Sahara In Love

Sahara In Love
Extra Part (2)


__ADS_3

Pesta ulang tahun Alana akan dilangsungkan malam ini semua dekorasi serta makanan sudah hampir selesai disiapkan dan Alana sangat bahagia sekarang dia tidak sabar untuk menunggu malam. Usianya sudah lima tahun dan sebentar lagi dia juga akan bersekolah di sekolah dasar yang sama seperti Airlangga dulu.


Semua keluarga dan teman-teman Alana diundang untuk datang nanti malam, pasti akan ramai sekali. Sejak tadi Alana terus memperhatikan orang-orang yang tengah mendekorasi dari atas.


"Ana"


Panggilan dari Airlangga membuat anak itu menoleh dan tersenyum senang, dia juga tidak sabar mengetahui kado yang diberikan Kakak juga orang tuanya.


"Kakak"


Saat Airlangga duduk disampingnya Alana langsung memeluknya dari samping dengan penuh kebahagiaan.


Dia sangat sayang dengan Kakaknya.


"Ana ngapain?" Tanya Airlangga sambil merangkulnya dengan sayang


"Lagi lihat Paman sama Tante yang lagi disana, mereka pintal ya Kak." Kata Alana


"Hmm Ana gak sabar ya?" Tanya Airlangga yang dijawab dengan anggukan penuh antusias oleh adiknya


"Iya Ana mau cepat-cepat malam." Kata Alana membuat Airlangga tertawa kecil


"Nanti pasti rumah kita ramai." Kata Airlangga


"Iya nanti kan meleka semua mau kasih kado untuk Ana." Kata Alana senang


"Kakak enggak." Kata Airlangga


Mendengar hal itu Alana langsung melepaskan pelukannya dan menatap sang Kakak dengan bibir mengerucut.


"Ihh kok enggak kasih Ana kado." Keluh Alana


"Ana ngomong r dulu makanya." Canda Airlangga


Wajah Alana semakin merasa kesal ketika mendengar itu, dia memang belum bisa mengucapkan r dengan benar dan Kakaknya itu terus meledeknya.


"Nakal! Ana musuhan sama Kakak!" Kata Alana sambil memukul lengan Airlangga dengan penuh kekesalan


Tertawa kecil Airlangga mencubit pipi adiknya dengan gemas, tapi Alana yang kesal langsung mengeluh dan berusaha melepaskan tangan Kakaknya dari pipinya.


"Ana musuhan sama Kakak!" Kata Alana sambil melotot


"Bercanda, Kakak sudah siapkan kado untuk Ana." Kata Airlangga


Wajah Alana kembali ceria dan menatap Kakaknya dengan penuh antusias.


"Apaa kadonya?" Tanya Alana penasaran


"Rahasia dong." Kata Airlangga sambil mencubit pipi adiknya


"Ihh apaa?" Tanya Alana sambil menarik-narik lengan baju Kakaknya


"Nanti kalo dikasih tau gak jadi kejutan." Kata Airlangga


"Tapi, Ana penasalan." Kata Alana


Airlangga tetap menolak untuk memberi tau, kemarin sepulang sekolah dia bersama Papi nya pergi ke mall untuk membeli kado lalu kadonya sudah disembunyikan di kamar orang tuanya.


Sepatu


Airlangga memilih baju untuk kado adiknya, sebuah sepatu berwarna merah muda dengan motif bunga yang lucu dan pasti akan sangat cocok kalau dipakai adiknya.


"Ana tadi Papi beli ice cream, mau enggak?" Tanya Airlangga mengalihkan pembicaraan


Benar dugaannya Alana langsung tersenyum dan mengangguk dengan semangat.


"Mau, ada lasa coklat enggak?" Tanya Alana


"Ada tadi Papi beli rasa coklat semua." Kata Airlangga


Airlangga berdiri dan mengulurkan tangannya pada Alana membuat adiknya itu tersenyum sambil menyambut uluran tangannya.


