
Sejak kecil Sahara sering melihat merah seperti memar di leher jenjang Fahisa dan setiap kali dia bertanya wajah Fahisa pasti memerah lalu Daffa akan menjawab, terkena gigitan serangga. Dulu dia percaya dengan semua ucapan itu, tapi pagi ini setelah Sahara berhadapan dengan cermin besar di kamar mandi dia sadar kalau orang tuanya itu berbohong.
Pagi ini Sahara sangat terkejut ketika melihat lehernya di penuhi merah-merah, pasti karena perbuatan suaminya tadi malam. Saat ini sang pelaku belum bangun dari tidur nyenyaknya dan Sahara bersyukur untuk itu karena dia tidak harus malu kalau Arjuna melihatnya.
Tadi malam mereka sedikit bermain.
Arjuna terus menciumnya mulai dari bibir, pipi, kening, dan lehernya hanya saja leher jenjangnya mendapat begitu banyak kecupan serta gigitan yang menjadi penyebab merahnya leher Sahara.
Menghela nafasnya pelan Sahara mengusap leher jenjangnya dengan bibir mengerucut, bagaimana cara menutupinya?
Lehernya sangat penuh dengan merah-merah dan sekarang dia kesal dengan Arjuna, padahal hari ini mereka akan pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah.
Lalu bagaimana dia harus pergi dengan leher merah begini?
Bisa-bisa dia diledeki orang-orang kalau mereka melihat lehernya.
Sekarang Sahara sudah berganti dengan pakaian casualnya dia mengurai rambut panjangnya, tapi lehernya masih terlihat.
Astaga!
Menyerah Sahara memilih untuk keluar dan meminta Arjuna untuk memberikan solusi karena pria itu dalangnya yang harus bertanggung jawab!
Keluar dari kamar mandi Arjuna yang sudah bangun bersandar di ranjang dan tersenyum ketika melihat istrinya.
"Kamu bangun lebih awal Ra." Kata Arjuna
"Hmm"
Mendudukkan dirinya di sebelah Arjuna dapat dia rasakan tangan suaminya yang kini menyentuh leher jenjangnya.
"Banyak sekali aku rasa tadi malam tidak sebanyak ini." Kata Arjuna membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal
"Memang banyak! Terus bagaimana Kak? Nanti kalau di lihat orang lain malu." Kata Sahara
"Bisa ditutupi tenang saja." Kata Arjuna sambil tersenyum kecil
"Yaudah Kakak mandi dulu kita kan mau pulang." Kata Sahara
Mengangguk pelan Arjuna beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri meninggalkan istrinya yang sedang memainkan ponsel miliknya. Di tempatnya Sahara membuka aplikasi whats app Arjuna dan melihat semua pesan masuk yang ada disana serta kontak yang pria itu simpan.
Sahara tersenyum kala tau bahwa Arjuna sering kali mengabaikan pesan masuk dari beberapa wanita atau hanya membalas seadanya. Senyumnya semakin mengembang lebar melihat galeri di ponsel Arjuna yang dipenuhi foto miliknya, padahal di ponsel Sahara saja tidak sebanyak itu.
Saat tengah asik melihat foto rentetan pesan masuk ke dalam ponsel Arjuna dan ketika membukanya Sahara dibuat terkejut dengan pesan yang datang dari Anjani, adik kandung suaminya.
Anjani memang teman yang begitu baik.
Kak bagaimana?
Baju yang aku hadiahkan untuk Ara dipakai kan?
Cepat buatkan aku keponakan Kak! Katakan pada Ara untuk membalas pesanku juga -_-
Dengan kesal Sahara membalas pesan dari adik iparnya itu.
Hey adik ipar yang cantik :)
Kenapa kamu memberikan aku baju setipis itu? Bahkan baju itu sama sekali tidak bisa menutupi tubuhku!
Kau tau aku sangat kesal!
Tak butuh waktu lama pesan itu terbaca dan setelahnya sebuah panggilan masuk, tentu saja dari Anjani.
Tadinya Sahara malas untuk mengangkatnya, tapi tak apa berbicara dengan Anjani bisa menemaninya selagi menunggu Arjuna yang tengah mandi.
'Hey Kakak ipar! Selamat pagi bagaimana malam kalian?'
Belum sempat Sahara menjawab Anjani sudah kembali bicara dan kali ini setiap kalimat yang dia ucapkan benar-benar menyebalkan.
'Pasti kalian melalui malam yang panjang kan? Bagaimana dengan rencana bulan madu kalian Ra? Apa kalian baru akan melakukan itu ketika bulan madu?'
