Sahara In Love

Sahara In Love
59 : Sebuah Rencana


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu tanpa keduanya sadari, mereka menyusuri banyak tempat di Lombok dan menikmati bulan madu mereka dengan penuh canda tawa. Hari ini adalah hari dimana mereka akan pulang ke rumah dan kembali melanjutkan aktifitas seperti biasanya, tapi khusus untuk Sahara sang suami menyarankan agar dia istirahat selama tiga hari dulu di rumah atau mengerjakan pekerjaannya di rumah mereka saja tanpa perlu ke butik.


Mendapat perintah seperti itu dari suaminya Sahara hanya mengangguk patuh lagi pula dia juga belum berniat untuk bekerja lagi, masih ingin menikmati hari-harinya yang santai. Sekarang keduanya sudah sampai di kota tempat mereka tinggal dan berada diperjalanan menuju rumah mereka dengan sopir pribadi keluarga Dirgantara.


Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul dua siang dan Sahara yang merasa lelah menyandarkan kepalanya di bahu sang suami sambil memejamkan matanya, mencoba untuk tidur. Selalu begini kalau Sahara melakukan perjalanan panjang, mudah lelah dan mengantuk.


"Tidurlah kalau kamu mengantuk Ra." Kata Arjuna sambil mengusap lembut pipi suaminya


Sahara hanya bergumam pelan sebagai jawaban.


Dia benar-benar merasa lelah karena di hari terakhir mereka bulan madu Arjuna membuatnya tidur hingga larut malam dan selain lelah Sahara juga mengantuk sekarang.


Usapan lembut dipuncak kepalanya membuat Sahara dengan mudah tertidur lelap di bahu suaminya.


Saat melihat Sahara yang sudah tertidur dengan lelap senyum Arjuna mengembang dan dia mencium sekilas puncak kepala istrinya.


Di perjalanan Arjuna mengeluarkan ponselnya dari saku kemeja ketika benda itu berdering tanda ada seseorang yang menelpon, ternyata Clara. Sepertinya Maminya mendengar tentang dia dan Sahara yang pulang hari ini.


"Halo Mi"


Suara riang Clara terdengar membuat Arjuna juga ikut tersenyum mendengarnya.


'Halo anak kesayangan Mami, kamu sudah sampai?'


"Sudah Mi sekarang lagi diperjalanan ke rumah." Kata Arjuna


'Mana Sahara?'


"Disamping Juna Mi dia tidur sepertinya kelelahan." Kata Arjuna sambil terkekeh pelan


'Kabari Mami kalau sudah sampai ya? Besok Mami akan main ke rumah'


Arjuna mengangguk dan bergumam pelan.


"Iya Mi"


'Yaudah Mami tutup ya? Hati-hati di jalan dan jangan biarkan menantu Mami kerja dulu suruh dia untuk istirahat'


"Hmm aku sudah memberi tau Ara kok Mi." Kata Arjuna


'Baiklah Mami tutup telponnya'


Setelah sambungan telponnya benar-benar mati Arjuna kembali menyimpan ponselnya di saku celana dan menatap Sahara yang terlihat begitu lelap di dalam dekapannya.


Besok dia akan pergi ke restoran untuk menyelesaikan beberapa hal, hanya sebentar mungkin sampai siang.


Jujur saja sebelumnya Arjuna ingin meminta Sahara untuk berhenti bekerja, tapi dia tidak mau membuat istrinya sedih karena dia juga sangat tau betapa Sahara mencintai pekerjaannya. Selain itu dia juga sudah bersepakat dengan istrinya kalau Sahara harus libur kalau akhir pekan dan jam kerja juga harus dikurangi, maksimal sampai jam empat sore.


Awalnya protes, tapi pada akhirnya Sahara menerima itu semua karena Fahisa yang menasehatinya agar menurut pada suami.


Mommy nya itu juga bercerita kalau dulu dia dilarang untuk bekerja oleh Daffa, berarti Sahara harusnya bersyukur kan karena Arjuna masih mengizinkan dia bekerja.


Mungkin itu sebabnya Sahara menerima permintaan Arjuna dan menurut ada titah suaminya.


Arjuna sedikit menunduk untuk menatap wajah teduh istrinya yang sedang tertidur dan sekali lagi tangannya terulur untuk mengusap pipi tembam itu dengan lembut.


