
Kehadiran kedua cucunya ke rumah membuat Clara merasa begitu bahagia karena rumahnya jadi sangat ramai sekarang apalagi dengan suara si kecil Alana yang memang sangat cerewet, persis Sahara kalau kata Arjuna. Sudah sejak pagi mereka pergi ke rumah keluarga Dirgantara dan Clara langsung menyambut mereka dengan antusias bahkan Abian sampai tidak pergi bekerja karena mau menghabiskan waktu bersama cucu-cucunya.
Saat ini mereka semua berkumpul di ruang tamu dengan Airlangga yang berada di pangkuan Abian dan bercerita tentang banyak hal, termasuk kegiatannya ketika pergi ke sekolah. Memang Airlangga sudah mulai belajar di Tk sesuai keinginan anak itu sendiri bahkan Airlangga sendiri yang memilih tempatnya untuk belajar.
"Sebentar lagi Angga mau nyanyi di sekolah Opa sama teman-teman yang lainnya juga." Kata Airlangga dengan semangat
"Wah pintar sekali cucu Opa apa Angga mau dikasih hadiah?" Tanya Abian
Airlangga mengangguk dengan cepat dan wajahnya terlihat begitu antusias.
"Mauu"
"Baiklah cucu Opa mau apa?" Tanya Abian
"Mau sepeda baru." Kata Airlangga dengan semangat
"Oke, sepeda baru untuk cucu kesayangan Opa." Kata Abian sambil mencium pipi Airlangga dan membuatnya berseru senang
"Mamii aku mau dapat sepeda baru." Kata Airlangga sambil berlari ke arah Sahara
"Ana jugaa"
Suara lucu Alana membuat mereka semua tertawa dan Abian yang langsung menggondong Alana lalu mencium pipinya.
"Ana juga mau sepeda?" Tanya Abian
Alana mengangguk dengan semangat sambil menatap wajah Abian dengan begitu lugu.
"Baiklah kita beli sepeda juga untuk Ana, oke?" Kata Abian membuat wajah Alana tampak berseri
"Tidak perlu Pi sepeda Ana juga masih bagus dia jarang memakainya." Kata Sahara
Abian tersenyum dan mengatakan bahwa dia akan tetap membelikan sepeda baru untuk cucu-cucunya, jadi Sahara tidak boleh menolaknya.
"Mami lapall"
Lagi, suara lucu Alana dan wajah polosnya membuat semua orang tersenyum senang.
Mendengar bahwa cucunya lapar Clara langsung berdiri dan menggendong Alana sambil membawanya menuju ruang makan.
"Lapar hmm? Ayo kita makan Oma sudah menyiapkan banyak makanan untuk cucu Oma." Kata Clara
Alana tersenyum senang lalu mencium pipi Clara berkali-kali.
Dibelakang Sahara dan Arjuna tersenyum senang melihatnya kedua anak mereka terlihat begitu semangat ketika berada di rumah kekuarga Dirgantara karena Kakek juga Nenek mereka akan sangat memanjakan keduanya.
Bukan sekali dua kali Airlangga minta untuk diajak ke rumah Kakek juga Neneknya untuk menghabiskan akhir pekan disana, tapi terkadang Arjuna tidak punya waktu karena dia sering melakukan pekerjaan di rumah juga.
Seperti sebelumnya Sahara dan Arjuna selalu bergantian pergi ke rumah keluarga Wijaya dan Dirgantara agar tidak ada kecemburuan di antara keduanya.
Jika minggu ini mereka ke rumah keluarga Dirgantara maka di minggu yang akan datang mereka akan pergi ke rumah keluarga Wijaya.
Sahara dan Arjuna mencoba untuk menjadi anak juga menantu yang pengertian.
