
Langkah kaki Arjuna terlihat sangat buru-buru memasuki apartemen milik temannya, dia kembali mendapat kabar yang cukup mengejutkan dari Bara bahkan Arjuna sendiri sulit untuk percaya. Sebelumnya Bara mengirim sebuah foto, tapi temannya itu bilang dia belum memastikannya apa itu benar atau tidak dan pagi Bara mengatakan bahwa itu semua benar.
Arjuna terpaksa berbohong pada Sahara dengan mengatakan bahwa dia harus pergi ke kantor atas permintaan Papi nya karena ada hal mendesak, padahal Arjuna pergi ke apartemen Bara.
Setidaknya dia ingin memastikan apakah yang Bara katakan memang benar dan kalau iya maka Arjuna harus semakin berhati-hati. Dengan tidak sabaran Arjuna memencat bel apartemen Bara dan menunggu beberapa saat hingga pintunya terbuka dia langsung masuk ke dalam.
"Apa maksudnya dengan dia udah keluar dari penjara Bar?" Tanya Arjuna tanpa basa-basi
"Duduk dulu Jun gue bakal jelasin semuanya." Kata Bara
Menghela nafasnya pelan Arjuna mengikuti Bara dan duduk di sofa, dia benar-benar penasaran juga tidak tenang.
"Minggu lalu gue dan Bryan pergi ke club, lo tau lah kita ngapain? Kita have fun disana lalu tanpa sengaja gue lihat orang yang mirip sama Kevin disana," Kata Bara memulai ceritanya
Arjuna diam dan menyimak semua perkataan sahabatnya.
"Awalnya gue fikir itu cuman mirip aja karena saat itu pun gue emang sedikit mabuk setelah minum-minum, makanya gue gak langsung bilang ke lo." Kata Bara
"Jadi, lo pernah ngeliat dia sebelum pesan yang lo kirim ke gue?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Bara
Saat itu Bara terus berfikir, apa dia benar-benar melihat Kevin atau itu hanya orang yang mirip saja?
Dia ingin mengatakannya pada Arjuna, tapi dia sendiri tidak yakin apalagi ketika melihatnya dia sedang sedikit mabuk.
"Beberapa hari setelahnya gue kesana lagi sama Yuda dan gue ngeliat dia lagi, kali ini gue yakin karena gue sama sekali belum minum makanya gue foto dan kirim ke lo." Kata Bara lagi
Arjuna mengusap wajahnya frustasi, seharusnya pria itu keluar dari tahanan tahun depan.
Sekarang Arjuna jadi cemas kalau pria itu kembali nekat dan menyakiti istri atau anaknya.
"Gue minta bantuin teman untuk cari tau dan ternyata benar Jun dia udah keluar sekitar satu bulan yang lalu." Kata Bara
"Gimana bisa Bar? Harusnya dia masih di penjara." Kata Arjuna
Raut wajahnya terlihat tidak bersahabat dan membuat Bara kembali bicara untuk menjelaskan.
"Siapa yang tau Jun? Dia orang kaya dan dari keluarga terpandang orang tuanya gak mungkin biarin dia bertahun-tahun mendekam di penjara, kalau mereka gak bisa yakinin kalian untuk cabut tuntutannya mereka pasti cari cara lain." Kata Bara
Menghela nafasnya pelan Arjuna menyandarkan tubuhnya di sofa dan memegang dahinya dengan cukup kuat.
"Gue kasih tau ini supaya lo bisa hati-hati karena kita gak tau Jun apa yang bisa dia lakukan, ada dua kemungkinan setelah dia keluar dari penjara," Kata Bara
Dia menggantung kalimatnya dan membuat Arjuna menatapnya, menunggu untuk kalimat selanjutnya.
"Dia nyerah dan menyesal atau dia jadi lebih nekat dari sebelumnya"
Memejamkan matanya Arjuna mendadak pusing memikirkannya, bagaimana kalau pria itu semakin nekat dan berniat menyakiti istri atau anaknya?
"Kalau lo mau mastiin sendiri datang ke club yang gue dan yang lainnya biasa dateng." Kata Bara
"Gak bisa Bar gue gak mungkin ninggalin Ara, dia gak pernah mau sendirian kalau malam apalagi sekarang dia lagi hamil." Kata Arjuna
Bara mengangguk faham lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto lainnya yang sempat dia ambil.
"Selain di club gue juga ngeliat dia di dekat hotel sama seorang wanita yang gue gak tau dia siapa." Kata Bara
Memperhatikan foto di ponsel Bara dengan seksama Arjuna merasa pernah melihat wanita itu, tapi dia lupa dimana.
"Thanks Bar kalau ada info lainnya tolong kasih tau gue ya?" Kata Arjuna sambil meletakkan ponsel Bara di atas meja
Bara kembali mengangguk dan menepuk pelan pundak Arjuna membuat pria itu tersenyum tipis lalu pamit untuk pergi.
