
Menghabiskan akhir pekan bersama kekasihnya membuat Sahara merasa begitu bahagia apalagi Arjuna begitu perhatian, bahkan genggaman tangannya tidak pernah terlepas. Seandainya bisa Sahara ingin memperlambat waktu agar dia bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan Arjuna.
Mungkin didikan dari kecil yang membuat Arjuna begitu menghargai seorang wanita, dia sangat suka dengan sikap manis Arjuna. Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa itu semua hanya palsu dan Arjuna mungkin memiliki sifat buruk yang dia tutupi, tapi Sahara tidak percaya mata Arjuna tidak bisa berbohong binarnya dipenuhi ketulusan.
Setiap kali dia berkata kasar Arjuna selalu menegurnya dan setiap dia merasa kesal atau marah Arjuna selalu membujuknya. Bukan bodoh, tapi perhatian dan begitu menghargai.
Dia tidak setuju ketika orang-orang mengatakan bahwa pria yang terlalu menurut itu adalah bodoh. Menurutnya itu adalah sebuah usaha agar wanita yang dicintainya selalu merasa bahagia.
Tapi, dalam konteks ini setiap wanita yang harus membentengi diri untuk tidak melakukan hal yang berlebihan atau memanfaatkan kebaikan seorang pria yang mencintainya dengan tulus.
Yang dikatakan Gibran memang benar orang tulus itu sulit untuk ditemukan dan ketika kita sudah temukan maka jangan pernah disia-siakan.
Saat ini sudah pukul empat sore dan Arjuna membawa Sahara ke restorannya karena ada beberapa berkas yang harus dia periksa. Selama perjalanan Sahara memperhatikan hasil dari fotobox yang tadi dia lakukan dengan Arjuna, ada banyak pose yang lucu disana.
"Pokoknya harus disimpan ya Kak? Jangan dibuang." Kata Sahara
"Kenapa dibuang? Jangankan dalam bentuk cetak seperti itu bahkan ponsel aku dipenuhi foto kamu Ra." Kata Arjuna sambil tertawa kecil
"Benarkah? Mana coba lihat!" Kata Sahara penasaran
Dia memang sering melihat ponsel Arjuna, tapi tidak pernah sampai melihat galeri kekasihnya.
Mengambil ponsel milik kekasihnya Sahara membuka galeri di ponsel Arjuna dan dia benar-benar terkejut ketika melihat begitu banyak fotonya disana. Ada foto bersama Anjani, masa kecilnya, ketika dia dibutik dan di rumah.
Astaga dari mana Arjuna mendapatkan itu semua?
"Kok bisa ada banyak banget foto Ara?" Tanya Sahara penasaran
"Dari Anjani, Mami mertua, Adik ipar, dan Diandra." Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya tidak percaya
Hey, ternyata Arjuna memiliki begitu banyak mata-mata.
"Kenapa simpan foto Ara banyak-banyak? Memang tidak bosan apa?" Tanya Sahara dengan nada kesal, tapi hati yang berdebar-debar
Sekali lagi Arjuna membuatnya merasa begitu spesial, dia tidak pernah tau kalau Arjuna sampai segininya. Mereka memang dekat hanya saja Sahara tidak pernah berfikir sampai sana pantas saja pria itu selalu tau masalahnya dan dimana dia berada, ternyata itu alasannya.
Arjuna punya banyak mata-mata.
"Dulu aku gak pernah bisa liat kamu sesering ini Ra bahkan telpon sama chat aku sering diabaikan dan foto-foto kamu itu obat untuk aku kalau aku lagi kangen." Kata Arjuna membuat Sahara tidak bisa menahan senyumannya
"Ya ampun aku mau pingsan." Kata Sahara sambil menutup kedua wajahnya yang mulai merona
"Susah untuk bujuk Mami kamu aku ditanya-tanya banyak hal sama dia, tapi akhirnya aku berhasil makanya aku selalu tau kalau kamu ada masalah,"
Kembali mendongak dan menatap Arjuna dia dapat melihat senyuman manis pria itu dari samping.
