
Saat masih kecil Sahara melihat Fahisa dan juga Dara yang ketika hamil memiliki cukup banyak permintaan yang apabila tidak dituruti akan merajuk dan marah. Dulu Sahara tidak mengerti kenapa mereka marah padahal yang dia tau baik Fahisa ataupun Dara bukan tipe wanita yang suka merajuk.
Saat hamil dulu Fahisa juga jadi manja dan cerewet dia suka mengomel pada Daffa, jika ketika itu Sahara bertanya-tanya kenapa Mommy nya bisa bersikap seperti itu maka sekarang dia pun merasakan hal yang sama.
Dikehamilan pertamanya Sahara menjadi sangat-sangat manja dan begitu sensitif, dia yang dari awalnya memang mudah menangis menjadi sangat cengeng hanya karena hal-hal sepele. Selain itu Sahara juga merasa tubuhnya begitu lemas hingga dia malas melakukan apapun tak hanya itu sekarang Sahara juga mulai malas untuk makan.
Pola makannya mendadak tidak teratur meskipun Arjuna selalu memaksa agar dia makan tepat waktu, tapi Sahara dan air matanya selalu berhasil membuat dia mengalah.
Sekarang Sahara lebih sering melewatkan sarapan, tapi makan siang dengan begitu lahap dan Sahara juga sering kali makan ketika larut malam.
Semua keinginan Sahara selalu bisa Arjuna penuhi meskipun terkadang dia dibuat pusing sendiri, seperti meminta es kelapa di malam hari atau meminta Arjuna memakan alpukat, buah yang paling tidak dia suka.
Biasanya dia selalu bisa menuruti keinginan Sahara, tapi hari ini dia hampir frustasi ketika mendengar permintaan istrinya.
"Kak Junaa aku gak mau tidur sama Kakak." Kata Sahara ketika dia keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya
"Lalu kamu mau tidur dimana hmm?" Tanya Arjuna yang menganggap bahwa istrinya itu hanya bercanda
"Disini Kak Juna tidur disana aja." Kata Sahafa sambil menunjuk sofa dikamarnya
Arjuna menatap istrinya dengan tidak percaya, jadi Sahara serius dengan perkataannya?
"Kamu yakin bisa tidur tanpa aku?" Tanya Arjuna berharap istrinya itu akan menggelengkan kepala dengan wajah menggemaskan
Tapi, sayangnya yang Arjun dapatkan malah anggukan singkat dan wajah galak Sahara.
"Emm bisa Ara bisa tidur sendiri tidak usah ditemani Kak Juna." Kata Sahara
"Kamu masih marasa kesal karena tadi siang Ra?" Tanya Arjuna membuat Sahara terdiam dengan wajah ditekuk
Dia lebih dari kesal, tapi Sahara sangat marah.
"Pokoknya Ara tidak mau tidur sama Kak Juna!" Ketus Sahara
Menghela nafasnya pelan akhirnya Arjuna mengalah dan beranjak dari tempat tidurnya, tapi sebelum itu dia memeluk Sahara lalu mengucapkan selamat malam.
"Selamat malam sayang"
Tidak ada sautan seperti biasanya karena setelah sang suami mengatakan kalimat itu Sahara membalikkan tubuhnya membelakangi Arjuna.
Helaan nafas Arjuna kembali terdengar bersamaan dengan Arjuna yang menarik selimut agar menutupi tubuh istrinya yang terlihat merajuk.
Setelah itu Arjuna pergi ke sofa dikamar mereka, beruntung sofa itu cukup besar setidaknya tidak akan membuat Arjuna sakit badan ketika bangun nanti.
Arjuna tidak langsung tertidur, tapi dia memandangi Sahara yang sepertinya sudah tertidur.
Rasanya lucu karena Sahara marah padanya hanya karena melihat dia dan Vania, wanita yang dulu sempat dijodohkan dengannya di restoran ketika makan siang.
Flashback On
Siang ini Arjuna dikejutkan dengan kedatangan Vania ke restorannya, dia menyapa wanita itu dengan ramah dan mempersilahkan untuk duduk di sofa ruang kerjanya. Ternyata kehadiran wanita itu untuk menyerahkan undangan pernikahannya yang akan digelar bulan depan kepada Arjuna.
Tentu saja Arjuna senang mendengarnya, dia bahagia karena wanita itu telah menemukan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Mereka mengobrol banyak hal termasuk tentang Sahara.
"Wah jadi istri kamu sedang hamil? Aku senang mendenarnya semoga dia sehat selalu ya Jun." Kata Vania sambil tersenyum tulus
Sejak awal pertemuannya Arjuna dapat melihat bahwa Vania adalah wanita yang begitu baik bahkan wanita itu juga membantu dia untuk berbicara pada Papinya.
Vania mengatakan 'Aku tidak bisa menikahi seseorang yang dihatinya sudah ada orang lain dan mungkin aku juga Arjuna hanya ditakdirkan untuk menjadi seorang teman'
Dia berterima kasih untuk itu.
"Kalian tidak tunanangan terlebih dulu?" Tanya Arjuna
__ADS_1
Vania menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak kami akan langsung menikah saja dan pastikan kamu juga istri kamu datang ya Jun?" Kata Vania
"Akan aku pertimbangkan lagipula kamu juga tidak datang saat aku menikah." Kata Arjuna membuat Vania berdecak kesal ketika mendengarnya
"Bukan tanpa sengaja aku sedang di singapur waktu kalian menikah, kenapa kamu dendam?" Tanya Vania
"Bercanda Van tenang saja aku dan Sahara akan datang." Kata Arjuna membuat senyum Vania mengembang
Keduanya saling melemparkan senyum dan bersamaan dengan itu pintu ruangan terbuka lalu suara Sahara terdengar.