Bolehkah Arjuna bilang kalau dia adalah pria beruntung di dunia ini karena berhasil mendapatkan wanita seperti Sahara dihidupnya?


Dia tidak bisa menyangkal bahwa kehadiran Sahara seperti sebuah keajaiban yang memberikannya kebahagiaan lagi dan lagi, tanpa henti.


Dia pernah membaca kata-kata indah yang sangat ia percayai dulu.


Someday someone is going to look at you with a light in their eyes you've never seen, they'll look at you like you're everything they've been looking for their entire lives.


Dan seseorang itu adalah Sahara.

__ADS_1


Sedangkan bagi Sahara seseorang itu adalah Arjuna.


Mereka saling memiliki sekarang. Mereka juga saling menjaga satu sama lain.


Mereka sama-sama beruntung karena ditakdirkan untuk hidup bersama, berdampingan dan mengisi kekosongan satu sama lain.


"Tuan kita sudah sampai"


Suara Pak Mun membuat Arjuna sedikit terkejut dan langsung mendongak, benar mereka sudah sampai di rumah.


"Bantu saya bawa koper ya Pak?" Kata Arjuna yang langsung diangguki oleh Pak Mun


Setelah mesin mobil dimatikan Arjuna menggendong Sahara yang masih terlelap dan membawanya masuk ke dalam, mengantar istrinya ke kamar mereka.


Saat sampai di kamar Arjuna langsung membaringkan tubuh Sahara di ranjang, tapi baru akan menarik selimut istrinya itu terbangun dan menatapnya bingung.


Wajah bingung Sahara begitu lucu apalagi dengan wajah bantalnya yang terlihat sekali kalau dia masih mengantuk.


"Kenapa tidak bangunkan Ara?" Tanya Sahara setelah kesadarannya telah kembali penuh


"Kamu terlihat lelap Ra, tidur lagi saja kamu lelah kan?" Kata Arjuna sambil mengusap sayang rambut hitam istrinya


Sahara menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak ngantuk lagi." Kata Sahara


"Yaudah istirahat saja kita juga baru sampai." Kata Arjuna yang sekarang ikut bergabung bersama istrinya di ranjang


Setelah Arjuna ada disampingnya Sahara berbaring dan menjadikan paha suaminya sebagai bantalan.


"Tadi Mami telpon." Kata Arjuna


"Mami bilang apa?" Tanya Sahara


"Hmm hanya menanyakan kita sudah sampai atau belum dan dia juga minta supaya kamu jangan bekerja dulu." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum saat mendengarnya


"Ara juga masih malas mau kerja." Kata Sahara


Untuk beberapa hari belakangan Sahara memang akan berdiam diri di rumah saja, dia malas kemana-mana kecuali kalau Arjuna atau temannya mengajak keluar baru dia akan pergi.


"Sudah lapar belum Ra?" Tanya Arjuna lagi


Sahara kembali menggelengkan kepalanya.


"Belum"


Keduanya kembali terdiam dan hanya sibuk memandang satu sama lain. Sampai akhirnya Sahara tersenyum dan bertanya kepada suaminya.


"Besok Kak Juna kerja?" Tanya Sahara


"Hmm hanya sebentar ada beberapa hal yang harus di urus mungkin siang sudah pulang." Kata Arjuna yang ditanggapi dengan anggukan singkat oleh Sahara


"Besok Ara sendiran di rumah?" Tanya Sahara dengan wajah tidak sukanya


"Mami mau kesini besok." Kata Arjuna sambil mencubit pelan pipi Sahara


Sahara mengangguk singkat dan kembali terdiam, menikmati usapan lembut di puncak kepalanya yang membuat dia kembali mengantuk.


"Ara tidur lagi ya?" Kata Sahara


"Hmm tidur saja kalau masih mengantuk." Kata Arjuna


"Kak Juna jangan kemana-mana disini saja." Kata Sahara lagi


"Iya Ra aku tidak akan pergi kemana-mana"

__ADS_1


Sahara tersenyum dan kembali memejamkan matanya, melanjutkan tidur nyenyak yang sempat tertunda.


Berada di dekat Arjuna membuat Sahara merasa tenang dan nyaman.


Sahara merasa seperti wanita paling dicintai.


