
Perasaan yang dimiliki seseorang dapat berubah seiring berjannya waktu kan?
Sejak masa putih abu-abunya hati Sahara telah jatuh dengan begitu dalam kepada sosok Kevin si pemain basket yang memang menjadi pujaan para wanita disekolahnya. Saat itu dia dan Kevin sempat begitu dekat mereka sering menghabiskan waktu bersama-sama hingga banyak orang yang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Perasaan Sahara untuk Kevin bertahan untuk waktu yang begitu lama meskipun selama dekat keduanya hanya menjalani hubungan tanpa status, tapi Sahara sangat senang. Pada awalnya Kevin memang hanya bersama Sahara dan menghabiskan waktu dengannya selama di sekolah atau selama akhir pekan.
Namun, di akhir masa putih abu-abunya Kevin berubah dan sering dekat dengan banyak wanita. Saat itu Sahara ingin marah dia merasa sangat cemburu hanya saja dia tau diri bahwa dia sama sekali tidak memiliki hak untuk melarang pria itu dekat dengan siapapun.
Karena hubungan mereka berdua juga semu.
Hati Sahara begitu sakit dengan semua sikap Kevin pria yang tadinya begitu manis dengan dia mendadak berubah dan terlihat seperti menjauhinya.
Sampai akhirnya hari kelulusan itu tiba dimana sebelum prom night dia mengatakan sebuah kalimat kepada Sahara.
'Ra aku mau lanjut kuliah di Belanda semuanya sudah diatur sama keluarga aku'
Lalu Sahara ditinggalkan tanpa ada kepastian soal hubungan mereka dan selama pria itu pergi juga tidak ada satupun pesan yang masuk kedalam ponselnya.
Mereka benar-benar sudah lost kontak untuk waktu yang sangat lama.
Maka jangan salahkan Sahara kalau perasaannya sudah pudar sekarang.
"Ara"
Suara yang tidak asing ditelinganya terdengar dengan sangat jelas membuat Sahara yang sedang melamun sedikit tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.
"Mommy"
Menghampiri anaknya itu dengan senyuman ketika Fahisa mendudukkan dirinya di samping anaknya Sahara langsung memeluk wanita itu dari samping.
"Mommy kenapa? Kangen sama Ara ya?" Goda Sahara
Tertawa kecil Fahisa mengusap rambut Sahara dengan begitu lembut, dia memang sangat merindukan anaknya.
"Emm Mommy kangen sekali sama Ara"
Tersenyum senang Sahara semakin mengeratkan pelukannya.
"Mommy Ara mau tanya." Kata Sahara
"Tanya apa?"
"Emm menurut Mommy Kak Juna itu seperti apa?" Tanya Sahara membuat Fahisa langsung menatapnya dengan tatapan menggoda
"Kenapa hmm? Kamu sudah pacaran ya sama Juna?" Tebak Fahisa
"Ishh Mommy jawab dulu Ara nanya." Kata Sahara sambil mengerucutkan bibirnya
Tertawa kecil Fahisa mengusap rambut hitam Sahara dengan lembut sambil berbicara mengenai Arjuna.
"Arjuna itu anak yang baik dan sopan dia juga sangat menyukai kamu...."
"Tau dari mana?" Tanya Sahara memotong ucapan Fahisa
Wajahnya terlihat begitu penasaran membuat Fahisa tersenyum penuh arti ketika melihatnya.
Anak gadisnya sudah mulai jatuh cinta.
"Dia selalu nanyaiin Ara sama Mommy, Vina, dan Vano juga bahkan Arjuna secara terang-terangan bilang sama Mommy kalau dia suka sekali sama Ara." Kata Fahisa membuat hati Sahara menghangat ketika mendengarnya
Benarkah Arjuna melakukan itu semua?
"Juna itu sangat mencintai kamu." Kata Fahisa
Tersenyum lebar Sahara benar-benar merasa begitu bahagia ketika mendengarnya.
