Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (5)


__ADS_3

"Ra dengarkan aku dulu"


Tepat ketika keduanya menginjakkan kaki di rumah mereka Arjuna berlari kecil untuk mengejar sang istri yang sedang merajuk karena salah faham yang terjadi beberapa jam lalu. Saat Sahara menelponnya secara kebetulan sekretaris Abian yang mengangkatnya dan sekali lagi ketika Sahara menghampirinya ke kantor Abian dia sedang mengecek laporan bersama Ghea, sekretaris Abian.


Kemudian Sahara mengambil kesimpulan sendiri dan mengatakan bahwa Arjuna berniat selingkuh, astaga bahkan dia sama sekali tidak pernah berniat melakukannya jangankan niat bahkan hal itu tidak pernah sekalipun terbesit difikirannya.


Mungkin istrinya sedang mau datang bulan makanya sedikit sensitif dan Arjuna harus berhati-hati bahkan untuk sekedar memberikan penjelasan.


Karena sedikit saja dia salah bicara, habis dia akan didiami oleh istrinya.


Beruntung si kecil Airlangga sedang bersama Mami nya sejak siang tadi dan Mami nya bilang akan mengantar si kecil ketika malam.


"Sahara"


Helaan nafas terdengar ketika Arjuna melihat istrinya yang duduk ditepian ranjang sambil meminum segelas air, lucu sekali kalau sedang merajuk.


"Ara"


Memalingkan wajahnya Sahara benar-benar merasa kesal sekarang, tadi dia menelpon Arjuna untuk mengajak suaminya itu makan siang karena mertuanya tadi membawa Airlangga.


Tapi yang Sahara dapatkan malah suara wanita dan parahnya lagi ketika dia menghampiri ke kantor Arjuna sedang mengobrol dengan wanita.


Mereka sangat dekat, bagaimana dia tidak kesal?


Astaga rasanya dia mau marah, tapi tidak bisa Sahara takut nanti malah menangis.


"Ra lihat aku"


Permintaan suaminya itu Sahara abaikan, dia masih marah dan akan tetap marah sampai Arjuna memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya.


"Baiklah kalau gitu dengarkan aku saja." Kata Arjuna sambil menghela nafasnya pelan


Terkadang dia kesal kalau Sahara merajuk seperti sekarang, tapi dia juga tidak bisa mengelak kalau tingkah istrinya setiap kali sedang ngambek justru sangat menggemaskan.


"Apa kamu tidak percaya sama aku?"


Pertanyaan pembuka yang tidak bisa Sahara jawab.


Apa dia tidak percaya dengan suaminya sendiri?


Apa dia tidak percaya dengan cinta tulus suaminya?


Apa dia hanya percaya dengan apa yang dilihatnya saja tanpa tau kejadian sebenarnya?


"Dengar sayang, aku tidak pernah berniat bahkan tidak pernah sekalipun terbesit difikiranku untuk mengkhianati kamu,"


Suara lembut itu lagi, Sahara selalu luluh kalau Arjuna sudah berbicara dengan suara lembut dan tatapan sendunya.


Dia salah?


Dia terlalu berfikiran negatif terhadap suaminya?


"Katakan, untuk apa aku mencari wanita lain ketika dihadapanku ada wanita cantik dan menggemaskan ini hmm?" Kata Arjuna


Membawa wajah sang istri agar mau menatapnya Arjuna memberikan senyum manisnya lalu menciun sekilas kening Sahara dan kembali melanjutkan perkataannya.


"Kamu fikir aku akan meninggalkan kamu dan anak kita? Aku memiliki Sahara dan Airlangga, apa lagi yang aku mau hmm?" Tanya Arjuna


Mengerucutkan bibirnya kesal Sahara memeluk Arjuna dan berkata dengan suara yang begitu pelan, dia hanya takut jika Arjuna meninggalkannya.


"Mas Juna mau cari wanita lain yang lebih cantik dari Ara." Kata Sahara pelan


Tawa Arjuna terdengar, dia tidak menyangka kalau istrinya bisa memiliki fikiran seperti itu.


"Kamu berfikir seperti itu? Kenapa? Kamu ragu sama suami kamu?" Tanya Arjuna

__ADS_1


"Emm wanita tadi cantik dan masih muda tubuhnya juga bagus tidak seperti Ara." Kata Sahara


Menjauhkan tubuhnya Sahara menatap sang suami dengan tatapan polosnya, lagi.


Arjuna seperti melihat mata si kecil Airlangga di sana, polos dan lugu.


"Dengarkan aku, bagi aku kamu itu cantik Ra dan akan selalu begitu dan kamu harus tau bahwa cinta tidak hanya memandang kecantikan belaka, kamu tau kenapa?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh istrinya


"Karena kamu tidak akan pernah puas kalau hanya memandang cinta dari sisi itu saja, semua wanita itu cantik Ra dan kamu tidak perlu membandingkan diri kamu dengan orang lain,"


Arjuna menangkup wajah Sahara dan mengusapnya dengan begitu lembut berharap istrinya percaya.


"Lihat aku saja dan percayalah bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan kamu." Kata Arjuna


Mengangguk singkat Sahara kembali memeluk Arjuna yang langsung dibalas oleh suaminya.


Berat badannya memang naik dan Sahara menjadi tidak percaya diri sekarang, tapi ternyata orang-orang disekelilingnya malah senang. Namun, saat melihat Ghea di kantor Abian dia kembali merasa tidak percaya diri dan takut jika sang suami akan meninggalkan dia.


