
Sudah hampir dua bulan berlalu kini Alana sudah terbiasa dengan sekolahnya bahkan dia sering mengeluh bosan ketika tidak sekolah karena merasa kesepian di rumah dan di kecil Alana juga selalu menagih janji orang tuanya tentang adik baru. Namun, belum waktunya mungkin Tuhan meminta Sahara dan Arjuna untuk mengurus kedua anaknya hingga lebih besar dulu.
Sebenarnya bukan masalah besar, tapi baik Arjuna ataupun Sahara hanya bingung untuk menjawab kalau Alana sudah bertanya apalagi ketika anak itu memasang wajah sedihnya. Sudah beberapa hari belakangan Alana menanyakannya sampai berkali-kali hingga akhirnya Arjuna memutuskan untuk membawa mereka ke rumah mertuanya karena Alana sangat suka menghabiskan waktu bersama Devina yang memang sangat memanjakannya.
Seakan lupa dengan pertanyaan yang selalu dia ajukan Alana terlihat sangat bersemangat dan tidak sabar untuk pergi ke rumah keluarga Wijaya. Bahkan sejak tadi dia menunggu Sahara bersiap di dalam kamar dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Mami cudah belum? Ana mau ke lumah ante Vina." Kata Alana yang sangat tidak sabar menunggu Sahara bersiap
Ceklek
Sahara keluar dari dalam kamar mandi setelah dia selesai bersiap lalu menghampiri anaknya dan tersenyum manis.
"Sudah sayang, sekarang kita temui Papi sama Kakak ya?" Kata Sahara
Devina mengangguk dengan semangat lalu menggenggam tangan Mami nya dan bersama-sama menemui Arjuna serta Airlangga yang ada di ruang tamu.
"Papi ayo belangkat." Seru Alana membuat Arjuna menoleh dan tersenyum melihatnya
"Sudah selesai sayang?" Tanya Arjuna
Alana dan Sahara mengangguk bersamaan membuat Arjuna tertawa lalu mencium keduanya bergantian.
"Baiklah sekarang kita berangkat." Kata Arjuna
Bersorak senang mereka langsung memasuki mobil dan pergi ke rumah keluarga Wijaya untuk menghabiskan hari libur di sana. Sepanjang perjalanan Alana dan Airlangga terus berceloteh menceritakan banyak hal membuat Arjuna tersenyum senang, dua saja sudah membuat rumahnya ramai apalagi kalau ditambah satu atau dua lagi.
"Mami Angga mau sepatu baru untuk main bola." Kata Airlangga
Sahara menoleh dan menatap anaknya sebentar.
"Sepatu yang kemarin sudah kecil ya?" Tebak Sahara yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya
"Iya kaki Angga jadi sakit." Kata Airlangga
"Nanti beli sama Papi ya Angga." Kata Arjuna membuat Airlangga tersenyum senang lalu menganggukkan kepalanya
Kebetulan Arjuna juga mau membeli sepatu dan dia akan mengajak anaknya saja nanti mereka bisa cari sepatu sama-sama. Selain itu hitung-hitung menghabiskan waktunya bersama dengan jagoannya yang susah semakin besar.
"Ana juga mau cepatu." Kata Alana yang memang selalu mengikuti semua keinginan Kakaknya
"Ana jangan ikut-ikutan Kakak." Kata Airlangga membuat Alana memberengut sebal
"Ana juga mau cepatu." Kata Alana galak
Melihat hal itu Sahara dan Arjuna tertawa anak perempuan mereka memang sangat mudah merajuk dan sangat galak bahkan kepada mereka.
"Iya nanti kita beli sama-sama ya?" Kata Arjuna membuat senyum Alana mengembang dengan sempurna
"Mami nanti ada Paman Vano tidak?" Tanya Airlangga
Airlangga juga suka menghabiskan waktunya bersama Devano karena pamannya itu sering mengajari dia bermain game dan terkadang mengajak untuk bermain bersama juga.
