
Tiga hari sudah berlalu keadaan Sahara juga sudah semakin baik, dia tidak lagi menerima pesan dari Kevin dan kabar baiknya Sahara akan melangsungkan pertunangan dengan Arjuna satu minggu dari sekarang. Namun, sampai sekarang dia masih belum dibolehkan untuk pergi ke butik bahkan kata Daffa dia baru boleh mulai bekerja setelah acara pertunangan padahal Sahara sudah sangat bosan berdiam diri di rumah.
Beruntungnya setiap siang atau sore Arjuna selalu datang biasanya hanya sekedar menengok keadaannya, tapi hari ini Arjuna datang untuk mengajaknya pergi keluar. Mendengar hal itu Sahara sangat bersemangat dan langsung bersiap-siap meskipun baru tiga hari, tapi rasanya sudah seperti berbulan-bulan dia di rumah.
Saat ini Arjuna sudah menunggu dibawah dan Sahara baru saja selesai bersiap, dia langsung bergegas turun untuk menghampiri kekasihnya, ulangi calon suaminya. Melihat Arjuna yang sedang mengobrol dengan Daffa membuat Sahara tersenyum, tapi kedua orang itu terlihat sedang melakukan pembicaraan yang sangat serius.
Sahara jadi penasaran, dia mendekat perlahan supaya bisa mendengar pembicaraan mereka, tapi kedua pria itu seakan sadar akan kehadirannya dan langsung menoleh.
"Kenapa kamu mengendap-ngendap seperti itu?" Tanya Daffa dengan alis bertaut
Mengerucutkan bibirnya sebal Sahara menghampiri mereka dan duduk disebelah Daffa.
"Daddy bicara apa sama Kak Juna? Serius sekali Ara jadi penasaran." Kata Sahara mengaku
"Kamu tidak perlu tau Ara." Kata Arjuna sambil tersenyum manis
Mengerucutkan bibirnya kesal Sahara hanya memasang wajah juteknya, sebenarnya dia sempat mendengar sedikit hanya saja Sahara tidak akan bilang.
Satu kalimat yang Sahara dengar adalah tentang kepergian seseorang ke Belanda.
'Katanya dia pergi ke Belanda'
Entah kenapa satu-satunya yang ada difikiran Sahara ketika mendengar itu hanyalah Kevin, tapi dia tidak mau memikirkannya. Sekarang dia hanya ingin memikirkan sesuatu yang dapat membuatnya bahagia.
"Sudah kalian pergilah, jangan pulang larut malam dan Arjuna jangan sampai Sahara kelelahan." Kata Daffa
Mengangguk pasti keduanya berpamitan pada Daffa lalu pergi dan selama perjalanan Sahara hanya diam sambil memperhatikan cincin indah yang melingkar di jari tangannya. Mendadak dia jadi ingat perkataan Arjuna dua hari yang lalu, pria itu datang bersama keluarganya lalu mengatakan bahwa mereka ingin melakukan acara pertunangan.
"Kak Juna kita mau pergi kemana?" Tanya Sahara memulai percakapan
"Ke pantai atau kamu mau ke tempat lain?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh Sahara
"Tidak Ara mau ke pantai saja." Kata Sahara
"Bosan ya Ra di rumah?" Tanya Arjuna
"Iyaaa! Bosan banget Kak apalagi sekarang Vina sama Vano sekolah Ara jadi kesepian cuman sama Mommy aja berdua." Kata Sahara
"Kasihan pacar aku." Ledek Arjuna membuat Sahara memukul pelan lengannya
"Makanya Kakak sering datang ke rumah biar Ara gak kesepian." Kata Sahara
"Tiap hari kan aku memang ke rumah kamu Ra." Kata Arjuna
"Tapi, cuman sebentar." Keluh Sahara
"Bisa kena marah sama Daddy kamu kalau lama-lama." Kata Arjuna sambik tertawa kecil
Merasa kesal Sahara kembali diam dan mengalihkan pandangannya ke depan. Iya, dia memang sangat manja Sahara juga sangat tau hal itu.
