
Sejak memiliki Airlangga pergi ke butik adalah hal yang sangat jarang Sahara lakukan karena dia lebih sering melakukan pekerjaannya di rumah bahkan sesekali Diandra atau Gibran yang akan datang ke rumahnya. Namun, tidak semua hal bisa dia lakukan di rumah seperti masalah dengan client yang harus dia hadapi sendiri atau masalah selama proses produksi dan lagi sesekali dia harus melihat perkembangan butiknya.
Hari ini Sahara pergi ke butik dan dia membawa Airlangga turut serta kesana, perlu kalian tau ini kali pertama Airlangga ikut ke butik karena biasanya setiap Sahara pergi maka Arjuna yang akan menjaga anaknya.
Hanya saja untuk kali ini tidak bisa karena Arjuna pun harus pergi bekerja.
Arjuna yang memang berubah menjadi suami yang cukup posesif memutuskan untuk mengantar istrinya ke butik dan nanti dia juga yang akan menjamputnya.
Sudah dia bilang kan? Arjuna sama sekali tidak melarang Sahara untuk melakukan pekerjaannya selama dia masih bisa mengatur waktu dan selama ini Sahara membuktikan bahwa dia bisa membagi waktunya dengan sangat baik.
"Kamu tidak akan keluar jauh-jauh kan Ra?" Tanya Arjuna memastikan
Sahara menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak Mas tenang saja." Kata Sahara sambil tersenyum manis
"Lalu bagaimana dengan si kecil Angga?" Tanya Arjuna lagi
"Apa lagi? Dia akan menunggu Mami nya bekerja, iya kan baby?" Tanya Sahara pada sang anak yang ada dipangkuannya
"Telpon aku kalau kamu kesulitan oke? Nanti aku akan datang dan menjaga Angga." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum ketika mendengarnya
Sebenarnya dia tidak terlalu khawatir karena Airlangga meskipun cukup rewel, tapi dia untuk mudah ditenangkan.
Jadi Sahara tidak terlalu masalah.
"Kamu mau aku jemput jam berapa?" Tanya Arjuna ketika mereka sampai di depan butik Sahara
Sahara terlihat sedang berfikir, dia ingin mengunjungi mertuanya karena Clara beberapa kali menanyakan kapan dia akan berkunjung.
"Emm bagaimana kalau nanti Mas Juna jemputnya di rumah Mami saja?" Kata Sahara
"Mami? Kamu mau ke rumah Mami? Baiklah nanti aku jemput saja kita kesana sama-sama." Kata Arjuna
"Tidak usah Mas nanti aku naik taxi saja kamu langsung ke rumah Mami lagi pula restoran kamu lebih dekat sama rumah Mami." Kata Sahara
Menghela nafasnya pelan Arjuna akhirnya mengangguk setuju.
"Kabari aku kalau kamu sudah sampai di rumah Mami nanti." Kata Arjuna
"Siap, baby sekarang dadah dulu sama Papi." Kata Sahara
Saat Sahara menggendong si kecil Airlangga dia sangat senang membuat Arjuna sangat gemas melihatnya. Didekatkan wajah Arjuna lalu dia mencium Airlangga cukup lama dan mengusap kepalanya.
"Jangan nakal ya sayangnya Papi"
Menatap suaminya dengan senyuman Sahara mencium punggung tangannya juga kedua pipinya sebelum pergi.
"Aku pergi dulu ya Mas? Kamu hati-hati dijalan dan kabarin aku kalau sudah sampai." Kata Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh suaminya
Melambaikan tangannya kepada sang suami Sahara baru memasuki butiknya ketika mobil Arjuna sudah meninggalkan area butik.
Setelah itu Sahara masuk ke dalam butiknya dengan Airlangga yang berada digendongannya. Saat bertemu para karyawannya Sahara tersenyum dan membalas sapaan yang mereka berikan.
Rasanya sudah lama sekali dia tidak datang kesini dan melihat kalau semua berjalan dengan baik membuat Sahara merasa bahagia juga bangga dengan para karyawannya.
"Kak Araa"
Suara Diandra membuat Sahara tersenyum senang.
Asistennya itu terlihat begitu senang saat melihatnya apalagi melihat jika dia juga membawa anaknya turut serta.
"Hai Angga"
Airlangga kecil hanya menatapnya dengan wajah lugunya.
"Kakak tumben sekali membawa Angga juga." Kata Diandra
Tanpa Sahara minta Diandra membukakan pintu ruang kerjanya dan ikut masuk ke dalam karena dia memang memiliki hal untuk disampaikan.
