Sahara In Love

Sahara In Love
12 : Pantai dan Pengakuan


__ADS_3

Memiliki rencana untuk pergi ke pantai bersama Arjuna membuat Sahara sangat antusias hingga bangun lebih awal untuk menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa, seperti kacamata hitam dan kamera. Sudah sangat lama Sahara tidak pergi ke pantai karena kesibukannya dan karena tidak ada teman untuk kesana, tapi hari ini dia akan pergi dan senangnya lagi dia akan pergi bersama Arjuna.


Sudah terbayang difikiran Sahara tentang aktifitas yang akan mereka lakukan nanti. Seperti berjalan menyusuri pantai tanpa alas kaki, bermain air, memakan ice cream, dan yang paling dia nantikan melihat sunset.


Pokoknya hari ini dia akan memaksa Arjuna untuk berada di pantai sampai matahari terbenam karena Sahara ingin mengabadikan banyak foto nantinya dan dia juga akan mengambil foto bersama dengan Arjuna sebanyak-banyaknya. Mereka berencana akan berangkat ketika siang hari karena di pagi hari keduanya harus menyelesaikan sedikit pekerjaan.


Ya, jangan sampai membuat repot karyawan yang lain kalau kata Arjuna.


Tok tok tok


Suara ketukan itu terdengar membuat Sahara yang baru selesai memakai pakaian kerjanya menoleh dan mendapati Devina yang berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Sudah siap ya? Sebentar ya Kakak juga akan selesai dalam dua menit." Kata Sahara sambil menghadap ke adah kaca dan memakai bedak diwajahnya


"Emm Vano sudah sangat berisik karena takut terlambat." Kata Devina membuat Sahara tertawa kecil ketika mendengarnya


Devano memang sangat taat dengan peraturan.


"Baiklah Kakak sudah selesai." Kata Sahara setelah memoleskan lipstik di bibirnya


Mengambil tas dan ponselnya Sahara berjalan keluar kamar bersama dengan adiknya dan ketika sampai dibawah Devano sedang menunggunya sambil menyantap sarapan. Bergabung dengan keluarganya Sahara dan Devina mulai menyantap sarapan mereka dalam diam.


"Mommy Daddy hari ini Ara mau pergi ke pantai sama Kak Juna." Kata Sahara memberitau


Sudah menjadi kebiasaan memang bagi Sahara untuk memberitau semua yang akan dilakukannya karena sejak kecil Daffa memang membiasakan hal itu kepadanya.


"Jangan pulang malam-malam." Kata Daffa mengingatkan


Sahara yang memang sama jahilnya dengan Daffa malah memberikan tanggapan yang membuat Daddy nya melotot.


"Tidak kok Daddy nanti Ara pulangnya pagi." Kata Sahara


"Dan kamu akan menemukan koper kamu di depan pintu." Kata Daffa dengan wajah garangnya


Tertawa kecil Sahara suka sekali melihat wajah kesal Daddy nya padahal dia hanya bercanda, tapi Daffa malah menganggapnya serius. Mana berani dia pulang pagi orang pulang larut malam saja sudah ditelponin terus apalagi pulang pagi.


"Ishh bercanda loh Dad lagian perginya kan sama Kak Juna." Kata Sahara sambil tersenyum lebar


"Hmm"


Hanya memberikan tanggapan sebuah gumaman Daffa memang sudah sangat percaya dengan Arjuna karena dia dapat melihat sendiri bagaimana pria itu menjaga anaknya. Jadi dia rasa tidak perlu cemas kalau Sahara pergi dengan Arjuna, pria itu pasti akan menjaga anaknya.


Setelah menyelesaikan sarapan ketiga anak itu berpamitan dengan Daffa dan Fahisa lalu pergi ke garasi dan seperti biasa Sahara akan mengantarkan kedua adiknya ke sekelah terlebih dahulu. Namun, sebelum memasuki mobilnya Sahara menoleh dan melirik sepatu baru milik Devano yang kemarin pria itu beli lalu tersenyum jahil.


