
Seminggu belakangan ini Sahara merasa aneh dengan tingkah suaminya yang mendadak jadi super posesif dan banyak melarang dia untuk pergi keluar sendirian. Selain itu setiap kali Arjuna pergi bekerja dan dia hanya di rumah pasti selalu ada yang datang entah Clara, Anjani, Fahisa, atau kedua adiknya.
Awalnya Sahara fikir itu hal biasa dan hanya kebetulan saja, tapi sekarang sepertinya tidak pasti ada sesuatu karena waktu kedatangan mereka ke rumah hanya berselang tak sampai lima menit setelah Arjuna pergi. Lagi, kalau Sahara di butik pasti Diandra atau Gibran selalu muncul di hadapannya bahkan kemarin Gibran hampir setengah hari berada di ruangannya padahal sedang tidak ada jadwal pemotretan.
Sebenarnya Sahara penasaran dan ingin bertanya, tapi dia rasa suaminya mlakukan itu karena suatu alasan yang tentunya untuk kebaikan dia dan anak-anaknya.
Hari ini Arjuna tidak pergi kerja karena memang akhir pekan dan dia menghabiskan waktunya bersama Sahara juga si kecil Airlangga yang sudah sangat aktif sekarang. Sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga dengan Airlangga yang berjalan kesana dan kemari sambil membawa sebuah robot.
"Kenapa dia menggemaskan sekali?" Kata Arjuna ketika anaknya itu sudah ada dihadapannya
Arjuna mengangkat tubuh si kecil dan membuatnya merengek karena tidak suka diganggu ketika sedang bermain bahkan robot ditangannya terlepas dan jatuh di pangkuan sang ayah.
Tak sampai disitu Arjuna mencium pipi Airlangga berkali-kali hingga akhirnya rengekan itu berubah menjadi tangisan.
"Mas Juna nih kebiasaan banget!" Kata Sahara sebal
"Dianya gemesin." Kekeh Arjuna
"Ma ma"
Seakan mengadu si kecil Airlangga menatap Sahara dengan wajah sedihnya membuat Sahara mengerucutkan bibirnya lalu mengusap rambut Airlangga dengan lembut.
"Ma maa"
Sahara tertawa kecil lalu mengambil Airlangga dari tangan suaminya dan menggendong anaknya.
"Papi nakal sayang?" Tanya Sahara
"Pa paa"
"Nakal ya?" Kata Sahara
Dengan manja Airlangga menyandarkan kepala kecilnya di bahu Sahara membuat dia tersenyum senang karena tingkah anaknya.
Setiap bermain Arjuna pasti melakukan hal yang sama, mengganggu hingga anaknya menangis.
"Ra"
"Emm"
"Kamu mau keluar setelah ini? Mungkin jalan-jalan dan pergi ke suatu tempat." Kata Arjuna membuat Sahara menolah dan menatapnya dengan antusias
"Boleh?"
"Boleh, tapi seperti biasa jangan terlalu lama." Kata Arjuna
"Ara mau ke pantai, tapi kesananya saat sore biar tidak panas." Kata Sahara dengan semangat
"Oke"
"Oke? Janji yaa?"
"Iya janji"
"Nanti beliin ice cream juga." Pinta Sahara
"Kalau itu gak janji." Kata Arjuna membuat istrinya langsung cemberut
"Ihh beliin ya? Satu aja." Kata Sahara
"Kalau gitu cium dulu." Kata Arjuna sambil menunjuk bibirnya
Memukul lengan suaminya pelan Sahara terkadang sangat kesal dengan Arjuna yang selalu begitu.
"Malas"
Tertawa kecil Arjuna mendekatkan wajahnya lalu mengecup sekilas bibir istrinya dan tersenyum senang.
__ADS_1
"Kalau gitu aku aja yang cium"
Sahara berdecak kesal lalu berdiri dan meningglkan Arjuna yang tertawa melihatnya, sekarang Sahara memang mudah merajuk sama seperti kehamilan sebelumnya dia juga menjadi sangat sensitif sejak kehamilan keduanya.