"Tidak tau sayang, tapi kayaknya Paman Vano ada di rumah." Kata Sahara membuat Airlangga tersenyum senang
Setelah menempuh perjalanan selama hampir tiga puluh menit akhirnya mobil Arjuna berhenti di halaman rumah keluarga Wijaya. Saat sampai Alana dan Airlangga dengan semangat langsung turun dari mobil dan berlari ke arah pintu utama membuat Sahara menghela nafasnya pelan dan mengejar kedua anaknya.
"Alana Airlangga jangan lari-lari sayang." Kata Sahara sambil menggelengkan kepalanya pelan
Karena terlalu bersemangat mereka berdua tidak mendengar lagi dan Airlangga langsung berjinjit untuk membuka pintu utama lalu masuk ke dalam sambil berseru senang ketika melihat Fahisa.
"OMA"
Tersentak kaget senyum Fahisa langsung mengembang lebar ketika melihat cucunya datang dan dia langsung berlari kecil menghampiri mereka.
Airlangga dan Alana memeluknya dengan sangat erat hingga membuat Fahisa hampir terjungkal ke belakang, tapi dia sangat senang dengan kehadiran mereka semua.
"Ya ampun cucu Oma pada datang." Kata Fahisa senang
Tak lama setelahnya Sahara masuk sambil menggerutu karena anak-anaknya tidak mau mendengar ketika dipanggil.
Fahisa tersenyum senang lalu memeluk anaknya dengan sangat erat membuat Sahara ikut tersenyum dan membalas pelukan itu tak kalah eratnya.
__ADS_1
"Kenapa tidak bilang kalau mau datang sayang? Mommy tidak menyiapkan apa-apa untuk cucu kesayangan Mommy." Kata Fahisa
"Oma ante Vina mana? Ana mau main cama ante Vina." Kata Alana sambil menarik-narik baju Fahisa
Menatap cucunya yang terlihat begitu lucu Fahisa kembali memeluknya.
"Tante Vina ada di kamar sayang biar Oma panggilkan dulu ya?" Kata Fahisa
Alana mengangguk dengan semangat.
Setelah meminta Sahara dan yang lainnya untuk duduk Fahisa segera pergi ke atas untuk memanggil suami dan anak-anaknya. Pertama dia pergi ke ruang kerja suaminya dan melihat Daffa yang sedang fokus pada kertas ditangannya.
"Mas"
Melihat istrinya Daffa tersenyum lalau bertanya ada apa Fahisa menemuinya, tidak seperti biasa apalagi wajahnya terlihat sangat berseri.
"Ada Ara di bawah." Kata Fahisa
Satu kalimat yang bisa membuat Daffa mengerti alasan istrinya terlihat begitu bahagia juga alasan yang membuat Daffa merasa sangat bersemangat lalu meninggalkan semua pekerjaannya.
"Benarkah Hisa? Mereka ada disini? Sama Angga dan Alana juga?" Tanya Daffa
"Iya Mas"
Setelah mendengar jawaban itu Daffa bergegas pergi ke bawah membuat Fahisa tersenyum melihatnya lalu sekarang dia menghampiri anak-anaknya.
"Vanoo"
Saat membuka pintu kamar anaknya ternyata kedua anaknya ada disana sedang berebut ponsel yang membuat Fahisa tersenyum melihatnya.
"Mommy ada apaa?" Tanya Devina sambik mendorong tubuh Devano hingga dia tersungkur ke ranjang
"Ya ampun Vina." Kata Fabisa sambil menggelengkan kepalanya pelan
Devina hanya menunjukkan cengirannya lalu menghampiri Fahisa bersama dengan Devano dibelakangnya.
"Ada Ara di bawah." Kata Fahisa yang sukses membuat keduanya tersenyum senang lalu berlari untuk pergi ke bawah
"KAK ARAAAA"
Dia dapat melihat Devina dan Devano yang memeluk Sahara dengan rindu, tidak menyangka kalau mereka bisa sangat dekat.
Kemudian ada Daffa yang sedang memangku Airlangga sambil berbincang dengan menantunya.
"Antee Vinaa"
Alana menarik-narik baju Devina membuat Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Alana dengan senyuman yang sangat lebar.
"Haii Anaaaa"
Dipeluknya tubuh mungil Alana membuat anak itu tersenyum senang dan minta untuk digendong.
