
Memiliki tiga orang anak ternyata tidaklah mudah Sahara harus benar-benar memperhatikan mereka satu persatu dan memastikan bahwa tidak ada yang merasa cemburu atau kurang perhatian. Bukan sekali dua kali Alana atau Airlangga merajuk dengan mengatakan bahwa Sahara tidak menyayangi mereka dan lebih menyayangi Aluna.
Terkadang Sahara dibuat pusing ketika anak-anaknya sudah berdebat atau bertengkar apalagi Alana yang sering berseru kencang kalau sedang kesal. Beruntung Sahara memiliki Arjuna yang selalu tau cara untuk membuat anak-anaknya diam dan faham.
Sekarang usia Aluna sudah menginjak satu tahun sedangkan Airlangga sudah menuju delapan tahun dan Alana yang sudah mau lima tahun. Selain itu Sahara juga sudah sangat-sangat jarang pergi ke butik bahkan dia juga memutus beberapa kontrak dengan client agar tidak terlalu sibuk.
Saat ini Sahara terbangun dengan melihat wajah suaminya juga pelukan yang sejak semalam dia rasakan, mereka memang selalu berpelukan kalau tidur. Sudah lama sekali Sahara tidak memperhatikan Arjuna yang sedang tertidur karena setiap bangun dia akan langsung melihat Aluna lalu menyiapkan sarapan dan membantu anak-anaknya bersiap untuk pergi sekolah.
Hari-harinya memang cukup sibuk.
Sahara tersenyum sambil mengusap pipi Arjuna dengan lembut dan dia terkejut ketika tangannya digenggam, tapi mata Arjuna masih tertutup.
"Sudah bangun?" Tanya Arjuna dengan suara seraknya juga mata yang tertutup
"Hmm sudah"
Perlahan mata Arjuna terbuka dan mereka berdua saling bertatapan lalu tanpa Sahara duga suaminya itu mendekat dan mencium bibirnya lama. Setelah terlepas dia berbisik hal yang membuat Sahara tersenyum malu, dia masih saja merasa malu kalau Arjuna sudah menggodanya.
"Morning kiss sayang"
Melihat istrinya yang malu-malu Arjuna jadi gemas dan kembali mencium bibirnya bahkan kali ini cukup lama hingga dia mulai bergerak disana lalu tangan yang sebelumnya berada di pinggang merambat naik hingga ke leher. Membawa istrinya mendekat Arjuna semakin memperdalam ciuman mereka apalagi ketika Sahara mengusap pipinya dengan tangannya yang lembut.
Entah berapa lama, tapi Arjuna baru berhenti ketika Sahara memukul-mukul dadanya karena merasa hampir kehabisan nafas.
Setelah menjauh dia mengusap pipi Sahara dengan lembut dan Arjuna kembali mengejutkan istrinya ketika dia menyampirkan rambut Sahara kebelakang. Tanpa mengatakan apapun Arjuna mendekat lalu memberikan kecupan di leher istrinya dan membuat Sahara melenguh sambil memeluknya.
"Ehmn"
Selesai itu Arjuna kembali menatap Sahara dan mencium keningnya lama membuat Sahara memejamkan matanya.
"Selamat pagi sayang"
Sahara tersenyum ketika mendengar sapaan itu dan langsung membalasnya dengan memberikan ciuman di pipi.
"Selamat pagi juga"
"Aku rindu sekali bermanja dengan kamu Ra." Kata Arjuna sambil memeluk Sahara lagi
Pria itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sahara dan membuat istrinya itu tertawa.
"Manja banget biasanya aku yang manja." Kekeh Sahara
Dia mengusap rambut suaminya dengan lembut membuat Arjuna memejamkan matanya.
"Sekarang udah enggak malah aku yang maunya manja terus sama kamu." Kata Arjuna
Sekali lagi dia memberikan kecupan di leher Sahara dan membuat Sahara menahan nafasnya.
"Nanti kalau Aluna sudah besar aku mau kita liburan berdua." Kata Arjuna
"Terus anak-anak?" Tanya Sahara lembut
"Sama Mami." Kata Arjuna
"Memang gak nangis?" Tanya Sahara lagi
"Kan nanti sayanggg." Kata Arjuna
Sahara tertawa dan memeluk suaminya itu dengan cukup erat.
"Iya Masss"
Arjuna baru akan bicara, tapi suara tangis Aluna terdengar dan membuat dia mau tidak mau harus melepaskan pelukannya lalu membiarkan Sahara yang berjalan menjauh. Terkadang Arjuna merindukan momen berdua bersama sang istri, tapi setiap kali sudah berkumpul bersama anak-anaknya dia kembali merasa senang.
