Sahara In Love

Sahara In Love
40 : Membaik


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu dari malam mengerikan yang dilalui Sahara dan sampai saat ini Sahara masih belum keluar rumah bahkan dia terus berada di kamar, enggan untuk keluar meski hanya sekedar ke ruang makan. Setiap kali waktu makan datang entah itu Fahisa ataupun Bi Santi mereka yang selalu datang membawakan makan untuknya.


Sampai sekarang Sahara masih banyak diam dan hanya bicara seperlunya ketika dia ditanya. Sudah tiga hari ini juga Fahisa mendiamkan suaminya dan menolak untuk bicara, Sahara tau kedua adiknya memberi tau hal itu kepadanya.


Dia merasa bersalah karen ini semua salahnya, dia yang memaksa untuk diizinkan pergi.


Tubuh Sahara terkadang juga masih terasa nyeri terutama dibagian punggungnya yang sempat terhantam ujung meja.


Selain itu ketika malam hari Sahara selalu minta ditemani ketika akan tidur entah dengan Fahisa ataupun Devina, dia takut untuk tidur sendirian.


Bayang-bayang tentang kejadian malam itu masih berputar diingatannya.


Akan sangat sulit untuk melupakan semuanya, tapi untuk saat ini Sahara hanya butuh waktu untuk sendirian.


Selama seharian penuh Sahara hanya berbaring di ranjangnya dan baru beranjak ketika ingin ke kamar mandi saja. Sampai saat ini Arjuna baru mengunjunginya dua kali, pria itu bilang Fahisa tidak mengizinkannya untuk berlama-lama karena katanya Sahara harus istirahat.


Padahal Sahara tau Fahisa melakukannya karena dia kecewa dengan Arjuna meskipun dalam hal ini pria itu sama sekali tidak salah.


"Ara"


Mendongakkan kepalanya Sahara melihat Daffa yang masuk ke dalam kamar sambil tersenyum penuh arti. Ikut tersenyum Sahara menepuk sisi lain ranjangnya meminta pria paruh baya itu duduk disampingnya.


"Daddy"


Saat Daffa sudah berada disampingnya Sahara memeluk pria paruh baya itu dari samping membuat Daffa tersenyum dan mengusap lembut rambut hitam anaknya.


"Sudah lebih baik?" Tanya Daffa


"Emm"


"Maafkan Daddy ya? Seharusnya Daddy tidak membiarkan pria itu sampai menyakiti kamu." Kata Daffa dengan nada penuh penyesalan


Sahara mendongak dan menatap wajah itu lalu menggelengkan kepalanya pelan, Daddy nya tidak salah karena satu-satunya orang yang bersalah dalam hal ini adalah dirinya sendiri bukan orang lain.


"Daddy tidak salah, apa Mommy masih marah sama Daddy?" Tanya Sahara


Tersenyum tipis Daffa menggelengkan kepalanya pelan.


"Sedikit, tapi sekarang dia sudah mau bicara sama Daddy." Kata Daffa membuat anaknya tersenyum senang


Sahara kembali memeluk pria paruh baya itu mencari kenyamanan yang membuat dirinya merasa begitu aman ketika berada di dalam dekapannya.


Sahara sangat tau kalau Daffa tidak mungkin mau dirinya terluka, kejadian kemarin adalah salahnya.


"Daddy"


"Emm kamu butuh sesuatu?" Tanya Daffa pelan


Menggelengkan kepalanya pelan Sahara mengatakan sesuatu yang membuat Daffa terdiam.


"Ara kangen Oma"


"Nanti kalau Ara sudah lebih baik kita akan mengunjungi makam Oma." Kata Daffa yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya


Setiap kali sedang sedih Sahara selalu merindukan sosok Tania yang selalu menghiburnya. Sejak masih sangat kecil Sahara selalu bersama Tania yang wanita itu juga yang menghiburnya setiap kali Sahara sedih atau menangis karena Daffa sering meninggalkannya kerja sebelum Fahisa hadir di tengah-tengah mereka.


