Sahara In Love

Sahara In Love
19 : Pembicaraan Bersama Abian


__ADS_3

Berkali-kali Sahara menghela nafasnya pelan dia sudah sampai di depan restoran milik kekasihnya, tapi dia belum keluar dari mobil karena masih merasa takut dan gugup untuk keluar. Sampai akhirnya seseorang mengetuk kaca mobilnya membuat Sahara tersentak dan melihat Arjuna, sambil meringis pelan Sahara membuka pintu lalu keluar.


Sejak tadi dia menunggu dan tiba-tiba karyawannya datang lalu mengatakan kalau di depan ada mobil yang sudah lama berhenti, tapi tidak ada yang keluar. Ternyata dugaannya benar itu Sahara dan dengan segera Arjuna menghampiri kekasihnya yang sedang termenung di dalam mobil.


"Kenapa tidak masuk Ra?" Tanya Arjuna


"Takut"


Tertawa kecil wajah Sahara terlihat menggemaskan karena ekspresinya benar-benar terlihat seperti orang yang sedang ketakukan dan panik.


"Takut kenapa?" Tanya Arjuna


"Takut ketemu Tante Clara." Kata Sahara membuat tangan Arjuna secara refleks bergerak untuk mencubit pipinya


"Takut apa sih Ra? Mami gak akan gigit sudah ayo masuk." Kata Arjuna sambil membawa tangan itu kedalam genggamannya


Jantung Sahara semakin berdetak dengan cepat saat melihat wanita paruh baya yang wajahnya hampir mirip dengan Anjani itu tersenyum ketika melihatnya. Menghela nafasnya pelan Sahara mendudukkan dirinya dihadapan Clara dan menyapa wanita paruh baya itu dengan senyuman manis.


"Selamat siang Tante"


Tersenyum senang Clara terlihat antusias ketika bertemu dengan Sahara yang ternyata sangat cantik dari dugaannya.


"Kok Tante sih sayang? Panggil Mami aja dong." Kata Clara membuat Sahara jadi salah tingkah, tapi dia tetap mengangguk singkat


"Iya Mi"


Ikut tersenyum Arjuna bahagia melihat interaksi keduanya apalagi tingkah Sahara yang terlihat begitu gugup.


"Arjuna sering cerita tentang kamu ke Mami." Kata Clara


"Benarkah? Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk tentang aku?" Tanya Sahara penasaran


Perlahan rasa gugupnya hilang karena ketika sudah mulai terbiasa dan memulai sebuah obrolan Sahara tidak akan merasa gugup lagi.


"Tidak sayang anak Mami mengatakan semua yang baik tentang kamu, tapi dia pernah bilang kalau kamu itu manja dan mudah menangis." Kata Clara membuat Sahara menoleh dan menatap kekasihnya yang hanya menyengir tanpa dosa


"Dasar"


"Arjuna bilang kalau dia suka sikap kamu yang manja karena itu membuat kamu lucu dan kamu yang mudah menangis juga membuat Arjuna jadi lebih menjaga sikapnya agar kamu selalu tersenyum." Kata Clara dengan disertai senyuman yang begitu lebar


Anaknya memang pernah mengatakan hal itu kepadanya dan dia benar-benar tidak menyangka bahwa anak laki-lakinya tumbuh menjadi orang yang begitu dewasa.


"Menurut kamu anak Mami gimana?" Tanya Clara penasaran


Menggigit bibir bawahnya pelan Sahara terlihat ragu untuk bicara karena Arjuna yang menatapnya dengan penasaran.


Selama ini yang melekat diingatan Sahara hanya semua kebaikan Arjuna bahkan dia lupa apa pria itu pernah melakukan kesalahan dengannya atau tidak.


"Kak Juna baik, perhatian, sopan, dan penuh kasih sayang dia juga sudah sering ketemu sama orang tua Ara." Kata Sahara yang membuat Arjuna tersenyum ketika mendengarnya


Dia tidak tau kalau itu yang Sahara fikirkan tentangnya padahal dia kira Sahara akan mengatakan kalau dia menyebalkan atau tukang memaksa.


"Hanya itu? Baiklah Mami akan kasih tau sifat Arjuna yang lain." Kata Clara


"Mami"


Suara Arjuna yang terdengar seperti rengekan itu membuat Sahara tertawa kecil.