Seolah semua rasa kesalnya hilang.
Tersenyum manis Arjuna menghampiri Sahara ke kamar Aluna dan melihat istrinya yang sedang menggendong anak mereka sambil mengusap punggungnya.
Manis sekali
Arjuna benar-benar mencintai Sahara dan anak-anaknya, dia rela kehilangan apapun asal tidak dengan mereka.
"Sayangg"
Suara Arjuna membuat Sahara menoleh dan menatapnya dengan alis bertaut.
"Hmm kenapa Mas?" Tanya Sahara debgan lembut
Arjuna menggelengkan kepalanya pelan dan melihat wajah Aluna yang terlihat tenang di dalam dekapan istrinya.
Dibandingkan Alana dulu Aluna memang lebih rewel dan sering bangun tengah malam atau bangun lebih awal dibanding yang lainnya, seperti sekarang contohnya.
"Luna sayangnya Papiii"
Arjuna menatap wajah Aluna dan mengusap pelan pipinya membuat anak itu menggeliat lalu semakin menempelkan wajahnya pada Sahara, lucu sekali.
Pipinya yang tembam itu benar-benar meminta Arjuna untuk mencubitnya.
"Kenapa hmm? Sini sama Papi ya?" Kata Arjuna
Dia merentangkan tangannya pada Aluna lalu berusaha untuk mengambilnya dari gendongan Sahara dan malah membuat anaknya itu merengek.
"Mas jangan ah nanti nangis lagi." Kata Sahara
Menghela nafasnya pelan Arjuna menjauhkan tangannya, tapi dia malah mencium pipi Aluna lama dan membuat anak itu merengek.
"Mass jangann"
"Iya sayang maaf." Kata Arjuna
Saat Aluna sudah kembali tenang Sahara membawanya ke kamar dia dan sang suami lalu menidurkannya disana. Tidak, Aluna tidak tidur dia membuka matanya dan menatap ke sekeliling.
"Mas aku mau mandi." Kata Sahara
"Iya tenang saja aku akan jaga Aluna." Kata Arjuna sambil menaiki ranjang dan memperhatikan Aluna
"Jangan digangguin ya?" Kata Sahara
"Iya sayanggg"
Tersenyum manis Sahara bergegas pergi ke kamar mandi, dia selalu terburu-buru karena takut anaknya menangis.
Sahara sangat tidak bisa mendengar anaknya menangis apalagi untuk waktu yang lama.
__ADS_1
Selagi Sahara di kamar mandi Arjuna terus memperhatikan anaknya dan mengajaknya bicara meskipun tau dia tidak akan menjawab. Saat anaknya tiba-tiba berguling dan tengkurap Arjuna tertawa, dia suka kalau anaknya sudah begitu.
"Papi Papiii"
Pintu kamarnya diketuk dan Arjuna bergegas membukanya yang ternyata ada Alana juga Airlangga yang sudah bangun serta masih memakai baju tidur. Wajah Alana berbinar ketika melihat adiknya yang tengah berbaring di ranjang.
"Lunaaa"
Dengan penuh semangat dia menaiki ranjang dan mencium pipi adiknya.
"Ana pelan-pelan ciumnya nanti adiknya nangis." Kata Arjuna pelan
Aluna mengangguk faham dan menciumnya dengan lembut.
Sama halnya dengan sang adik Airlangga juga ikut naik ke ranjang dan mencium pipi Aluna dengan lembut.
"Mami manaa?" Tanya Alana
"Di kamar mandi sayang." Kata Arjuna
"Papi Papii katanya mau ajakin jalan-jalan." Kata Aluna dengan wajah cemberut
"Iya Papii ayo kita jalan-jalan kan lagi libur." Kata Airlangga juga
Arjuna tersenyum dan menghampiri mereka lalu mengusap puncak kepala anak-anaknya dengan lembut.
"Nanti bilang Mami ya? Kalau Mami mau kita jalan-jalan." Kata Arjuna membuat Alana bersorak senang
Dengan senyuman dia memeluk Arjuna dan mencium pipinya hingga berkali-kali.
"Ana sayang Papiii"
Mencium pipi anaknya Arjuna semakin merasa gemas dengan tingkah Aluna apalagi wajahnya yang semakin mirip dengan Sahara.
