
Malam ini Sahara hampir tidak bisa tidur karena si kecil Airlangga terus menangis hingga menjelang pagi dan hal itu membuat Arjuna jadi merasa kasihan juga bersalah, dia ingin membantu istrinya, tapi anak mereka terus menangis kalau tidak mendapati wajah Sahara. Mereka sedikit bingung karena ini tidak seperti biasanya dimana Airlangga hanya menangis sesaat lalu kembali tidur lelap, tapi kali ini Airlangga menangis dan tertidur hanya saja beberapa saat setelahnya dia kembali menangis.
Sekitar pukul satu malam Airlangga terbangun dan anak itu tidak bisa tidur lelap hingga pukul empat, selama itu sebelum akhirnya wajah mungil itu terlihat lelap dalam tidurnya. Sesaat setelah melihat anaknya tenang helaan nafas Sahara terdengar, dia terlihat sangat lelah membuat Arjuna jadi tidak tega melihatnya.
"Ra kamu tidur aja ya? Biar aku jagaiin Angga kalau dia masih menangis nanti, kamu istirahat." Kata Arjuna sambil merangkul tubuh istrinya dengan sayang
Tanpa banyak protes Sahara membiarkan sang suami membawanya ke kamar mereka dan membantunya untuk berbaring di ranjang.
"Kalau Angga menangis lagi bangunkan Ara ya?" Kata Sahara yang hanya dijawab dengan anggukan singkat oleh suaminya
Tentu saja Arjuna tidak akan melakukan hal itu dan dia akan menenangkan Airlangga hingga kembali tidur tanpa mengganggu istrinya.
Sahara sedang hamil dan dia harus cukup istirahat.
"Ngantuk ya?" Kata Arjuna saat melihat tatapan sayu milik Sahara
Sahara mengangguk singkat dan mulai memejamkan matanya.
Sambil tersenyum Arjuna mengusap sayang puncak kepala Sahara lalu menciumnya sebentar sebelum akhirnya kembali ke kamar anak mereka.
Arjuna mendekat ke arah ranjang bayi dan menatap anaknya yang tertidur dengan lelap.
Sebuah senyuman merekah bersamaan dengan tangan Arjuna yang terulur untuk mengusap pipinya.
'Juna dengarkan Mami ya? Biasanya seorang anak kalau mau punya adik akan sedikit lebih rewel dan manja, jadi kamu harus lebih pengertian sama Sahara ya? Bantu dia untuk menjaga si kecil'
Ternyata apa yang Mami nya katakan benar, Airlangga memang sedikit lebih rewel sekarang padahal biasanya tidak.
"Apa kamu cemburu karena Mami akan punya adik? Angga takut kalau Mami gak sayang Angga lagi ya?" Kata Arjuna pada anaknya yang tertidur
Seiring berjalannya waktu Arjuna sangat bangga dengan istrinya yang begitu pintar mengurus keluarganya, pilihannya tidak salah Sahara benar-benar orang yang tepat untuknya.
Saat si kecil Airlangga masih berusia sekitar tiga minggu Sahara sedikit kewalahan karena anaknya itu sangat rewel dan terus menangis, tapi istrinya itu dengan telaten dan tanpa mengeluh berhasil membuatnya tenang.
Mungkin Arjuna baru sekali mendengar keluhan Sahara.
'Mas aku mau nangis, tadi Angga merobek sketsa aku padahal sudah mau selesai dan saat aku mau marah dia memasang wajah yang begitu lucu, Ara jadinya gemas bukan kesal'
Sahara menelponnya saat itu dan dia tertawa kecil sambil bertanya, apa akan terjadi sesuatu kalau sketsanya tidak selesai sekarang?
Dia sedikit lega ketika Sahara mengatakan bahwa tidak ada masalah meskipun sketsanya tidak jadi sekarang.
Kalian mau tau Sahara mengatakan apa lagi?
'Karena gemas Ara gigit pipinya terus dia nangis padahal Ara gigitnya pelan'
Saat mendengarnya Arjuna malah gemas dengan mereka berdua, usia Airlangga ketika itu masih sembilan bulan.
"Jagoan Papi jangan manja ya sama Mami? Kasihan Mami sayang, kamu jangan rewel ya?" Kata Arjuna lagi
Tubuh Airlangga menggeliat ketika merasakan sentuhan di pipinya, dia sensitif sekali sekarang kalau sedang tidur.