Di sampingnya Arjuna yang masih sibuk mengendarai mobilnya tersenyum tipis ketika melihat wajah kesal kekasihnya. Sahara memag mudah merajuk, tapi dia juga mudah untuk dibujuk.
"Sahara"
"Emm"
"Kevin masih menghubungi kamu?" Tanya Arjuna memastikan
Menggelengkan kepalanya pelan Arjuna menghela nafasnya lega, setidaknya Kevin tidak membuat Sahara ketakutan lagi.
"Mommy pasti cerita ya soal Kevin yang kirim pesan ke Ara?" Tebak Sahara
"Hmm"
"Ara takut sekali Kak sampai tidak bisa tidur." Kata Sahara
"Jangan takut aku akan melindungi kamu." Kata Arjuna sambil tersenyum menenangkan
Hanya membalasnya dengan anggukan Sahara kembali diam dan menikmati sisa perjalanan mereka. Sampai akhirnya sampailah keduanya di pantai hal yang membuat senyuman manis Sahara mengembang dengan sempurna.
__ADS_1
Setelah keluar dari mobil Sahara langsung menarik tangan Arjuna dan mengajak pria itu untuk mendekat ke bibir pantai. Melihat betapa antusias dan bahagianya Sahara membuat Arjuna menatap sang kekasih dengan senyuman penuh arti.
"Aaa senangnya bisa kesini lagi." Kata Sahara
Beruntung Arjuna mengajaknya ketika sore haru sehingga sinar matahari tidak terlalu terik, selain itu dia juga berniat untuk melihat sunset bersama dengan kekasihnya.
"Mau ngapain Ra?" Tanya Arjuna ketika sang kekasih membawanya ke arah air laut
"Mau jalan-jalan aja." Kata Sahara
Ikut tersenyum Arjuna menggenggam erat tangan kekasihnya dan bersama-sama mereka menyusuri bibir pantai dengan kaki telanjang, sesekali air laut mengenai telapak kaki keduanya.
Keadaan pantai tidak terlalu ramai mungkin karena sudah sore, tapi Sahara malah suka pergi ke pantai ketika sore hari karena hal yang paling dia sukai ketika dipantai adalah pemandangan matahari yang terbenam.
"Apa keinginan terbesar kamu Ra?" Tanya Arjuna
"Emm sekarang apa dulu?" Tanya Sahara dengan mata menyipit
"Dua-duanya"
Tampak berfikir Sahara mulai mengembangkan sebuah senyuman dan menjawab pertanyaan dari kekasihnya.
"Dulu keinginan terbesar Ara memiliki keluarga yang sempurna,"
Mendengar hal itu Arjuna langsung mengalihkan pandangannya kepada Sahara yang tersenyum sambil menatap ke depan.
"Kakak mau tau? Sampai saat ini Ara sayang sekali sama Mommy karena dia sudah membuat keinginan terbesar Ara menjadi kenyataan, Mommy memberikan keluarga yang sempurna untuk Ara." Kata Sahara
Cukup lama terdiam Sahara mengalihkan pandangannya ke arah Arjuna yang juga sedang menatapnya dan tanpa ada yang meminta mereka sama-sama berhenti melangkah lalu saling melemparkan senyuman ke satu sama lain.
"Kalau sekarang keinginan terbesar Ara menikah sama Kakak." Kata Sahara sambil tertawa
Merasa gemas dengan tingkah kekasihnya Arjuna menangkup wajah Sahara lalu mencubit kedua pipinya sambik tertawa kecil.
"Udah pinter ya sekarang." Kata Arjuna
"Ishh Kak Juna sama saja seperti Daddy suka cubit pipi Ara, sakit tau." Keluh Sahara
Kembali tertawa tanpa permisi Arjuna mencium kedua pipi Sahara membuat kekasihnya itu tersentak dan wajah yang mulai memerah hingga ke kuping.
Lalu sebuah pukulan melayang ke bahu Arjuna.
"Kak Juna! Kalau ada yang lihat bagaimana?! Nanti kita disangka pasangan mesum!" Kata Sahara yang kembali membuat Arjuna tertawa
Tangan Arjuna tanpa permisi terulur dan mengacak rambut indah Sahara yang tergerai.