Sekarang Sahara sangat merindukan Tania, dia ingin memeluk wanita itu dan menangis dipelukannya. Namun, tidak bisa lagi Tania sudah tenang disana dan yang bisa Sahara lakukan hanya berdoa dan mengunjungi makamnya.


"Daddy kangen Oma tidak? Ara kangen sekali sama Oma biasanya kita sering menghabiskan waktu akhir pekan sama Oma dulu." Kata Sahara yang tiba-tiba mengingat kenangan mereka dulu


"Tentu saja Daddy sangat merindukan Oma." Kata Daffa masih dengan tangan yang mengusap lembut rambut Sahara


"Daddy Ara juga kangen sama Kak Juna." Kata Sahara lagi


Tertawa kecil Daffa mengatakan bahwa dia akan menelpon Arjuna dan menyuruhnya datang karena sampai sekarang Sahara memang belum memegang ponsel lagi.


"Nanti Daddy telpon ya? Biar Arjuna datang." Kata Daffa membuat senyum Sahara langsung mengembang


Selanjutnya mereka hanya diam untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya Sahara yang mulai merasa lelah dan mengantuk memejamkan matanya.


Melihat anaknya yang sudah tertidur lelap Daffa tersenyum dan mengusap lembut rambut hitamnya. Dia sangat mengerti kenapa Fahisa marah padanya, istrinya itu memang benar dia salah.


Seharusnya dia tetap pada pendiriannya melarang Sahara pergi tanpa dia ataupun Arjuna, tapi Daffa malah mengizinkannya pergi meskipun tau bahwa Kevin sudah mengancam anaknya secara terang-terangan.


Lagi, pintu kamar Sahara kembali terbuka dan kali ini Fahisa yang datang.


Hanya saja ketika melihat Daffa dan Sahara yang tertidur Fahisa tersenyum lalu keluar dari kamar membuat Daffa perlahan melepaskan pelukan anaknya lalu menyelimuti Sahara. Setelah memastikan anaknya masih tertidur lelap Daffa keluar dari kamar dan menghampiri Fahisa, dia akan minta maaf lagi.


"Fahisa"


Melihat Fahisa yang memasuki ruang keluarga Daffa mengikuti istrinya dan masuk lalu duduk disebelahnya.


"Fahisa"


"Emmm"

__ADS_1


"Kamu masih marah?" Tanya Daffa yang dijawab dengan Fahisa yang mengangkat bahunya acuh


"Fikir saja sendiri." Ketus Fahisa membuat Daffa tertawa kecil


Daffa tau istrinya itu sudah tidak marah, tapi masih merasa kesal dengan tindakannya jadi dengan berani Daffa memeluknya dari samping.


"Aku minta maaf Fahisa, aku tau kalau apa yang aku lakukan salah, tapi kamu sangat tau kalau aku tidak pernah ingin kalau Sahara sampai terluka dan menangis." Kata Daffa pelan


"Hmm"


"Fahisa maafkan aku hmm? Persidangannya akan dilangsungkan dua hari lagi dan aku akan pastikan pria itu mendapat balasan yang setimpal." Kata Daffa lagi


Menghela nafasnya pelan Fahisa menatap suaminya itu dengan garang, dia benar-benar kesal dan marah.


"Salah Mas Daffa sendiri! Biar saja kamu Hisa cuekin! Mas Daffa tidak tau ya aku cemas sekali karena Sahara menghilang, rasanya benar-benar takut sampai aku sulit bernafas karena membayangkan keadaan Sahara di luar sana." Kata Fahisa dengan penuh kekesalan


Mengangguk faham Daffa semakin mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala itu dengan sayang.


