Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (25)


__ADS_3

"Mana adiknya Ana Papi?"


Sejak tadi Alana terus mengikuti Arjuna yang beberapa jam lalu mengatakan bahwa dia akan memiliki adik. Iya, Sahara memang kembali mengandung tadi pagi mereka pergi ke dokter dan istrinya dinyatakan sedang mengandung dengan usia kandungan dua minggu.


Memang Sahara justru tidak merasa mual di awal-awal kehamilan sebaliknya dia sering merasa mual ketika usia kandungannya sudah dua atau tiga bulan. Semua keluarga sudah mendengar kabarnya dan mereka merasa sangat bahagia mendengarnya.


Rasanya ingin tertawa ketika Alana mengira adiknya sudah ada bahkan Sahara sampai gemas sendiri melihat anak perempuannya itu terus mengikuti Arjuna dan menanyakan halnyang sama.


"Ana sini sayang." Kata Sahara


Alana berlari kecil dan memeluk Sahara yang sedang duduk di sofa.


"Mami mana adiknya Ana?" Tanya Alana sambil menatap Sahara dengan polos dan penuh harap


Tersenyum manis Sahara mengusap rambut hitam anaknya dengan lembut lalu mencium puncak kepalanya dan membawa tangan Alana ke perutnya.


"Adiknya Ana ada disini." Kata Sahara


Kening Alana berkerut membuatnya semakin terlihat menggemaskan di mata Sahara.


"Kok dicitu Mami?" Tanya Alana bingung


"Nanti adik Ana akan ada disini sampai sembilan bulan baru dia akan lahir dan bisa menemui Ana." Kata Sahara membuat Alana semakin bingung mendengarnya


"Adiknya Ana cukup dicitu Mami?" Tanya Alana


Sahara tertawa mendengarnya.


"Cukup sayang nanti perut Mami akan membesar." Kata Arjuna yang baru saja kembali dari dapur sambil membawa semangka yang diinginkan istrinya


"Kayak Mami nya Candla ya?" Tanya Alana


"Iya sayang"


Alana tersenyum senang lalu memeluk Sahara dengan sayang.


"Ana mau adik pelempuan." Kata Alana


Sahara hanya tersenyum dan kembali mencium anaknya.


Saat Arjuna menyuapi semangka ke mulutnya Sahara tersenyum dan membuka mulutnya. Sedangkan Alana masih diam dipelukan Sahara, dia habis merajuk karena Airlangga meninggalkannya bermain.


Saat mau periksa Airlangga mengatakan bahwa dia ingin di rumah dan bermain bersama temannya dan akhirnya Sahara mengizinkan dia menitipkan anaknya kepada tetangga sebelahnya dimana anaknya bermain. Sedangkan Alana ikut keduanya pergi ke rumah sakit, tapi sekarang dia malah merajuk karena tidak ada Airlangga yang menemaninya.


"Bagaimana kalau adiknya laki-laki?" Tanya Arjuna


Alana mendongak lalu dengan bibir mengerucut dia menggelengkan kepalanya.


"Ana maunya pelempuan bial bica main boneka." Kata Alana


Mengangguk singkat Arjuna juga menyuapi semangka untuk anaknya yang langsung di makan oleh Alana dengan begitu lahap.


Alana memang suka sekali semangka.


Sesaat setelahnya suara Airlangga terdengar bersamaan dengan munculnya wajah Airlangga yang bercucuran keringat, pasti habis main bola.


Menghampiri orang tua dan adiknya Airlangga menunjukkan sikunya yang berdarah membuat Sahara langsung melotot melihatnya, tapi anaknya itu malah tersenyum dan dengan bangga mengatakan bahwa dia habis jatuh.


"Tadi Angga jatuh waktu main bola, tapi Angga masukin bola ke gawang." Kata Airlangga


Menghela nafasnya pelan Sahara meminta anaknya untuk turun lalu menyuruh Airlangga untuk duduk.


"Kamu ini Angga pasti sakit kan?" Kata Sahara


"Tidak Mami." Kata Airlangga membuat Sahara menatapnya dengan kesal


"Nanti berbekas Angga." Kata Sahara sambil mencari kotak obat yang biasa dia simpan


"Tidak papa Mami nanti kan hilang." Kata Airlangga dengan polosnya


Setelah mendapat kotak obatnya Sahara duduk disamping anaknya sambil membersihkan luka Airlangga, memang hanya luka kecil.