"Kenapa Kak? Kita harus berangkat nanti telat." Kata Devina


Tapi, Sahara malah melangkahkan kakinya mendekati Devano lalu menginjak ujung sepatu pria itu membuat Devano mendongak dan menatapnya dengan malas.


"Sepatu baru kenalan dulu." Kata Sahara sambil tertawa kecil


Tanpa memperdulikan tatapan adik laki-lakinya Sahara masuk kedalam mobil membuat Devano mendengus kesal lalu ikut masuk kedalam. Selama perjalanan seperti biasanya hanya ada suara Sahara dan Devina sedangkan Devano sibuk dengan ponselnya.


"Vano Vano jam tangan yang kemarin Kakak belikan dipakai tidak?" Tanya Sahara saat teringat tentang jam yang dia belikan


Menjawabnya dengan dehaman Devano menunjukkan tangannya kepada Sahara. Tentu saja dia akan memakainya karena kalau tidak Kakak perempuannya itu pasti akan menggerutu dan ngambek.


"Tambah ganteng deh adikku." Kata Sahara sambil tersenyum senang


Menempuh perjalanan selama hampir lima belas menit akhirnya Sahara sampai di sekolah adiknya yang dulu juga merupakan sekolahnya. Seperti biasa sesuai dengan paksaan yang selalu Sahara berikan kedua adiknya akan mencium punggung tangannya lalu memeluk tubuhnya.


"Belajar yang benar ya adik-adikku." Kata Sahara sambil mengusap rambut keduanya dengan gemas


"Kami masuk dulu ya Kak?" Kata Devina yang dijawab dengan anggukan singkat


Sebelum benar-benar pergi Devano menoleh dan mengatakan hal yang membuat Sahara tersenyum senang. Adik laki-lakinya itu mungkin sangat cuek, tapi sebenarnya dia sangat peduli.

__ADS_1


"Hati-hati Kak"


Melihat kedua adiknya hingga mereka melewati gerbang sekolah barulah Sahara kembali melajukan mobilnya menuju butik. Hari ini dia tidak ingin melakukan banyak kesibukan dan nanti dia juga akan meminta Diandra untuk mengosongkan jadwalnya karena Sahara ingin berjalan-jalan bersama dengan Arjuna.


Rasanya sangat tidak sabar untuk pergi ke pantai karena sudah sangat lama sekali Sahara tidak pergi ke tempat itu dan setelah sekian lama hari ini dia akan kesana.


Saat sampai di butik dengan penuh semangat dan senyuman lebarnya Sahara memasuki butik miliknya dan tersenyum kepada para pegawai yang menyapa. Kemudian ketika Diandra datang menghampirinya dengan segera Sahara meminta asistennya itu untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Ra setelah makan siang aku akan keluar jadi kosongkan jadwal ku ya? Aku akan pergi seharian nanti." Kata Sahara dengan penuh semangat


"Tapi, Kak hari ini kan...."


"Mau ke tempat produksi ya? Kita majukan saja sekarang bagaimana?" Kata Sahara yang langsung memotong ucapan asistennya


Mengangguk faham Diandra hanya bisa menyetujui ucapan atasannya. Setiap bulan memang selalu begini Sahara akan pergi ke tempat produksi untuk melihat proses pembuatan pakaiannya.


Paling tidak dia harus melihat sendiri kerja keras pegawainya.


"Kak Gibran sudah datang? Oh iya Ra masalah majalah itu bagaimana? Sudah temukan modelnya?" Tanya Sahara lagi


"Sudah Kak dan untuk masalah majalah kita juga sudah ada modelnya nanti akan aku tunjukkan." Kata Diandra


Mengangguk faham senyum Sahara mengembang dengan sangat lebar karena hari ini tidak ada masalah yang harus dia selesaikan, lagi.