"Oma kata Mami tahun depan Angga mau masuk sd." Kata Airlangga dengan semangat
"Benarkah sayang?" Tanya Clara
"Iya Oma karena tahun depan umur Angga sudah enam tahun." Kata Airlangga
"Ana jugaa"
"Tidak Ana kamu masih lama sekolahnya." Kata Airlangga membuat Alana menggelengkan kepalanya
"Enggak Ana Juga cekolah." Kata Alana
Clara tertawa kecil melihatnya.
"Iya sayang Ana juga akan sekolah seperti Kakak." Kata Clara
"Tapi, Oma dia kan masih kecil belum boleh sekolah kata Mami kalau mau masuk sd umurnya harus enam tahun." Kata Airlangga
__ADS_1
"Ana juga cekolah." Kata Alana lagi kali ini dia menatap wajah Kakaknya dengan galak
Menggemaskan sekali wajah Alana.
"Ana makan aja ya? Katanya Ana lapar." Kata Clara
Dengan cepat Alana menganggukkan kepalanya, dia memang merasa sangat lapar sekarang.
"Cuapin"
Dengan senang hati Clara akan menyuapi cucunya.
Setelah semua berkumpul di ruang makan barulah mereka mulai menyantap makan siang mereka dalam diam meskipun sesekali ada Airlangga dan Alana yang berbicara.
Minggu yang menyenangkan di rumah keluarga Dirgantara.
¤¤¤
Sekitar pukul dua siang tiba-tiba saja Arjuna pergi dan meninggalkan Sahara katanya ada urusan yang harus dia selesaikan, hanya sebentar. Setelah makan siang tadi ternyata ada sebuah pesan yang masuk ke dalam ponsel Arjuna dan tentu saja dia tua siapa yang orang yang sudah mengirimnya.
Kevin
Setelah kecekalaan itu orang tuanya memang mencari keberadaan Kevin dan ketika ketemu pria itu bersikeras bahwa bukan dia yang menyebabkan kecelakaan karena saat itu pun dia juga sedang menunggu Arjuna. Awalnya mereka tidak percaya, tapi pada akhirnya Abian percaya ketika Kevin mengatakan kalau dia mau menghabisi Arjuna untuk apa dia harus melibatkan kecelakaan besar seperti itu?
Kalau dia mau dia hanya perlu menghabisi Arjuna lagi.
Namun, tetap saja setelah itu Abian kembali mengusut kebebasan Kevin yang seharusnya masih beberapa tahun mendatang.
Akhirnya Kevin kembali mendekan di penjara untuk satu tahun dan sekarang pria itu sudah bebas lalu dia kembali meminta Arjuna untuk bertemu.
Sekarang disinilah Arjuna berada, restoran miliknya karena Kevin memang minta bertemu disana dan ketika masuk ke dalam dia dapat melihat Kevin yang tengah sibuk dengan ponselnya.
Pria itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
Saat menyadari jika Arjuna telah duduk dihadapannya Kevin mendongak lalu meletakkan ponselnya di meja dan tersenyum tipis.
"Long time no see Jun"
Arjuna hanya bergumam pelan menanggapinya.
"Gimana kabar Sahara?" Tanya Kevin
"Baik, dia sangat baik." Kata Arjuna dengan penuh penekanan
Kevin mengangguk faham lalu kembali menenggak sedikit minumannya.
"Anak kalian?" Tanya Kevin lagi
"Mereka baik, kami sangat baik Tuan Kevin." Kata Arjuna membuat Kevin tertawa kecil mendengarnya
Setelah perkataan Arjuna dia kembali diam untuk beberapa saat membuat Arjuna jengah dan bertanya dengan tidak sabar.
"Lalu? Maksud lo mau ketemu apa? Mau mengancam lagi? Mengganggu Sahara lagi?" Tanya Arjuna dengan tidak sabaran
"Maaf"
Satu kata itu membuat Arjuna terdiam dan menatap Kevin dengan tidak percaya, dia tidak boleh percaya begitu saja kan?
