Sahara In Love

Sahara In Love
56 : Holiday


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul sepuluh ketika Sahara terbangun dari tidur lelapnya karena terusik dengan sinar matahari, dia kesiangan. Tepat disebelahnya ada Arjuna yang masih tertidur dengan begitu lelap bahkan dia sama sekali tidak terusik ketika sang istri mengusap pipinya dengan lembut.


Dalam diam dan dengan sebuah senyuman Sahara memperhatikan wajah suaminya sambil sesekali menyentuhnya.


Mata ini selalu menatapnya dengan teduh dan penuh ketulusan.


Telinga ini selalu mendengarkan keluh kesahnya tanpa protes atau rasa bosan.


Bibir ini selalu menciumnya tanpa permisi.


Hidung mancung ini sering kali membuatnya geli kala Arjuna memainkannya di leher jenjangnya.


Senyum Sahara mengembang semakin lebar dan dia mencium sekilas bibir itu, tapi saat akan menjauhkan diri mata indah suaminya terbuka bersamaan dengan kepalanya yang ditahan untuk menjauh. Mata Sahara terpejam kala tangan Arjuna menyentuh tengkuknya dan mengusap lembut pipinya.


Dia tidak menyangka kalau Arjuna akan terbangun padahal pria itu terlihat sangat lelap tadi.


Beberapa saat setelahnya Arjuna menjauhkan wajahnya dan menatap Sahara dengan senyuman.


"Lakukan hal seperti itu setiap hari Ra, aku senang." Kata Arjuna membuat pipi istrinya merona


"Kakak sudah bangun?" Tanya Sahara pelan


"Sudah sejak aku merasakan sentuhan lembut di pipiku." Kata Arjuna jujur


Pipi Sahara semakin memerah dan karena malu dia memeluk Arjuna, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang suami. Di tempatnya Arjuna tertawa sambil membalas pelukan itu dan mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.


Tadi malam mereka baru tidur pukul dua dan sekarang Sahara masih malas untuk beranjak dari tempat tidurnya meskipun rasa lapar sudah datang menghampirinya.


"Kita mau kemana Kak hari ini?" Tanya Sahara


"Ke tempat yang pastinya akan kamu sukai." Kata Arjuna


Sahara hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya, dia belum ingin pergi.


"Udah ah Ra manjanya kita mandi dulu terus makan, sudah mau siang nanti kamu sakit." Kata Arjuna berusaha melepaskan pelukan yang enggan dilepas oleh istrinya


"Emm nanti aja Kak." Kata Sahara


"Sudah mau siang Ra." Kata Arjuna lagi


Menghela nafasnya pelan Sahara melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Arjuna dan mencium bibirnya singkat.


Arjuna membeku, kenapa istrinya sangat berani sekarang?


"Ihh cerewet"


Mendengar perkataan itu Arjuna tertawa, bukankah itu lebih cocok untuk Sahara?


"Ayo mandi bersama." Kata Arjuna


Kali ini Sahara yang membeku dan pipinya mulai memerah sekarang.


Dengan cepat Sahara menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari tempat tidur dan hendak berlari ke kamar mandi, tapi sayangnya dia kurang cepat Arjuna menghalanginya.


Tubuhnya dipeluk dari belakang.


"Kenapa kabur hmm?" Bisik Arjuna tepat ditelinganya


"Mau mandi, Ara sudah sangat lapar." Kata Sahara


"Kalau begitu kita harus mandi beraama untuk mempersingkat waktu." Bisik Arjuna lagi


Bohong! Mandi bersama Arjuna bukannya mempersingkat waktu malah semakin membuat mereka berlama-lama di kamar mandi.


"Tidak mau, Kak Juna saja dulu." Kata Sahara

__ADS_1


Mencoba melepaskan pelukannya Sahara tersentak kala tubuhnya di putar hingga berhadapan dengan Arjuna.


"Harus mau aku memaksa." Kata Arjuna


Pekikan terdengar ketika tubuh Sahara terangkat dan tanpa mendengar perkataan dari istrinya Arjuna membawa Sahara ke dalam kamar mandi.