"Papi jugaa sayang sama kalian." Kata Arjuna
Matanya kemudian menangkap Airlangga yang terlihat seperti sedang mengajak adiknya mengobrol dan Aluna juga terlibat senang bahkan anak itu tertawa ketika menyentuh wajah Airlangga.
Senyum Airlangga terbit ketika tangak mungil itu menyentuh wajahnya dan ketika dia mengarahkan jari telunjuknya Aluna juga menggenggamnya dengan tangan yang sangat kecil itu.
"Luna lucuuu"
Airlangga mengatakan itu sambil menatap Arjuna dengan senyuman.
Waktu itu Airlangga pernah merajuk dan tidak mau bicara dengan kedua orang tuanya karena merasa kalau mereka berdua tidak sayang lagi padanya.
Padahal itu semua salah.
Tapi, sekarang Airlangga sudah mengerti dan sangat menyayangi adik-adiknya.
"Anaaa?"
"Ana juga lucuu." Kata Airlangga membuat Alana tersenyum senang
Mereka sibuk mengajak si kecil bermain hingga tak sadar kalau Sahara baru saja keluar dari kamar mandi, tentu saja sudah berganti pakaian dan senyumnya mengembang dengan sempurna ketika melihat anak serta suaminya.
"Hey kenapa kalian sudah pada bangun?" Tanya Sahara membuat kedua anaknya menoleh dan tersenyum senang
Alana berseru senang dan turun dari ranjang lalu memeluk Sahara dengan erat. Mendapat perlakuan itu Sahara tertawa lalu membalas pelukan anaknya dengan tak kalah erat.
"Iyaa Mami ayo jalan-jalan kan Angga sama Ana tidak sekolah." Kata Airlangga juga
"Mau kemana hmm?" Tanya Sahara
"Ke taman Ana mau main sepedaaa terus nanti siang kita ke rumah Omaa." Kata Alana dengan penuh semangat
Jujur saja Sahara lelah sekali, tapi dia juga tidak tega untuk menolak permintaan anaknya dan akhirnya dia hanya mengangguk sebagai jawaban.
Kedua anaknya bersorak senang lalu berhambur ke pelukannya membuat Sahara tersenyum dan mengusap kepala mereka bergantian.
"Mandi dan sarapan dulu ya?" Kata Sahara
Mereka berdua mengangguk dengan semangat.
"Angga mandi duluan." Kata Airlangga sambil berlalu keluar dari kamar
Kalau Alana memang harus ditemani Sahara ketika ingin mandi dan belakangan ini Alana selalu mandi bersama dengan Aluna. Biasanya ketika Sahara memandikan Aluna dia akan berendam sambil bermain busa.
Sedangkan Airlangga anak itu sudah tidak mau ditemani lagi kalau mandi dan mengatakan kalau dia malu, jadi anak itu selalu mandi juga berganti baju sendiri mungkin Sahara hanya akan menyiapkan pakaiannya atau menyisir rambutnya.
"Mamii ayo mandi sama Lunaa." Kata Alana
"Biar aku yang buat sarapan." Kata Arjuna seolah tau apa yang istrinya fikirkan
Sahara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yaudah Mami ambilkan ganti untuk Ana dulu ya?" Kata Sahara
"Iya Mamiii"
Selagi Sahara mengambil baju Alana menghampiri adik kecilnya dan mencium pipinya.
"Luna kita mau jalan-jalannn"
Alana selalu ingin pergi jalan-jalan, tapi orang tuanya hanya akan mengabulkan ketika sedang hari libur saja.
¤¤¤
"Punyaa Ana!!"
Sahara memejamkan matanya ketika mendengar suara Alana yang saling bersahutan dengan suara Airlangga padahal mereka sedang ada di taman, tapi kedua anaknya itu malah berdebat. Tadi mereka membeli ice cream dan Alana beli rasa coklat sedangkan Airlangga rasa vanilla, tapi ketika ingin makan Airlangga malah mengambil milik adiknya.
Sudah sering terjadi biasanya Sahara selalu membelikan sesuatu yang sama entah itu makanan atau minuman agar kedua anaknya tidak berdebar. Terkadang Alana menginginkan milik Airlangga dan begitu juga sebaliknya makanya Sahara selalu membelikan yang sama.
Tapi, tadi anak-anaknya pergi bersama sang suami karena Sahara benar-benar lelah dan hanya duduk sambil memperhatikan Aluna. Keadaan taman juga cukup ramai mengingat ini adalah akhir pekan.