"Satu lagi Ra hasil foto kemarin sudah ada? Aku belum sempat lihat." Kata Sahara


"Ada Kak sudah aku kirimkan ke e-mail Kakak dan untuk yang cetaknya masih belum Kak." Kata Diandra


"Nanti jangan lupa atur pertemuan dengan Raihana ya? Aku akan menunjukkan sketsa yang dia minta." Kata Sahara


"Iya Kak masih ada lagi yang Kakak butuhkan?" Tanya Diandra


"Tidak ada Ra kamu boleh pergi." Kata Sahara


Dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Arjuna.


¤¤¤¤


Mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita suka bukanlah hal yang mudah dan Arjuna benar-benar merasakannya sekarang padahal sejak malam dia sudah merencanakan semuanya, merangkai kata untuk mengungkapkan isi hatinya. Memang ini bukan sekali dia kali Arjuna mengungkapkan perasaannya, tapi bagi Arjuna kali ini sudah berbeda karena Sahara juga sudah menyukainya.


Penantian bertahun-tahun itu sudah benar-benar terbalas dan Arjuna ingin membuatnya lebih sempurna lagi dengan menjadikan Sahara miliknya, membawa wanita itu kedalam dekapannya.


Hari ini Arjuna tidak pergi ke restorannya bahkan saat pagi dia merecoki adiknya dan menanyakan banyak hal tentang Sahara yang akhirnya sudah dia dapatkan beberapa hal penting yang akan dia lakukan.


'Jangan lebay Kak dia gak suka, lakuin sesuatu yang manis dan berkesan'


Hey, dia juga tidak akan melakukan sesuatu yang berlebihan karena untuk mengatakan isi hatinya saja Arjuna sudah sangat gugup.


'Kakak ajakin jalan-jalan dan saran aja sih Kak akan lebih bagus kalau Kakak bilang semuanya pas lagi sunset'


Ide bagus sebenarnya, tapi dia harus meminta izin dulu kepada orang tua Sahara untuk membawa anaknya sampai malam.


'Beliin sesuatu deh Kak sebenarnya gak juga gak papa sih, tapi kalau Kakak belikan sesuatu pasti bakal lebih manis lagi deh'


Perkataan Anjani terngiang ditelinganya dan Arjuna mengikuti sarannya dia pergi ke toko perhiasan untuk membelikan sebuah kalung yang Arjuna pastikan akan terlihat begitu manis ketika dipakai Sahara.


'Kalau bisa nih ya Kak kasih kata-kata romantis gitu biar Sahara tambah suka dan cinta sama Kakak, yakin deh dia gak bakal fikir panjang lagi'


Satu hal itu Arjuna tidak bisa mengikuti karena dia sama sekali tidak pandai merangkai kata bahkan Arjuna sendiri ragu apa dia akan sanggup mengatakan isi hatinya nanti.


'Kalau udah diterima Kak jangan kaku-kaku lagi langsung peluk aja cium juga gak papa di bibir juga boleh'


Kalau yang itu saran yang kurang ajar dari Anjani.


Melirik jam ditangannya sekarang sudah waktunya Arjuna menjemput Sahara dan sejak tadi jantungnya berdetak dengan tidak karuan. Semakin dekat waktunya maka semakin cepat pula detakan jantung Arjuna berirama.

__ADS_1


Ra aku sudah di depan


Hanya butuh waktu satu menit setelah pesan itu dibaca untuk Arjuna melihat Sahara keluar dari butiknya dan melambaikan tangan sambil tersenyum manis.


Saat itu jugalah Arjuna merasa pasokan udaranya telah menipis Sahara benar-benar membuat jantungnya menggila.


Wanita itu berlari kecil dan langsung memasuki mobil Arjuna mendudukkan dirinya disebelah pria itu lalu menatapnya dengan senyuman yang begitu lebar dan manis di mata Arjuna.


"Ayo berangkat Kak aku sudah tidak sabar." Kata Sahara sambil berseru senang


Tertawa keci Arjuna yang sudah berhasil menetralkan fikirannya mulai menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya ke arah pantai.