"Kak Juna ihh gak mau!"


Mendadak Arjuna tidak dengar dan tetap membawa Sahara ke kamar mandi.


Suaminya terkadang memang sangat menyebalkan!


¤¤¤¤


Sebelumnya Sahara merasa sangat kesal dengan suaminya, mereka memang mandi bersama tadi kalau kalian penasaran, tapi ketahuilah bahwa selama mereka mandi hanya ada perdebatan dan kekesalan Sahara yang ditanggapi dengan kekehan suaminya atau wajah tanpa rasa bersalah yang membuatnya semakin kesal. Namun, kekesalan Sahara lenyak begitu saja ketika Arjuna mengatakan bahwa mereka akan pergi ke Gili Trawangan, salah satu tempat yang sangat ingin dia kunjungi sejak dulu dan Sahara semakin bahagia ketika Arjuna mengatakan bahwa mereka akan disana selama empat hari.


Sangking senangnya Sahara bahkan menolak untuk makan dan mengajak Arjuna untuk segera pergi, tapi sayangnya Arjuna juga sama keras kepalanya kalau sudah menyangkut kesehatan Sahara.


Jadi dia tidak bisa menolak.


Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju pelabuhan Bangsal dan sejak tadi senyum Sahara terus mengembang, dia sangat tidak sabar menikmati keindahan pantai disana yang kata banyak orang sangat sangat indah dan menakjubkan.


Dari sekian banyak tempat wisata Gili Trawangan adalah yang paling membuat Sahara antusias. Sejak dulu Sahara sangat ingin pergi kesana, tapi orang tuanya terutama Daffa selalu melarangnya atau memperbolehkan dengan syarat ada yang menemani padahal Sahara ingin pergi bersama dengan Anjani.


Dan sekarang keinginannya terpenuhi, Sahara akan pergi kesana bersama dengan suami tercintanya.


"Senang sekali kelihatannya." Ujar Arjuna membuat istrinya menoleh dan tersenyum dengan begitu manis


Dengan semangat Sahara mengangguk hingga Arjuna gemas ketika melihatnya dan langsung mencubit pipinya.


"Ara sangat tidak sabar, nanti kita harus foto disana Kak." Kata Sahara sama sekali tidak marah atau kesal dengan cubitan dipipinya


"Sudah aku duga kamu pasti senang dan karena itu kamu harus kasih aku hadiah, oke?" Kata Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara


"Oke! Kak Juna mau hadiah apa?" Tanya Sahara dengan wajah polosnya


"Nanti saja aku kasih tau nya." Kata Arjuna


Istrinya yang sama sekali tidak sadar hanya mengangguk patuh membuat Arjuna tersenyum kecil lalu membawa tangan mungil Sahara ke dalam genggamannya.


"Aku bisa tebak hal apa yang sangat kamu inginkan ketika sampai nanti." Kata Arjuna


"Apa?" Tanya Sahara sambil menatap suaminya dengan penasaran


"Sunset kan? Setiap pergi ke pantai hal itu yang selalu kamu inginkan." Kata Arjuna


Sahara tersenyum lalu mengangguk setuju, dia memang suka sekali melihat sunset bahkan ketika kuliah dia rela dimarahi orang tuanya karena pulang malam setelah pergi ke pantai bersama temannya.


Keindahan langit senja itu telah membuatnya terpesona dan selalu ingin melihatnya.


"Kalau hal yang paling Kak Juna suka apa?" Tanya Sahara


"Kamu"


Mendengar jawaban itu Sahara mengerucutkan bibirnya kesal dengan pipi merona.


"Ihh jangan itu jawabannya, tapi yang lain." Kata Sahara


Arjuna terlihat seperti sedang berfikir dan beberapa detik setelahnya kembali menjawab.


"Senyum kamu"


Menghela nafasnya pelan Sahara mencubit pipi Arjuna karena kesal, pria itu selalu saja membuatnya jantungan.