"Ante punya ice cream di kulkas Ana mau?" Tawar Devina
Dengan wajah berbinar Alana mengangguk membuat Devina tersenyum dan mengajaknya ke dapur.
Fahisa tersenyum senang melihat rumah ini yang kembali ramai, rasanya menyenangkan.
Sudah lama sekali dia merindukan suasana seperti ini dan sekarang dia kembali merasakannya.
Keramaian dengan anak dan cucunya.
¤¤¤
"Kenapa tidak menginap saja?"
Sahara mengerucutkan bibirnya ketika mendengar pertanyaan dari Daddy nya bukan tidak mau, tapi anak-anaknya kembali ke sekolah besok. Sambil tersenyum manis Sahara memeluk Daffa dengan manja membuat pria paruh baya itu tersenyum senang dan membalas pelukannya.
"Anak-anak besok masuk sekolah Daddy, bagaimana kalau minggu depan saja?" Kata Sahara
"Baiklah minggu depan, tapi janji sama Daddy." Kata Daffa
__ADS_1
Sahara mengangguk dengan semangat dan sebelum pergi dia menyuruh anak-anaknya untuk berpamitan pada yang lainnya.
"Dadah Ana mau pulang." Kata Alana
Daffa menggendong tubuh Alana dan mencium pipinya hingga berkali-kali, melihat Alana dia jadi teringat dengan Sahara ketika masih kecil dulu.
"Nanti main lagi ya sayang?" Kata Daffa
"Iya Opa, tapi nanti Ana beliin boneka ya?" Kata Alana sambil tersenyum lebar
"Tentu saja sayang." Kata Daffa sambul mencium pipinya sekali lagi
Setelah selesai berpamitan Sahara dan yang lainnya segera pulang ke rumah mereka, meninggalkan rumah keluarga Wijaya yang sering Sahara rindukan.
Sahara duduk di belakang karena melihat kedua anaknya yang sudah terlihat mengantuk bahkan Alana sudah tertidur di pangkuannya.
Seharian tadi anaknya tidak tidur siang dan sibuk bermain hingga sekarang dia tertidur dengan sangat lelap dipangkuannya.
"Mami Ana sudah tidur"
Sahara tersenyum dan mengangguk singkat sambil mengusap sayang rambut hitam anaknya.
"Angga sudah ngantuk?" Tanya Sahara
Airlangga menggelengkan kepalanya pelan.
"Belum"
"Tadi ngapain saja sama Paman Vano?" Tanya Sahara
"Paman Vano ajarin aku main game, tadi kamu main game bola dan Angga menang." Kata Airlangga dengan semangat
Menggelengkan kepalanya pelan adik laki-lakinya itu kebiasaan sekali mengajarkan anaknya bermain game.
Setelah sampai di rumah Sahara langsung mengantar anak-anaknya ke kamar, Alana dan Airlangga memang tidur di kamar yang sama semua sesuai permintaan Alana.
"Angga tidur ya? Besok harus sekolah." Kata Sahara
Airlangga mengangguk patuh membuat Sahara tersenyum senang lalu mencium kening anaknya lama.
Setelah selesai Sahara kembali ke kamarnya dan dia disambut dengan pelukan dari belakang oleh suaminya.
"Lelah hmm?"
Sahara mengangguk sambil bergumam pelan membuat Arjuna tersenyum dan menggendong tubuh istrinya lalu membaringkan di ranjang.
Tersenyum senang Sahara mendekat dan memeluk suaminya dengan erat menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Mas Juna"
"Iya?"
"Aku telat datang bulan"
Perkataan itu membuat Arjuna menarik wajah sang istri untuk menatapnya.
"Sudah kamu periksa?" Tanya Arjuna
Sahara menggelengkan kepalanya pelan.
"Besok aja"
Arjuna hanya tersenyum dan mengangguk lalu mencium bibir istrinya sekilas sebelum menariknya kembali ke dalam pelukannya.
"I love you Ra"
Sahara tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
Dia tidak pernah bosan mendengat kalimat itu diucapkan oleh suaminya.
Dia juga tidak pernah bosan untuk membalasnya.
__ADS_1
"I love you too Mas"
¤¤¤