Kalau Sahara bilang tidak berarti tidak dan kalau dia bilang iya berarti iya, tidak boleh sebaliknya.
Seminggu ini Arjuna memang sangat posesif dengan istrinya bahkan tanpa Sahara ketahui Arjuna mempekerjakan beberapa orang untuk mengikuti istrinya kalau sedang dalam perjalanan. Sebenarnya Arjuna tau kalau Sahara sudah mulai curiga dan bingung dengan sikapnya, tapi dia enggan untuk bertanya.
Saat akan menyusul Sahara tiba-tiba ponsel Arjuna berbunyi dan membuat dia menghentikan langkah kakinya untuk mengangkat telpon.
Nama Abian tertera disana.
"Halo Pi"
'....'
"Kevin? Juna segera kesana ya Pi?" Kata Arjuna
'....'
Setelah menutup panggilan telponnya Arjuna bergegas keluar dan memasuki kamarnya untuk mengatakan pada istrinya bahwa dia harus pergi dan akan segera pulang.
Saat mengatakan hal itu wajah Sahara berubah dan menjadi cemberut dia juga hanya mengangguk singkat lalu mengalihkan pandangannya.
Arjuna tau Sahara pasti kesal karena dia sudah berjanji akan seharian di rumah dan menemani istri serta anaknya, tapi ini penting.
"Ra tidak papa ya? Aku janji akan segera pulang." Kata Arjuna
Arjuna baru akan pergi kalau istrinya mengatakan iya.
"Ara, kamu percaya kan sama aku? Papi yang telpon kalau kamu tidak percaya lihat panggilan terakhir di ponsel aku." Kata Arjuna
Sahara mendongak lalu tersenyum tipis, dia bukan tidak percaya hanya sedikit kecewa karena Arjuna akan pergi lagi padahal sudah berjanji hari ini dia akan libur.
Biasanya Arjuna tidak pernah begini.
Menghela nafasnya pelan Arjuna mencium kening Sahara cukup lama lalu mencium si kecil Airlangga juga dan setelahnya bergegas pergi keluar.
Untuk saat ini Arjuna rasa cukup aman meninggalkan Sahara dan lagi rumah mereka cukup aman.
Di sisi lain Sahara menidurkan Airlangga yang belum tertidur dan kembali mengajaknya bermain untuk menghilangkan rasa kesalnya.
"Baby jangan sedih ya? Papi pasti pulang kalau sudah sore karena dia sudah janji akan mengajak kita jalan-jalan." Kata Sahara
Entah kenapa Sahara sangat gelisah sekarang, tapi dia berusaha menenangkan dirinya karena dia tidak boleh terlalu banyak fikiran.
"Ma maa"
Sahara tersenyum ketika Airlangga memanggilnya dan mengangkat kedua tangannya, meminta untuk digendong.
"Kanapa babyyy? Mau mainan ya?" Kata Sahara sambil menggendong anaknya
Sambil menunggu Arjuna pulang Sahara menghabiskan waktunya dengan bermain bersama si kecil Airlangga.
¤¤¤
"Ghea, ternyata dia adik dari Kevin"
Kalimat itu membuat Arjuna mendadak pusing, bagaimana mungkin?
Dari semua informasi yang pernah dia dapat tidak ada satu pun yang menyebutkan bahwa Kevin memiliki seorang adik dan semua info yang dia dapat mengatakan bahwa Kevin itu anak tunggal. Saat ini Abian, Bara, dan Arjuna sedang berada di ruang kerja Abian dan membicarakan masalah yang sama, Kevin dan adiknya.
Entah Ghea memang murni bekerja atau memiliki tujuan yang lainnya, mereka sama sekali tidak tau.
Tapi, selama bekerja Ghea sangat profesional dan tipe orang yang pekerja keras.