Kedua anak itu bersama-sama pergi ke dapur dan ternyata Sahara sedang ada disana, tengah sibuk mengurus makanan untuk nanti malam.


"Mamiii"


Melihat kedua anaknya Sahara tersenyum dan memeluk mereka dengan sayang, Aluna sedang tertidur makanya Sahara bisa berada di dapur.


"Ana mau ngapain hmm?" Tanya Sahara


"Kata Kakak tadi Papi beli esklim Ana mau makan." Kata Alana dengan senyuman


"Iya ada di kulkas sini Mami ambilin." Kata Sahara


Kedua anaknya mengikuti Sahara menuju kulkas dan ketika Sahara memberikan ice cream pada anaknya mereka berdua tersenyum senang.


"Mami mau duaa." Kata Alana


Awalnya Sahara ingin menolak, tapi mengingat ini adalah hari ulang tahun Alana jadi dia memberikan satu lagi dan membuat anak itu tersenyum senang.


"Makasih Mami." Kata Alana


"Hmm jangan main di bawah ya?" Kata Sahara


"Iya Mami kami mau ke kamar mau nonton tv." Kata Airlangga membuat Sahara tersenyum dan mengusap puncak kepala anak-anaknya dengan sayang


Setelah mendapat apa yang dia mau Alana dan Airlangga kembali ke atas dan pergi ke kamar mereka berdua lalu duduk diatas karpet sambil memakan ice cream. Terlihat sekali Alana yang menghabiskan ice creamnya dengan penuh semangat bahkan hingga sekitaran bibirnya ikut kotor.


Melihat itu Airlangga tertawa karena setiap makan ice cream adiknya selalu belepotan dan hal itu membuat Alana terlihat lucu dengan sekitaran bibirnya yang berwarna coklat. Setelah selesai memakan satu ice creamnya Airlangga langsung mengambil tissue dan membersihkan bibir Alana yang kotor.

__ADS_1


"Pelan-pelan Ana makannya." Kata Airlangga sambil tersenyum


Alana hanya menunjukkan cengirannya lalu membuka bungkus ice cream yang satunya dan makan lagi.


"Awas jangan belepotan lagi makannya." Kata Airlangga


"Enggak papa nanti kan bisa di cuci." Kata Alana


"Ngeyel banget." Kata Airlangga


Alana tidak menghiraukan perkataan Kakaknya dan tetap fokus pada ice cream di genggamannya.


Sudah lama dia tidak diizinkan makan ice cream karena batuk.


¤¤¤


Pukul tujuh malam semua orang telah berkumpul untuk perayaan ulang tahun Alana dan sekarang Alana sudah terlihat begitu cantik dengan dress serta hiasan di kepalanya. Apalagi dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya juga mata yang berbinar-binar.


Dekorasi dengan mengusung tema berwarna pink juga dipenuhi gambar barbie merupakan pilihan dari Alana sendiri. Rumah Arjuna terlihat ramai dengan tamu undangan yang datang, meskipun hanya keluarga dan teman-teman Alana, tapi tetap saja ramai.


Yang sedikit mengejutkan Gibran yang datang bersama Diandra sambil menggendong bayi mungilnya.


Iya, Diandra memang telah melahirkan seorang putra yang sangat tampan dan baru berumur beberapa bulan.


Gibran datang dengan membawa kotak kado yang begitu besar, entah apa isinya bahkan Alana juga sangat penasaran dengan isinya.


"Paman Giblan mau dibuka ya?" Kata Alana dengan wajah penuh antusias


"Nanti Ana." Kata Sahara membuat bibir Alana mengerucut sebal


"Tapi, Ana mau lihatt." Kata Alana


Alana membuat orang-orang gemas ketika melihatnya.


"Tapi, Ana harus tiup lilin dan potong kue nya kan?" Kata Arjuna


Menganggukkan kepalanya Alana kembali tersenyum ketika orang-orang menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Setelah meniup lilin dan memotong kue Alana langsung menyuapi kedua orang tuanya dan juga Kakaknya.


