kan dia lagi marah?
Pokoknya Sahara lagi marah!
"Angga juga mau ikut Papi." Kata Airlangga
"Nanti kita menyusul setelah kamu pulang sekolah, oke anak tampan Papi?" Kata Arjuna
Airlangga mengacungkan jempolnya tanda setuju lalu kembali melanjutkan sarapannya.
"Mas Juna bekal untuk anak-anak sudah disiapkan?" Tanya Sahara tanpa mau menatap wajah suaminya
"Sudah sayang tenang saja." Kata Arjuna
Mengangguk faham Sahara menatap suaminya sebentar lalu melanjutkan sarapannya.
Ingat ya dia sedang marah dengan suaminya dan jangan biarkan Sahara memaafkan dengan mudah.
¤¤¤
"Mas Juna jangann"
Sahara bergerak mundur ketika Arjuna mendekatkan wajahnya, mereka sedang di halaman rumah seusai mengantar Alana ke sekolah dan mereka juga masih ada di dalam mobil. Sepanjang perjalanan tadi Sahara merajuk dan menolak untuk bicara dengan suaminya hingga akhirnya ketika sampai rumah dan ingin keluar, dia ditahan oleh suaminya.
Secara refleks Sahara menahan nafasnya ketika bibir Arjuna mendarat di leher jenjangnya, sial Arjuna memang selalu tau cara agar dimaafkan.
"Kamu ngambek kan?" Tanya Arjuna
Sahara menggelengkan kepalanya pelan sambil menggigit bibir bawahnya karena kecupan sang suami dilehernya.
"Enggak"
"Bohong dari tadi kamu diemin aku Ra." Kata Arjuna
Sahara kembali menggelengkan kepalanya lalu menahan tubuh kekar suaminya yang mau semakin mendekat.
"Jangan"
Arjuna memilih untuk mengabaikan dan kembali mengecup leher jenjang istrinya hingga dia dapat mendengar nafas tertahan Sahara karena ulahnya.
"Jangan diemin aku lagi, maaf." Kata Arjuna
"Iya Mas"
Tersenyum manis Arjuna mencium bibir istrinya lama lalu menjauhkan wajahnya dan membiarkan istrinya untuk masuk ke dalam rumah, dia harus pergi ke kantor karena tadi Abian menelponnya.
"Nanti aku jemput jam setengah sebelas lewat ya?" Kata Arjuna
Sahara hanya mengangguk singkat lalu ingin membuka pintu, tapi Arjuna kembali menahan tangannya.
"Terima kasih Ra"
Mendengar hal itu Sahara tersenyum lalu turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada sang suami yang sekarang harus pergi bekerja.
Meskipun menyebalkan, tapi Sahara sangat-sangat mencintai Arjuna.
Dia sangat bahagia bisa membangun sebuah keluarga bersama Arjuna.
Arjunanya
Arjuna miliknya.
¤¤¤
__ADS_1
Adik cewek apa cowok yaaa😋