"Emm Mas Juna harus kerja dan tidak mungkin kalau aku minta Mas Juna bawa Angga, jadi aku ajak dia ke butik." Kata Sahara
"Itu bagus Kak aku sangat senang ada anak kecil di butik ini apalagi sangat tampan seperti Angga." Kata Diandra dengan semangat membuat Sahara terkekeh ketika mendengarnya
"Kak Gibran sudah datang?" Tanya Sahara
__ADS_1
"Sudah Kak, apa perlu aku panggilkan?" Kata Diandra
"Hmm tolong ya Ra." Kata Sahara
Sesaat setelahnya Diandra pamit untuk keluar dan meninggalkan Sahara bersama dengan Airlangga yang masih berada di dalam gendongannya. Meja Sahara masih sangat rapih dan bersih seperti terakhir kali dia melihatnya.
Saat ingin mulai bekerja Sahara membaringkan Airlangga di ranjanh bayi yang berada tepat disebelah kanan kursinya. Sebelumnya dia memang sudah menyiapkan ranjang ini untuk berjaga-jaga kalau sewaktu-waktu dia harus pergi ke butik dan membawa anaknya turut serta.
"Baby Mami kerja dulu ya?" Kata Sahara sambil mencapit hidung anaknya pelan
Airlangga tertawa membuat Sahara tersenyum senang lalu memberikan anaknya mainan yang membuat si kecil itu terlihat begitu girang.
"Angga main sendiri hmm? Mami kerja dulu sebentar ya sayang." Kata Sahara
Airlangga menatap Mami nya sambil tersenyum dan dia tidak menangis ketika wajah Sahara menghilang dari penglihatannya.
Sesaat setelah Sahara duduk dan menghidupkan laptopnya Gibran memasuki ruang kerjanya membuat Sahara tersenyum senang.
Berbeda dengan Sahara yang senang karena bisa bertemu dengan orang yang sudah dia anggap seperti Kakaknya, Gibran justru senang melihat jika Sahara membawa keponakannya.
"Kamu bawa si kecil Ra?" Tanya Gibran yang dijawab dengan anggukan oleh Sahara
Menghampiri keponakannya Gibran tersenyum senang kala melihat Airlangga yang terlihat sibuk bermain seorang diri.
"Hey kamu sudah besar dan sangat mirip dengan Arjuna." Kata Gibran
Sahara ikut tersenyum ketika mendengarnya, selalu begitu kalau ada yang melihat anaknya pasti akan mengatakan jika si kecil sangat mirip dengan suaminya.
Tentu saja dia kan anaknya Arjuna.
"Ra buatkan aku keponakan perempuan." Kata Gibran membuat senyum Sahara kini berubah dengan raut wajah kesalnya
"Kak buatlah sendiri kalau kamu mau." Kata Sahara
Terkekeh pelan Gibran mendudukkan dirinya di ujung meja kerja Sahara.
"Aku belum menemukan wanita yang bisa diajak kerja sama." Kata Gibran
"Kak yang benar saja? Selama ini kamu dekat dengan banyak wanita masa tidak ada yang mau? Makanya diajak serius Kak." Kata Sahara sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Mereka hanya teman." Kata Gibran mengangkat bahunya acuh
"Ra bisakah kamu ganti salah satu model kamu dengan yang lain?" Tanya Gibran membuat Sahara mengerutkan dahinya bingung
"Siapa dan kenapa aku harus mengganti dia?" Tanya Sahara sambil menatap Gibran dengan penasaran
"Alicia, dia tidak profesional Ra dan setiap kali ada sesi pemotretan dia selalu menggoda aku, kamu tau kan kalau itu sangat menggangguku?" Kata Gibran
Raut wajahnya terlihat kesal dan Sahara yakin kalau kali ini Alicia sudah melakukan hal yang membuat kesabaran Gibran habis karena yang Sahara tau Gibran cukup sabar untuk masalah wanita.
"Kakak tau kan aku tidak bisa memutus kontrak begitu saja tanpa alasan yang jelas." Kata Sahara membuat Gibran menghela nafasnya pelan
"Ya aku tau, tapi setidaknya kurangkan jadwal pemotretan dia." Kata Gibran yang kali ini dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Oke, aku bisa bantu kalau masalah mengurangi jadwal pemotretan." Kata Sahara
"Satu lagi Ra aku mau minta satu hal sama kamu, boleh?" Tanya Gibran
"Apa? Aku akan bantu kalau bisa." Kata Sahara dengan senyum manisnya
Gibran membisikkan sesuatu ditelinga Sahara dan membuatnya membulatkan mata karena terkejut lalu menatap Gibran dengan tidak percaya.
"Kak Gibran suka sama...."
Perkataan Sahara terputus ketika pintu terbuka dan Diandra masuk kedalam sambil membawa beberapa berkas.