¤¤¤¤


Tiga hari telah berlaku sejak kepulangan Sahara dan Arjuna dari bulan madu, keduanya juga semakin lengket serta tidak malu menunjukkan keromantisan di depan orang lain. Sampai sekarang Sahara belum pergi ke butik hanya mengerjakan pekerjaannya seperti design di rumah saja, tapi dia sering kali mengikuti Arjuna ke restoran dan menunggu suaminya di ruang kerjanya.


Orang tuanya serta Arjuna juga datang berkunjung ke rumah mereka kemarin, entah sebelumnya sudah janji atau belum, tapi mereka datang bersamaan ke rumah membuat keduanya sedikit terkejut.


Selama tidak ke butik Sahara juga mulai belajar untuk membersihkan rumah karena tidak ada pembantu rumah tangga, sesuai permintaannya. Selain itu Sahara juga sudah belajar memasak dengan Arjuna biasanya kalau untuk makan malam mereka akan masak bersama-sama, tapi untuk sarapan dan makan siang Sahara sendiri yang buat.


Kata Arjuna dia cepat belajar dan Sahara senang mendengarnya, dia memang ingin belajar memasak dengan Fahisa dulu, tapi karena terlaku sering ke butik mereka tak punya cukup banyak waktu.


Hari ini kegiatan Sahara hanya berdiam diri di rumah, tapi dia tidak sendiri ada Anjani yang menemani dia. Sebelumnya Sahara memang meminta adik iparnya untuk datang ke rumah, mereka berencana untuk memberikan kejutan kepada Arjuna yang sekitar satu minggu lagi akan ulang tahun.


Sebelumnya Arjuna memberikan dia hadiah juga kejutan dan sekarang Sahara yang akan melakukannya.


"Anjani kamu harus jaga rahasia ya? Pokoknya aku mau kasih kejutan untuk Kak Juna dan kamu tidak boleh membocorkan rahasia ini oke?" Kata Sahara sambil menatap temannya dengan penuh peringatan


Bukan tidak percaya pada Anjani, tapi temannya ini memang sering keceplosan dan membocorkan rahasia.


Sahara tidak mau sampai itu terjadi dan rencananya berantakan.


"Iya Ra kamu sudah mengatakannya belasan kali aku sampai bosan dengarnya dan berhentilah memanggil dia dengan Kakak, dia suami kamu tau." Kata Anjani membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal


"Ihh aku gak biasa Jan lagian Kak Juna juga gak keberatan kok." Kata Sahara


"Bukan gitu Ra, tapi kalau di denger orang kan gak enak juga setidaknya kamu harus coba supaya terbiasa." Kata Anjani yang hanya diangguki oleh Sahara


"Sekarang kamu yang harus cerita, kok kalian bisa balikan?" Tanya Sahara dengan penuh rasa ingin tau


"Ya bisa Ra." Kata Anjani


"Ya gimana ceritanya?" Tanya Sahara kesal


"Hey kenapa kamu kepo sekali?" Ketus Anjani


"Penasaran tauuu." Kata Sahara


"Sudah nanti saja aku ceritakan, sekarang lebih baik membahas tentang ulang tahun Kak Juna." Kata Anjani berusaha mengalihkan pembicaraan


"Aku akan terus menagih kalau kamu belum cerita." Ancam Sahara membuat adik iparnya itu tertawa


"Iya Raaa"


Setelah itu keduanya mulai merencanakan sebuah kejutan spesial untuk Arjuna dan Sahara juga meminta saran untuk hadiah yang harus dia berikan kepada suaminya.


Tapi, Anjani tetaplah Anjani dia malah menggoda Sahara hingga pipinya memerah dan bibirnya mengerucut sebal.


"Kamu tau hadiah apa yang paling spesial?" Tanya Anjani membuat Sahara menatapnya dengan penuh antusias


"Apa?"


"Kehamilan kamu"


Anjani mengatakannya sambil tersenyum tulus, tapi tertawa setelahnya karena melihat pipi merona kakak iparnya.


Sial! Dia malu sekali sekarang.


Sahara jyga berharap bisa memberikan hadiah itu kepada suaminya.


Hadiah spesial yang bukan hanya untuk Arjuna, tapi juga untuk dirinya.

__ADS_1


¤¤¤¤


Beberapa part lagi mau aku tamatin yaaa hehe😂


__ADS_2