Sahara In Love

Sahara In Love
55 : Beautiful Wife


__ADS_3

Memilih Lombok sebagai tempat tujuan bulan madu mereka adalah ide yang sangat bagus, ada banyak tempat indah yang bisa mereka kunjungi dan yang paling Sahara suka adalah pantai juga sunset yang disuguhkan, sangat indah. Malam ini sekali lagi Arjuna mengajaknya untuk makan malam romantis dengan pemandangan pantai, gemerlap bintang, dan suara deburan ombak yang membuatnya tenang.


Saat ini sudah ada beberapa hidangan yang tertata rapih di meja, tapi baik Arjuna ataupun Sahara masih belum menyentuh makanan mereka dan malah asik bertatapan sambil melayangkan sebuah senyuman. Sebelum akhirnya bersama ada banyak hal yang telah mereka lalui dan tentunya bukan hal yang mudah juga untuk sampai di titik ini, Arjuna hanya ingin memandang wajah cantik Sahara yang sebelumnya hanya bisa dia lihat melalui foto di galeri ponselnya.


Mungkin kalian juga akan melakukan hal yang sama ketika berada di posisi Arjuna. Saat kalian berhasil mendapatkan seseorang yang begitu sebelumnya hanya bisa kalian kagumi dan pandangi fotonya rasanya akan begitu membahagiakan hingga berharap agar waktu bisa terhenti saat itu juga.


Seseorang yang biasa kalian pandang dari jauh kini menjadi wajah yang pertama kali kalian lihat ketika bangun dari tidur.


Bukankah itu hal yang sangat membahagiakan?


"Jangan liatin Ara terus"


Rengekan Sahara membuat Arjuna tersadar lalu tertawa kecil, dia terlalu larut dalam pesona Sahara yang terlihat begitu cantik malam ini.


Seperti bulan di tengah kegelapan malam, Sahara membuat mata Arjuna hanya fokus kepadanya.


"Memang kenapa? Aku suka liatin kamu Ra." Kata Arjuna


"Emm Ara malu kalau diliatin terus kayak gitu Kak." Kata Sahara mengakui apa yang dia rasakan setiap kali Arjuna menatapnya


"Baiklah kalau begitu kita selesaikan makan malam ini dulu karena kita akan melalui malam yang panjang setelah ini." Kata Arjuna dengan senyuman manisnya


Sahara sangat faham maksud dari ucapan suaminya, tentu saja mereka akan melalui malam yang panjang seperti biasanya.


Saat mendengar hal itu Sahara memilih untuk diam karena kalau menjawab suaminya akan semakin menggodanya dengan kalimat-kalimat penuh makna yang membuatnya merona.


Malam ini cuacanya sangat baik dan angin yang berhembus pun tidak terlaku kencang, makan malam ini sangat sempurna.


Ada cukup banyak pengunjung, beruntung Arjuna sudah memesan tempat yang posisinya menyuguhkan pemandangan indah.


"Tadi Mami ada chat aku Ra." Kata Arjuna secara tiba-tiba membuat Sahara menatapnya dengan penasaran


"Chat apa?" Tanya Sahara


"Cuman nanya kabar kita aja dan tentu saja membahas masalah yang kalau kamu tau pasti malu." Kata Arjuna disertai tawa kecilnya


Bibir Sahara mengerucut kala mendengarnya, dia tau pasti orang tua suaminya membahas masalah cucu lagi.


Astaga Arjuna tidak mengatakan langsung saja dia sudah malu.


"Kita sama-sama anak pertama Ra mungkin karena itu orang tua kita sangat antusias." Kata Arjuna dengan senyum manisnya


Sahara setuju bahkan sebelum menikah orang tuanya sudah sering mengeluh karena merasa sepi di rumah kalau dia bekerja dan adik-adiknya sekolah.


Bahkan bukan sekali dua kali Fahisa mengatakan 'Mommy jadi tidak sabar menanti kamu menikah dan memberikan Mommy sama Daddy cucu'.


Saat itu Fahisa mengatakannya dengan penuh antusias. Semenjak dia bekerja Fahisa memang mengeluh kesepian apalagi dulu dia mengajar di Taman Kanak-Kanak dan terbiasa dengan suara bising.


Sesaat sebelum menikah Fahisa juga mengatakan 'Mommy bakal kesepian di rumah kalau adik-adik kamu sekolah, tapi tidak masalah karena sebentar lagi kamu akan memberikan Mommy cucu yang menggemaskan'.

__ADS_1


"Emm kadang Mommy juga sangat antusias kalau mengatakan hal itu sama Ara, jadi malu banget kalau Mommy sudah bahas itu." Kata Sahara


Arjuna hanya menanggapinya dengan kekehan lalu meminta Sahara untuk menghabiskan makan malam supaya mereka tidak kembali ke penginapan terlalu malam.


Sebenarnya letak restoran ini tidak terlalu jauh dari tempat penginapan hanya saja semakin larut angin juga semakin kencang, dia tidak ingin istrinya sakit.


Jujur saja sebelum mengajak bulan madu Arjuna sedikit cemas karena istrinya mudah jatuh sakit apalagi dia memiliki tifus dan lelah sedikit saja Sahara pasti sakit. Oleh karena itu dia tidak terlalu bersemangat untuk berjalan-jalan karena sampai sekarang kesehatan Sahara yang paling penting.


"Kak sudah kenyang." Kata Sahara membuat Arjuna langsung mendongak dan menatap piring istrinya yang menyisakan sedikit hidangan


Di tempatnya Arjuna memperhatikan Sahara yang sedang membersihkan bibirnya menggunakan tissue dengan hati-hati.