Berdeham pelan Gibran langsung memilih untuk keluar ruangan sambil menatap Sahara dengan penuh ancaman membuat wanita itu menahan tawanya.
"Ada apa Ra?" Tanya Sahara setelah Gibran keluar dari ruang kerjanya
"Laporan keuangan Kak sebenarnya aku sudah kirim file nya lewat e-mail, tapi aku fikir Kakak mau melihatnya langsung." Kata Diandra sambil menyerahkan berkas yang ia bawa
"Terima kasih ya Ra"
Diandra mengangguk singkat dan hendak pergi keluar dari ruang kerja atasannya, tapi baru beberapa langkah Sahara kembali memanggilnya.
__ADS_1
"Diandra"
"Iya Kak? Apa Kakak butuh sesuatu?" Tanya Diandra yang dijawab dengan gelengan oleh Sahara
Dia tersenyum untuk sesaat sebelum akhirnya meminta Diandra untuk melakukan sesuatu.
"Bisa kamu temani Kak Gibran untuk pemotretan di pantai? Kamu tau kan salah satu client Wenda ingin melakukan foto prewedding di daerah pantai?" Kata Sahara
Diandra terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya mengangguk singkat.
"Kapan Kak?" Tanya Diandra
"Nanti siang"
Diandra mengangguk faham lalu dia segera pergi dari ruang kerja Sahara dan meninggalkan atasannya yang sedang tersenyum penuh arti.
Sesaat setelahnya Sahara memeriksa laporan keungan yang baru saja Diandra berikan untuknya.
Mungkin dia harus menjadi perantara untuk kedekatan seseorang.
¤¤¤
Sekitar pukul lima sore Arjuna yang baru saja selesai bekerja langsung melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya untuk menjemput Sahara yang sejak tadi sudah ada disana. Beberapa hari belakangan orang tuanya terutama Clara selalu meminta keduanya untuk berkunjung ke rumah, tapi keduanya belum sempat untuk berkunjung dan baru hari ini ada kesempatan.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit Arjuna sampai di rumah kedua orang tuanya dan seusai memarkirkan mobilnya Arjuna masuk melalui pintu utama. Seorang pekerja rumah tangga menghampiri Arjuna ketika mendengar suara pintu yang dibuka.
"Selamat sore Tuan"
Arjuna mengangguk sambil tersenyum.
"Dimana Mami dan Sahara Bi?" Tanya Arjuna
"Mereka ada di ruang keluarga Tuan." Katanya dengan sopan
"Papi sudah pulang?" Tanya Arjuna lagi
"Belum Tuan"
Arjuna kembali menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya ke ruang keluarga untuk menemui Mami dan juga istrinya.
Belum membuka pintu Arjuna sudah mendengar suara Clara yang membuat senyumnya terbentuk dan tanpa berfikir lagi langsung masuk ke dalam.
Kedua wanita itu mengalihkan pandangannya ke arah Arjuna dan tersenyum.
"Lihat sayang Papi Juna sudah pulang." Kata Clara
Arjuna tersenyum dan menghampiri anaknya lalu menggendong si kecil yang beruntung kali ini dia tidak menangis.
"Gantengnya anak Papi." Kata Arjuna sambil mencium pipinya
Airlangga tertawa digendongan Arjuna lalu dengan suara kecilnya memanggil Arjuna dan membuat Papi nya tersenyum senang.
"Pa.. Pa.."
Mencium pipi anaknya dengan gemas Arjuna mendudukkan dirinya disebelah Sahara lalu menatap wajah anaknya dengan senyum manisnya.
"Dia sangat mirip dengan kamu waktu kecil ya Mas? Aku dan Mami melihat foto kamu waktu masih kecil dulu." Kata Sahara
Dia tidak bohong Airlangga memang sangat mirip dengan suaminya ketika masih kecil.
"Tentu saja dia kan kesayangannya Papi." Kata Arjuna sambil mencium dahi anaknya lama
Kening Airlangga berkerut dan wajahnya mulai menunjukkan bahwa dia ingin menangis.
"Mas dia mau nangis, sudah lepaskan sebelum Angga benar-benar nangis." Kata Sahara ketika suaminya masih belum melepaskan ciumannya
Dan benar dugaannya suara tangis si kecil terdengar.
Arjuna terkekeh lalu kembali berdiri dan menggendong anaknya sambil berusaha menenangkan Airlangga yang menangis.
Senyum Clara merekah ketika melihatnya.
Anaknya sudah benar-benar dewasa sekarang.
¤¤¤
__ADS_1
Maaf karena kemarin tidak update :"
Double update untuk besok????