"Cakit ya Kak?" Tanya Alana


"Tidak"


Mendengar hal itu Sahara merasa kesal apalagi Airlangga malah tersenyum.


"Jangan jatuh lagi!" Kata Sahara galak


Airlangga kembali tersenyum lalu mengatakan hal yang membuat Sahara menghela nafasnya pelan dan Arjuna yang tertawa.

__ADS_1


"Angga sering jatuh kalau main." Kata Airlangga


Belum sempat menjawan Airlangga menunjukkan beberapa bekas luka di kaki dan tangannya.


"Kenapa bisa? Kok Mami tidak tau?" Tanya Sahara


"Papi yang obatin ini Angga jatuh waktu main sepeda kalau yang ini Angga jatuh ketika di sekolah Ibu Guru yang obatin." Kata Airlangga


Menghela nafasnya pelan Sahara memasang plaster di luka anaknya lalu menciumnya dengan lembut.


Saat mendongak Airlangga menatapnya dengan senyuman manis membuat Sahara mau tidak mau tersenyum dan tangannya terulur mengusap keringat yang ada di wajah anaknya.


"Main dimana tadi?" Tanya Sahara


"Di rumah William." Kata Airlangga


Airlangga menoleh ketika adiknya menarik-narik lengan bajunya dan dia dapat melihat Alana menatapnya dengan wajah berseri.


"Kakak cebental lagi Ana mau punya adik balu." Kata Alana membuat Airlangga ikut tersenyum melihatnya


Dengan wajah berseri Airlangga bertanya apa itu benar dan ketika Arjuna menganggukkan kepalanya dia berseru senang sambil melompat ke dalam pelukan Arjuna hingga membuat pria itu tertawa.


Melihat hal itu Sahara tersenyum dan mengusap rambut hitam Airlangga yang sedikit basah.


"Mami Angga maunya adik laki-laki." Kata Airlangga dengan antusias


Belum sempat Sahara menjawab Alana sudah berseru kesal.


"Adiknya Ana pelempuan!" Kata Alana


"Laki-laki biar Kakak ada teman main bola." Kata Airlangga


Alana melotot hingga membuatnya terlihat begitu menggemaskan.


"Pelempuan!"


"Laki-laki!"


"Pelempuan!"


"Laki-laki Ana!" Kata Airlangga dengan wajah kesalnya


Dengan mata berkaca Alana beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri Sahara dan memeluknya.


Belum sempat menjawab Airlangga sudah ikut bicara.


"Laki-laki kan Mami?" Tanya Airlangga


Mendapat dua pertanyaan dengan kedua anaknya yang menatap penuh harap membuat Sahara jadi bingung harus menjawab apa, dia tidak bisa memastikan jenis kelamin kandungannya.


"Ana mau adik pelempuan Mami." Kata Alana dengan mata berkaca


Menatap suaminya dengan bingung Arjuna tersenyum lalu membawa Airlangga ke pangkuannya dan mencium pipi Alana dengan lembut.


"Jangan berantem dong nanti adiknya marah." Kata Arjuna


"Ana mau adik pelempuan." Kata Alana lagi


Arjuna tersenyum dan mengusap sayang rambut hitam anaknya.


"Baiklah karena anak Papi malah berantem Papi tidak akan kasih tau adiknya perempuan atau laki-laki." Kata Arjuna membuat Alana dan Airlangga berseru secara bersamaan


"Papii!"


Tertawa kecil Arjuna malah menggendong tubuh Airlangga dan mengajaknya untuk pergi ke supermarket.


"Baiklah jagoan mau temani Papi beli susu ke supermarket?" Tanya Arjuna


Airlangga mengangguk dan menyunggingkan senyum manisnya.


"Ana jugaa"


Menatap Sahara sebentar Arjuna dapat melihat istrinya itu mengangguk, tadi Sahara memang meminta suaminta untuk membeli susu ke supermarket.