Tapi, setelahnya Alana mengatakan sesuatu yang membuat orang-orang terdiam dan ingin tertawa.


"Mami Ana mau kasih Luna juga." Kata Alana dengan wajah polosnya


"Ehh tidak boleh Ana kan adiknya masih kecil." Kata Fahisa


"Tapi, Ana mau kasih Luna juga Oma." Kata Alana


"Adiknya belum boleh sayang." Kata Clara


Menghela nafasnya pelan akhirnya Alana memutuskan untuk menyuapi Fahisa juga Clara lalu Abian dan Daffa.


"Selamat ulang tahun ya Ana sayang." Kata Sahara sambil memeluk dan mencium kedua pipi Alana


Alana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tersenyum manis Sahara mengambil kotak kecil dengan pita berwarna pink dan memberikannya pada Alana.


"Kadonya kecil punya Paman Giblan besal." Kata Alana membuat Sahara tertawa mendengarnya


"Tapi, punya Mami spesial." Kata Sahara


"Buka ya?" Kata Alana yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara


Saat dibuka Alana tersenyum senang ada sebuah kalung cantik disana dan Alana langsung meminta untuk dipakaikan.


Ada alasan kenapa Sahara memberikan itu untuk anaknya karena dulu Fahisa juga memberikan kado yang sama untuknya, kalung cantik yang selalu dia simpan.


Bahkan Fahisa juga menyadari hal itu dia ikut tersenyum sambil menatap Sahara yang juga tersenyum padanya.


Sahara selalu mengingat semua hal yang telah dia berikan.


¤¤¤


Pesta ulang tahun selesai pukul sembilan dan sekarang Alana berada di kamarnya dengan tumpukan kado yang ada di karpet. Bersama dengan Arjuna juga Airlangga mereka membuka satu per satu kado yang ada disana.


Alana sama sekali tidak merasa lelah atau mengantuk meskipun hari sudah semakin malam. Berbeda dengan Aluna yang sudah rewel hingga Sahara sekarang tengah menidurkannya di kamar.


"Ana mau kado dari Kakak." Kata Alana


Airlangga tersenyum dan memberikan kotak kado yang ada di dekat ranjang lalu memberikannya pada sang adik.


Tanpa menunggu lagi Alana langsung membukanya dan dia terlihat sangat senang hingga langsung memeluk Airlangga.


"Makasih Kakakk"


Airlangga tersenyum dan membalas pelukan adiknya dengan hangat.


"Tidak mau kado dari Papi?" Tanya Arjuna membuat Alana melepaskan pelukannya dan mendekati Arjuna


Di ambilnya kotak kado yang pria itu pegang lalu dibuka dengan penuh semangat dan Alana menemukan dress cantik lengkap dengan anting juga hias kepalanya.


"Ana suka?" Tanya Arjuna


Alana mengangguk dengan semangat lalu memeluk Papi nya dan mencium kedua pipinya.


"Makasih Papiii"


Setelah itu Alana ingin membuka hadiah dari Gibran yang sangat nesar dibanding dengan yang lainnya. Saat Arjuna membuka kertas kado yang ada disana mereka dapat melihat boneka beruang yang besarnya hampir sama dengan Alana.


"Papii besal sekali." Kata Alana

__ADS_1


Dia sangat senang hingga melompat kegirangan.


"Hey senang sekali kelihatannya"


Suara Sahara membuat Alana menoleh dan semakin senang lalu berlari ke pelukannya.


"Mami adiknya sudah tidul?" Tanya Alana


"Sudah"


"Kalau gitu Mami temani Ana sampai tidul juga." Kata Alana sambil menatapnya dengan penuh harap


"Tentu saja princesss"


Alana tertawa ketika Sahara menggendongnya dan dia langsung memeluk lehernya dengan erat sambil mencium kedua pipinya bergantian.