__ADS_1
"Anjani ihhh! Kamu tuh nyebelin banget tau gak?! Apa yang kamu maksud dengan itu hah?" Tanya Sahara kesal
Terdengar tawa kecil di sebrang sana Anjani sudah bisa menebak kalau sekarang pipi sahabatnya itu pasti sudah merona dan memang benar pipi Sahara sudah memerah karena ucapan temannya barusan.
'Kalau sudah melakukan itu katakan padaku bagaimana rasanya....'
"Aku akan matikan telponnya kalau kamu membahas itu sekarang." Ancam Sahara
'Haha baiklah maafkan aku'
"Sekarang katakan adik ipar kenapa kamu memberikan aku hadiah seperti itu? Apa kamu tau aku membukanya ketika ada Kak Juna?!" Kata Sahara dengan suara yang pelan karena suara air tak lagi terdengar dan artinya Arjuna akan segera keluar
'Tentu saja aku memberikan itu agar bisa segera mendapatkan keponakan, Kakakku tidak akan bisa menahannya kalau kamu memakai lingerie seksi itu Ra'
Sahara mengacak rambutnya kesal, bisa-bisanya Anjani berfikiran semesum itu dia tidak menyangka padahal waktu sekolah dulu Anjani cukup pendiam.
"Jani yang benar saja! Astaga aku rasa kamu yang seharusnya lebih dulu menikah." Gerutu Sahara mengundang tawa kecil Anjani disebrang sana
'Sebenarnya aku juga mau seperti itu Ra, tapi sayangnya aku masih belum siap untuk menikah'
"Belum siap untuk menikah atau belum siap memulai hubungan dengan dia lagi?" Tanya Sahara yang mengundang keheningan di antara keduanya
Beberapa saat yang lalu Anjani memang baru saja mengakhiri hubungannya dengan sang kekasih karena pria yang sudah dipacari selama lima tahun itu bersekingkuh. Namun, tiga hari setelahnya pria itu kembali datang dan meminta maaf lalu mengutarakan keinginan untuk menikahi Anjani.
Tentu saja Anjani menolak, dia tidak mau disakiti lagi oleh pria itu meskipun jujur dia masih sangat mencintainya.
Sahara tau karena Anjani bercerita kepadanya.
'Kamu tau aku kan Ra? Aku bukan orang yang bisa memberikan kepercayaan kepada mereka yang menghancurkan hatiku'
"Hmm aku sangat mengenal kamu Jan sudah biar waktu yang akan menjawabnya." Kata Sahara yang disetujui oleh Anjani
Tapi, Sahara kembali di buat kesal dengan perkataan Anjani yang lagi dan lagi berniat menggodanya.
'Sudah tidak usah membahas masalah percintaanku, lebih baik membahas bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkan keponakan? Apa aku harus memberikan lingerie yang lebih seksi lagi?'
Tak lama setelahnya Arjuna keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang masib setengah basah dengan handuk, kegiatan yang membuat Sahara terpesona ketika melihatnya.
"Lagi telponan sama siapa Ra?" Tanya Arjuna saat melihat ponsel miliknya berada di tangan Sahara
"Sama Anjani." Kata Sahara sambil menunjukkan layar ponsel Arjuna
Mengangguk faham Arjuna duduk disebelah Sahara dan meminta wanita itu untuk mengeringkan rambutnya.
Tersenyum kecil Sahara menyerahkan ponsel itu kepada suaminya dan mengambil alih handuk di tangannya lalu mulai mengeringkan rambut hitam Arjuna dengan telaten.
Sembari menunggu istrinya mengeringkan rambutnya Arjuna menghidupkan speaker ponselnya dan berbicara dengan adiknya.
"Ada apa Jan? Apa kamu merindukan Kakakmu ini huh?" Tanya Arjuna membuat Anjani tertawa mendengarnya
'Aku hanya bertanya pada Kakak ipar tentang proses pembuatan keponakan untukku'
"Anjani!" Kesal Sahara
Kali ini bukan hanya Anjani yang tertawa, tapi Arjuna juga kedua saudara kandung itu menertawainya.
Menyebalkan!
"Belum dimulai Jan." Kata Arjuna yang langsung dihadiahi pukul pelan di bahunya
'Baiklah cepat dimulai Kak dan sudah ya? Aku tak mau menggangu pagi indah pengantin baru'
Belum sempat membalas perkataan itu panggilan sudah dimatikan dan kini Arjuna memutar tubuhnya menghadap Sahara sambil meletakkan ponselnya di atas ranjang.
Sahara yang masih mengeringkan rambut suaminya berhenti ketika Arjuna menatapnya.
