Sahara In Love

Sahara In Love
35 : Kevin Kembali


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak pertunangan Sahara dan Arjuna dilangsungkan kini Sahara sudah boleh melakukan aktifitasnya seperti biasa, dia sudah mulai pergi ke butik dan bekerja seperti biasa. Namun, Daffa yang belum merasa tenang memerintahkan dua orang penjaga untuk mengikuti kemana pun Sahara pergi dan dia memasang cctv diseluruh area butik anaknya.


Sampai sekarang Kevin memang masih belum ada kabar, tapi Daffa sangat yakin kalau pria itu sudah menyiapkan sesuatu dan dia harus tetap waspada jangan sampai lengah hanya karena pria itu tidak muncul selama lebih dari dua minggu. Selain itu Arjuna juga selalu datang menemui Sahara entah ketika makan siang ataupun sore hari bahkan terkadang Arjuna hampir seharian menemani Sahara di butik kalau dia sedang tidak sibuk.


Setiap kali harus menghadiri pertemuan ataupun acara Arjuna selalu memaksa untuk ikut serta dan menempel pada Sahara.


Seperti sekarang ketika Sahara menemui salah satu client nya Arjuna memaksa untuk ikut jadilah Sahara terus-terusan menggerutu sepanjang perjalanan.


"Kakk aku kan cuman sebentar lagi pula dekat hanya lima belas menit dari sini." Kata Sahara


"Baiklah pilih aku yang ikut atau dua orang suruhan Daddy kamu itu?" Kata Arjuna membuat Sahara mengerucutkan bibirnya kesal


"Kakk! Ara gak enak tau kalau mau ketemu client gini harus ditemenin atau dijagaiin." Keluh Sahara


"Ayolah Ra aku kan tidak duduk di meja yang sama dengan kamu." Kata Arjuna membuat Sahara menghela nafasnya pelan


Dia memang tidak bisa menang jika berdebat dengan Arjuna ataupun Daffa, pasti Sahara selalu kalah dan berujung dengan mengalah.


"Kenapa sih Kak kalian selalu jagaiin Ara? Ikutin Ara kemana-mana juga, memang ada sesuatu ya? Aku tau kok Kakak sama Daddy pasti melakukannya demi kebaikan Ara, tapi Ara penasaran Kak." Kata Sahara sambil memasang wajah kesalnya


Mendengar hal itu Arjuna hanya diam dan tidak menjawab apapun atau lebih tepatnya bingung harus menjawab apa. Wajar kalau Sahara penasaran dengan sikap dia dan Daffa karena sebelumnya Sahara tidak pernah dijaga sampai seperti ini, apalagi harus ada dua orang yang menjaga di depan butiknya dan membuat orang-orang jadi sedikit takut untuk masuk ke dalam.


"Ada sesuatu yang tidak kamu tau Ra." Kata Arjuna pelan


"Apa? Apa yang tidak Ara tau?" Tanya Sahara sambil menoleh


"Daddy kamu juga tau tentang pesan yang dikirimkan Kevin dan beberapa hari sebelum pertunangan kita ada mobil yang mengawasi rumah kamu." Kata Arjuna membuat Sahara langsung menatap ke arahnya


Pantas saja Sahara sampai dijaga seperti ini, tapi Kevin kan sudah tidak menghubungi dia lagi.


"Lalu?"


"Mobil yang sama juga mengikuti aku waktu pulang dari rumah kamu." Kata Arjuna lagi


Perkataan itu semakin membuat Sahara tidak percaya, dia sangat terkejut ketika mendengarnya dan mendadak Sahara merasa takut.


Bagaimana kalau Kevin malah menyakiti Arjuna atau Daddy nya?


"Jangan difikirkan Ra kamu tenang saja." Kata Arjuna seolah tau bahwa tunangannya itu akan berfikir macam-macam


Tersenyum kecil Sahara hanya bisa mengangguk patuh, dia juga percaya kalau kedua pria itu bisa melindungi diri mereka sendiri. Berbeda dengan Sahara yang selalu membutuhkan orang lain untuk berada disampingnya, melindungi dia dari bahaya.


"Dia sudah tidak menghubungi kamu lagi kan Ra?" Tanya Arjuna kembali memastikan


Menggelengkan kepalanya pelan Sahara membuat Arjuna tersenyum kala dia mengatakan sesuatu.


