
Menjalani hari-harinya seperti biasa sekarang Sahara sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya, dia sering menggambar sketsa ketika di rumah dan pergi menemui client atau ke cabang butik yang letaknya cukup jauh dari butik utamanya. Namun, Sahara tidak pernah lupa kewajibannya sebagai seorang istri, dia masih menuruti semua perintah suaminya seperti pulang sebelum jam empat dan makan tepat waktu.
Mungkin yang sedikit berbeda dia tidak bisa makan siang bersama Arjuna setiap hari karena terkadang ada beberapa client yang minta bertemu di jam makan siang. Beruntung suaminya tidak mempersalahkan hal itu karena Arjuna hanya akan melayangkan protes kalau Sahara masih terus berkutat dengan kertas dan pensilnya ketika malam hari, hanya itu yang membuatnya kesal.
Bisa dibilang Arjuna sangat pengertian dan tidak banyak mengatur Sahara, sebaliknya pria itu memberi kebebasan yang memang masih tetap dalam pengawasannya. Setidaknya yang membuat Arjuna tenang adalah rata-rata client Sahara yang wanita, dia juga masih memiliki Diandra yang selalu melaporkan kegiatan serta siapa saja yang istrinya temui.
Itu sudah cukup dan Sahara pun tidak masalah, dia sama sekali tidak terganggu dengan itu semua.
"Heyy pengantin baru"
Suara berat milik Gibran membuat Sahara yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya mendongak dan secara refleks menyunggingkan senyum manisnya.
Gibran memang baru masuk kerja sekarang, hari-hari sebelumnya dia sedang tidak ada Indonesia.
"Kak Gibrann"
Meninggalkan semua berkasnya Sahara berlari menghampiri pria itu dan memeluknya.
"Kenapa kamu masih sangat manja hmm?" Tanya Gibran membuat Sahara terkekeh mendengarnya
Dia menarik tangan Gibran untuk duduk di sofa lalu meminta pria itu untuk menunggu selagi dia membuatkan secangkir kopi.
"Bagaimana perjalanan Kakak?" Tanya Sahara
Sembari memperhatikan wanita yang sudah dia anggap seperti adiknya itu sendiri Gibran menjawab pertanyaannya.
"Menyenangkan, kamu sendiri bagaimana bulan madunya?" Tanya Gibran
Menolehkan kepalanya Sahara menatap pria itu dengan kesal.
"Harus banget Kakak tanya hal itu?" Kesal Sahara yang dihadiahi kekehan pria itu
Sekarang Gibran dapat melihat jika sikap Sahara mulai berubah, wanita itu sangat dewasa sekarang. Biasanya dia tidak pernah membuatkan kopi seperti ini atau sekalinya buat dengan asal-asalan, tapi sekarang Sahara terlihat begitu telaten seperti sudah biasa membuatnya.
Merubah wajahnya dengan kegembiraan Sahara menghampiri Gibran, duduk disampingnya dan memberikan kopi yang sudah dia buat.
"Sudah pintar sekarang ya." Kata Gibran
Sahara hanya tersenyum mendengarnya, dia biasa membuatkan Arjuna kopi kalau malam.
"Kapan ulang tahun suami kamu Ra?" Tanya Gibran
"Besok, Kak Gibran harus datang ya? Tidak boleh kalau tidak datang." Kata Sahara sambil menatapnya dengan galak
"Hmm aku usahakan." Canda Gibran
"Ihh ga boleh, harus datang!" Paksa Sahara
Mengacak rambut sepupunya itu dengan gemas Gibran meng-iyakan permintaan itu membuat senyum Sahara mengembang sempurna.
"Aku gak nyangka Ra kamu sudah menikah bahkan kamu melangkahi aku." Kata Gibran dengan sedikit kesal
Sahara tertawa ketika mendengarnya, bukan salahnya kalau Gibran dia langkahi.
"Suruh siapa belum nikah." Kata Sahara
Gibran mendengus kesal, dia masih belum berfikir sampai kesana rasanya masih malas untuk memikirkan pasangan.
Mungkin nanti.
"Padahal baru kemarin rasanya kamu main tembak-tembakan sama aku." Kekeh Gibran
Sahara mengangguk setuju, dia juga merasa begitu cepat tumbuh dewasa.