"Ara ganti saja pertanyaannya, tempat apa yang paling Kak Juna suka?" Tanya Sahara

__ADS_1


"Tempat dimana kamu juga berada disana." Kata Arjuna dengan senyuman yang begitu tulus


Sahara diam lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malu dan merasa kalau pipinya sudah bersemu merah.


"Tidak ada pertanyaan lagi sayang?" Tanya Arjuna yang dengan sengaja menggoda istrinya


"Emm tidak ada lagi." Kata Sahara masih enggan menatap Arjuna


Arjuna tertawa kecil lalu menarik Sahara mendekat dan menyandarkan kepala Sahara di pundaknya.


Sekitar hampir satu jam mereka diperjalanan sampailah keduanya di pelabuhan Bangsal. Setelah sampai keduanya menaiki fast boat untuk sampai di Gili Trawangan, Sahara sangat suka ketika mereka berlabuh melewari lautan yang begitu jernih.


Setelah kurang lebih tiga puluh menit mereka menyebrang akhirnya keduanya sampai di Gili Trawangan dan Sahara tidak bisa lagi menyembunyikan kegembiraannya. Saat sampai Sahara langsung mengamit tangan suaminya dan menyandarkan kepalanya di pundak Arjuna, dia sangat senang.


"Kamu suka?" Tanya Arjuna


"Sukaa terima kasih ya Kak, sekarang Ara jadi tidak sabar untuk melihat sunset." Kata Sahara dengan penuh semangat


"Sekarang kita pergi ke resort dulu untuk beristirahat sebentar." Kata Arjuna membuat bibir Sahara mengerucut


"Gak mau istirahat ihh kita langsung jalan-jalan aja." Kata Sahara


"No, kita ke resort dulu." Kata Arjuna


"Baiklah kita ke resort, tapi istirahatnya sebentar saja ya?" Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh suaminya


Seperti yang sudah dia bilang sebelumnya Arjuna hanya tidak ingin Sahara kelelahan, terdengar berlebihan mungkin, tapi Arjuna tidak ingin istrinya sakit karena terlalu bersemangat dan tidak mau istirahat.


Saat dalam perjalanan menuju resort Sahara sama sekali tidak bisa berhenti berdecak kagum karena keindahan pulau ini dan senyumnya semakin mengembang, rasa kesalnya pun hilang begitu saja ketika keduanya sampai di resort.


Tempat ini benar-benar mengagumkan.


Resort berbentuk lingkaran dengan pondok-pondok kayu yang mengelilingi kolam biru ditengahnya terlihat begitu menakjubkan.


Sahara sangat menyukai tempat ini.


Membawa tangan istrinya ke dalam genggamannya Arjuna mengajaknya untuk masuk ke salah satu pondokan yang akan menjadi tempat keduanya bermalam.


Saat masuk ke dalam Sahara langsung memeluk Arjuna dengan begitu erat hingga pria itu hampir terjungkal kebelakang, tapi setelahnya Arjuna tertawa kecil karena tingkah istrinya.


Dia rela melakukan apapun untuk kebahagiaan Sahara.


"Terima kasih Kak aku suka sekali!" Seru Sahara


"Iya sayang"


Di balasnya pelukan itu dengan tak kalah erat dan sesekali ciuman mendarat di puncak kepala Sahara.


"Ara sayang Kak Juna"


Mendengar hal itu Arjuna ikut tersenyum dan langsung melepaskan pelukannya.


Lalu sebuah ciuman mendarat di bibir Sahara.


Ciuman singkat yang membuat keduanya tersenyum bahagia.


"Aku sayang kamu juga Ra dan setiap detik rasa sayang ini bertambah besar, hanya untuk kamu Ra"


Sahara tersenyum sambil mengusap sayang pipi suaminya.


Arjunanya telah berhasil membuat Sahara jatuh cinta dengan begitu dalam hingga dia tidak tau bagaimana caranya untuk keluar.


¤¤¤¤


Double update for todayy😄

__ADS_1


Hmm jadi cerita ini harus tamat di part berapa yaaa😋


__ADS_2