
Di kelilingi oleh orang-orang yang begitu ambisius membuat Kevin juga memiliki sikap yang sama dengan mereka. Bukan sekali dua kali Kevin melihat orang tuanya yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau, seperti menipu dan mengancam orang lain.
Selain itu ayahnya selalu menekankan bahwa dia harus melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau dan ya sekarang Kevin melakukannya. Pria itu akan melakukan segala cara untuk kembali mendapatkan Sahara.
Cinta?
Dia tidak percaya akan kata itu bahkan orang tuanya menikah bukan karena cinta, tapi hanya untuk status dan kekayaan belaka.
Lalu perasaan apa yang dia rasakan untuk Sahara?
Obsesi
Kini Kevin sadar bahwa dia begitu terobsesi dengan Sahara.
Dulu dia meninggalkan gadis itu, tapi sekarang Kevin ingin memilikiya.
Dia ingin Sahara dan dibalik itu semua dia juga menginginkan yang lainnya, seperti harta, saham, dan kekayaan yang keluarga gadis itu miliki.
Tidak pernah ada cinta dihatinya dan selamanya tidak akan pernah ada.
"Tuan"
Sebuah suara membuat Kevin mendongakkan kepalanya dan menatap salah satu asistennya dengan alis bertaut, tapi belum sempat pria itu mengatakan sesuatu Arjuna tiba-tiba menerobos masuk. Tanpa permisi Arjuna menarik Kevin yang sedang duduk lalu melayangkan pukulannya hingga pria itu tersungkur.
Dengan sigap asisten Kevin menahan tubuh Arjuna yang ingin memukuli atasannya lagi membuat pria itu memberontak hebat.
"Lepaskan brengsek!"
Seringaian Kevin kembali muncul, dia yakin pria itu pasti tau kalau dia telah menghubungi Sahara.
"Pergilah!" Perintah Kevin kepada bawahannya
Dengan penuh keraguan pria itu keluar dan berniat memanggil security untuk membantu atasannya.
Sedangkan di dalam sana Kevin bangkit dan menghampiri Arjuna lalu menepuk-nepuk pundak pria itu dengan senyuman sinisnya.
"Dia mengadu lagi? Ahh dasar wanita bodoh dia selalu mengadu ketika ada masalah, menyusahkan." Kata Kevin membuat Arjuna menarik kerah pria itu lalu mendorongnya hingga tersudut di tembok
"Hentikan semua omong kosong lo Kevin! Dasar pengecut! Lo cuman bisa mengancam! Banci!" Maki Arjuna dengan penuh emosi
"Omong kosong apanya? Dia memang menyusahkan kan? Sahara tidak jauh beda dengan wanita murahan...."
Bugh
"Siapa yang lo sebut wanita murahan hah?! Brengsek!" Maki Arjuna sambil terus memukuli wajah Kevin
Tidak ada perlawanan Kevin hanya diam, dia tidak mau bertindak apa-apa untuk sekarang karena dia sudah memiliki rencana yang begitu besar dalam hitungan jam kedepan.
"Sekali lagi lo sentuh Sahara gue gak akan tinggal diam Kevin!" Tegas Arjuna
Sekali lagi Arjuna akan melayangkan pukulannya, tapi pintu ruang kerja Kevin terbuka dan asistennya bersama dua security tadi langsung menahan tubuh Arjuna menariknya hingga menjauh.
"Lepas!"
Kevin berdiri sambil mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah lalu berjalan mendekat ke arah Arjuna dan melayangkan sebuah pukulan di wajahnya.
"Pergi dan lindungi wanita itu sebisa mungkin Arjuna." Kata Kevin
Dengan paksa Arjuna ditarik keluar dan menyisahkan Kevin yang meringis ketika luka pukulan itu mulai terasa. Sialan, pukulan Arjuna sangat kuat ternyata wajahnya begitu sakit dan nyeri.
Di sisi lain Arjuna kini sudah ditarik paksa hingga keluar langsung menuju mobilnya dan pergi dari kantor besar milik keluarga Kevin. Tadi Arjuna memaksa untuk melihat isi ponsel Sahara dan benar dia menemukan pesan dan panggilan masuk dari Kevin lalu bersamaan dengan itu salah satu kenalannya menelpon dan mengatakan jika Kevin berada di kantor.