"Maaf kalau kamu terganggu dengan itu semua, tapi aku selalu ingin tau Ra dan aku mau ketika kamu sedang merasa sulit atau sedih aku ada disana untuk hibur kamu." Kata Arjuna
"Aku jadi makin cinta sama Kakak." Kaya Sahara membuat Arjuna tertawa kecil
Benar kata Clara dia hanya perlu percaya pada Arjuna karena pria itu tidak akan menyakitinya bahkan ketika dia merasa sakit maka artinya Arjuna tidak melakukannya dengan sengaja. Sejak kecil Arjuna tumbuh dengan didikan yang mengajarkan bahwa dia tidak boleh menyakiti hati seorang wanita.
"Senang rasanya Ra bisa melihat kamu sedekat ini dan menggenggam tangan lembut kamu padahal dulu kamu begitu jauh, sulit untuk dijangkau." Kata Arjuna
Sahara semakin tersentuh ketika mendengarnya.
Tidak lama setelah obrolan itu mereka sudah sampai di restoran milik Arjuna dan sekali lagi Arjuna menggenggam tangan Sahara, meskipun hanya butuh waktu beberapa detik untuk masuk keruang kerjanya. Disana Arjuna meminta Sahara untuk duduk disofa sambil bertanya apa wanita itu ingin sesuatu, tapi Sahara menggelengkan kepalanya pelan.
"Sebentar ya Ra." Kata Arjuna
"Iya ihh santai aja Kakak lanjutin aja." Kata Sahara
__ADS_1
Selama Arjuna fokus dengan berkas dan laptopnya Sahara memainkan ponsel kekasihnya, dia juga mengambil foto sebanyak mungkin agar Arjuna senang. Namun, saat tengah asik memainkan ponsel Arjuna tiba-tiba ponselnya bergetar dan dia dapat melihat bahwa Daddy nya yang menelpon.
Tiba-tiba dia merasa takut karena Daffa sangat jarang menelponnya kecuali jika ada hal yang penting dan dengan ragu Sahara mengangkat panggilan itu.
"Halo Daddy"
Suara Sahara membuat Arjuna mendongak dan menatapnya dengan penasaran.
Apa dia terlambat membawa Sahara pulang?
Tapi, ini masih cukup sore dan Daffa hanya bilang supaya tidak pulang malam-malam.
"Daddy jangan bercanda"
Suara Sahara terdengar bergetar membuat Arjuna cemas dan langsung menghampirinya.
"Daddy"
Perlahan mata Sahara mulai berkabut dan dengan sekali kedipan air mata itu turun membuat Arjuna semakin merasa cemas.
Apa ada kabar yang buruk?
Setelah panggilan itu dimatikan Sahara menangis dan menutupi kedua wajahnya dia terisak.
"Ra kenapa? Apa terjadi sesuatu? Ada apa sayang?" Tanya Arjuna sambil duduk disebelah kekasihnya dan membawa tubuh itu kedalam pelukannya
"Bicaralah sesuatu Ra? Kamu mau pulang? Ada sesuatu yang terjadi kan?" Tebak Arjuna
Mengusap lembut puncak kepala Sahara wanita itu masih terisak dan ketika sudah cukup tenang dia melepaskan pelukan lalu berbicara dengan suara yang masuh bergetar.
"Antar Ara ke rumah sakit." Pinta Sahara
Menganggukkan kepalanya Arjuna langsung membawa Sahara keluar dari ruang kerjanya dan mengantar wanita itu ke rumah sakit tujuannya. Sebenarnya dia penasaran, tapi dia tidak mau bertanya karena itu mungkin akan kembali membuat Sahara merasa sedih.
Kalimat itu membuatnya terkejut, dia tau betapa Sahara sangat menyayangi adik-adiknya pantas saja kekasihnya itu menangis.
"Dia akan baik-baik saja Ra." Kata Arjuna berusaha menenangkan kekasihnya
Sekitar dua puluh menit mereka sampai dan Sahara langsung keluar dari mobil lalu berlari kecil mencari ruangan yang tadi sudah dikasih tau oleh Daffa. Dibelakang Arjuna mengikuti kekasihnya dan saat sampai di salah satu ruang rawat ada Daffa yang berdiri di dekat pintu.
"Daddy"
Sahara langsung memeluk Daffa dan kembali menangis membuat tangan pria paruh baya itu terulur untuk mengusap lembut rambut anaknya, memberikan ketenangan.
