
Kehidupan pernikahan ternyata tidak semudah yang terlihat, ada banyak hal yang harus difahami oleh kedua belah pihak. Sebagai pasangan suami istri yang akan membina rumah tangga dan keluarga harmonis kedua belah pihak harus saling memahami satu sama lain serta menepis ego masing-masing.
Sahara sendiri belajar banyak hal dari pernikahannya. Dia tidak lagi menjadi wanita yang mudah merajuk dan keras kepala, tapi perlahan sikapnya berubah menjadi seorang istri yang penuh perhatian dan menurut pada suaminya.
Sedangkan Arjuna juga harus menyesuaikan diri dengan kehadiran seorang istri, dia tidak lagi bisa bebas seperti dulu, seperti keluar bersama teman-temannya. Setelah menikah Arjuna harus menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab, pulang setelah selesai bekerja dan membantu Sahara semisal dia bisa.
Tidak ada paksaan, Sahara yang mengurangi jam kerjanya juga bukan atas paksaan Arjuna.
Mereka menjalani pernikahan ini dengan harmonis dan semoga akan selalu begitu.
Malam ini Arjuna membawa istrinya ke loteng rumah mereka, berbaring di lantai sambil menatap langit-langit kamar. Sudah hampir dua minggu pernikahan mereka berjalan dan satu-satunya hal yang mereka harapkan untuk saat ini hanyalah berita kehamilan Sahara.
Tapi, keduanya juga tidak terburu-buru karena mereka percaya jika semua akan datang di waktu yang tepat.
Mereka masih menikmati momen kebersamaan sebagai pasangan suami istri yang dimabuk asmara.
Jangan tanya seperti apa keromantisan mereka karena beberapa hari belakangan Sahara selalu mengikuti suaminya ke restoran dan menunggu di ruang kerjanya atau pergi bersama adik iparnya untuk merencanakan sebuah kejutan.
"Kamu besok mau ke butik?" Tanya Arjuna memulai percakapan
"Emm kata Diandra ada beberapa client yang mau bertemu Ara untuk membicarakan masalah design gaun pernikahan." Kata Sahara
"Mau di antar?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh istrinya
"Tidak perlu Kak." Kata Sahara sambil tersenyum manis
Arjuna mencapit hidung Sahara hingga membuat wanita itu mengerucutkan bibirnya kesal.
"Masih saja panggil Kakak hmm?" Kata Arjuna
Sahara yang sebelumnya kesal kini menunjukkan cengirannya.
Kemarin Arjuna memang meminta agar Sahara merubah panggilannya dan istrinya itu hanya mengangguk setuju, tapi lihat sekarang dia masih memanggilnya dengan sebutan Kakak.
"Gak bisa ihh Ara sudah biasa manggil Kakak." Kata Sahara
"Coba dulu sayang." Kata Arjuna sambil menangkup wajah istrinya dan tersenyum
Melepaskan tangan suaminya dari kedua pipinya Sahara tersenyum kecil lalu memanggil Arjuna dengan suara yang begitu merdu di telinga suaminya.
"Mas Juna"
Arjuna ikut tersenyum lalu mengecup singkat bibir istrinya.
"Panggil aku seperti itu sayang." Kata Arjuna
Sahara hanya bergumam pelan dan kembali memeluk suaminya.
Satu hal yang sangat dia sukai dari Arjuna adalah pria itu tidak pernah memaksanya melakukan sesuatu yang tidak dia mau.
"Kamu sering pergi sama Anjani." Kata Arjuna
"Emm kami jalan-jalan mumpung dia lagi cuti kerjanya." Kata Sahara
"Apa dia punya masalah lagi sama pria itu? Aku tidak suka Anjani kembali lagi sama dia karena pria itu sudah menyakiti Anjani dan tidak menutup kemungkinan dia melakukannya lagi kan?" Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum tipis mendengarnya
Arjuna selalu begitu, dia tidak suka kalau orang yang dia sayangi terluka dan Arjuna juga selalu berusaha untuk menghindari hal itu.
"Aku tidak tau Anjani belum bercerita, tapi aku yakin kalau Anjani pasti sudah berfikir panjang untuk menerima pria itu kembali, kamu kan tau kalau Anjani tidak sebodoh itu." Kata Sahara
"Hmm aku bangga dengan dia sekarang." Kata Arjuna membuat Sahara terkekeh mendengarnya
Seharusnya Anjani mendengar pujian ini karena Arjuna sangat jarang memuju adik perempuannya itu.
__ADS_1
Tapi, Anjani memang telah berubah sekarang.
Dia bahkan pernah melabrak seorang perempuan yang menuduhnya menjadi selingkuhan bos.
Kurang ajar, begitu yang dikatakan Anjani berkali-kali ketika dia bercerita dengan Sahara.
"Kamu bahagia Ra?" Tanya Arjuna secara tiba-tiba
Sahara mendongak dan menatap wajah tampan suaminya dengan senyuman.
Tidak perlu lagi dipertanyakan bahkan Sahara sampai tidak mampu menggambarkan kebahagiaannya melalui kata-kata.
Dia terlampau bahagia.
"Sangat, aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan Kak Juna yang dulu selalu anggap sebagai pria menyebalkan," Kata Sahara
Arjuna tertawa kecil saat mendengarnya, dia semenyebalkan itu ya di mata Sahara?
"Tapi, ternyata pria menyebalkan ini memberikan kebahagiaan yang begitu besar di hidup aku." Kata Sahara dengan senyuman yang begitu tulus
Merasa bahagia ketika kalimat itu terlontar dari bibir istrinya Arjuna mencium bibir merah muda itu berkali-kali hingga membuat Sahara terkekeh dan memalingkan wajahnya.