"Sudah, sekarang biar aku bantu kamu menyisir." Kata Sahara
Arjuna tersenyum penuh arti sambil memperhatikan Sahara yang mengambil sisir di meja rias lalu menghampirinya dan mulai memebantunya menyisir. Sesekali tangan lembut Sahara mengusap rambutnya membuat Arjuna memejamkan matanya dan setelah cukup lama diarihnya tangan Sahara lalu dikecup singkat punggung tangan itu.
__ADS_1
"Terima kasih sayang"
Tersenyum malu Sahara mengangguk pelan dan ketika akan beranjak pergi Arjuna menariknya ke atas pangkuan lalu memeluknya dari belakang. Disandarkan dagunya di pundak Sahara membuat istrinya tersenyum dan mengusap lembut rambutnya.
"Mau sarapan apa hmm?" Tanya Arjuna
"Mau roti aja sama susu." Kata Sahara
Mengangguk singkat Arjuna melepaskan pelukannya dan mengajak Sahara untuk pergi sarapan, tapi sebelum itu Arjuna mengambil sesuatu dari dalam tas.
Ternyata pria itu mengambil sebuah syal dan memakaikan kepada istrinya guna menutupi tanda merah yang dia buat.
"Nah sekarang sudah tidak terlihat lagi." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum senang
Meskipun panas, tapi tidak masalah asalkan tanda merah itu tak lagi terlihat.
"Ayo sayang kita pulang"
Mengangguk singkat Sahara mengulurkan tangannya yang langsung disambut dan digenggam erat oleh suaminya.
¤¤¤¤
Saat sampai di supermarket keduanya membeli cukup banyak barang dan memasukkannya ke dalam troli belanjaan, Sahara yang memang belum bisa memasak sayuran memilih untuk membeli banyak nugget dan sosis yang bisa ia masak karena hanya tinggal di goreng. Sedangkan sayuran juga buah-buahan Arjuna yang memilihnya, pria itu lebih pintar memasak dan nanti dia akan minta untuk di ajari.
Sebenarnya Sahara bisa hanya saja dia sering tertukar membedakan bumbu-bumbu dapur, jadi dia masih tetap harus belajar banyak.
"Kamu bisa masak apa Ra?" Tanya Arjuna sambil mendorong troli belanjaan mereka
"Hmm masak nasi bisa terus masak yang di goreng-goreng juga bisa, tapi kalau masak sayur tidak bisa." Kata Sahara
"Kalau begitu nanti aku akan ajari kamu masak." Kata Arjuna
"Harus biar Ara bisa masak untuk suami kesayangan Ara." Kata Sahara dengan semangat
"Setelah ini kita beli apa lagi ya Ra?" Tanya Arjuna sambil melirik belanjaan mereka
"Shampoo sama cemilan." Kata Sahara
Mengangguk singkat Arjuna mengikuti langkah kaki Sahara dan membiarkan istrinya membeli apa yang dia mau juga butuhkan untuk di rumah. Setelah merasa cukup keduanya pergi ke kasir untuk membayar belanjaan dan ketika selesai mereka kembali ke mobil agar bisa segera pulang ke rumah.
Di perjalanan pulang Arjuna kembali bertanya dan membahas masalah bulan madu dengan istrinya. Dia menanyakan keputusan Sahara di antara dua tempat yang sudah dia sarankan.
"Jadi sudah ada pilihan istriku yang cantik?" Tanya Arjuna
Mengangguk singkat Sahara mengatakan bahwa dia ingin pergi ke lombok, sepertinya tempat-tempat disana sangat indah.
"Lombok"
"Baiklah sayang kita akan mempersiapkannya mulai besok agar bisa segera pergi." Kata Arjuna semangat
"Berapa hari kita akan disana?" Tanya Sahara
"Seminggu dan aku tidak terima penolakan." Kata Arjuna membuat istrinya tertawa kecil dan mengatakan bahwa dia akan menurut
Setelahnya mereka kembali berbicara tentang banyak hal, berdebat sebenarnya tentang rumah dimana Arjuna menyarankan agar mereka mencari pekerja rumah tangga. Namun, istrinya menolak dan mengatakan bahwa dia bisa melakukan pekerjaan rumah sendiri.
"Untuk saat ini biar Ara saja nanti kalau Ara merasa lelah Ara akan bilang sama Kak Juna." Kata Sahara
Arjuna hanya mengangguk dia tidak ingin melarang dan membiarkan Sahara melakukan yang dia inginkan.
Keluarga ini milik mereka berdua dan Arjuna akan membiarkan Sahara menentukan pilihannya juga.
Dia jadi tidak sabar menambah satu anggota lainnya.
¤¤¤¤
Uwaww mau bulan maduu😋
Besok update lagi gaaa yaaa😶
__ADS_1