
Perdebatan si kecil Alana dan Airlangga masih terus berlangsung bahkan ketika mereka semua pergi ke rumah keluarga Wijaya keduanya langsung mengadu pada Oma dan Opa nya sambil menatap tajam satu sama lain. Sungguh tidak ada yang mau mengalah diantara keduanya Sahara sampai pusing sendiri kalau anak-anaknya sudah berdebat apalagi Alana yang kadang malah menangis.
Sudah dua minggu berlangsung perdebatan kedua anaknya dan masih berlanjut juga sampai sekarang. Selain itu Alana yang memang sedang merajuk sering menolak untuk tidur di kamarnya dengan Airlangga dan memaksa untuk tidur bersama kedua orang tuanya sampai Arjuna jadi gemas sendiri.
Hari ini Sahara mengajak Alana untuk pergi ke butik setelah dia pulang dari sekolah dan sekalian menunggu Airlangga pulang sekolah juga. Mereka pergi di antar Pak Mun karena Arjuna tidak mengizinkan istrinya membawa mobil sendiri, Sahara hanya bisa menurut.
"Mami nanti Ana mau beli es klim." Kata Alana yang sedang duduk dipangkuan Mami nya
"Iya nanti kita beli." Kata Sahara membuat Alana tersenyum senang
"Mami nanti ada Paman Iban?" Tanya Alana sambil menatap Sahara dengan penuh harap
Perlu kalian ketahui kalau Alana sangat menyukai Gibran bahkan dengan lugunya dia mengatakan kalau Gibran itu tampan dan dia suka.
"Ada sayang." Kata Sahara
Alana berseru senang lalu meminta ponsel Sahara untuk bermain game yang ada disana.
Sahara memang memberi izin anak-anaknya untuk bermain ponsel, tapi dia memberi batasan waktu terutama untuk Airlangga yang sekarang sudah mulai hobi bermain game.
Animasi wanita muncul ketika Alana membuka game yang ada di ponsel Sahara dan senyumnya langsung mengembang ketika dia dibolehkan untuk bermain game.
"Ana main apa sih hmm?" Tanya Sahara sambil memperhatikan anaknya yang terlihat lihai
"Ana main game belbi nanti bica ganti baju telus jalan-jalan." Kata Alana senang
"Kenapa tidak game masak-masak saja?" Tanya Sahara
"Cucah Mami." Kata Alana membuat Sahara tertawa kecil mendengarnya lalu mencium puncak kepala anaknya dengan sayang
Sepanjang perjalanan hanya ada suara dari permainan yang sedang Alana mainkan hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di butik kesayangan Sahara yang cukup ramai pengunjung.
"Ana sini hp nya kita masuk ke dalam dulu ya? Nanti main lagi kalau sudah di dalam." Kata Sahara
Alana mengangguk patuh dan memberikan ponselnya kepada Sahara lalu mereka berdua keluar bersama-sama.
Menggenggam tangan anaknya Sahara mulai memasuki butik dan langsung disambut hangat oleh para pegawainya. Saat melewati tempat pemotretan dimana Gibran ada disana Alana langsung berseru senang dan membuat orang-orang menoleh ke arahnya.
"PAMAN IBANNN"
Sangat mengenal suara itu Gibran langsung menoleh dan tersenyum senang ketika melihat keponakan cantiknya sedang tersenyum ke arahnya.
"Ehh ada Ana kesayangannya Paman." Kata Gibran
Meletakkan kameranya di meja Gibran langsung menggendong Alana yang berlari ke arahnya membuat Sahara tertawa kecil melihatnya.
"Sama siapa kesininya hmm?" Tanya Gibran sambil mencium pipi Alana hingga berkali-kali
"Cama Mami balu aja sampai." Kata Alana
"Ana habis dari mana kok pakai tas?" Tanya Gibran lagi
"Ana balu pulang cekolah telus Mami ajak kecini." Kata Alana
Mereka terutama para model yang melihat interaksi Paman dan keponakannya itu merasa begitu iri hingga bergumam di dalam hati mereka.
Gibran yang terlihat cool jadi begitu manis ketika bersama keponakannya.
"Ana ayo ikut Mami." Kata Sahara
Wajah Alana langsung cemberut dia menggelengkan kepalanya pelan sambil memeluk leher Gibran dengan manja.