"Dia menanyakan banyak hal ke Mommy tentang semua yang kamu suka katanya dia mau buat kamu bahagia." Kata Fahisa
"Benarkah Kak Juna mengatakan hal itu ke Mommy?" Tanya Sahara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Fahisa
"Dia juga sering nanya ke Vano, tapi kamu tau sendiri kan gimana Vano? Jadi Juna selalu dicuekin adik kamu itu gak mau kasih tau apa-apa." Kata Fahisa membuat Sahara tertawa kecil ketika mendengarnya
"Mommy tau dari siapa?" Tanya Sahara penasaran
"Dari Vano dia yang bilang ke Mommy." Kata Fahisa
"Dia bilang kayakmana sama Mommy?" Tanya Sahara penasaran
"Kata Vano 'Mom pacarnya Kak Ara chat aku terus nanyaiin tentang Kak Ara, kenapa dia gak tanya langsung aja sih sama Kakak?' Dia bilang gitu ke Mommy." Kata Fahisa menirukan perkataan anaknya
"Vano memang orang yang tepat untuk menjaga rahasia." Kata Sahara sambil tertawa
Setelah itu keduanya kembali berbicara tentang banyak hal untuk waktu yang cukup lama membuat Fahisa merasa bahagia karena akhirnya dia bisa kembali menghabiskan waktu bersama Sahara.
"Mommy kenal Kevin tidak?" Tanya Sahara secara tiba-tiba yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Fahisa
__ADS_1
Menghela nafasnya pelan Sahara mulai mengatakan kecemasan yang dia rasakan beberapa hari belakangan.
"Waktu itu dia chat Ara dan minta untuk ketemu, tapi Ara tidak mau." Kata Sahara
"Kenapa?" Tanya Fahisa penasaran
"Takut kalau nanti Kak Juna marah dan jauhin Ara." Kata Sahara membuat tawa Fahisa terdengar
"Ara masih suka sama dia?" Tanya Fahisa yang dijawab dengan gelengan cepat oleh anaknya
"Tidak, sekarang Ara sukanya sama Kak Juna." Kata Sahara tanpa sadar
"Jadi sukanya sama Juna?" Goda Fahisa
Menyadari apa yang baru saja dia katakan Sahara langsung memeluk Fahisa dan menyembunyikan wajahnya yang dia pastikan sudah mulai memerah. Kalimat itu keluar sendri dari bibirnya tanpa Sahara minta dan hal itu membuatnya jadi malu sendiri.
Untuk keceplosannya di depan Fahisa bukan di depan Arjuna.
Tapi, mendadak Fahisa penasaran tentang satu hal.
"Kalau menurut Mommy Kevin itu bagaimana?" Tanya Sahara sambil mendongak dan menatap Fahisa dengan rasa ingin tau yang begitu besar
Berfikir sejenak Fahisa tidak tau harus bicara apa karena jujur dia tidak terlalu mengenal Kevin. Selama ini Fahisa baru dua kali bertemu dengan Kevin dan dia masih belum tau orang seperti apa dia.
"Mommy hanya pernah bertemu dia dua kali jadi Mommy tidak tau, tapi sepertinya dia orang yang baik." Kata Fahisa
Mengangguk faham Sahara tau kalau Fahisa jarang bertemu dengan pria itu jadi wajar saja kalau tidak tau lagi pula sampai sekarang Sahara sendiri masih belum bisa memahami orang seperti apa Kevin.
Dan sekarang dia penasaran akan satu hal yang lainnya.
'Kira-kira Mommy nya lebih suka dengan siapa? Kevin atau Arjuna?'
"Mommy lebih suka Arjuna." Kata Fahisa sebelum Sahara sempat bertanya
Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Fahisa membuat Sahara merasa senang, ternyata Arjuna memang sangat disukai oleh keluarganya.
Siapa yang tidak suka Arjuna?
Pria itu sangat baik dan perhatian kepadanya bahkan layaknya keluarga Arjuna selalu melindungi Sahara menjaganya agar tidak terluka.
