
Apakah kalian pernah berfikir tentang kehidupan setelah pernikahan?
Selama bertahun-tahun hidup Sahara sama sekali tidak pernah berfikir tentang kehidupan setelah menikah, dia fikir semua akan tetap sama tidak ada yang berubah, tapi ternyata ada begitu banyak perbedaan. Sama sekali tidak terbesit di fikirannya bahwa menjadi seorang istri ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Tidak ada lagi bangun kesiangan, Sahara harus bangun pagi dan kalau bisa sebelum Arjuna bangun hanya saja itu sedikit sulit untuk dilakukan.
Arjuna bangun terlalu pagi berbeda dengan Sahara yang sering kali bangun kesiangan karena tidur larut malam, tapi tak apa Sahara akan memasang alarm saja nanti.
Setelah selesai sarapan Sahara yang turut membantu Fahisa membersihkan piring-piring kotor itu langsung diberi tau oleh Fahisa agar dia tidak bangun terlambat lagi. Kata Fahisa tidak baik jika suaminya bangun lebih pagi dari dia dan Sahara hanya menurut, dia akan berusaha bangun lebih pagi.
"Kamu sama Juna mau pulang kapan?" Tanya Fahisa pada Sahara setelah keduanya selesai membersihkan piring kotor
"Emm sebentar lagi, tapi kami tidak langsung pulang Mommy soalnya Ara mau ajak Kak Juna jalan-jalan dulu." Kata Sahara
"Kakak? Kenapa masih panggil suami kamu pakai sebutan Kakak?" Tanya Fahisa yang malah fokus pada panggilan Sahara kepada Arjuna
Sahara hanya diam karena bingung harus menjawab apa, memang salah ya kalau dia manggil Arjuna dengan sebutan Kakak?
Nanti Sahara akan merubahnya kok, tapi jangan sekarang karena Sahara tidak bisa dan merasa aneh kalau memanggil Arjuna dengan sebutan lain.
"Ara biasanya manggil Kakak selain itu Kak Juna juga tidak marah kok Mommy." Kata Sahara
Fahisa tersenyum kecil melihatnya, dulu dia memanggil Daffa juga dengan sebutan Kakak karena pria itu berusia jauh di atasnya dan ketika menikah baru dia merubah panggilan itu. Memang awalnya Fahisa juga merasa aneh, tapi semakin lama dia terbiasa malah kalau tidak dibiasakan dari sekarang akan semakin sulit.
"Di biasakan sayang." Kata Fahisa
Sahara mengangguk patuh lalu memeluk Fahisa dengan erat membuat wanita paruh baya itu ikut tersenyum dan membalas pelukannya. Sulit untuk percaya kalau sekarang Sahara sudah menikah dan akan segera berkeluarga.
Ternyata secepat itu ya?
"Bahagia selalu ya sayang nanti kalau ada masalah cerita sama Mommy dan Daddy pintu rumah ini selalu terbuka lebar untuk kamu." Kata Fahisa
Sahara mengangguk singkat, dia jadi ingin menangis kalau mengingat hari-hari indahnya bersama Fahisan dan yang lainnya juga.
Sahara juga jadi ingin menangis kala mengingat kasih sayang Fahisa yang begitu besar untuknya.
Bahkan meskipun dia bukan anak kandungnya.
"Mommy terima kasih banyak ya? Terima kasih untuk kasih sayang dan kebahagiaan yang Mommy berikan untuk Ara." Kata Sahara pelan
Mata Sahara mulai berkaca-kaca dan dia semakin mengeratkan pelukannya kepada Fahisa membuat wanita itu jadi ikut terharu, dia bahagia bisa menjadi ibu bagi Sahara.
Berkat Sahara juga Fahisa mendapatkan kebahagiaan serta kasih sayang yang begitu besar.
"Dulu Ara sangat ingin punya Mommy dan beberapa kali Daddy mengenalkan Ara ke wanita-wanita yang dekat dengan Daddy, tapi mereka jahat tidak seperti Mommy yang sayang sama Ara." Kata Sahara membuat Fahisa tersenyum ketika mendengarnya
Dia tau kalau suaminya pernah dekat dengan beberapa wanita karena Daffa sudah menceritakan semuanya kepada Fahisa, termasuk tentang ibu kandung Sahara.
"Memang kalau Mommy gimana?" Tanya Fahisa sambil melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Sahara
Ikut tersenyum Sahara mengatakan semua hal yang dia rasakan kepada Fahisa, menggambarkan perasaannya akan kehadiran wanita itu dihidupnya.
"Mommy sangat baik dan sayang sama Ara tidak pernah marah atau membentak Ara makanya Ara sangat sayang sama Mommy,"
Sedikit memberikan jeda di kalimat yang dia ucapkan Sahara tersenyum dengan begitu tulus dan matanya juga memancarkan binar penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Kehadiran Mommy seperti keajaiban, mungkin saat itu Ara masih kecil, tapi Ara benar-benar bahagia bisa memiliki Mommy." Kata Sahara
Membawa anak itu ke dalam pelukannya Fahisa merasa terharu ketika mendengar perkataan Sahara. Tentunya bukan hanya Sahara yang merasa bahagia, tapi Fahisa juga sama dia sangat bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga ini.
Sejak dulu Fahisa benar-benar menyangi Sahara tidak ada niat lainnya, dia tidak pernah mengincar harta keluarga Wijaya seperti yang orang-orang pernah fikirkan.