Menjauh dari ranjang bayi anaknya Arjuna duduk di sofa dan mengambil ponselnya yang ada di meja.
Hal pertama yang Arjuna lihat ketika layar ponselnya menyala adalah foto mereka bertiga, keluarga kecilnya. Foto itu di ambil ketika Airlangga tepat berusia satu tahun dan mereka mengadakan pesta ulang tahun sederhana bersama para keluarga.
Tidak terasa jika Sahara dan Arjuna telah sampai sejauh ini.
Arjuna membuka aplikasi chat nya dan mendapati beberapa pesan dari Bara sekitar pukul sembilan malam.
Arjuna sepertinya lo harus tau tentang ini
Sent you a photo
Melihat foto yang ada di layar ponselnya mata Arjuna membukay dengan sempurna, dia seakan tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat.
Bagaimana mungkin?
¤¤¤
Saat matahari telah terbit Sahara juga anaknya masih tertidur dengan nyenyak dan Arjuna memutuskan untuk membuat sarapan, tanpa membangunkan istrinya. Sebenarnya sudah ada pekerja rumah tangga, tapi Sahara selalu ingin makanan yang dibuat oleh tangannya sendiro atau Arjuna dan karena itulah Arjuna memutuskan untuk membuat sarapan.
Pagi ini Arjuna memasak sup ayam karena istrinya sangat suka makan makanan yang berkuah semenjak kehamilannya. Setelah selesai memasak dan menata meja makan Arjuna bergegas pergi ke kamarnya untuk membangunkan Sahara serta melihat si kecil Airlangga, takut anaknya itu sudah bangun.
Arjuna mendekat ke arah ranjang dan mendapati Sahara yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Sambil tersenyum Arjuna membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya, tapi dia dibuat khawatir ketika melihat Sahara dibanjiri keringat.
__ADS_1
"Ara"
Panggilan pelan itu bersamaan dengan Arjuna yang menempelkan tangannya di dahi sang istri, panas.
Apa istrinya demam?
"Ara kamu baik-baik saja?" Tanya Arjuna
Pertanyaan bodoh, tentu saja Sahara sedang tidak baik-baik saja.
"Ara kamu dengar aku?" Tanya Arjuna lagi
Perlahan mata Sahara terbuka, tapi dia kembali menutupnya karena merasa begitu pusing.
"Ara?"
"Pusing Mas"
Sahara berkata dengan lirih membuat Arjuna merasa cemas.
"Aku akan telpon dokter." Kata Arjuna
Dia berlari mengambil ponselnya dan segera menghubungi dokter lalu kembali menghampiri Sahara yang kini terlihat pucat.
"Ada yang sakit?" Tanya Arjuna lembut
"Pusing"
Tangan Arjuna terulur untuk memijat dahi Sahara yang terasa hangat ditangannya dan sebelah tangan Arjuna mencari nomor ponsel Clara, dia akan meminta Mami nya untuk datang.
'Halo Juna'
"Mami bisa kesini sekarang?" Tanya Arjuna dengan cepat
'Ada apa Juna? Apa terjadi sesuatu?'
"Sahara demam dan kepalanya juga pusing, apa Mami bisa kesini?" Tanya Arjuna
'Mami segera kesana ya Juna'
Arjuna mematikan ponselnya dan kembali menatap Sahara yang kini menggenggam erat tangannya masih dengan mata yang tertutup.
"Apa kita harus ke rumah sakit?" Tanya Arjuna
"Jangan Ara gak mau." Kata Sahara lirih
Sesaat setelahnya Arjuna melihat istrinya yang sedang menggigit bibir bawahnya dengan tangan yang memegang ke perut.
"Ada apa Ra? Apa sakit?" Tanya Arjuna cemas
Sahara tidak menjawab dan malah menangis membuat Arjuna semakin cemas melihatnya.
"Kita ke rumah sakit saja." Kata Arjuna
Arjuna baru akan mencari kunci mobilnya sebelum akhirnya suara ketukan pintu terdengar.
"Tuan ada Dokter Alexa di bawah." Kata salah satu pekerja rumah tangganya
"Suruh dia masuk cepat." Kata Arjuna
Arjuna kembali menghampiri Sahara yang kini sudah terlihat lebih tenang, sedikit membuatnya lega.