"Kamu tau kenapa Mommy lebih suka kamu sama Arjuna?" Tanya Fahisa yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Karena ketika bersama dia kamu selalu menjadi diri kamu sendiri dan itu sudah lebih dari cukup sayang, memiliki seseorang yang bisa membuat kamu mencintai diri kamu sendiri itu adalah sebuah anugrah yang tidak boleh kamu sia-siakan." Kata Fahisa membuat anaknya itu menatap matanya sambil tersenyum lebar
Mungkin akan ada awal yang baru bagi hubungannya dengan Arjuna.
Perjalanan baru menuju kebahagiaan yang lebih besar.
¤¤¤¤
Makan malam keluarga Dirgantara terlihat begitu menegangkan karena sang kepala keluarga Abian Dirgantara menatap anak laki-lakinya dengan begitu tajam, rasa marah sudah menguasai dirinya karena Arjuna yang kembali menolak permintaannya. Di sisi lain Arjuna terus berusaha untuk bersikap biasa berbanding terbalik dengan adik dan ibunya yang terlihat begitu takut akan perang dingin yang sedang berlangsung sekarang.
Sejak dulu Arjuna adalah anak penurut bahkan sampai sekarang pun masih sama dan hanya satu hal yang tidak ingin Arjuna patuhi, masalah wanita. Bagi Arjuna mereka berhak mengatur masalah masa depannya mulai dari sekolah hingga pekerjaan, tapi untuk masalah wanita Arjuna tidak mau.
Hanya dia yang berhak menentukan pasangan hidupnya.
"Arjuna"
Ketika suara berat itu mulai terdengar Anjani dan sang mama Clara mulai menegang ditempatnya, mereka sangat tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sebuah perdebatan
"Hmm"
"Apa sesulit itu untuk menurut perkataan Papi? Semua ini Papi lakukan untuk kebaikan kamu sendiri." Kata Abian dengan penuh penekanan
"Apa sesulit itu juga untuk Papi mengerti? Sudah berkali-kali Juna bilang kalau untuk yang satu itu Juna tidak bisa." Kata Arjuna tanpa ada emosi didalamnya
"Kenapa tidak bisa?! Arjuna pokoknya Papi tidak mau tau besok malam kamu harus menemui anak teman Papi!" Kata Abian dengan nada yang mulai meninggi
Menghela nafasnya pelan Arjuna merasa serba salah kalau sudah begini dia tidak mau berbicara dengan nada tinggi, tapi mendengar perkataan Papinya benar-benar membuatnya marah.
"Papi tidak bisa mendengarkan Juna sekali saja? Selama ini aku selalu nurut Pi mulai dari sekolah, kuliah, dan kerja semua aku nurut sama Papi jadi untuk kali ini aja tolong biarkan Juna memilih sendiri." Kata Arjuna masih dengan nada yang sama
Berusaha keras menghilangkan emosinya Arjuna benar-benar tidak ingin bersikap tidak sopan kepada orang tuanya.
"Kamu yang dengarkan Papi Juna! Besok malam Papi tidak akan nerima penolakan lagi." Kata Abian dengan penuh penekanan
"Papi"
Bukan Arjuna, tapi Anjani yang mulai ikut membuka suara dia akan membela Kakaknya karena Papi sudah benar-benar keterlaluan padahal Kakaknya selalu menurut.
"Tidak ada bantahan lagi! Besok malam kalau kamu tidak datang Papi akan susul kamu." Kata Abian sambil beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang makan
"Papi! Kenapa kayak gitu sama Kak Juna?! Selama ini Kak Juna selalu nurut, kenapa Papi gak mau dengar Kak Juna sama sekali?!" Tanya Anjani dengan suara yang keras membuat Arjuna dan Clara menatapnya tidak percaya
__ADS_1
"Jani jangan ikut campur ini masalah Kakak." Kata Arjuna sambil memegang pundak adiknya itu pelan
Sama sekali tidak mau mendengar Abian tetap melangkahkan kakinya pergi. Hal ini sudah biasa terjadi bukan hanya sekali dua kali, tapi sepertinya untuk yang satu ini Arjuna harus menurut.