"Iya sayang aku tau aku salah, aku minta maaf." Kata Daffa lagi


"Beri pria brengsek itu pelajaran! Kalau perlu biarkan dia membusuk di penjara sampai mati! Aku tidak bisa memaafkannya karena sudah membuat Sahara sampai terluka dan menangis begitu!" Kata Fahisa lagi


"Iya Fahisa jangan khawatir aku akan membalas semua perbuatan pria itu, akan aku buat dia membusuk di penjara." Kata Daffa


Menghela nafasnya pelan Fahisa melepaskan kedua tangan Daffa lalu menatap suaminya itu dengan penuh arti.


"Maaf karena sudah mendiamkan Mas Daffa, tapi aku benar-benar marah makanya aku sampai tidak mau bicara." Kata Fahisa


"Aku mengerti Fahisa kamu memang pantas untuk marah." Kata Daffa


"Aku tau kalau Mas Daffa sangat menyayangi Ara dan tidak akan membiarkan dia sampai terluka, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi Mas." Kata Fahisa membuat Daffa mengangguk pasti


"Kalau kamu masih kesal kamu boleh pukul aku." Kata Daffa membuat Fahisa kembali memasang wajah kesalnya


"Benar ya? Aku selalu mau pukul Mas Daffa dari kemarin, tapi takut." Kata Fahisa


"Iya benar"


Plak


Dan Fahisa benar-benar memukul bahu suaminya hingga membuat pria itu meringis.


Istrinya kuat juga ternyata.


¤¤¤¤


Arjuna faham kalau Fahisa sangat kecewa dengan dia dan Arjuna tidak menyalahkannya karena jujur saja Arjuna juga kecewa dengan dirinya sendiri.


Arjuna datang membawa sebuah paperbag yang berisikan sesuatu untuk Sahara, permintaan maaf dan hadiah kecil yang dia harapkan bisa membuat Sahara merasa lebih baik.


Helaan nafas terdengar sebelum akhirnya Arjuna melangkahkan kakinya dan memasuki pintu utama rumah besar ini. Saat masuk Bi Santi langsung menghampirinya dan meminta Arjuna untuk duduk lalu pergi untuk memanggil majikannya.


Tidak butuh waktu lama Fahisa sudah turun dan menghampiri Arjuna membuat pria itu berdiri lalu mencium punggung tangan Fahisa dengan sopan.


"Juna mau izin Mi untuk ketemu sama Ara." Kata Arjuna


"Iya, tapi sebelumnya Mami mau bicara sama kamu." Kata Fahisa membuat Arjuna jadi gugup seketika


Bagaimana kalau Fahisa melarangnya bertemu dengan Sahara lagi.


"Iya Mi akan Juna dengarkan." Kata Arjuna


"Kamu tau kan Mami sangat menyayangi Sahara dan melihat dia terluka seperti itu membuat Mami jadi kecewa sama kamu Juna,"


Arjuna menahan nafasnya ketika mendengar kalimat itu, dia semakin takut sekarang.


"Tapi, Mami sadar kalau Mami tidak bisa menyalahkan kamu sepenuhnya dalam hal ini." Kata Fahisa sambil tersenyum


Kini Arjuna merasa lega mendengarnya, tapi Fahisa memang wajar merasa marah dan kecewa.


"Tidak papa Mi Juna sadar kalau dalam hal ini Juna juga salah bahkan Juna juga marah dengan diri Juna sendiri." Kata Arjuna


"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi ya Juna? Dan Mami minta supaya pria itu dapat balasan yang setimpal atas perbuatannya." Kata Fahisa membuat Arjuna tersenyum dan mengangguk pasti


Ikut tersenyum Fahisa langsung mengizinkan Arjuna untuk menemui Sahara yang baru saja selesai makan di kamarnya.


"Ara ada di kamar dia baru selesai makan." Kata Fahisa


Dengan sopan Arjuna pamit dan melangkahkan kakinya menuju kamar Sahara.


Tersenyum kecil Arjuna membuka pintu kamar Sahara dan masuk ke dalam. Saat Sahara mendongak dan menatapnya sebuah senyuman langsung terbentuk disana membuat Arjuna ikut tersenyum dan langsung menghampirinya lalu memeluknya dengan erat.