"Waktu berjalan dengan sangat cepat ya Kak? Oh iya bagaimana kabar Ghina?" Tanya Sahara
"Hmm dia baik, tapi semakin menyebalkan dan kamu tau Ra? Dia menel sekali sekarang karena di usianya sekarang sudah memiliki kekasih dan terus pergi keluar setiap akhir pekan." Gerutu Gibran membuat Sahara tertawa mendengarnya
Menurut Sahara itu hal yang wajar bagi anak muda, tapi mungkin tidak bagi Gibran apalagi dia adalah seorang Kakak yang bisa dibilang cukup keras kepada adiknya.
__ADS_1
"Biarkan saja Kak dia masih muda selagi tidak berbuat lebih aku rasa tidak masalah." Kata Sahara
Sayangkan Gibran tidak sependapat.
"Tidak Ra dia masih terlalu kecil untuk mengenal cinta, aku tidak mau dia tersakiti karena aku sangat tau diusia segitu hati dapat dengan mudah berubah, masih sangat labil." Kata Gibran
Sahara hanya bergumam pelan menanggapi perkataan sepupunya, dia tidak mau berdebat dengan Gibran lagipula perkataan pria itu ada benarnya juga.
Bahkan Sahara sendiri yang merasakannya.
"Sudah tidak perlu dibahas lagi, lebih baik kita bahas tentang kamu yang kapan memberikan aku keponakan?" Tanya Gibran membuat bibir Sahara mengerucut kesal
Dia kesal sekali kalau mendapat pertanyaan seperti itu.
Mereka tidak tau saja ada hal besar yang Sahara sembunyikan.
"Nanti"
Mencapit hidung Sahara dengan gemas Gibran tersenyum dan kembali mengalihkan permbicaraan ke masalah pekerjaan.
"Mau mulai pemotretan kapan Ra? Sepertinya karena terlalu lama libur aku akan banyak pekerjaan." Kata Gibran
"Setelah makan siang Kak aku sudah menghubungi Diandra dan para model yang akan pemotretan hari ini." Kata Sahara yang ditanggapi dengan anggukan singkat oleh Gibran
"Kamu makan siang dengan Arjuna?" Tanya Gibran
"Tidak, dia mau ke perusahaan Papi katanya ada urusan disana." Kata Sahara
"Kalau begitu kita makan siang sama-sama saja dengan yang lainnya juga." Kata Gibran
Sahara hanya mengangguk setuju.
Dan setelahnya mereka berdua kembali membahas masalah pekerjaan.
Ada beberapa hal yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.
Tapi, dia tidak boleh terlalu lelah kan?
¤¤¤¤
Kembalinya Sahara dengan rutinitasnya membuat Arjuna harus berkali-kali mengingatkan istrinya untuk setiap larangan serta ketentuan yang sudah keduanya sepakati saat menikah. Semakin lama pernikahan ini berjalan Arjuna juga semakin belajar tentang banyak hal, dia bahkan sampai bertanya pada Clara untuk beberapa hal.
Besok adalah hari ulang tahunnya dan sampai sekarang Arjuna masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa Sahara ingat ulang tahunnya?
Apa istrinya akan memberikan hadiah untuknya?
Atau jangan-jangan Sahara sama sekali tidak ingat hari ulang tahunnya?
Tapi, Arjuna memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Entah Sahara mengingatnya atau tidak, entah Sahara memberikannya hadiah atau tidak Arjuna tidak terlalu memperdulikannya.
Bagi Arjuna itu semua tidak terlalu penting karena baginya Sahara sendiri adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan untuknya.
Sore ini dia akan menjemput Sahara di butik karena tadi pagi istrinya minta di antar ke butik. Sebelumnya Arjuna sudah memberi kabar bahwa dia dalam perjalanan menjemputnya.
Dia tidak sabar bertemu dengan Sahara karena Arjuna sangat merindukannya.
Sekitar dua puluh lima menit menempuh perjalanan sampailah Arjuna di butik yang biasa ia kunjungi bahkan sebelum mereka menikah. Setelah memarkirkan mobilnya Arjuna turun dan melangkah masuk, sudah cukup sepi karena butiknya memang sudah tutup.
Saat masuk ke dalam Arjuna hanya bertemu Diandra dan Gibran yang terlihat sedang membicarakan sesuatu di studio pemotretan
Ruang kerja Sahara terletak persis disebelahnya.