Sesaat setelahnya pintu kembali diketuk dan seorang wanita berjas putih memasuki kamar mereka membuat Arjuna segera menyingkir dari tepi ranjang, membiarkan istrinya diperkisa.
Keringat dingin membasahi tubuh Arjuna, dia sangat cemas karena istrinya sakit saat tengah mengandung.
Saat Sahara sedang diperiksa suara tangisan terdengar membuat Arjuna berlari kecil ke kamar anak mereka.
Dia harap Clara bisa cepat datang dan membantu Arjuna untuk menjaga si kecil selagi dia merawat Sahara.
"Sstt jangan menangis sayang ada Papi disini." Kata Arjuna sambil menggendong anaknya dan mengusap punggungnya dengan lembut
Si kecil Airlangga semakin menangis dan ingin turun dari gendongan Arjuna membuar pria itu menghela nafasnya pelan.
"Ma ma"
__ADS_1
"Sama Papi saja hmm? Mami sedang sakit sayang." Kata Arjuna berusaha membuat anaknya itu tenang
Saat Airlangga masih terus menangis Arjuna menggendongnya sambil berjalan dan menggumamkan nyanyian dengan tangan yang mengusap punggung anaknya lembut.
"Jangan menangis baby ada papi disini"
Cukup lama Arjuna menggendong si kecil Airlangga sampai akhirnya pintu terbuka dan Clara masuk ke dalam menghampiri anaknya.
"Arjuna"
Helaan nafas Arjuna terdengar ketika melihat Clara datang menghampirinya.
"Mami, bisa bantu Arjuna untuk menjaga Angga?" Kata Arjuna
"Tentu saja, sini biar Angga sama Mami kamu jagaiin Ara dulu." Kata Clara yang dijawab dengan anggukan singkat oleh anaknya
Beruntung Airlangga tak memberontak atau menangis dan Arjuna bergegas keluar kamar untuk menemui dokter serta istrinya. Disana dia dapat melihat Sahara yang terlihat sedang tidur dengan nafas teratur membuat Arjuna merasa sedikit lega.
Dia menghampiri Alexa yang tengah duduk di sofa sambil menuliskan sesuatu, mungkin resep obat.
"Ada apa dengan Sahara? Apa dia baik-baik saja? Apa perlu dibawa ke rumah sakit?" Tanya Arjuna dengan cepat
"Lambungnya, sebenarnya tidak terlalu parah, tapi karena dia sedang mengandung aku sarankan untuk membawanya ke rumah sakit dan menemui dokter kandungan." Kata Alexa
Arjuna terdiam untuk sesaat, apa yang istrinya makan?
"Aku akan berikan resep obat untuk lambungnya, tapi tetap konsultasi pada dokter kandungan dan hindari makanan pedas untuknya." Kata Alexa lagi
Makanan pedas?
'Mas Juna beliin Ara seblak yang pedas'
Makanan pedas?
Kemarin Sahara pergi ke butik dan makan siang tanpa dirinya.
Helaan nafas Arjuna terdengar, apa mungkin Sahara memakan makanan pedas tanpa izin darinya?
"Suruh dia makan kalau sudah bangun dan minum obatnya setelah makan." Kata Alexa yang kembali diangguki dengan Arjuna
Setelah memberikan resep obatnya pada Alexa pamit untuk kembali bekerja dan meninggalkan Arjuna yang kini berjalan menghampiri istrinya.
Nafas Sahara terlihat teratur membuat Arjuna tersenyum tipis dan mengusap sayang kepala istrinya.
Menghela nafasnya pelan Arjuna mengambil ponselnya di meja dan menelpon Diandra untuk menanyakan makanan apa yang kemarin dimakan Sahara.
'Halo Kak'
"Diandra, apa yang kemarin siang Ara makan?" Tanya Arjuna
Diandra terdiam sesaat membuat Arjuna kembali bertanya.
"Dia makan makanan yang pedas?" Tanya Arjuna
'Iya Kak'
Setelah mendengar hal itu telpon dimatikan tanpa Arjuna yang memberikan tanggapan apapun.
Sahara memang benar-benar sulit diomongi.
Saat mendengar istrinya bergumam pelan Arjuna menggenggam erat tangannya.
"Ara"
"Mas Juna"
"Hmm butuh sesuatu?"
"Ara lapar"
Lihat kan?
Bagaimana Arjuna bisa marah pada istrinya?
¤¤¤
__ADS_1
Ngeyel banget ibu hamil ampun dehh😐