"Kamu tidak mau ikut sayang?" Tanya Arjuna


"Tidak Mas aku mau tidur sebentar ngantuk." Kata Sahara sambil menunjukkan cengirannya


Mengangguk faham Airlangga langsung mengajak anak-anaknya untuk pergi ke supermarket meninggalkan istrinya yang menatap mereka sambil tersenyum penuh arti.


Sahara memang mengantuk kemarin dia tidur cukup larut.

__ADS_1


Senang sekali rasanya melihat anak-anak dan suaminya yang sangat dekat satu sama lain.


Sama seperti Sahara anak-anaknya juga selalu mencari Arjuna kalau dia tidak ada di rumah.


Terbiasa bersama.


¤¤¤


Perang dingin sedang terjadi antara kedua anak Arjuna yang terus berdebat masalah jenis kelamin adik mereka apalagi Alana yang sangat ngotot kalau adiknya adalah perempuan. Bagi Arjuna dan Sahara hal itu adalah sesuatu yang menggemaskan melihat kedua anaknya yang biasa akur kini saling menatap dengan sengit merupakan hal yang sangat lucu.


Saat sedang dalam perjalanan ke supermarket juga anak-anaknya sangat berisik bahkan Arjuna sampai harus memberi mereka peringatan. Anak laki-lakinya yang biasa mengalah kini sangat keras kepala dan tidak mau mengalah meski hanya pura-pura dia tetap kukuh dengan apa yang dia katakan.


'Pelempuan!'


'Laki-laki Ana! Pokoknya adik Kakak laki-laki!'


'Adiknya Ana pelempuan! Itu adik Ana bukan adik Kakak!'


'Pokoknya laki-laki!'


'Pelempuan! Ihh nakal nakal Kakak nakal'


Mengingat Alana yang melotot sambil memukul-mukul Airlangga membuat Arjuna ingin tertawa.


Ya ampun anaknya lucu sekali.


Kalau yang sedang terjadi sekarang Alana dan Airlangga hanya diam-diaman, tapi mata mereka saling menatap dengan sengit.


"Hey sudahlah sayangnya Mami kenapa malah pada berantem hmm?" Tanya Sahara dengan lembut


"Kakak nakalll!" Kata Alana sambil menatap Sahara dengan bibir mengerucut


"Tidak Mami." Kata Airlangga memebela dirinya


"Nakal"


"Tidak"


"Nakal Kakak nakal!"


"Tidak"


"Nakal! Ihh nakal nakal." Kata Alana sambil berusaha memukul lengan Airlangga


Sahara tidak bisa menahan senyumnya melihat itu semua dia jadi teringat kedua adiknya dulu, ahh dia jadi merindukan mereka berdua.


"Sudah dong nanti Mami marah ya?" Kata Sahara dengan wajah galaknya menatap anak-anaknya dengan penuh ancaman


Keduanya langsung diam membuat Sahara tersenyum melihatnya.


"Nah sekarang ayo ke kamar sudah mau jam sembilan besok kalian sekolah." Kata Sahara


"Ana mau tidul sama Mami." Kata Alana sambil memeluk Sahara dengan erat


"Jangan sayang"


Bukan Sahara, tapi Arjuna yang menjawabnya.


"Ana mau tidul sama Mami!" Kata Alana yang ikut menatap Arjuna dengan galak


"Jangan dong sayang Papi kan mau mengunjungi adik kalian." Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan tajam


"MAS!"


Arjuna mengerutkan dahinya bingung dan menatap Sahara dengan raut wajah yang bertanya, kenapa?


Lalu ketika kedua anaknya mengatakan hal yang sama barulah Arjuna sadar dan menatap Sahara dengan cengirannya.


"Mau ikut juga"


Menghela nafasnya pelan Sahara kembali meminta anaknya untuk pergi ke kamar.


"Papi cuman bercanda sayang, mana mungkin adiknya bisa dikunjungi kan ada di dalam perut Mami." Kata Sahara


Awalnya mereka diam, tapi setelahnya mengangguk faham dan mengikuti Sahara yang membawanya ke kamar.


Ketika melewati suaminya Sahara menatap dengan sangat tajam yang hanya ditanggapi dengan senyuman dan raut wajah tanpa dosa Arjuna.


Untung sayang.


¤¤¤

__ADS_1


Nah loh berantem kan anaknya😂


__ADS_2