"Sudah sekarang Kakak habiskan makannya." Kata Sahara sambil tersenyum lebar


Arjuna hanya mengangguk dan menuruti perkataan istrinya, dia juga ingin segera kembali ke penginapan.


Senyum Sahara mengembang ketika dia memperhatikan suaminya yang sedang makan malam, sangat tampan. Terkadang Sahara bingung, kenapa dulu dia tidak menyukai Arjuna dan malah menyukai Kevin?


Memang Kevin juga tampan, tapi kalau di lihat-lihat wajah Arjuna lebih menenangkan dan tidak pernah membuatnya bosan meski berjam-jam melihatnya.


Mungkin dulu dia khilaf makanya bisa menyukai pria seperti Kevin.


Secara refleks tangan Sahara terulur mengusap sudut bibir Arjuna yang kotor membuat sang suami tersentak dan menatapnya bingung.


Sahara menunjukkan ibu jarinya lalu dengan kekehan dia meledek Arjuna.


Sekali lagi Arjuna terpesona dengan kecantikan Sahara.


Wajah cantiknya yang sedang tertawa dengan mata menyipit membuatnya jatuh cinta lagi dan lagi.


¤¤¤¤


Pukul sembilan malam Sahara keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, jangan berfikir kalau Sahara memakai lingerie seksi karena saat ini dia mengenakan piyama berwarna pink dengan gambar beruang. Pakaian yang Sahara kenakan membuat dia terlihat seperti anak kecil, tapi Arjuna suka melihatnya dengan penampilan seperti itu karena istrinya terlihat menggemaskan.


Ada banyak orang yang mengatakan kalau Sahara masih terlihat layaknya gadis berusia delapan belas tahun karena tubuh mungil dan wajah imutnya. Saat mendengar ada yang mengatakan hal itu Sahara akan merasa kesal karena dia tidak suka kalau dianggap anak kecil, dia sudah dewasa.


Bukan hanya ke orang lain bahkan Sahara sering kali marah dan merajuk kalau orang tuanya masih menganggap dia seperti anak kecil.


Termasuk kepada Arjuna dia akan sangat kesal.


"Lucu banget sih istri aku." Kata Arjuna sambil menarik Sahara agar duduk dipangkuannya


Saat ini mereka duduk ditepian ranjang dengan Arjuna yang menyandarkan kepalanya di bahu sang istri dan memainkan hidungnya di ceruk leher Sahara.


"Kenapa pake piyama sih Ra?" Tanya Arjuna


"Emm biasanya Ara memang pakai piyama, memang kenapa Kak?" Tanya Sahara


Dia tau apa maksud dari ucapan suaminya karena sehari sebelum berangkat Arjuna membelikan dia beberapa pakaian tidur yang, emm sangat seksi dan terbuka.

__ADS_1


Tentu saja dia tidak mau memakainya!


"Kenapa tidak pakai yang aku belikan?" Tanya Arjuna sambil mengecup leher jenjang Sahara


"Mmh tidak mau bajunya terlalu terbuka nanti dingin." Kata Sahara yang sekarang mulai bergerak gelisah karena perbuatan suaminya


"Ada aku tidak mungkin kedinginan Ra." Kata Arjuna semakin mengecupi leher jenjang istrinya


Sahara berusaha menjauhkan wajah Arjuna dari lehernya, dia yakin sudah ada beberapa tanda merah disana.


"Iya besok Ara pakai." Kata Sahara pelan


Arjuna hanya diam dan tidak lagi menanggapi apapun memilih untuk fokus pada kegiatannya yang membuat tubuh Sahara bergerak gelisah.


"Mmh Kak jangan besok kan kita mau jalan-jalan." Kata Sahara sambil mendorong wajah suaminya agar menjauh


Dengan tidak rela Arjuna menjauhkan wajahnya, tapi tidak sampai disitu Arjuna memutar tubuh istrinya dan membuat Sahara menghadap ke arahnya. Wajah istrinya merona, tapi tetap menatapnya dengan senyum manis. Sekali lagi Arjuna jatuh cinta dengan tatapan teduh itu dan ketika Sahara memeluknya lalu menyandarkan kepala di dada bidangnya, dia tersenyum.


"Manja banget hmm." Canda Arjuna


"Emm Ara memang manja sangat manja." Kata Sahara membuat Arjuna terkekeh saat mendengarnya


"Tapi aku suka." Kata Arjuna


"Iya kalau Kakak tidak suka pasti Ara sudah di dorong sampai jatuh." Ujar Sahara


Arjuna tertawa mendengarnya, mana mungkin dia tega melakukan hal itu kepada istrinya yang menggemaskan.


"Sudah ngantuk belum?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Sahara


Sahara melepaskan pelukannya dan menatap Arjuna lalu melingkarkan tangannya di leher sang suami, menatapnya dengan begitu dalam.


Tanpa Arjuna duga sebuah ciuman mendarat di bibirnya, cukup lama dan ketika Sahara menjauhkan wajahnya dia tersenyum dengan wajah merona serta kuping yang ikut memerah.


Tak sampai disitu Sahara kembali mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga suaminya.


"Mau main ya?"


Mungkin Sahara tidak sadar bahwa perbuatannya telah membangunkan singa yang terbangun.


Arjuna pastikan dia tidak akan bisa tidur malam ini.


¤¤¤¤


Aku penuhi dengan emot bulan hitam🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚


Maunya cerita ini tamat sampe part berapaaa?


Mau segera ditamatin apa jangan😂

__ADS_1


__ADS_2