"Ana sudah buka kado dali Papi sama Kakak." Kata Alana


"Benarkah?" Tanya Sahara


"Emm Papi belikan Ana baju sama anting dan bando terus Kakak belikan Ana sepatu." Kata Alana


Sahara tersenyum dan membaringkan anaknya di ranjang, sedangkan Airlangga dan Arjuna sedang membersihkan kertas kado yang berserakan di lantai.


"Paman Giblan kasih Ana boneka beluang yang besal." Kata Alana


"Ana senang?" Tanya Sahara


"Senang sekali Mami, sekalang Ana mau tidul sambil dipeluk." Kata Alana


Alana langsung mendekat dan memeluk tubuh Sahara dengan erat. Membalas pelukan anaknya Sahara mencium puncak kepala anaknya dengan sayang.


"Ana dengar ya? Semua kado yang Ana dapatkan sekarang harus Ana simpan dengan baik dan meskipun sudah tidak Ana pakai tetap tidak boleh dibuang ya? Ana harus menghargai pemberian orang lain." Kata Sahara


"Iya Mami"


"Ana mau tau? Dulu waktu Mami ulang tahun Oma juga kasih kalung untuk Mami dan sampai sekarang Mami masih simpan kalungnya bahkan kadang Mami pakai." Kata Sahara


"Ana juga bakal pakai kalung dali Mami telus." Kata Alana sambil tersenyum


Ikut tersenyum Sahara mengeratkan pelukannya pada sang anak lalu mencium puncak kepalanya dengan sayang.


"Selamat ulang tahun princess dan sekarang kamu harus tidur"


Alana mengangguk dan mengucapkan selamat malam lalu memejamkan matanya.


"Selamat malam Mami"


¤¤¤


Sesuai janji Arjuna mengajak anak-anaknya pergi ke panti asuhan keesokan harinya untuk memberikan makanan pokok serta mainan yang sudah Arjuna beli. Sebelumnya Arjuna beberapa kali melakukannya sendiri, tapi sekarang dia mengajak istri juga anak-anaknya ikut.


Sama seperti biasanya Alana selalu senang setiap kali diajak keluar oleh orang tuanya dan ketika sampai dia di panti asuhan dia semakin senang kala melihat ada banyak anak seusianya. Anak-anak itu terlihat senang dengan mainan yang Papi nya bawa dan mereka juga mengajak Alana mengobrol.


"Pak Juna terima kasih banyak." Kata Tiara yang merupakan pemilik panti asuhan


Arjuna tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


Mereka memperhatikan Alana dan Airlangga yang berbaur dengan anak-anak lainnya bermain di halaman yang cukup luas. Seandainya Sahara tidak sedang menggendong Aluna dia pasti akan menghampiri anak-anak itu.


Kembali pada Alana yang sekarang berjalan menghampiri seorang anak yang duduk seorang diri di dekat pohon. Saat dia duduk anak itu menatapnya dan Alana langsung tersenyum.


"Kamu sendilian?" Tanya Alana


Anak itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kamu sedih ya?" Tanya Alana lagi


Anak itu kembali menganggukkan kepalanya.


"Jangan sedih, kita main aja sama meleka juga." Kata Alana


Dia menggelengkan kepalanya pelan, menolak ajakan Alana.


Saat sebuah tangan terulur di depan wajahnya dia kembali menoleh dan melihat Alana yang tersenyum.


"Aku Alana"


Terlihat ragu anak itu meraih uluran tangan Alana dan menebutkan namanya.


"Aku Gerald"


"Halo Gelald." Kata Alana sambil tersenyum


Tapi, anak bernama Gerald itu terdiam dan tertawa setelahnya.


"Bukan Gelald." Katanya


"Ana gak bisa ngomong l." Kata Alana sambil mengerucutkan bibirnya


Gerald kembali tertawa dan membuat Alana sebal lalu memukul pundaknya dan berlari menghampiri Kakaknya.


"Kakak ada yang nakal sama Ana"


¤¤¤


Huhuu updatee😄


Selamat ulang tahun untuk si cantik Alana.

__ADS_1



Memang kalau buat sequelnya mau bacaaa😶


__ADS_2