Hanya kali ini saja.
"Juna nanti Mami akan coba bicara sama Papi." Kata Clara lembut
Tersenyum menenangkan Arjuna tidak ingin melibatkan keduanya dia hanya akan bertemu, tapi tidak akan menuruti keinginan Papinya untuk perjodahan yang sudah direncanakan.
"Tidak papa Mi nanti Juna saja yang bicara"
Masalah ini akan segera Arjuna selesaikan.
¤¤¤¤
Menunjukkan pukul satu malam seluruh penghuni rumah sudah tertidur dengan lelap, tapi di kamarnya Arjuna masih terjaga dengan mata yang menatap langit-langit kamarnya. Perasaannya sangat campur aduk sekarang memikirkan tentang banyak hal yang membuat matanya sama sekali tidak merasa ngantuk.
Sejak dulu Abian memang selalu mengatakan bahwa dia akan dijodohkan dengan salah satu rekan kerjanya dan sudah berkali-kali juga Arjuna mengatakan bahwa dia tidak mau, tapi Abian tidak mau dengar. Entahlah Arjuna merasa serba salah sekarang dia tidak bisa melupakan Sahara dan menerima perjodohan itu juga sangat tidak mungkin.
Arjuna tidak mau menerimanya secara paksa karena dia tidak ingin menyakiti hati orang lain.
Arjuna benar-benar tidak bisa melupakan perasaannya untuk Sahara.
Drrtt drrrtt drrrtt
Getaran di ponselnya membuat Arjuna langsung meraihnya dan mengecek siapa orang yang menghubunginya di tengah malam begini.
Nama Sahara yang tertera disana membuat senyuman Arjuna terukir dengan sempurna.
Kak sudah tidur ya?
Ara tidak bisa tidur belum ngantuk :(
Tersenyum senang Arjuna dengan segera menelpon Sahara untuk menghabiskan malam ini dengan berbicara banyak hal.
Tidak butuh waktu lama hanya beberapa detik setelah panggilan itu Arjuna buat Sahara langsung mengangkatnya dan berbicara dengan semangat.
'Halo! Kakak juga belum tidur? Kakak tidak bisa tidur juga ya?'
Mendengar suara Sahara saja sudah membuat mood Arjuna kembali dan segala fikirannya lenyap begitu saja.
"Hmm kepikiran kamu terus nih Ra." Kata Arjuna jujur
Disebrang sana Sahara mengerucutkan bibirnya kesal karena perkataan Arjuna.
'Ishhh bohong'
"Kok bohong sih Ra? Aku serius tau." Kata Arjuna sambil tersenyum senang
'Bohong, Kakak pasti lagi mikirin yang lain kan?'
Terdiam sesaat sekarang Arjuna sadar bahwa Sahara bisa dengan mudah menebak dirinya.
"Hmm masalah kerjaan, kalau kamu kenapa tidak bisa tidur?" Tanya Arjuna
'Gak ngantuk'
"Aku temenin deh sampai kamu ngantuk." Kata Arjuna
Setelahnya mereka berdua berbicara tentang banyak hal hingga tanpa sadar waktu sudah hampir pukul tiga dan Arjuna memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka.
"Ra sudah ya? Kamu harus tidur." Kata Arjuna
'Emm aku juga sudah mulai ngantuk'
"Yaudah aku tutup telponnya ya? Mimpi indah Ra." Kata Arjuna sambil tersenyum
'Nanti Kak aku mau bicara sesuatu'
"Bicara apa?" Tanya Arjuna penasaran
'Aku sayang Kak Juna'
Dan setelah kalimat itu diucapkan Sahara mematikan panggilan telponnya tanpa tau Arjuna yang sejak tadi tersenyum bahagia.
Lalu menggumamkan sesuatu dengan harapan Sahara akan mendengarnya.
'Aku juga Ra'
¤¤¤¤
*Cieee Ara sudah ngaku tuhhh😂
Siapa nih yang gak sabar mereka pacaran😂*
__ADS_1