Setelah menyapa kedua orang itu Arjuna masuk ke dalam ruang kerja istrinya dan mendapati Sahara yang sedang berkutat dengan pensil dan kertasnya, pasti membuat sketsa.
Istrinya terlihat begitu fokus hingga tidak menyadari kehadirannya.
Sahara mungkin terlalu fokus hingga tak sadar jika Arjuna sudah berada di dekatnya.
__ADS_1
Suaminya itu memperhatikan Sahara yang terlihat berfikir dengan raut wajah bingungnya, lucu sekali.
Tapi, setelahnya dia dibuat terkejut dengan Sahara yang meremat sketsanya dan membuangnya di tempat sampah yang ada didekat meja.
Kali ini raut wajahnya berubah kesal.
"Fokus sekali sampai tidak sadar kalau suaminya sudah datang." Kata Arjuna membuat fokus Sahara terbagi dan langsung menatap wajah suaminya
Wajah kesalnya berubah menjadi gembira dan dengan penuh semangat Sahara menghampiri suaminya, memeluk Arjuna dengan erat membuat pria itu terkekah sambil membalas pelukannya.
"Ihh ga bilang kalau sudah sampai." Kata Sahara
"Kamu yang terlalu fokus." Kata Arjuna
Melepaskan pelukannya Arjuna mengecup bibir Sahara berkali-kali dan kembali memeluknya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sahara.
"Bagaimana hari kamu Ra?" Tanya Arjuna
"Hmm sulit"
"Kenapa sulit? Ada masalah?" Tanya Arjuna sedikit cemas
Sahara menggelengkan kepalanya pelan, dia hanya kehilangan inspirasi untuk membuat design gaun.
"Tidak ada Ara cuman bingung mau bikin design seperti apa rasanya semua yang Ara gambar jelek." Keluh Sahara membuat Arjuna terkekeh saat mendengarnya
Dia melepas pelukannya dan berjalan ke dekat meja Sahara lalu merunduk untuk mengambil sketsa yang sudah istrinya buang.
Dibukanya kertas itu yang sudah sangat lecak, tapi gambarannya masih terlihat jelas.
Indah
Meskipun belum jadi seutuhnya, tapi sketsa yang istrinya gambar indah dia bahkan tidak bisa menggambar sebagus ini.
"Ihh jangan diliat itu jelek buang saja Ara kesal kalau melihatnya." Kata Sahara sambil merebut kertas itu dari tangan Arjuna dan melemparnya ke tempat sampah
"Ini bagus Ra seharusnya kamu selesaikan jangan dirobek dan dibuang." Kata Arjuna
Sahara menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Kalau dia tidak suka dengan apa yang dia gambar maka dia akan membuangnya dan menggambar yang baru.
"Ayo kita pulang saja Kak." Ajak Sahara sambil tersenyum manis
Arjuna hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Sahara yang sudah keluar lebih dulu.
Sebelum mereka pergi Sahara menghampiri Diandra dan Gibran, keduanya tengah sibuk melihat hasil pemotretan dan beberapa hal lainnya.
"Aku pulang duluan ya? Kalian pulang saja kalau sudah lelah lanjutkan besok lagi." Kata Sahara
Setelah mengatakan hal itu Sahara dan Arjuna keluar dari butik menuju mobil yang terparkir disana. Masalah kunci dia dan Diandra memegang masing-masing satu.
Selama di perjalanan pulang Sahara sangat fokus pada ponselnya, berkirim pesan dengan Anjani untuk menjalankan rencanan mereka besok.
Kemarin dia sudah mencetak cukup banyak foto dan membuat album mini seperti yang pernah suaminya hadiahkan untuknya.
Sahara juga sudah menyiapkan surat yang ia tulis dengan tangannya sendiri.
Dia sudah menyiapkan hadiah spesial untuk orang spesial dihidupnya.
¤¤¤¤
Semakin dekat dengan ending😋
Nantikan yaa ending cerita iniii😉 Aku gak nyangka udah mau tamat aja haha😂
Bisa jadi nanti malam atau besok aku bakal tamatin cerita ini😶
Makasih banyakk buat yang support cerita ini sampai sejauh iniii huhuu sayang kaliann❤
__ADS_1