Bisa saja ini semua hanya jebakan.
"Gue mau minta maaf." Kata Kevin
"Untuk?"
"Semuanya?" Kata Kevin dengan tidak yakin
Sudah bertahun-tahun Kevin hidup seorang diri dan dia merasa bahwa dendamnya sangat tidak berguna, tidak membuatnya bahagia sedikitpun.
Justru dia malah semakin tidak tenang.
"Tadinya gue mau ngomong langsung sama Sahara...."
__ADS_1
"Jangan pernah berani temui Sahara meskipun hanya satu detik." Kata Arjuna tegas
Kevin tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"I know. Makanya gue nemuin lo dan bukannya Sahara." Kata Kevin
Masih diam dan tidak menanggapi apapun Kevin menarik sudut bibirnya sedikit lalu kembali bicara.
"Sahara, gue gak nyangka bisa secinta itu sama dia tadinya gue fikir dia itu wanita bodoh yang bakal nunggu gue, tapi ternyata salah." Kekeh Kevin
"Bukan dia, tapi lo yang bodoh." Kata Arjuna
"Yes, i'am." Aku Kevin sambil tertawa
Menertawai kebodohannya selama ini.
"Gue cuman mau bilang maaf dan setelah ini gue bakal balik ke Belanda sesuai permintaan orang tua." Kata Kevin
Arjuna kembali diam, dia merasa lega jika Kevin akan benar-benar menjauh dari dia dan keluarganya.
"Mereka udah atur semuanya disana, termasuk perjodohan gue, jadi jangan khawatir kalau gue bakal ganggu kalian lagi." Kata Kevin
"Itu bagus"
"Sebelum pergi gue cuman mau bilang maaf untuk semuanya dan sampaikan juga maaf gue untuk Sahara, mungkin kita semua bisa ketemu lagi dengan hubungan yang lebih baik." Kata Kevin
"Semoga"
Sesaat setelahnya ponsel Kevin berdering dan membuatnya langsung mengangkat panggilan itu.
"Ya, sudah selesai jemput saja ditempat tadi"
Setelah mengatakan itu Kevin menutup panggilannya dan memasukkan ponselnya ke dalam saku jas.
"Maaf Arjuna dan jaga Sahara baik-baik." Kata Kevin
"Tanpa diminta"
Kevin tertawa kecil lalu bangun dari tempatnya duduk dan sebelum pergi dia menepuk pelan bahu Arjuna lalu melangkahkan kakinya menjauh.
Pria itu memasuki mobil yang baru saja datang lalu pergi.
Ditempatnya Arjuna terdiam, dia sangat lega karena pria itu sudah pergi dan tidak mengganggunya lagi.
Berarti sekarang dia dan keluarga kecilnya akan hidup bahagia kan?
Sebuah senyuman terbentuk di bibir Arjuna dan sebelum dia pulang dia lebih dulu menelpon istrinya.
'Halo Mas Juna? Kenapa? Kenapa telpon? Ada sesuatu ya?'
Pertanyaan bertubi-tubi itu membuat Arjuna terkekeh pelan ketika mendengarnya.
"Tidak ada sayang, aku lagi di restoran kamu mau nitip sesuatu?" Tanya Arjuna membuat Sahara menghela nafasnya lega disana
'Beliin ice cream
"Oke akan aku belikan, mana anak-anak?" Tanya Arjuna
'Mereka di kolam renang sama Mami'
Arjuna mengangguk faham lalu mengatakan bahwa dia akan segera sampai ke rumah.
'Hati-hati dijalan Mas'
"Iya sayang"
Baiklah Sahara mari kita hanya berbahagia sekarang.
Tidak akan ada lagi ketakutan karena pria yang penuh obsesi seperti Kevin.
Saat ini kita hanya akan bahagia tanpa ketakutan atau luka seperti sebelumnya.
__ADS_1
¤¤¤
Maaf kemarin gak update :"