Arjuna meninggalkan Sahara tanpa mengatakan apapun tadi, dia marah sangat marah karena Sahara menyembunyikan hal itu darinya padahal ini semua demi kebaikan wanita itu sendiri.
Dia juga sudah mengatakan pada Daffa bahwa Kevin kembali menghubungi Sahara dan mengancamnya.
Ponselnya berdering sejak tadi, tapi Arjuna sama sekali tidak ingin mengangkatnya dia butuh waktu untuk meredam emosinya.
Dia tau apa yang dilakukannya adalah salah karena bukan tidak mungkin sekarang Sahara merasa cemas atau bersalah karena telah menyembunyikan hal yang begitu penting baginya.
Arjuna harus melakukan sesuatu.
__ADS_1
Dengan segera Arjuna meraih ponselnya lalu mematikan telpon dari Sahara dan menghubungi teman baiknya, Bara.
"Halo Bar"
Beruntung Bara langsung mengangkatnya.
'Kenapa Jun?'
"Kevin, bantu gue cari tau semua hal tentang dia ataupun keluarganya." Kata Arjuna
'Untuk apa? Butuh waktu Jun untuk cari tau semuanya'
"Gak papa kasih tau gue kalau udah dapet semua informasinya, gue mohon Bar ini penting." Kata Arjuna
Disana Bara hanya diam merasa kaget dengan Arjuna yang memohon bantuan kepadanya, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya.
'Oke gue akan berusaha mendapatkan informasinya secepat mungkin'
"Thanks Bar"
Setelah mendengar gumaman pelan Bara disebrang sana Arjuna langsung mematikan ponselnya dan menaikkan laju kendaraannya.
Dia akan menghancurkan Kevin.
¤¤¤¤
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan di kamarnya Sahara sedang bersiap untuk pergi ke salah satu acara fashion, dia sudah meminta izin Daffa. Namun, sejak pulang dari butik Sahara begitu murung dia merasa bersalah karena telah membohongi Arjuna hingga membuat pria itu mengabaikan panggilan telponnya sejak sore.
Dia tau Arjuna pasti kecewa dan marah.
Tapi, apa Sahara salah?
Dia hanya tidak ingin kalau sesuatu sampai terjadi dengan Arjuna, dia tidak mau kalau pria itu sampai terluka.
Menghela nafasnya pelan Sahara yang sudah siap segera meraih tasnya lalu keluar dari kamar, dia tidak akan lama ketika acara selesai nanti Sahara akan langsung pulang. Seperti biasa akan ada dua penjaga yang mengawasinya dan mengantar Sahara sampai ke tujuan.
"Ara sudah mau berangkat?"
Suara lembut Fahisa menyadarkan Sahara dan membuatnya mendongak lalu tersenyum manis.
"Hati-hati ya sayang jangan sampai kamu sendirian, bahaya apalagi ini malam." Kata Fahisa dengan penuh kecemasan
Mengangguk faham Sahara memeluk tubuh Fahisa dengan cukup erat.
"Ara akan baik-baik saja Mommy jangan khawatir kalau sudah mengantuk langsung tidur saja tidak perlu menunggu Ara." Kata Sahara
Tangan Fahisa terulur untuk mengusap lembut rambut hitam Sahara.
Lalu secara bersamaan Daffa muncul membuat senyum Sahara mengembang lalu berlari kecil menghampiri Daddy nya.
"Daddy"
Berada di pelukan Daffa rasanya begitu menenangkan membuat Sahara tidak ingin melepaskannya.
"Jam sembilan atau jam sepuluh kamu harus sudah sampai di rumah, ingat kan?" Kata Daffa yang langsung dijawab dengan anggukan singkat oleh Sahara
Setelah itu Sahara melambaikan tangan kepada keduanya sambil tersenyum manis kemudian melangkahkan kakinya keluar dari pintu utama dan masuk ke dalam mobil bersama dua orang yang akan menjaganya disana.
Selama perjalanan Sahara hanya diam dengan mata yang memandang ke arah ponselnya menatap foto dirinya dengan Arjuna ketika acara pertunangan.