"Mamiiii punya Anaa!" Rengek Alana dengan wajah sedihnya
"Angga kan tadi sudah beli sendiri-sendiri kenapa ambil punya adiknya?" Tanya Sahara dengan lembut
"Angga maunya coklat." Kata Airlangga
"Mamii es klim Anaaa." Rengek Alana
__ADS_1
"Mas harusnya tadi belinya yang sama." Kata Sahara
"Tadi Angga yang ambil sendiri sayang." Kata Arjuna membuat Sahara menghela nafasnya pelan
"Ana beli lagi sama Papi ya?" Kata Sahara
"Sama Mamiii." Kata Alana
"Sama Papi aja ya sayang?" Kata Arjuna sambil meraih tangan anaknya
Alana dengan cepat menggelengkan kepalanya pelan.
"Sama Mamiii!" Katanya dengan raut wajah garang
"Nanti adiknya...."
"Mami gak sayang Ana! Kalau Ana ajak pelgi pasti gak mau lagiii." Keluh Alana
Sahara menghela nafasnya pelan, kalau sudah begini dia harus mengalah.
"Yaudah sama Mami." Kata Sahara
Dia berniat menggendong anaknya, tapi Alana meminta agar Sahara pergi bersama dia saja.
"Adiknya sama Papi ajaaa." Kata Alana
"Nanti nangis sayang." Kata Sahara dengan lembut
"Ana mau digendong Mamiii." Kata Alana
"Gak papa Ra biar aku jagaiin Luna." Kata Arjuna sambil tersenyum
Sahara mengangguk singkat lalu mengangkat tubuh Alana yang sekarang sudah cukup berat.
Anaknya itu kalau sudah manja semua keinginannya harus dituruti atau dia akan menangis dan merajuk sepanjang hari.
Di dalam dekapannya Alana tersenyum dia sudah lama tidak digendong oleh Sahara.
"Mami"
"Hmm"
"Adiknya kapan besar?" Tanya Alana membuat Sahara tertawa kecil mendengarnya
"Nanti, memang kenapa hmm?" Tanya Sahara
"Ana mau ajak main belbi, tapi adiknya belum bisa." Kata Alana sedih
"Kalau sudah sebesar Ana baru bisa sayang." Kata Sahara
"Kapan? Masih lama?" Tanya Alana sambil menatap wajah Sahara
"Hmm tidak juga." Kata Sahara
Alana tersenyum dan mencium pipi Sahara dengan cepat.
"Ana kangen Mami." Kata Alana
Sahara hanya tersenyum dan ketika sampai di warung Alana langsung turun dari gendongannya.
"Ana mau rasa apa?" Tanya Sahara
"Coklat"
Sahara mengangguk dan mengambil dua yang satu untuk anaknya satu lagi untuk dia.
Sudah lama Sahara tidak makan ice cream.
"Mau jajan?" Tanya Sahara
Alana menggelengkan kepalanya pelan.
"Sudah habis ini Ana mau main sepeda." Kata Alana
Tersenyum manis Sahara mengusap puncak kepala anaknya lalu membayar ice cream yang dia beli dan kembali menghampiri suami serta anaknya.
"Mau digendong lagi?" Tanya Sahara yang dijawab dengan gelengan oleh anaknya
Saat sampai di tempat mereka tadi Arjuna sedang menggendong Aluna dan Airlangga yang duduk sambil memakan jajanan yang tadi dia beli. Dengan senyuman lebar Alana berlari dan menghampiri Kakaknya membuat anak tampan itu ikut tersenyum.
"Ana beli lagiii." Kata Alana
Airlangga hanya tersenyum dan mengangguk.
"Nanti habis ini kita main sepeda yaa?" Kata Alana dengan semangat
"Hmmm"
"Tapi, Kakak jangan kebut-kebut." Kata Alana lagi
"Iyaa cantikkk." Kata Airlangga sambil mengacak-ngacak rambut adiknya
Sahara tersenyum melihat itu semua lalu menghampiri Arjuna yang tengah menggendong si kecil.
"Gak nangis kan?" Tanya Sahara
Arjuna menoleh lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak sayang"
Sahara tersenyum senang dan mengusap pipi Aluna yang terlihat begitu tembam.
"Sekarang Ana manja sekali." Kata Arjuna membuat Sahara tertawa
"Hmm manja banget." Kata Alana
"Kayak Maminya"
"Kayak Papinya juga"
Keduanya saling menatap lalu tertawa bersama-sama.
Akhir pekan yang indah bersama keluarga tercinta.
__ADS_1
¤¤¤
Ada yang kangen gakkk????