"Gue dan Bryan bakal cari tau lagi dan kasih tau kita kalau lo butuh bantuan." Kata Bara
Arjuna kembali mengangguk lalu melangkahkan kakinya keluar dari apartemen milik Bara dan bergegas pergi. Selagi berjalan Arjuna mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang mertua untuk menyampaikan semuanya.
Setidaknya dia harus berjaga-jaga kan?
Entah pria itu sudah menyerah atau belum tetap saja Arjuna harus berhati-hati karena dia tidak mau kesalahan yang sama kembali dia ulangi.
Sahara dan anak-anaknya harus tetap aman dalam lindungannya.
Arjuna bukan hanya seorang kekasih sekarang, tapi dia adalah seorang suami dan ayah.
Dia harus melindungi keluarga kecilnya kan?
"Halo Pi"
'Iya ada apa Juna?'
"Papi ada waktu? Juna mau bicara sebentar"
'Datang saja ke kantor'
__ADS_1
"Baik, Juna segera kesana Pi"
Setelah menutup telponnya Arjuna bergegas memasuki mobilnya dan menuju kantor mertuanya.
Bukan tanpa asalan Arjuna merasa begitu cemas, tapi perkataan Kevin ketika dia menemuinya di ruang introgasi kembali terngiang dan mengusiknya.
'Lo tau Arjuna? Gue udah keluar terlalu jauh dan kenapa gue harus berhenti? Untuk sekarang berbahagialah sama Sahara'
Pria brengsek itu benar-benar tak punya nurani.
Arjuna bersumpah tidak akan membuat Sahara sampai terluka lagi.
¤¤¤
Di rumah Sahara merasa sangat bosan karena tidak ada suaminya, tapi dia dibuat senang dengan kehadiran kedua adiknya ke rumah yang membuatnya jadi tidak merasa suntuk. Siang tadi Arjuna tiba-tiba pergi padahal dia bilang tidak ada pekerjaan, tapi setelahnya kedua adiknya datang dan membawakan ice cream kesukaan Sahara.
Katanya mereka berdua baru pulang sekolah karena kebetulan sekolah pulang lebih awal dan keduanya memutuskan untuk mengunjungi Sahara.
"Kalian kesini naik apa?" Tanya Sahara
"Naik taxi Kak." Kata Devina
Sahara mengangguk faham lalu pergi kebelakang untuk membawakan minuman serta beberapa cemilan dan tanpa dia sadari ternyata Devano mengikutinya hingga ke dapur.
"Ehh ngapain ngikutin Kakak?" Tanya Sahara
"Kakak duduk aja biar Vano yang bawa." Kata Devano membuat Sahara tersenyum senang lalu mencubit pipi adiknya itu dengan gemas
"Perhatian banget adik akuuuu." Kata Sahara
Devano tidak menanggapi apapun dan membantu Sahara membawa minum serta cemilan ke ruang tamu.
Disana ada Devina yang sedang asik bermain dengan Airlangga dan anak tampan itu pun terlihat senang bermain dengan Tante nya. Terlihat Devina yang bicara dengan Airlangga lalu tertawa, entah membicarakan apa.
"Kamu tau kan Devano? Nanti kamu kalau sudah besar jangan seperti dia ya?" Kata Devina yang masuk ke dalam pendengaran kembarannya
Setelah meletakkan nampannya Devano menarik rambut Devina pelan membuat wanita itu mendelik tajam dan Sahara yang terkekeh melihatnya.
"Vano ihhh! Lihat kan Angga? Kamu jangan seperti dia ya? Dia itu jahat sama aku nanti kamu jangan gitu sama adik kamu ya?" Kata Devina sambil mengusap rambut tipis si kecil Airlangga
"Kamu nih Vano masih aja jahil." Kata Sahara
"Memang Kak! Dia itu suka jambak rambut aku terus kalau pas dia lagi kesal aku suka di lempar sama bantal kalau gak guling." Kata Devina mengadu
"Tuh lihat kan Kak?" Kata Devina
"Dia yang mulai." Kata Devano santai
"Pasti gitu terus alasannya!" Keluh Devina
"Karena memang gitu kan?" Kata Devano
Plak
Sahara tertawa ketika melihat Devina yang memukul lengan Devano cukup kuat karena merasa kesal.
"Udah ihh jangan berantem kalian." Kata Sahara sambil merangkul keduanya
Senyum Devina terbit dan dia memeluk Kakaknya itu dari samping.
"Kangen banget sama Kak Araa." Kata Devina
"Aku juga tau makanya kamu sering main kesini." Kata Sahara
Saat tengah asik berpelukan Airlangga tiba-tiba berdiri dan dengan tertatih berjalan menghampiri mereka membuat Devina berseru senang ketika melihatnya.