Helaan nafas mulai terdengar lalu dengan ragu Sahara kembali menghubungi Arjuna.
Berkali-kali dia menelpon, tapi tidak ada jawaban sampai akhirnya Sahara memutuskan untuk mengirim pesan.
Kak Juna maafin Ara jangan marah :(
Malam ini Ara jadi datang ke acaranya, tapi Kak Juna jangan khawatir ada dua orang yang menjaga Ara
Maafin Ara dan selamat malam
Kembali menghela nafasnya pelan Sahara memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu mengalihkan pandangannya kesamping menatap jalanan yang dipenuhi kendaraan.
__ADS_1
Entah kenapa Sahara merasa tidak tenang.
Mungkin karena Arjuna yang tidak membalas atau mengangkat telponnya.
¤¤¤¤¤
Di dalam kamar Arjuna fokus dengan laptopnya untuk memeriksa semua informasi tentang Kevin dan keluarganya yang baru saja dikirim oleh Bara. Beberapa menit yang lalu Sahara menelponnya hingga berkali-kali, tapi Arjuna abaikan hingga akhirnya Sahara mengirim pesan yang tetap dia abaikan.
Setidaknya untuk malam ini Arjuna ingin fokus pada hal yang seharusnya dia lakukan sejak kemarin.
Ada banyak fakta yang membuatnya terkejut.
Keluarga Kevin memiliki perusahaan yang begitu besar dan maju, tapi ternyata ada banyak skandal serta berita yang cukup buruk.
Penipuan, ancaman, penggelapan uang bahkan hingga penculikan.
Ada beberapa korban yang menuntut, tapi selalu kalah dipersidangan mungkin karena Kevin dan keluarganya memiliki kuasa.
Tidak heran Kevin bisa bertindak begitu berani.
Berani?
Mata Arjuna membulat dengan sempurna ketika dia ingat sesuatu.
Pergi dan lindungi wanita itu sebisa mungkin Arjuna
Pergi dan lindungi
Pergi
Arjuna baru akan mengambil ponselnya sebelum pesan dari nomor yang tidak dikenal masuk.
Ketika membukanya Arjuna semakin cemas dengan jantung yang berdetak sangat cepat.
Aku akan mendapatkan apa yang aku mau
Pesan itu datang bersamaan dengan foto Sahara dari samping.
Sial! Kevin berada di tempat yang sama dengan Sahara.
Tanpa menunggu lagi Arjuna berlari mengambil kunci mobilnya dan keluar dari rumah membuat yang lainnya menatap Arjuna dengan penuh tanda tanya.
Arjuna mencoba menghubungi Sahara, tapi tidak diangkat dan dengan penuh kecemasan Arjuna menelpon Daffa.
"Halo Om Sahara disana dengan siapa? Kevin juga berada di tempat yang sama dengan Sahara." Kata Arjuna membuat Daffa berseru disebrang sana
'Pria brengsek itu?!'
"Iya, sekarang Juna sedang kesana." Kata Arjuna
Lalu panggilan dimatikan dan Arjuna menaikkan laju kendaraannya sambil berusaha menelpon Sahara kembali.
Berkali-kali masih tidak ada jawaban hingga membuat Arjuna mengumpat selama perjalanan.
Arjuna tidak berhenti dia terus berusaha untuk menelpon sampai akhirnya panggilan itu diangkat.
"Halo Ra? Kamu dimana Ra? Aku mohon jangan jauh-jauh dari dua orang suruhan Daddy kamu, jangan sendirian Ra"
Tapi, tidak ada jawaban.
"Ra, kamu dengar aku kan Ra?" Tanya Arjuna cemas
Lalu sebuah suara terdengar membuat Arjuna kembali menaikkan laju mobilnya dan mengendarinya seperti orang kesetanan tidak perduli banyak pengendara lain yang mengumpatnya.
'Khawatir sekali'
Kemudian panggilan itu mati dan ketika Arjuna kembali mencoba untuk menelpon.
Tidak aktif
¤¤¤¤
__ADS_1
Hayolohh Sahara kenapa yaaa😭
Kevin jangan jahat dong😡