"Tidak, nomornya juga sudah Ara block." Kata Sahara


"Kalau dia menghubungi kamu entah itu dengan nomor baru atau yang lainnya beri tau aku atau Daddy kamu ya Ra?" Kata Arjuna dengan begitu lembut


"Siap sayangnya Ara." Kata Sahara dengan senyuman manisnya


Melihat hal itu Arjuna juga ikut tersenyum, tapi entah kenapa mendadak perasaannya tidak enak dan seharian ini Arjuna benar-benar ingin terus berada disamping Sahara. Kemarin malam sebuah mobil kembali mengikutinya ketika dia pulang dari kantor dan Arjuna yakin bahwa itu orang suruhan Kevin, lagi.

__ADS_1


Dia tidak faham kenapa Kevin bisa seberani itu?


Pria itu sangat berbahaya karena dia terlalu nekat dan tidak pernah takut dengan akibat dari perbuatannya bahkan Arjuna sampai menganggap bahwa pria itu sudah benar-benar tidak waras.


"Kakk kelewatannn"


Seruan Sahara membuat Arjuna tersentak dan menginjak remnya mendadak membuat suara klakson kendaraan dibelakangnya terdengar. Menggelengkan kepalanya pelan Arjuna kembali melajukan mobilnya dan putar balik dibeberapa meter kedepan.


"Kakak kenapa melamun?" Tanya Sahara penasaran


"Tidak ada Ra sepertinya aku butuh kopi." Kata Arjuna


"Kakak ngantuk ya? Kenapa gak bilang? Kalau gitu biar Ara saja yang bawa mobilnya." Kata Sahara yang tidak ditanggapi oleh Arjuna


Setelah sampai di tempat tujuan Sahara langsung turun lebih dulu dan melangkahkan kakinya ke dalam cafe meninggalkan Arjuna yang masih diam di dalam mobilnya. Baru akan keluar tiba-tiba ponselnya berdering dan ketika dilihat sebuah pesan telah masuk ke dalam ponsel Arjuna, pesan dari nomor tak dikenal.


Selamat untuk pertunangan kalian


Tanpa fikir panjang Arjuna langsung menelpon nomor yang baru mengiriminya pesan dan tepat di deringan pertama panggilannya diangkat.


'Selamat siang Arjuna'


Sial! Arjuna sangat mengenal suara ini, suara berat milik Kevin.


Astaga pria itu sudah kembali Arjuna harus segera menghubungi Daffa.


"Sudah kembali? Lo pengecut Kevin kabur setelah membuat masalah." Kata Arjuna merendahkan lawan bicaranya


'Gue gak pernah kabur, tapi menyingkir untuk sejenak membiarkan kalian bahagia sebelum gue merebut semua itu'


'Are you sure Arjuna? Gue selalu mendapatkan apa yang gue mau dan Sahara adalah salah satunya'


"Brengsek! Sedikit aja lo lukain Sahara gue gak akan tinggal diam!" Maki Arjuna


Lalu panggilan itu terputus secara tiba-tiba membuat Arjuna mengusap kasar wajahnya, feeling nya benar pria itu sudah kembali dengan rencana ditangannya. Menghela nafasnya pelan Arjuna keluar dari mobil dan memasuki area cafe, Arjuna mengambil meja yang terletak agak jauh dari tempat Sahara.


Sekarang kepalanya jadi pusing, dia sangat takut kalau sesuatu terjadi pada Sahara.


Pria itu sangat tidak waras dan sangat mungkin jika Kevin melakukan hal nekat yang bisa membahayakan Sahara.


Ada sedikit tanda tanya dibenak Arjuna, apa ada alasan lain sampai Kevin berani bertindak seperti ini?


Tapi, entah apapun itu Arjuna akan melindungi Sahara dan tidak membiarkan sesuatu terjadi pada wanita itu.


Saat tengah menatap ke arah tunangannya mata Arjuna bertemu dengan mata Sahara, tatapan lembut milik Sahara telah membuat hatinya menghangat.


Wanita itu tidak pantas untuk disakiti mereka terlalu lembut.


Sebuah senyuman terukir dibibir Arjuna ketika Sahara juga mengukir senyuman yang begitu manis disana.