"Ihh jangan nanti berantakan!" Kata Sahara galak
"Iya maaf sayang." Kata Arjuna
Sayang
Sayang
Sayang
Sahara mau pingsan rasanya dia belum terbiasa dengan kata-kata itu.
"Nyebelin! Kak Juna nyebelin!" Kata Sahara
"Jangan ngambek dong, kita beli ice cream saja mau atau es kelapa muda?" Tawar Arjuna
Mendengar hal itu kekesalan Sahara hilang dan langsung berganti dengan mata yang berbinar.
"Mau ice cream ayo sebagai pacar yang baik Kakak harus beliin Ara ice cream." Kata Sahara
"Bukan pacar Ra, tapi calon suami"
Sial! Wajah Sahara sudah benar-benar memerah sekarang.
__ADS_1
"Cie malu ya? Calon istri aku mukanya merah banget." Goda Arjuna
Merasa kesal Sahara memukul-mukul lengan Arjuna membuat pria itu berlari kecil dan Sahara ikut mengejarnya sambil berseru kesal.
"Kak Juna sini gak?! Ngeselin banget sih!"
Mereka berdua berlari di sekitaran pantai dan wajah Sahara yang sebelumnya kesal perlahan mulai berganti dengan senyuman, dia bahagia sekali.
Merasa sudah cukup Arjuna menghentikan langkahnya dan sebelum Sahara memukulnya Arjuna memeluk wanita itu dengan erat.
"Sudah nanti kamu kecapean aku bisa dimarahin sama Papi mertua nanti lamaran aku bisa ditolak." Canda Arjuna membuat Sahara ikut tertawa
"Nyebelin"
"Iya sayang maaf ya? Sekarang ayo kita beli ice cream dulu lagi pula sunsetnya masih agak lama." Kata Arjuna
Sahara hanya diam, tapi perlahan senyumannya terbentuk kala Arjuna melepaskan pelukannya lalu menggenggam erat tangannya.
Bahagia memang sesederhana itu ternyata.
¤¤¤¤
Langit mulai berubah warna matahari pun sudah mulai menghilang dan sepasang kekasih yang saat ini sedang duduk di bibir pantai itu tersenyum. Hal ini yang paling Sahara tunggu-tunggu ketika langit mulai berubah jingga dan matahari yang perlahan mulai pergi.
Di sampingnya Arjuna ikut tersenyum dengan tangan yang merangkul Sahara penuh kasih sayang. Saat membaca novel biasanya selalu ada percakapan di moment ini dan Sahara ingin melakukannya.
"Kak Juna"
"Hmm"
"Menurut Kakak cinta itu apa?" Tanya Sahara
"Hal yang luar biasa." Jawab Arjuna secara spontan
Dia menoleh dan menatap Sahara dengan senyuman lalu kembali berbicara.
"Saat jantung kamu berdebar karena seseorang dan ketika kamu ikut merasakan apa yang dia rasakan, terluka ketika dia menangis, dan tersenyum ketika dia merasa bahagia,"
Mencium punggung tangan kekasihnya Arjuna menatap Sahara dengan dalam dan tersenyum manis.
"Lalu ketika kamu berani membangun sebuah hubungan dengan keyakinan bahwa kalian akan selalu bersama, maka itu adalah cinta." Kata Arjuna
"Apa yang Kak Juna lihat dari Ara?" Tanya Sahara lagi
"Seorang wanita yang pantas untuk bahagia"
Tersenyum manis Sahara menyandarkan kepalanya dibahu Arjuna, dia sangat bahagia dengan kenyataan bahwa Arjuna adalah miliknya.
Temannya
Kekasihnya
Calon suaminya
Masa depannya
Arjuna Dirgantara pria yang berhasil membuat Sahara merasa begitu bahagia.
¤¤¤¤
Aku mau kasih tau rahasia :)
Ternyata nanti Arjuna nikahnya sama aku bukan sama Sahara😂
Maaf kemaren gak updateee :(
Tungguin terus yaa kelanjutannya😄 Love youuu😙
Peluk online dari Arjuna😇
__ADS_1