"Kenapa? Vano kenapa bisa kecelakaan? Dia dari mana?" Tanya Sahara dengan air mata dipipinya
"Dia tadi ke rumah temannya dan Daddy dapat telpon kalau Devano kecelakaan ada mobil yang menabraknya dari samping." Kata Daffa menjelaskan
Dengan wajah sedihnya Sahara membuka pintu dan masuk kedalam disana ada Fahisa juga Devina. Sama dengan dia keduanya juga terlihat habis menangis dan di ranjang rumah sakita Devano menatap ke arahnya.
Tatapannya sayu membuat mata Sahara berkaca-kaca apalagi melihat perban di kaki dan tangan adiknya.
"Adik aku kenapaaa?" Tanya Sahara sambil menghampiri Devano dengan wajah sedihnya
"Tidak papa Kak aku baik-baik saja." Kata Devano membuat Sahara kesal ketika mendengarnya
"Kamu bikin Kakak khawatir." Kata Sahara dengan air mata yang kembali mengalir
Merasa bersalah Devano hanya menggumamkan kata maaf dengan pelan, sebenarnya sudah tidak terlalu sakit hanya saja dia merasa begitu lemas tubuhnya sakit semua karena tubuhnya menghantam aspal apalagi dia membawa motor dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
"Maaf"
__ADS_1
"Kakak sudah bilang kalau mau kemana-mana minta antar dan kalau mau pergi sendiri hati-hati jangan kebut! Sekarang lihat kan! Kamu jadi jelek." Kata Sahara
"Maaf"
Menghampiri anaknya Fahisa memegang pundak Sahara dengan lembut.
"Apa lukanya serius?" Tanya Sahara dengan wajah yang dipenuhi kecemasan
"Untungnya tidak, tapi harus istirahat dan tidak melakukan kegiatan berat selama seminggu kedepan." Kata Fahisa menjelaskan
"Diam saja kamu dikamar!" Kata Sahara yang hanya dijawab dengan anggukan singkat oleh adiknya
"Kamu kesini sama siapa?" Tanya Fahisa
"Sama Kak Juna." Kata Sahara sambil mengalihkan pandangannya mencari keberadaan kekasihnya
"Mungkin di luar sama Daddy." Kata Sahara membuat Fahisa mengangguk faham
"Kak"
"Kenapa?" Tanya Sahara
"Maaf udah ganggu kencan Kakak"
Dan Sahara mengerucutkan bibirnya kesal ketika mendengarnya.
"Iya tanggung jawab kamu udah ganggu kencan Kakak!"
Devano tertawa kecil ketika mendengarnya begitu juga dengan Fahisa dan Devina.
Disisi lain Arjuna berada di depan dengan Daffa dan mengobrol bersama pria paruh baya itu dengan keadaan sedikit canggung.
"Terima kasih sudah mengantar Sahara, dia pasti menangis kan?" Kata Daffa
"Sepanjang jalan dia menangis." Kata Arjuna jujur
"Kalian bersenang-senang tadi?" Tanya Daffa lagi
"Iya Om"
"Jangan sakiti Sahara ya? Sejak dulu Sahara melalui banyak hal dan melihat dia menangis adalah hal yang paling saya benci." Kata Daffa
"Saya janji Om tidak akan menyakiti Sahara." Kata Arjuna
Tersenyum singkat Daffa menepuk pundak Arjuna pelan lalu mengajaknya masuk ke dalam.
"Ayo masuk sekarang Sahara pasti sudah tidak menangis lagi." Kata Daffa
Alasan dia di luar memang karena tidak ingin melihat anaknya menangis.
Mengikuti langkah kaki pria paruh baya itu Arjuna ikut masuk kedalam dengan penuh kecanggungan.
"Cepat lamar Sahara biar Om bisa punya cucu, sekarang anak-anak Om sudah pada besar"
Dan Arjuna membeku di depan pintu ketika mendengarnya.
¤¤¤¤
Aduhh Arjuna tunggu apalagi langsung digasss😂
Siapa yang setuju Arjuna sama Sahara menikah?
__ADS_1
Ini aku cuman nanya yaa😂