Mereka akan menempuh perjalanan panjang yang menyenangkan.


"Kak pokoknya nanti kita disana sampai ada sunset ya? Aku mau lihat sunset." Kata Sahara membuat Arjuna tanpa sadar menyunggingkan senyum manisnya


Ternyata Sahara sendiri yang melancarkan rencananya.


"Harus izin sama calon mertua dulu dong aku?" Canda Arjuna


Sedikit terkejut tidak seperti biasa Sahara yang mengerucutkan bibirnya kesal kali ini Sahara malah menjawab dengan begitu santai bahkan masih dengan senyuman.


"Aku sudah izin katanya kalau sama Kak Juna tidak papa." Kata Sahara


Sekali lagi Arjuna tersenyum penuh arti karena sadar jika kedua orang tua Sahara sangat mempercayainya untuk menjaga anak mereka.


Lampu hijau sudah menyala dengan begitu terang.


"Mau kan Kak? Pokoknya harus mau! Ara sudah bawa kamera mau foto sunset terus mau foto sama Kak Juna juga." Kata Sahara membuat Arjuna tersadar dan menoleh sekilas kearahnya


"Hmm terserah kamu saja Ra." Kata Arjuna membuat Sahara berseru senang


Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam akhirnya keduanya sampai di pantai yang hari ini tidak terlalu ramai karena bukan akhir pekan dan dengan tidak sabar Sahara keluar dari mobil Arjuna membuat pria itu tersenyum geli ketika melihatnya. Mata Sahara berbinar ketika dia bisa melihat dan mendengar suara ombak lagi, rasanya sangat menyenangkan.


Ini akan menjadi hari yang menyenangkan.


Selama berjam-jam Sahara mengajak Arjuna untuk berjalan-jalan lalu memakan ice cream dan sesekali meminta pria itu untuk mengambil gambarnya dengan kamera. Saat bersama Sahara waktu memang terasa begitu cepat berlalu hingga tanpa mereka sadari hari sudah semakin sore dan Sahara semakin tidak sabar menanti matahari terbenam.


Berbanding terbalik dengan Sahara yang merasa begitu bahagia ada Arjuna yang semakin dilanda kegugupan bahkan tangannya berkeringat dingin, dia sangat gugup.


"Dulu ya Kak karena sering baca novel aku jadi mau banget punya pacar yang bisa nyanyi dan main gitar atau pacar yang puitis terus suka kasih aku kata-kata romantis gitu, tapi sekarang sudah tidak lagi." Kata Sahara membuat Arjuna menatapnya dengan penasaran


Dia sama sekali tidak ada disana karena Arjuna tidak bisa bernyanyi ataupun bermain gitar apalagi puitis itu semua adalah bukan bagian dari dirinya.


"Kenapa?" Tanya Arjuna


"Semua bisa berubah seiring berjalannya waktu dan sekarang Ara cuman mau seseorang yang bisa mencintai Ara dengan tulus, menerima Ara yang cerewet dan manja, dan yang paling penting menerima Ara apa adanya." Kata Sahara sambil menatap lurus kedepan


Saat ini mereka duduk berdampingan sambil menatap ombak yang terlihat tenang dan matahari yang sudah akan tenggelam.


"Kamu masih suka Kevin?" Tanya Arjuna tanpa sadar


Menggelengkan kepalanya pelan Sahara telah berhasil membuat senyuman Arjuna terbentuk dengan sempurna.


"Aku sukanya sama Kak Juna"


Dan Arjuna hampir pingsan ketika mendengarnya.


¤¤¤


Aduhh aduhh sudah mengaku langsung aja nih Araaa😂


Ara ngakunya jangan gitu dong kan kasian Juna nya sampai mau pingsan😂


Tim jadiann sabarr dulu yaaa😄 kalau gak ada hambatan nanti malam aku update lagiii😄

__ADS_1


__ADS_2