Kenapa ada orang yang berniat untuk menyakiti wanita seperti Sahara?


Bahkan tunangannya itu selalu menjaga ucapannya, dia tidak punya musuh karena Sahara selalu bersikap baik dan acuh dengan orang yang pernah jahat atau berbuat buruk kepadanya.

__ADS_1


Sahara juga terlalu mudah untuk memaafkan.


Bahkan Arjuna sama sekali tidak pernah memiliki niat untuk menyakiti Sahara ataupun melukai hatinya.


Dia akan sangat membenci Sahara kalau sampai itu semua terjadi karenanya.


¤¤¤¤


Sore hari datang Arjuna melangkahkan kakinya ke kantor Daffa dan langsung masuk ke ruang kerja pria paruh baya itu, dia sudah menceritakan semuanya. Mengenai kedatangan Kevin dia sudah tau dan tentu saja hal itu membuat Daffa langsung memanggil Arjuna ke kantornya, pria itu pasti kembali dengan sebuah rencana.


Tadi Arjuna sudah mengantar Sahara ke butik dan memastikan tunangannya itu masuk ke dalam juga penjaga Sahara yang dia minta untuk terus mengikuti juga mengawasi kemanapun Sahara pergi.


Ceklek


Pintu ruang kerja Daffa terbuka dan Arjuna langsung masuk ke dalam, di sana sudah ada Daffa yang duduk di sofa lalu Arjuna juga mendudukkan dirinya dihadapan Daffa.


"Kapan kamu medapat telpon itu?" Tanya Daffa tanpa ada basa-basi terlebih dahulu


"Saat aku mengantar Sahara menemui client nya di cafe yang tidak jauh dari butik Sahara." Kata Arjuna


"Jadi pria brengsek itu menelpon dan mengancam akan menghancurkan kebahagiaan kalian begitu?" Tanya Daffa dengan emosi didalamnya


"Dia bilang dia selalu mendapatkan apa yang dia mau dan Sahara salah satunya." Kata Arjuna mengulang kembali perkataan Kevin ditelpon


"Sialan! Dia fikir dia siapa?! Mau mengambil Sahara dan menghancurkan kebahagiaannya?! Aku akan membunuhnya sebelum itu semua terjadi." Kata Daffa dengan penuh kemarahan


"Berikan nomor telponnya!" Titah Daffa


Mengeluarkan ponselnya Arjuna memberikan nomor telpon Kevin yang tadi menghubunginya. Setelah menyalin kembali nomor telpon itu Daffa segera menghubunginya, tapi sayang hingga berkali-kali pria itu sama sekali tidak mengangkatnya.


Akhirnya Daffa mematikan sambungan telponnya dan tampak berfikir sesuatu, dia harus membuat Kevin menemuinya karena masalah ini tidak akan selesai kalau hanya lewat telpon mereka harus bertemu langsung.


Daffa harus benar-benar memukul wajah Kevin agar dia berhenti mengganggu anaknya.


"Dia belum ada di kantor kemungkinan besar Kevin ada di rumah, hotel, atau apartemen." Kata Arjuna


"Tapi, pria itu sudah tidak menghubungi Sahara lagi kan?" Tanya Daffa cemas


Dia tidak ingin anaknya kefikiran lagi.


"Tidak Om nomor Kevin juga sudah di block sama Ara." Kata Arjuna


Sekarang Daffa merasa sedikit lega meskipun masih ada kemungkinan pria itu akan menghubungi Sahara dengan nomor lain, tapi setidaknya untuk saat ini belum.


"Arjuna coba kamu telpon menggunakan ponsel kamu mungkin dia akan mengangkat." Kata Daffa yang langsung diangguki oleh Arjuna


Deringan mulai terdengar, tapi panggilan itu masih belum diangkat. Sampai akhirnya setelah berkali-kali menelpon Kevin masih tidak mengangkatnya.


"Dasar pengecut"


Dengan segera Daffa menelpon seseorang meminta untuk melacak lokasi sinyal terakhir dari nomor telpon Kevin.


Dia akan mati kalau sampai berani melukai Sahara meski hanya seujung kukunya.

__ADS_1


¤¤¤¤¤


Nyari gara-gara kamu Kepin sama Daddy Daffa😡


__ADS_2