"Dia menyebalkan, suka memaksa, dan selalu mementingkan orang lain." Kata Clara yang memang sengaja mengatakan hal itu


Terkadang dia kesal dengan sikap anaknya yang selalu mementingkan keinginan orang-orang terdekatnya dan mengesampingkan keinginannya sendiri. Makanya ketika anaknya itu memiliki keinginan untuk pasangan hidupnya dia akan mendukungnya.


"Aku tidak seperti itu Ra." Kata Arjuna


"Iya, kadang Kak Juna memang suka menyebalkan." Kata Sahara tanpa sadar

__ADS_1


"Benar kan? Lihat kan Juna bukan cuman Mami yang berfikir begitu calon menantu Mami juga sama." Kata Clara membuat Sahara tersentak ketika mendengarnya


Calon menantu


Astaga wajahnya terasa panas sekarang.


"Oh iya kamu habis ini masih sibuk? Mami mau minta temani ke mall kalau kamu tidak keberatan." Kata Clara


Dengan wajah yang sedikit merona Sahara langsung menyetujui permintaan dari orang tua kekasihnya, lagipula dia memang sudah tidak sibuk.


"Hmm nanti Ara temani." Kata Sahara


"Mau aku temani juga?" Tanya Arjuna dengan memasang wajah menyebalkannya


"Tidak, kamu kerja saja biar bisa menikahi calon mantu Mami." Kata Clara yang kembali membuat Sahara semakin merona


"Jangan gitu Mi calon menantu Mami jadi malu sekarang, lihat wajahnya merah." Goda Arjuna


Mengerucutkan bibirnya kesal Sahara menatap kekasihnya dengan tajam dan membuat ibu serta anak itu tertawa ketika melihatnya.


"Sudah sudah kita makan siang dulu." Kata Clara


Setelah obrolan singkat itu mereka menyantap makan siang dengan tenang dan ketika selesai Sahara segera menelpon ke butik untuk memberi kabar bahwa dia akan kembali sore hari.


"Juna Mami sama pacar kamu pergi dulu ya? Kerja yang benar!" Kata Clara yang ditanggapi dengan gumaman oleh anaknya


Tersenyum senang Clara mengajak calon menantunya itu untuk segera bergegas pergi meninggalkan restoran Arjuna dan selama perjalanan Clara mulai mengajak bicara wanita disampingnya.


Satu hal yang dia tau adalah dia menyukai Sahara dan Sahara pantas untuk menjadi pasangan dari anaknya.


Clara akan bicara dengan Abian nanti.


Dari penglihatannya Sahara merupakan gadis yang cukup polos, baik, dan sopan itu bagus karena memang wanita seperti itulah yang dia cari. Sebelumnya dia pernah bertemu Vania anak dari rekan kerja suaminya, tapi entah kenapa dia tidak suka dengannya.


"Hmm begitulah Mi aku bersyukur karena banyak orang bisa menerimanya." Kata Sahara sambil tersenyum manis


"Kamu suka belanja?" Tanya Clara penasaran


Mereka bisa saja jadi teman belanja kan?


"Suka, biasanya kalau belanja suka sama Anjani atau adik perempuan aku soalnya Mommy kurang suka belanja." Kata Sahara menjelaskan


"Lain kali kalau Mami ajak belanja lagi mau kan?" Kata Clara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara


"Telpon Ara saja biasanya kalau akhir pekan Ara jarang ke butik." Kata Sahara


Mereka membicarakan banyak hal sepanjang perjalanan hingga tak terasa keduanya sudah sampai disalah satu pusat perbelanjaan ternama.


Siang ini Sahara akan menghabiskan waktu bersama calon mertuanya, semoga sesuai harapannya.


Sekitar pukul tiga Sahara dan Clara selesai berbelanja sekarang keduanya berada di salah satu restoran cepat saji untuk memakan sesuatu. Ternyata tidak butuh waktu lama bagi keduanya untuk dekat karena sekarang Sahara sudah merasa sangat nyaman dengan Clara.


Terkadang ketakutan yang dia rasakan memang suka berlebihan seperti tentang Arjuna yang ternyata setelah dia jalani semuanya malah menyenangkan.


"Sahara"


"Iya Mi?"


"Mami mau mengatakan sesuatu." Kata Clara sambil menatap Sahara dengan serius


"Iya Mi katakan saja." Kata Sahara


"Entah kamu sudah pernah dengar atau belum, tapi suami Mami sampai sekarang masih suka menjodohkan Arjuna dengan rekan kerjanya,"


Mendengar itu Sahara mendongak lalu mengangguk dengan senyuman tipis, dia sangat tau Anjani pernah mengatakannya.