"Sinii sayangnya auntyyy." Kata Devina sambil merentangkan tangannya
Airlangga bersorak senang lalu saat sudah di dekat Devina menjatuhkan dirinya yang dengan cepat ditangkap oleh Devina.
Di peluknya tubuh si kecil Airlangga dengan gemas dan membuatnya sedikit merengek.
"Ihh gemes bangettt." Kata Devina ketika melihat wajah lucu keponakannya
Hari ini Sahara sangat senang dengan kehadiran kedua adiknya yang mengobati kerinduannya.
Senang sekali rasanya bisa menghabiskan waktu bersama kedua adiknya lagi bahkan Sahara melarang mereka untuk pulang ketika sore dan meminta keduanya untuk disana sampai suaminya pulang.
¤¤¤
Pukul tujuh malam Arjuna baru dalam perjalanan pulang dan dia sangat yakin jika istrinya akan merajuk nanti karena dia pulang lebih lambat dari biasanya padahal tadi Arjuna mengatakan hanya pergi sebentar. Setelah menemui mertuanya tadi dia kembali menemui Bara dan Bryan untuk membicarakan sesuatu lalu ketika ingin pulang salah satu karyawannya di restoran menelpon dan memintanya untuk datang.
Beberapa kali Sahara juga mengirim pesan dan menanyakan kapan dia akan pulang yang hanya dapat Arjuna balas dengan kata, secepatnya.
__ADS_1
Ada cukup banyak hal yang harus dia selesaikan di restoran dan baru tadi dia selesai melakukan semua pekerjaannya.
Memasuki area rumahnya dengan segera Arjuna memarkirkan mobilnya di garasi lalu memasuki rumahnya. Tadi Sahara bilang kedua adik iparnya datang dan mereka baru pulang beberapa saat yang lalu karena sudah di jemput.
"Araa"
Beberapa saat setelah dia memanggil Sahara muncul dengan senyuman yang begitu lebar membuat Arjuna ikut tersenyum lalu merentangkan tangannya ketika sang istri berlari kecil ke arahnya.
"Mas Junaaa"
Arjuna memeluk istrinya dengan sayang sambil mencium puncak kepalanya.
"Maaf ya karena pulang malam, tadi dapat telpon dari restoran jadi aku ke restoran dulu." Kata Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh istrinya
"Tadi juga ada Vina sama Vano jadi Ara gak kesepian." Kata Sahara
"Mana anak tampan Papi Juna?" Tanya Arjuna sambil melepaskan pelukannya
"Tidur"
"Sudah tidur?" Tanya Arjuna tidak percaya
"Emm dia tidak tidur siang karena main sama Devina." Kata Sahara
Arjuna mengangguk faham lalu mengecup bibir Sahara hingga berkali-kali.
Tersenyum senang Sahara menatap suaminya dengan dalam lalu mengalungkan lehernya dan menciumnya dengan lembut sambil memejamkan matanya.
Tangan Arjuna melingkar sempurna di pinggang sang istri dan dia pun ikut memejamkan matanya, menikmati ciuman mereka.
Sekarang semua gelisahnya hilang, mereka sudah sangat bahagia dan Arjuna tidak akan membiarkan seorang pun yang akan menghancurkannya.
"I love you Ra"
Arjuna mengatakannya tepat di depan wajah Sahara ketika ciuman mereka terlepas dan tangannya terulur untuk mengusap pipi istrinya.
"Ra"
"Hmm"
"Aku sayang kamu"
Senyum Sahara mengembang lebar ketika mendengarnya, meskipun Arjuna sering mengatakan hal itu, tapi Sahara selalu merona ketika mendengarnya.
"Aku sayang banget sama kamu Ra, jangan tinggalin aku ya?"
"Hmm Mas Juna juga jangan tinggalin Ara ya?"
"Tidak akan, aku hanya akan pergi kalau kamu yang minta aku pergi"
"Dan Ara tidak akan pernah meminta hal itu sama Mas Juna"
Arjuna tersenyum dan memeluknya dengan sayang.
"Mau makan apa? Ara belum masak karena tadi Angga nangis terus." Kata Sahara
"Mau pesan saja?" Tanya Arjuna
"Mauu"
"Mau apa?" Tanya Arjuna
"Hmm nasi goreng ya?" Kata Sahara sambil menatap Arjuna
Arjuna tersenyum dan mencubit pipi Sahara gemas.
"Oke Ibu hamil sayang"
Tertawa kecil Sahara kembali mencium bibir suaminya sekilas.
"Sekarang Mas Juna mandi dulu atau mau ganti baju aja?" Tanya Sahara
"Bagaimana kalau dimandikan?" Tanya Arjuna dengan wajah menggoda
Sahara tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya.
"Nanti malah gak jadi makannn"
Arjuna ikut tertawa ketika mendengarnya.
Sekarang Sahara sangat tau kebiasaannya.
¤¤¤
__ADS_1