"Ana mau cama Paman Iban." Kata Alana
"Pamannya kan mau bekerja sayang." Kata Sahara
Alana tetap kekeh dan menolak untuk ikut Sahara ke dalam ruangannya.
"Ana mau cama Paman Iban." Kata Alana lagi
"Tidak papa Ra biar sama aku saja lagipula sebentar lagi selesai." Kata Gibran sambil mencium pipi Alana dan membuat anak itu tersenyum senang
Mengehela nafasnya pelan Sahara akan membiarkan anaknya disana bersama Gibran lagipula ruangannya dan tempat pemotretan tidak jauh hanya perlu beberapa langkah saja.
"Jangan gangguin Paman ya? Kalau Ana mau ke tempat Mami nanti ke sana ya?" Kata Sahara sambil menunjuk pintu yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri
__ADS_1
Alana mengangguk patuh dengan wajah berserinya membuat Sahara tersenyum dan mengusap sayang puncak kepalanya.
"Diandra ikut aku sebentar ada beberapa hal yang mau aku tanyakan." Kata Sahara
Dibelakang sana Diandra mengangguk patuh dan langsung mengikuti langkah kaki atasannya, tapi saat melewati Alana dia mencubit pelan pipinya membuat anak itu mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ante Andla nakal." Kata Alana
Diandra hanya tertawa kecil menanggapinya dan kembali mengikuti Sahara hingga masuk ke dalam ruangan lalu duduk dihadapannya.
Berjalan ke meja kerjanya Sahara mengeluarkan beberapa berkas lalu menghampiri Diandra lagi.
"Diandra sepertinya kamu kurang teliti ada kesalahan di laporan keuangan yang kamu berikan." Kata Sahara
"Benarkah Kak?" Tanya Diandra tidak percaya
Sahara mengangguk singkat lalu menunjuk beberapa baris table yang ada di dalam berkas.
"Bukankah harga gaun yang tertera disini salah?" Tanya Sahara sambil tersenyum tipis
Terdiam sebentar Diandra menepuk jidatnya dan menatap Sahara dengan sebuah senyuman.
"Maaf Kak akan aku perbaiki." Kata Diandra
Sahara mengangguk singkat lalu dia mengeluarkan buku kecil yang ada di dalam tasnya.
"Pasti kamu buatnya pas lagi berantem sama Kak Gibran ya?" Tanya Sahara
"Enggak kok Kak." Kata Diandra malu
Tertawa kecil Sahara kembali menunjukkan buku kecilnya pada Diandra.
"Ini ada beberapa jadwal fashion yang harus aku datangi, tapi kamu saja yang datang ya? Kalau memang bisa salah satunya biar aku yang datang dan jangan khawatir Kak Gibran yang akan antar kamu." Kata Sahara
"Ehh ga usah Kak aku bisa sendiri." Kata Diandra pelan
"Enggak! Harus sama Kak Gibran acaranya malam dan kamu tau sendiri jam berapa biasanya selesai." Kata Sahara galak
Akhirnya Diandra menganggukkan kepalanya singkat lalu mereka kembali membicarakan beberapa hal mengenai masalah pekerjaan.
Di tempat pemotretan Gibran yang baru saja selesai langsung menghampiri keponakannya yang sedang duduk di sofa sambil memakan perman yang ada di meja. Jujur Gibran sangat senang dengan anak kecil dan punya dua keponakan membuatnya sangat bahagia apalagi Alana juga Airlangga sangat cerewet.
Alana mendongak dan tersenyum polos.
"Paman Iban cudah poto-potonya?" Tanya Alana
"Sudah dong, sekarang kamu mau jalan-jalan sama Paman gak?" Tanya Gibran
Dengan semangat Alana menganggukkan kepalanya.
"Mau kemana Paman?" Tanya Alana
"Jalan-jalan dong nanti kita beli ice cream sama mainan untuk Ana, mau?" Kata Gibran
Senyum Alana merekah seperti buka dan dia langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Beliin Ana belbi ya Paman?" Pinta Alana
"Hmm apa saja untuk Ana yang cantik." Kata Gibran
"Yacudah ayo kita pelgi." Kata Alana membuat Gibran tertawa kecil
"Izin sama Mami dulu dong." Kata Gibran
Alana mengangguk lalu berlari kecil ke ruangan Sahara dan ketika membuka pintu Mami nya langsung tersenyum, tapi dia dibuat terkejut ketika Alana memeluknya.