"Kak Junaa ayo kita makan siang"
Langkah kaki Sahara terhenti dan dia menatap kedua orang itu dengan penuh curiga, siapa wanita yang duduk dihadapan suaminya?
Sahara tidak pernah melihatnya.
Melangkahkan kakinya mendekat Sahara mendudukkan dirinya disamping Arjuna membuat pria itu tersenyum dan mengusap sayang kepalanya.
"Ra ini teman aku namanya Vania"
Mengangguk singkat Sahara mengulurkan tangannya seraya tersenyum tipis.
Vania ikut tersenyum dan menyambut uluran tangan itu lalu menyapanya.
"Aku Vania senang bisa ketemu sama kamu Sahara." Kata Vania
"Emm aku juga." Kata Sahara
"Juna aku rasa sekarang aku harus pulang, jangan lupa datang ya?" Kata Vania sambil tersenyum manis
Arjuna menganggukkan kepalanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
"Bawa mobil Kok Jun." Kata Vania
Mengangguk faham Arjuna kembali tersenyum.
"Hati-hati dijalan"
Arjuna mungkin tidak sadar jika Sahara memasang wajah kesalnya bahkan hingga Vania keluar dari ruangannya.
Setelah Vania pergi Arjuna menatap Sahara yang terlihat kesal dan membuat Arjuna berniat menjahilinya.
"Kenapa tidak bilang kalau mau kesini?" Tanya Arjuna
"Kenapa harus bilang?! Biasanya juga Ara gak pernah bilang." Ketus Sahara membuat Arjuna terkekeh mendengarnya
"Kamu lagi kesal?" Tanya Arjuna lagi
"Tidak!"
"Kamu mau makan apa Ra?" Tanya Arjuna
"Dia siapa? Dia teman Kakak? Kenapa dia kesini? Apa dia ada perlu sama Kakak?" Tanya Sahara enggan menjawab pertanyaan suaminya
"Teman aku Ra"
"Kenapa Ara gak tau?" Tanya Sahara
"Dia anak temannya Papi dan dia juga tidak datang waktu kita menikah." Jelas Arjuna yang semakin membuat istrinya menatapnya curiga
"Temannya Papi? Apa dia wanita yang mau dijodohkan sama Kak Juna dulu?" Tanya Sahara
Arjuna yang menganggukkan kepalanya benar-benar membuat Sahara kesal.
__ADS_1
Flashback off
Melihat Sahara yang sudah tertidur lelap membua Arjuna juga ikut memejamkan matanya.
Semoga pagi nanti Sahara tak marah lagi.
Istrinya sudah merajuk duluan sebelum dia sempat mengatakan jika Vania datang untuk memberikan undangan pernikahan.
Kalau sudah merajuk yang bisa Arjuna lakukan hanya diam dan menunggu Sahara untuk beberapa saat.
Membiarkan kekesalan Sahara hilang baru dia akan bicara dan menjelaskan.
¤¤¤
Waktu sudah menunjukkan pukul dua ketika Sahara terbangun dan menghampiri Arjuna, mengguncang tubuh suaminya agar bangun dari tidur lelapnya. Tadinya Sahara fikir dia bisa tidur nyenyak meskipun tidak ada Arjuna, tapi ternyata dugaannya salah dia malah berkali-kali terbangun dan menatap ke arah sofa dimana suaminya tertidur.
Sahara tidak bisa dia ingin dipeluk.
Perlahan mata Arjuna terbuka dan hal pertama yang dia lihat adalah istrinya yang menatapnya dengan sendu. Secepat mungkin Arjuna mengumpulkan kesadarannya dan bangun dari tidurnya lalu bertanya pada Sahara.
"Ada apa Ra? Kamu butuh sesuatu? Ada yang sakit?" Tanya Arjuna
Digenggamnya tangan Sahara dan Arjuna membawa wanita itu untuk duduk disebelahnya.
"Kebangun terus tidurnya." Keluh Sahara
"Kenapa? Ada yang kamu fikirkan?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan gelengan kepala oleh istrinya
"Tidak ada Kak Juna disamping Ara tidurnya jadi tidurnya tidak nyenyak." Kata Sahara jujur
Saat mendengar hal itu Arjuna tertawa lalu menarik Sahara kedalam dekapannya.
"Katanya bisa tidur sendiri hmm?" Kata Arjuna
Mengerucutkan bibirnya Sahara melingkarkan tangannya dipinggang Arjuna, memeluknya dengan erat.
"Ara bohong maunya tidur sama Kak Juna sambil dipeluk." Kata Sahara
"Sini peluk"
Arjuna mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Sahara dengan sayang.
"Ngantukk"
Tertawa kecil Arjuna menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke ranjang.
Sahara tersenyum dan kembali memeluk Arjuna setelah keduanya berbaring diranjang.
"Sekarang Ara pasti tidur nyenyak"
Sahara menyadari bahwa saat ini dia tidak bisa berjauhan dengan Arjuna.
Bahkan meski untuk semalam saja.
¤¤¤
Yeeee update lagiiii😄
Sebenernya aku cuman mau buat extra part sampe baby nya Sahara lahir aja, tapi katanya kurang😂
Semisal aku buat season keduanya gimana?
Tetap nyeritaiin Sahara dan Arjuna, tapi sama anak-anak mereka dan lanjutannya pun tetap disini.
Tapi, belum tau masih mikir-mikir dulu😂 Menurut kalian gimana?
__ADS_1