__ADS_1


"Mami tidak akan setuju perjodohan itu dan Mami minta supaya kamu percaya sama Arjuna dia sangat mencintai kamu,"


Setidaknya perkataan Clara barusan membuatnya lega, ternyata ada yang mendukungnya.


"Entah apa yang terjadi kedepannya Mami minta kamu untuk percaya sama Arjuna dan jangan khawatir Mami akan bicara sama suami Mami lalu mengatakan bahwa Mami sudah memiliki calon menantu." Kata Clara membuat Sahara tersenyum manis ketika mendengarnya


"Terima kasih Mi"


Dia harap sampai nanti semuanya akan baik-baik saja.


Hubungannya dengan Arjuna semoga akan sampai ke jenjang yang lebih serius.


¤¤¤¤


Berdiri di depan ruang kerja Abian membuat Arjuna merasa gugup, dia ingin masuk untuk menemui Abian dan kembali membicarakan masalah perjodohan. Selama ini Arjuna sangat tau kalau Abian cukup kerasa kepala dan perkataan penuh emosi malah akan semakin membuatnya keras kepala.


Satu hal yang Arjuna pelajari adalah untuk meluluhkan Abian dia hanya perlu bicara dengan lembut dan dilakukan berulang kali sampai pria paruh baya itu akan mengubah sendiri pendiriannya.


Setelah menghela nafas yang cukup panjang Arjuna mengetuk pintu itu lalu masuk kedalam tanpa menunggu jawaban. Disana Abian yang sedang sibuk dengan berkas dan laptopnya mendongak lalu menatap anaknya dengan penuh tanda tanya.


"Papi Juna mau bicara." Kata Arjuna sambil mendudukkan dirinya dihadapan Abian


"Hmm katakan"


"Masalah di kantor tempo hari maaf karena Arjuna pergi begitu saja dan mengabaikan panggilan Papi." Kata Arjuna tulus


Dia memang merasa bersalah untuk itu karena seharusnya dia tetap disana sebentar atau paling tidak menjawab panggilan Papi nya dan bukan pergi begitu saja.


"Kamu mau mengatakan masalah perjodohan? Berharap Papi akan membatalkan? Kalau itu yang mau kamu bicarakan keluar Juna karena Papi tidak mau dengar." Kata Abian yang kembali melanjutkan kegiatannya


Menghela nafasnya pelan Arjuna tidak perduli dan malah mulai berbicara lagi.


"Dulu Juna berharap supaya Juna dan ingin untuk memenuhi semua perkataan Papi supaya hubungan antara ayah dan anak ini akan selalu terjaga,"


Memberikan sedikit jeda Arjuna menatap Abian yang telihat tidak perduli, tapi yang penting pria itu mendengarnya.


"Juna tidak pernah mau berada disituasi ini Pi, merasa takut untuk berbicara dan takut kalau kita akan bertengkar,"


Bahkan Arjuna membenci situasi sekarang.


"Selama ini Juna selalu mengesampingkan semua keinginan Juna dan menuruti semua perkataan Papi, tapi untuk yang kali ini apa tidak bisa Arjuna menolaknya?"


Kali ini Abian mendongak dan menatap anaknya yang kini menatap dengan penuh harap, dia mulai goyah.


"Arjuna tau bahwa semua yang Papi inginkan adalah sesuatu yang baik, tapi Pi Juna sudah tidak bisa mencintai wanita lain lagi." Kata Arjuna


"Sudah selesai?" Tanya Abian membuat Arjuna kembali menghela nafasnya


"Sebenarnya apa alasan Papi ingin sekali perjodohan ini dilaksanakan?" Tanya Arjuna yang membuat pria paruh baya itu bungkam


"Sekali saja Pi, apa Arjuna tidak boleh menolak keinginan Papi untuk kali ini?"


Setidaknya Arjuna ingin hidup bersama orang yang dia cintai.


Masalah sekolah dan pekerjaan dia bisa membiasakan diri dulu, tapi untuk masalah hati dia tidak bisa.


Dan Arjuna tidak akan berhenti sebelum Abian mengatakan IYA kepadanya.


¤¤¤¤


Mohon maaf lahir dan batin semuanya😄


Satu part lagi nyusul yaaa😂 Besok aku update lagi dua atau tiga part😙


Maaf karena lama gak update😅

__ADS_1


__ADS_2