"Mami Mami Ana mau pelgi sama Paman Iban ya?" Kata Alana sambil mendongak dan menatap Sahara
Belum sempat menjawab Gibran sudah masuk ke dalam dan tersenyum padanya.
"Mau kemana hmm?" Tanya Sahara sambil menunduk dan menatap anaknya
"Mau jalan-jalan beli es klim sama belbi." Kata Alana
Sahara menatap Gibran sebentar dan pria itu mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sebentar saja." Kata Gibran
Tersenyum singkat Sahara menganggukkan kepalanya dan membuat Alana berseru senang.
"Jangan nakal ya?" Kata Sahara
Alana mengangguk patuh.
"Diandra kamu ikut saja." Kata Sahara membuat asistennya itu terkejut dan langsung menolak
"Tidak usah Kak...."
"Ante Andla ikut aja." Kata Alana sambil menatap dengan penuh harap
Diandra menatap Gibran sebentar lalu menganggukkan kepalanya singkat membuat pria itu menyunggingkan senyum manisnya.
Alana tersenyum senang lalu mencium kedua pipi Sahara dan menghampiri Gibran sambil merentangkan kedua tangannya, minta untuk digendong.
"Gendong"
Dengan senyuman Gibran menggendong keponakannya dan mencium pipinya.
"Kak kalau aku udah pulang nanti aku chat ya? Kayaknya aku gak bakal lama di butik sebentar lagi juga mau jemput Angga." Kata Sahara
Gibran mengangguk dan bersama Diandra mereka keluar dari ruang kerja Sahara dengan Alana yang melambaikan tangannya sambil tersenyum senang.
"Mami dadahh"
Tertawa kecil Sahara ikut melambaikan tangannya dan setelah mereka keluar dari ruang kerjanya Sahara kembali melanjutkan pekerjaannya.
¤¤¤
Sampai malam Gibran membawa Alana main dan sekitar pukul delapan barulah pria itu mengantar Alana pulang sambil membawa banyak kantung belanjaan. Wajah Alana terlihat sangat senang apalagi dia sekarang berada di gendongan Pamannya dan ketika melihat kedua orang tuanya Alana minta untuk diturunkan.
Berlari kecil menghampiri Papi nya Alana langsung melompat ke dalam pelukannya membuat Arjuna tersenyum dan mencium pipi anaknya berkali-kali.
"Ya ampun Kak beli apa aja? Banyak banget." Kata Alana
"Beli mainan untuk Alana sama Angga dan beli baju juga." Kata Gibran sambil mendudukkan dirinya di sofa
Menggelengkan kepalanya pelan Sahara langsung pergi ke dapur untuk mengambilkan minum.
"Paman Gibran"
Gibran mendongak dan tersenyum ketika melihat Airlangga lalu dia merentangkan tangannya agar keponakannya itu memeluknya.
"Hey jagoannya Paman"
"Kamu beli banyak sekali Gibran." Kata Arjuna
Gibran hanya mengangkat bahunya acuh.
"Gak papa Jun sekali-kali." Kata Gibran
Sesaat setelahnya Sahara datang membawakan minuman untuknya.
"Diandra mana?" Tanya Sahara
"Sudah aku antar pulang." Kata Gibran membuat Sahara mengangguk faham
"Kakak kami belikan bola cama cepatu." Kata Alana sambil menatap Airlangga
Melihat Airlangga yang tersenyum senang Gibran langsung membuka kantung belanjaannya dan memberikan kepada keponakannya yang terlihat sangat senang mendapatkannya.
"Nah sekarang aku akan dapat keponakan apa? Laki-laki atau perempuan atau dua-duanya?" Tanya Gibran sambil menatap Arjuna dan Sahara bergantian
"Ayolah Kak kita belum tau jenis kelaminnya." Kata Sahara
"Kalau gitu aku mau perempuan seperti Alana yang lucu dan manja." Kata Gibran
"Kenapa Kakak tidak menikah dan membuat sendiri huh?" Tanya Sahara kesal
Tertawa kecil Gibran mengatakan hal yang membuat pasangan suami istri itu terdiam ketika mendengarnya.
"Masih nunggu jawaban Diandra"
__ADS_1
¤¤¤
Maaf yaa kemarin gak updateee :(