"Mommy punya hadiah untuk Ara." Kata Fahisa secara tiba-tiba
"Mana?" Tanya Sahara sambil melepaskan pelukannya dan menatap Fahisa dengan penasaran
"Tunggu disini ya?" Kata Fahisa
Beranjak dari tempat duduknya Fahisa mengambil sesuatu di dalam laci, keduanya berada di ruang keluarga sekarang. Sehari sebelum hari pernikahan Fahisa memang menyiapkan hadiah untuk anak kesayangannya, bukan sesuatu yang mahal hanya hadiah sederhana yanh dia buat sendiri.
Sebuah kotak berwarna pink dengan pita di atasnya Fahisa bawa dan serahkan kepada Sahara membuat anak itu menyunggingkan sebuah senyuman, senang akan hadiah yang diberikan oleh Fahisa.
"Isinya apa Mommy?" Tanya Sahara penasaran
"Sesuatu yang spesial Mommy buat ini sendiri untuk kamu, tapi bukan barang mahal." Kata Fahisa sambil tersenyum penuh arti
Dengan hati-hati Sahara membukanya, dia tidak perduli itu barang mahal atau bukan karena sejak dulu Sahara selalu melihat orang yang memberi dan betapa berartinya pemeberian itu dibanding menilai berapa harganya.
Bahkan Sahara lebih suka hadiah-hadiah yang sederhana apalagi kalau itu buatan tangan.
Seperti hadiah Arjuna ketika dia ulang tahun.
Sebuah surat dan album foto yang lengkap dengan kata-kata manis disampingnya.
"Mommy ambil semuanya sejak Mommy tinggal bersama Ara dan sekarang Mommy satukan sebagai kenang-kenangan, ada dua yang satu untuk Mommy dan satu lagi untuk Ara." Kata Fahisa
Sama seperti Arjuna itu album foto yang berisikan foto-foto dirinya ketika berusia lima tahun sampai sekarang.
Ada foto ketika dia masih di taman kanak-kanak.
Foto bertiga lalu berlima bersama kedua adiknya.
Ada foto Sahara bersama adiknya juga.
Foto ketika dia ulang tahun.
Ada begitu banyak foto disana dan Sahara sangat senang mendapatkan itu semua.
Ternyata Fahisa begitu perhatian dan manis.
Sedikit berbeda dengan milik Arjuna kalau Fahisa hanya menyelipkan sederet kalimat di lembar terakhir.
Tulisan tangan yang begitu indah dan rapih.
Sahara anak kesayangan Mommy
Bahagia selalu ya sayangnya Mommy dan Daddy. Terima kasih karena sudah membawa Mommy kepada keluarga kecil ini♡
Ara tau kan kalau Mommy sangat menyayangi Ara?
Sekarang Ara sudah dewasa dan menikah mungkin sebentar lagi akan punya anak juga, berikan Mommy cucu yang lucu ya?
__ADS_1
Sering-sering main ke rumah ya sayang♡
Menatap Fahisa dengan mata berkaca-kaca Sahara memeluk wanita itu lalu menangis dan terisak, dia sangat menyayangi Fahisa. Mungkin mereka tidak memiliki ikatan darah, tapi Sahara merasa begitu dekat dengan wanita itu dan enggan untuk berjauhan.
"Sayang Mommy"
Fahisa tersenyum ketika mendengarnya lalu mengusap rambut hitam Sahara dengan lembut.
Dia juga sangat menyayangi Sahara.
¤¤¤¤
Arjuna dibuat terkejut kala Sahara kembali ke kamar dengan mata dan hidung memerah karena menangis, tapi ketika istrinya itu menceritakan bahwa dia habis mengobrol dengan Fahisa dia mengerti. Apalagi ketika istrinya menunjukkan hadiah yang diberikan Fahisa dia semakin mengerti, Sahara memiliki hati yang begitu lembut dan mudah menangis.
Saat ini Arjuna memeluk Sahara dengan erat dan memberikan ketenangan untuk sang istri. Sebenarnya Sahara sudah tidak menangis hanya saja setiap habis menangis dia akan menjadi sangat manja, seperti sekarang contohnya Sahara sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya.
"Kak Junaa"
"Hmm kenapa?" Tanya Arjuna dengan begitu lembut
"Nanti Ara boleh kan main ke rumah Mommy?" Tanya Sahara membuat Arjuna tertawa ketika mendengarnya
"Tentu saja sayang memang siapa yang mau melarang kamu hmm?" Kata Arjuna
Sahara melepaskan pelukannya dan menatap Arjuna dengan senyuman lebar, sangat menggemaskan dengan hidung yang masih sedikit memerah.
"Siapa tau gak boleh." Kata Sahara
"Tidak mungkin Ra mereka orang tua kamu, kenapa aku harus melarang kamu bertemu mereka?" Tanya Arjuna dengan senyuman manisnya
"Tadi Mommy marah karena Ara bangun kesiangan terus Mommy juga suruh Ara supaya gak manggil Kakak lagi." Kata Sahara mengalihkan pembicaraan
Begitulah Sahara mudah membalik suasana dan mengalihkan pembicaraan ke hal yang membuatnya merasa lebih baik.
"Makanya ganti panggil aku sayang aja." Kata Arjuna
Sahara tersenyum lalu menangkup wajah suaminya dan mengecup singkat bibirnya.
"Mas Juna kesayangannya Ara"
Arjuna juga ikut tersenyum lalu berbisik di telinga Sahara.
Membisikkan sesuatu yang membuat Sahara jantungan.
"Kapan kita bulan madu?"
Ayolah Arjuna kamu membuat Sahara hampir pingsan ketika mendengarnya.
¤¤¤¤
Maaf baru updateee :(
Kelamaan ya updatenyaa?
Maafin yaaa😢 jangan bosen yaa sama cerita iniii❤
__ADS_1
Besok aku usahaiin untuk update lagi😚 Sayang kalian banyak-banyak❤