"Kita dapet info dari salah satu mantan pekerja rumah tangga di rumah Kevin dan keluarganya, mereka bilang Ghea ini adik Kevin dari wanita yang berbeda, you know what i mean?" Kata Bara
__ADS_1
"Jadi, Ghea itu adik dari Kevin, tapi beda Ibu?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan oleh Bara
"Tadinya gue gak langsung percaya, tapi gue langsung nelpon Om Abian dan minta informasi tentang Ghea yang merupakan sekretarisnya." Kata Bara
"Tapi, sampai saat ini kita gak tau apakah Ghea hanya murni bekerja atau memang punya niat lain." Kata Abian yang disetujui oleh Bara
"Dan lagi dari wanita yang pernah kerja di rumah keluarga Kevin bilang bahwa mereka gak punya hubungan baik sama Ghea dan Ibunya karena mereka berdua ini yang jadi penyebab rumah tangga orang tua Kevin hampir hancur." Kata Bara
"Papi cuman bisa bilang supaya kamu hati-hati dan tentang Ghea jangan bicarakan hal apapun dengan dia karena kita gak pernah tau niat dia sebenarnya." Kata Abian
"Gue sama Bryan juga masih cari tau dimana dia tinggal sekarang, dia belum mulai bertindak kan? Ke lo ataupun Sahara?" Tanya Bara
Arjuna menggelangkan kepalanya pelan, sampai saat ini Kevin memang belum menunjukkan apapun, tapi hal itu justru membuat Arjuna khawatir kalau pria itu sedang menyiapkan sesuatu yang besar.
Kevin itu pintar dan di sudah pernah jatuh, dia tidak mungkin membiarkan dirinya jatuh untuk kedua kalinya.
"Untuk saat ini belum dan setiap malam gue selalu cek ponsel Sahara, takut kalau dia menghubungi Sahara dan Sahara gak bilang." Kata Arjuna
"Daffa sudah tau?" Tanya Abian yang dijawab dengan anggukan oleh Arjuna
"Sudah Pi dan kami memutuskan untuk mempekerjakan dua orang yang selalu mengikuti Sahara kemanapun, tapi tanpa sepengetahuan Sahara." Kata Arjuna
Abian mengangguk singkat, dia juga ikut cemas dengan semuanya karena sekarang Sahara sudah menjadi menantu serta Ibu dari cucunya dan Abian tidak akan membiarkannya terluka.
Apalagi Sahara adalah wanita yang sangat dicintai anaknya.
Abian sangat tau karena sekarang dia melihat tatapan penuh kecemasan juga gelisah disana.
¤¤¤
Pukul tiga Arjuna dibuat cemas dan hampir jantungan karena tidak mendapati Sahara juga anaknya di seluruh penjuru rumah, dia sudah berkeliling, tapi Sahara tidak ada ponselnya juga tertinggal. Saat bertanya pada salah satu pekerjanya dia bilang Sahara pergi keluar bersama anaknya, tapi kemana?
Kenapa Sahara tidak mengatakannya dulu?
Namun, saat Arjuna ingin keluar dia melihat Sahara yang sedang membuka pagar dengan si kecil Airlangga yang berdiri sambil memegang kakinya serta plastik yang dia bawa.
"Ara"
Sahara mendongak dan tersenyum membuat Arjuna bergegas menghampirinya dan membukakan pagar.
"Kamu dari mana?" Tanya Arjuna cemas
"Beli nasi padang di depan, aku lapar, tapi gak tau mau makan apa." Kata Sahara sambil menunjukkan cengirannya
Arjuna menghela nafasnya pelan lalu menggendong Airlangga yang membuat anak itu senang.
"Kenapa tidak minta Bi Yuni saja?" Tanya Arjuna
"Emm orang dekat kok Mas lagian aku mau keluar rumah." Kata Sahara
"Aku cemas karena kamu tidak ada di rumah." Kata Arjuna membuat Sahara tertawa ketika mendengarnya
"Kenapa cemas? Memang Ara bakal kemana sih Mas?" Tanya Sahara
"Tetap aja, jangan lagi ya?" Kata Arjuna
Sahara hanya mengangguk faham lalu mengajak suaminya untuk makan berdua.
"Mau di suapin?" Tanya Arjuna
"Enggak"
"Kalau gitu suapin aku, bagaimana?" Tanya Arjuna
Sahara terlihat seperti sedang berpikir lalu mengangguk sambil tersenyum manis.
Sekali-kali dia yang menyuapi suaminya.
__ADS_1