Bukan tidak pernah Sahara mendengar jika beberapa wanita ditinggalkan oleh suami atau kekasih mereka hanya karena perubahan fisik.


Dan Sahara jadi takut sendiri kalau membayangkannya.


"Jangan memikirkan sesuatu yang buruk Ra." Kata Arjuna


Sahara hanya mengangguk singkat sampai akhirnya sang suami mengatakan hal yang membuatnya kesal.


"Lebih baik memikirkan adik untuk Airlangga"


Tertawa kecil Arjuna mengeratkan pelukannya ketika sang istri mencubit pinggangnya.


"Ihh ngeselin!"


Melepaskan pelukannya Arjuna menatap Sahara sambil tersenyum lalu mencium bibirnya hingga berkali-kali.


"Kamu gemesinn"


"Sakitttt"


Rengekan Sahara membuat Arjuna berhenti lalu mencium kedua pipi yang tadi dia cubit karena gemas.


Jujur saja dia malah suka Sahara yang sekarang, pipi tembam dan tubuh berisinya menandakan jika Sahara bahagia hidup bersamanya.


Arjuna sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena dimatanya Sahara tetaplah Sahara.


Istrinya yang menggemaskan.


"Jadi? Masih marah sama aku hmm?" Tanya Arjuna


Menanggapinya dengan senyum manis Sahara menggelengkan kepalanya pelan, dia sudah tidak marah hanya sedikit kesal saja.


"Kenapa bisa wanita itu yang angkat telponnya?" Tanya Sahara yang masih tetap penasaran


"Aku sedang tidak di kantor tadi dan ponselku tertinggal mungkin karena itu." Kata Arjuna


"Tapi, ponsel Mas Juna harusnya ada di ruangan kan? Kenapa bisa wanita itu pegang ponsel Kakak? Memang ponselnya ada di dia?" Tanya Sahara lagi kali ini wajahnya kembali kesal


"Secara kebetulan Ghea mau mengantar berkas ke ruangan dan disaat yang bersamaan kamu telpon, dia tadi bilang dan dia juga minta maaf karena sudah lancang mengangkat telpon di ponselku." Kata Arjuna berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


Dia tidak mengarang cerita karena memang seperti itu kejadiannya.


Saat itu Arjuna mendapat telpon dari restoran dan dia langsung pergi ke sana karena ada hal yang mendesak, dia sama sekali tidak berbohong.


"Lalu? Kenapa kalian mengobrol dengan begitu dekat tadi?" Tanya Sahara seakan tidak ada habisnya penasaran dengan semua yang dia lihat


"Kami bukan mengobrol Ra, tapi membicarakan masalah pekerjaan dan kami juga tidak sedekat itu." Kata Arjuna sambil tersenyum tipis

__ADS_1


Sahara mengangguk faham lalu pergi tanpa mengatakan apapun membuat Arjuna kembali menyusulnya, dia harus tau dan memastikan jika Sahara memaafkannya.


"Mami Airlangga kamu sudah tidak marah kan?" Tanya Arjuna


Sahara hanya bergumam pelan membuat Arjuna memeluknya dari belakang dan berbisik tepat ditelinganya.


"Sudah tidak marah kan sayang?" Bisik Arjuna


"Iyaa Mas"


Mendengar jawaban itu Arjuna tersenyum lalu menggendong Sahara membuat istrinya itu memekik kaget, tapi tersenyum setelahnya seraya melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"Maaf karena sudah menuduh Mas Juna." Kata Sahara


"Hmm tidak masalah aku suka kalau kamu lagi ngambek, mukanya lucu minta dicium." Kata Arjuna membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal


"Apalagi kalau kayak gini." Kata Arjuna lagi


Sahara ingin mengatakan sesuatu, tapi Arjuna sudah lebih dulu mencium bibirnya dan secara refleks Sahara memejamkan matanya, menikmati ciuman lembut yang Arjuna berikan.


Keduanya yang tadu berada di dekat pintu kini kembali ke ranjang dan dengan perlahan Arjuna membaringkan tubuh sang istri tanpa melepaskan ciuman mereka.


Kedua tangan Sahara melingkar di leher Arjuna dan menarik pria itu untuk mendekat.


Kalau sudah begini Arjuna akan kehilangan kendalinya.


Menjauhkan wajahnya Arjuna menatap Sahara yang tersenyum manis ke arahnya.


"Mas"


"Hmm"


"Besok mau temani Ara?"


"Kemana?"


"Ke dokter"


Mendengar hal itu Arjuna jadi panik sendiri.


"Dokter? Kenapa? Apa kamu sakit? Apa kamu kelelahan?" Tanya Arjuna tanpa jeda


Sahara tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.


Dia hanya ingin memastikan satu hal.


"Tidak ada aku hanya mau periksa"


Arjuna hendak mengatakan sesuatu, tapi Sahara kembali menariknya untuk mendekat dan tanpa permisi mencium leher sang suami.


Arjuna menahan nafasnya ketika Sahara mempermainkan dirinya.


"Mungkin besok kita akan dapat kabar gembira"


Bisikan Sahara meninggalkan tanda tanya besar bagi Arjuna.


Kabar gembira?


¤¤¤


Hmm apa yaaa kabarnyaaa??


Untuk informasi cerita si kembar lagi dalam proses yaa😶


Mulai besok aku bakal update rutin dan mungkin sesekali bakal double update😚

__ADS_1


Thank youu❤


Mau fokus nulis lagi mumpung kuliahnya lagi libur😂


__ADS_2