"Udah ihh"
"Maaf, habisnya kamu gemesin." Kata Arjuna
Sahara tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di pipi lalu dengan manjanya berbicara hal yang membuat Arjuna tersenyum.
"Dari kecil Ara emang gemesin"
Arjuna benar-benar tidak faham kenapa istrinya bisa semenggemaskan ini?
Dia jadi tidak tahan untuk menciumnya.
Tangan pria itu beralih ke pinggangnya dan menarik Sahara agar semakin dekat membuat Sahara pun ikut mengalungkan kedua tangannya di leher Arjuna.
Ciuman Arjuna selalu memabukkan dan membuatnya terlena.
Arjuna terlalu larut dalam kegiatannya sampai tidak sadar jika istrinya hampir kehabisan nafas. Saat Sahara memukul-mukul dada bidangnya barulah pria itu menjauhkan wajahnya.
Dahi mereka menyatu dan Sahara dapat melihat tatapan mata Arjuna yang terlihat berbeda, dia sangat faham sekarang maksud dari tatapan itu.
Mata Sahara terpejam kala Arjuna mengusap lembut pipinya dan terus turun hingga ke leher jenjangnya.
Sebuah kecupan mendarat bibirnya dan bisikan dengan suara serak masuk ke dalam pendengarannya.
"I want you Ra"
Tentu saja Sahara tidak bisa menolaknya.
Dia hanya diam dan mengalungkan tangannya di leher Arjuna kala pria itu menggendongnya dan membawanya ke kamar mereka.
Menikmati malam yang panjang seperti biasanya.
¤¤¤¤
Sebelumnya Sahara tidak pernah benar-benar kesal kepada Anjani, tapi hari ini dia benar-benar ingin menyumpal mulut adik iparnya yang sedari tadi meledeknya tanpa henti. Siang ini Anjani datang tanpa pemberitahuan dan dia terus meledek Sahara ketika melihat lehernya yang dipenuhi bercak merah, akibat permainannya semalam dengan Arjuna.
Sahara berani bersumpah kalau wajahnya benar-benar semerah tomat sekarang.
Sialnya Anjani malah semakin senang dan terus meledeknya sambil tertawa riang, adik ipar tidak ada akhlak.
Sahara tidak tau kalau Anjani akan datang ke butik.
__ADS_1
Sebelumnya Sahara menggunakan syal ketika keluar dari ruangan atau ketika bertemu client nya, tapi saat jam makan siang tiba dia melepas syal yang membuatnya gerah bukan main. Sayangnya secara tiba-tiba adik iparnya datang dan melihat betapa parah lehernya yang dipenuhi bercak merah.
Sial! Kalau begini dia jadi ingin memarahi Arjuna yang selalu meninggalkan tanda ditempat yang mudah terlihat.
Pria itu tidak tau ya kalau Sahara sangat malu.
"Katakan Ra bagaimana rasanya? Aku penasaran dan bagaimana ini bisa banyak sekali?" Tanya Anjani tanpa perduli tatapan tajam dan wajah memerah temannya
"Anjani berhenti bertanya seperti itu! Aku tidak mau menjawabnya, menikahlah kalau kamu mau tau." Ketus Sahara membuat Anjani tertawa
Dia berpindah dan duduk disebelah Sahara lalu merangkulnya.
"Astaga Kakak iparku sensitif sekali sih." Kekehnya
"Kamu yang ngeselin!" Kata Sahara kesal
"Apa ada yang lain juga selain di leher?" Tanya Anjani dengan wajah tanpa dosanya
Secara refleks Sahara memukul pelan pundaknya dan membuat Anjani tertawa karena wajah Sahara sangat merah sekarang bahkan kupingnya pun ikut memerah.
"Anjani berhentilah menggangguku." Rengek Sahara
"Haha baiklah maaf Kakak ipar." Kata Anjani
Menghela nafasnya pelan Sahara tetap memasang wajah kesalnya membuat Anjani jadi ingin tertawa melihatnya.
"Bagaimana kalau kita membahas kejutan untuk Kakakku?" Tawar Anjani berusaha mengembalikkan mood Kakak iparnya
"Ide bagus, bagaimana dengan teman kamu yang punya toko kue itu?" Tanya Sahara dengan semangat
"Aku sudah bicara dengan dia kamu tinggal pilih saja mau seperti apa." Kata Anjani membuat senyum Sahara mengembang dengan lebar
"Besok temani aku ke mall oke? Aku mau beli jam tangan dan setelan jas untuk Kak Juna." Kata Sahara
"Siang?" Tanya Anjani yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
Keduanya kembali berbicara dan merencanakan kejutan untuk Arjuna, kali ini hanya ada keluarga dan teman baiknya saja mereka tidak akan mengundang banyak orang.
Sahara hanya ingin kejutan kecil saja.
"Aku mau cetak beberapa foto." Kata Sahara
"Foto? Untuk apa?" Tanya Anjani
"Aku mau bikin album kecil gitu kayak yang Kak Juna pernah berikan dulu." Kata Sahara membuat Anjani tersenyum ketika mendengarnya
Dia tidak menyesal berdebat dengan Abian untuk membela Kakaknya agar diizinkan menikah dengan Sahara.
Keduanya saling mencintai.
"Bagaimana dengan kado spesialnya?" Tanya Anjani
Sahara tersenyum tipis ketika mendengarnya.
"Semoga saja aku bisa berikan hadiah spesial itu"
Semoga saja Sahara bisa memberikannya kepada Arjuna.
¤¤¤¤
Rencananya aku mau tamatin di part 62 atau 63, tapi masih belum pasti bisa lebih dikit atau lebih banyak😂
Makasih ya sudah baca cerita ini dan makasih untuk dukungannya😊
__ADS_1
Sayang kalian banyak-banyak❤