"Kangenn Kak Junaaa"


"Aku juga kangen sama kamu Ra." Kata Arjuna sambil mencium puncak kepala tunangannya

__ADS_1


Melepaskan pelukannya Arjuna menangkup wajah tunangannya lalu mencium kening Sahara dengan begitu lembut membuat Sahara menutup matanya.


Setelah itu Arjuna menjauhkan wajahnya dan mengusap lembut kedua pipinya.


"Kenapa Kak Juna jarang datang? Pasti tidak boleh sama Momnya ya?" Tanya Sahara dengan bibir mengerucut


"Sekarang kan sudah datang besok aku akan datang lagi." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum


"Kakak bawa apa?" Tanya Sahara ketika melihat ada paperbag di atas nakas


"Sesuatu untuk kamu." Kata Arjuna


"Apa?" Tanya Sahara penasaran


Sambil tersenyum Arjuna mengeluarkan isi paperbag ada sebuah kotak di dalam sana.


Mengambilnya dari tangan tunangannya Sahara langsung membuka kotak itu dan menemukan sebuah ponsel yang masih lengkap dengan kotaknya juga sebuah casephone lucu.


"Aku belikan ini karena ponsel kamu sudah rusak dan casephone nya aku belikan yang baru sama punyaku juga." Kata Arjuna sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan casephone yang sudah terpasang di ponselnya


Tersenyum senang Sahara mengambil ponsel milik Arjuna dan melihat casephone yang begitu lucu dimatanya.


"Ihh lucuu makasih ya Kak Juna padahal kan Ara bisa minta belikan sama Daddy." Kata Sahara


"Tidak papa Ra." Kata Arjuna


"Ini apa? Surat ya? Kenapa Kakak suka sekali menulis surat?" Tanya Sahara


"Iya, tapi bacanya nanti saja aku punya sesuatu yang lain." Kata Arjuna


Tanpa menunggu tanggapan Arjuna mengambil sesuatu disakunya lalu meraih tangan Sahara untuk memasangkan cincin yang baru dijari manis Sahara.


Cincin pertunangan mereka yang dipakai Sahara memang hilang ketika hari kejadian.


"Aku minta maaf ya Ra? Maaf karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik." Kata Arjuna sambil menatapnya dengan tulus


Sahara tersenyum dan mengusap pipi Arjuna dengan lembut.


"Jangan minta maaf Kak Juna tidak salah." Kata Sahara lembut


"Aku salah karena tidak bisa menjaga kamu Ra." Kata Arjuna lagi


Tak lagi berbicara Sahara memeluk Arjuna cukup erat yang langsung dibalas oleh Arjuna, dia sempat takut kalau Sahara akan merasa trauma, tapi beruntung semakin hari Sahara sudah semakin membaik.


Meskipun Sahara masih takut untuk pergi keluar dari rumah.


Tapi, Arjuna bersumpah dia tidak akan membiarkan hal seperti kemarin sampai terjadi lagi.


¤¤¤¤


Teruntuk Sahara,


Sahara aku minta maaf...


Maaf karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik dan maaf karena membiarkan pria itu sampai menyakiti kamu.


Aku merasa begitu bersalah Ra


Aku marah pada diriku sendiri karena membiarkan hak buruk itu sampai terjadi


Sahara aku mencintai kamu dan kemarin rasanya aku hampir mati ketika tau bahwa kamu menghilang


Aku minta maaf Ra


Aku bersumpah akan memberikan hukuman yang setimpal untuk pria itu.


Aku cinta kamu Ra


Maaf karena aku belum bisa menjadi pria yang melindungi kamu, tapi aku janji kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang lagi


Maafkan aku Ra


Saat kamu membaik nanti ayo kita menikah...


Mari kita membangun sebuah keluarga bersama.


Salam sayang,


Arjuna♡


¤¤¤¤


Sayang Arjuna banyak-banyakkk❤❤


Tidak bosan aku mengucapkan terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca cerita ini❤

__ADS_1


__ADS_2